Selamat Datang di Maumere...

SELAMAT BUAT PAKET AN-SAR (YOS ANSAR RERA-P.NONG SUSAR) yang dipercayakan masyarakat Kabupaten Sikka sebagai BUPATI dan WAKIL BUPATI SIKKA 2013-2018..
Pemandangan di Kolisia, Kecamatan Magepanda

Saturday, 1 January 2011

Konser Amal untuk Korban Bencana Siap di Gelar..

Ngamen Keliling Penggalangan Dana bersama Games Pro
Generasi Muda Sikka Production atau terkenal dengan nama Games Pro, sebuah komunitas seni dibawah asuhan Paulina Yeni Kabupung dan beberapa organisasi kepemudaan di Kota Maumere berinisiatip mengadakan konser amal bagi korban-korban bencana disejumlah daerah di Indonesia. Puncak acara konser amal ini rencananya akan diadakan tanggal 8 januari 2011 dengan mengambil lokasi di Halaman Parkir Barata Mall Maumere. Hal tersebut dikatakan Titi da Silva, Ketua Panitia Konser Amal disela-sela acara ngamen keliling bersama Games Pro untuk penggalangan dana bagi korban bencana. Sejumlah seniman dari kalangan musisi dan seniman tari, pantomin dan lain-lain akan memeriahkan panggung konser amal. Beberapa kelompok band dan penyanyi lokal daerah juga disebut akan terlibat. Untuk memantapkan puncak acara tanggal 8 januari nanti, panitia telah mengadakan salah satu kegiatan positip berupa ngamen keliling yang mendapat apresiasi luar biasa dari warga Kota Maumere.

Titi da Silva menjelaskan, Konser Amal ini bertujuan untuk menggugah kembali rasa persaudaraan dan solidaritas di kalangan masyarakat terutama warga Kabupaten Sikka sekaligus untuk membangun kembali rasa kemanusiaan dan saling berbagi antar sesama.
“Konser Amal yang diadakan ini sebenarnya merupakan sebuah bentuk kepeduliaan dan kasih serta rasa solidaritas kaum muda yang ada di Kabupaten Sikka terhadap sesama bangsa yang mengalami penderitaan,” ungkap Titi, yang juga merupakan seniman lukis di Maumere.

Koordinator Umum Konser Amal, Yeni Kabupung mengatakan, Konser amal tersebut merupakan inisiatip murni kaum muda Sikka sendiri dan sama sekali tak ada kaitan dengan apapun.
“Konser ini bertujuan mulia dan murni inisiatip dari kami, walau sangat kecil dan tak bernilai namun minimal doa tulus dan rasa turut berduka yang dalam sebagai generasi muda Sikka mampu menemani para korban untuk bisa bangkit dari keterpurukan,” ujar Yeni.

Yeni menambahkan, penyerahan bantuan hasil penggalangan dana akan diserahkan langsung pada malam puncak acara 8 januari kepada perwakilan untuk diteruskan ke pusat bencana nasional. “Batuan tersebut dalam bentuk uang tunai,” tambah Yeni.

Lebih lanjut Yeni mengatakan bahwa persiapan untuk Konser Amal yang mengambil tema Konser Harmoni Peduli Bagi Korban Bencana Nasional, “Persembahan Dariku Untukmu Saudaraku” sudah hampir final. Yeni juga berterima kasih dan menyambut baik dukungan dari berbagai elemen masyarakat yang ikut serta mensuport kegiatan tersebut. Yeni menyebut berbagai media di Kabupaten Sikka dan sejumlah organisasi dan kalangan usaha swasta yang turut mendukung kegiatan amal.

Untuk Konser Amal ini, sebuah lagu ciptaan Thomas Aquino alias Tommy, musisi muda yang hilang akibat tenggelamanya KM. Karya Pinang (Tersanjung) akan dibawakan oleh Kons Lamak.

Ngamen Keliling Penggalangan Dana

Untuk memantapkan malam puncak Konser Amal tanggal 8 januari, panitia konser amal melakukan penggalangan dana dengan kegiatan Ngamen disejumlah pusat keramaian. Menggunakan organ tunggal dan sejumlah penyanyi yang bernaung di bawah bendera Games Pro, penggalangan dana tersebut mendapat apresiasi luar biasa dari warga kota.

Games Pro, Ngamen di Pasar Senja, Kabor

Seperti yang disaksikan oleh inimaumere.com saat panitia melakukan penggalangan dana di Pasar Senja Kabor, Maumere, sejumlah masyarakat tak segan-segan untuk merogoh kocek dan menyumbang demi sesama yang mengalami penderitaan. Selain itu juga beberapa warga turut bernyanyi dan memeriahkan ngamen penggalangan dana.

Ngamen keliling perdana yang menghibur masyarakat ini telah dimulai dari tangal 9 Desember 2010 lalu dengan menghibur warga kota yang sedang berbelanaj di Barata Dept. Store Maumere. Selain Barata, ngamen juga mendatangi dan menghibur di Pasar Senja Kabor, Roxxi Swalayan, Gereja Katedral, Gereja St. Thomas Morus, dan ngamen keliling dari rumah kerumah di kawasan Perumnas Maumere serta seputaran Kota Maumere.

Aksi ngamen keliling dan ngemen ini diisi oleh penyanyi lokal seperti Kevin, Alfred Gare, Rhenol Mandalangi, Yola, Marlin, Lia dan Marissa serta pemain keyboardnya Valen Vardam, Yanto Doreng, Eltif, Jupe, Gomez serta Yolix.

“Kami sangat berterima kasih kepada segenap warga Maumere yang telah merogoh sedikit uangnya untuk membantu saudara-saudara kita yang tertimpa bencana, semoga semuanya terbalas,” ucap keyboard Valen Vardam.

***
Sampai jumpa di Konser Amal , “Persembahan Dariku Untukmu Saudaraku”,Halaman Parkir Mall Barata Maumere, 8 Januari 2011.

www.inimaumere.com

Selengkapnya...

Kota Maumere Rayakan Malam Pergantian Tahun

Berlangsung aman dan Kondusif
Sejumlah masyarakat berkumpul hampir disepanjang jalan, trotoar, halaman rumah dan beberapa tempat lainnya saat mendekati dan melewati malam pergantian tahun. Dari Nairoa, Waioti, Nangameting, Wairotang, Wairbubuk, Penerangan, Kota Baru, Beru, Pertokoan, Kampung Kabor, Madawat, Misir, Kota Uneng, Perumnas, Eltari, Pelabuhan Laut, Waidoko, Wairklau dan daerah lainnya di kota. Mereka melewati malam tersebut dengan penuh kegembiraan dan pesta. Moke, kembang api, pesta dan musik sudah seperti irama lama yang kemudian diputar kembali. Kegembiraan dikota kecil ini seperti tak mati meski tak semeriah di kota-kota lain yang melewati malam tersebut dengan perayaan yang luar biasa. Meski begitu, dikota ini tak ada kemacetan, tak ada bunyi terompet yang saling bersahutan dan ribut. Kegembiraan orang Maumere di tahun baru ini dilewati bersama keluarga, saudara, sahabat, kekasih dan tentu saja musik. Maklum, di Maumere tak ada pusat kosentrasi massa untuk merayakan kegembiraan pergantian tahun seperti di kota-kota lainnya.

Perayaan pergantian tahun dari 2010 ke 2011 di Maumere bisa dikatakan berlangsung aman dan kondusif. Dalam pengamatann kami, dibandingkan dengan tahun lalu, malam pergantian tahun kali ini lebih terkendali. Pawai kendaraan yang biasa menimbulkan kesan liar, urakan tanpa mempedulikan keselamatan pengendara lain bisa dinetralisir. Hal ini bisa dilihat dibeberapa ruas jalan di kota yang biasa dijadikan arena pawai liar. Kepolisian Resort Sikka sendiri menurunkan sejumlah personilnya yang dibantu sejumlah personil dari TNI AL. Mereka berjaga-jaga dibeberapa titik strategis seperti di depan Gelora Samador, Nangameting, perempatan Toko Agung, Eltari dan beberapa tempat lainnya. Bahkan di jalur sepanjang jalan Ahmad Yani, aparat yang menggunakan pentungan berjaga disepanjang jalan. Sedangkan bunyi sirene dari mobil kepolisian yang berputar-putar mengelilingi kota terdengar seperti mencekam. Namun, kesan kondusif yang tak seliar malam pergantian tahun lalu disyukuri banyak orang.

Saat pergantian tahun, kembang api berwarna warni langsung menerangi langit yang gelap. Dari Pelabuhan Laut L. Say, sejumlah masyarakat berkumpul menyaksikan pesta kembang api yang tak henti-henti menghiasi langit. Disejumlah tempat di Maumere juga bisa disaksikan dengan permainan kembang api yang tak putus sampai dengan jam 2 dinihari bersaing dengan bunyi meriam bambu.

Sedangkan beberapa kelompok anak-anak remaja masih saja berupaya melakukan pawai meski pihak kepolisian telah melarang. Kelompok pawai remaja yang tak banyak ini akhirnya harus kucing-kucingan dengan aparat. Sisiran pihak kepolisian di berbagai tempat di Kota Maumere membuat ruang gerak remaja yang berkendaraan liar, urakan dengan bunyi resing yang memekakkan telinga ini tak leluasa. Masyarakat pun melewati malam pergantian tahun dengan lebih aman dari hingar bingar kendaraan yang biasanya ugal-ugalan sehingga berkesan seperti dinegeri tak bertuan.

Sedangkan keesokan paginya, 1 Januari 2011, Kota Maumere terlihat sepi dan langgeng. Kendaraan cuma satu dua yang berseliweran. Sebagian besar toko dan kios tutup. Sampah-sampah berserakan dan dibiarkan terbawa angin.

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Thursday, 30 December 2010

Mingguan Suara Sikka Akhirnya Terbit..

Dari, Oleh dan Untuk Masyarakat Sikka..
Masyarakat diberbagai pelosok Kabupaten Sikka awal tahun 2011 memiliki pilihan lain dalam mengkomsumsi berita berbobot. Bukan apa-apa memang, bila sekarang ini berita-berita dalam berbagai surat kabar terasa kurang menggigit dan bertaji. Untuk menjawab kerinduan tersebut, sebuah tabloid mingguan yang dikelola dan diterbitkan sendiri oleh para pemuda Sikka hadir menjawab semuanya. Koran Suara Sikka, demikian nama tabloid mingguan tersebut tampil dalam edisi pertama yang menawan. Mingguan Suara Sikka ini memiliki ruang lingkup pemberitaan seputar Kabupaten Sikka dengan mengambil berbagai topik hangat yang menjadi buah bibir di tengah masyarakat Sikka. Dalam Edisi Minggu Pertama Januari 2011, Suara Sikka mempertanyakan terbakarnya Kantor Bupati Sikka yang terjadi tanggal 26 Desember 2009 lalu dengan headline, “Satu Tahun Kebakaran Kantor Bupati Sikka, Terbakar atau Dibakar.”

Empat halaman pertama koran mingguan yang dipimpin oleh Vicky da Gomez ini, mengulas habis terbakarnya kantor tersebut dengan berbagai data di dilapangan. Sentilan pertama bisa dibaca dalam kolom Tedang Sikka, ditulis sendiri oleh Vicky da Gomez dengan judul,“Si Jago” yang Benar-Benar Jago”, dilanjutkan dengan Liputan Utama: “Satu Tahun Kebakaran Kantor Bupati Sikka, Terbakar atau Dibakar ”, “Penghapusan Aset Hentikan Polemik?” dan investigasi terakhir yang memuat judul “Bantuan Sosial Rp. 10 Miliar Diduga Fiktif”.

Selain Liputan Utama diatas, Mingguan Suara Sikka diedisi pertama penerbitan juga mengulas liputan lain yang dihimpun dari wartawannya Wento Eliando dan Agustinus Nong. Ulasan seputar “Laporan Keuangan Pemkab Sikka TA 2009 Dinyatakan Disclaimer of Opinion, Noktah Merah di Punggung SODA”, yang memuat laporan Auditor BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) yang tidak memberikan pendapat atau menyatakan discalimer of opinion terhadap Laporan Keuangan Pemkab Sikka TA 2009. Ini merupakan kasus pertama yang terjadi di Kabupaten Sikka diulas secara terbuka oleh Mingguan Suara Sikka.

Juga ulasan lain seperti,” Tiga Tahun Dikirim ke MA, Berkas Kasasi Tidak Sampai Tujuan; Mafia Hukum atau Kejahatan Transportasi?” dimana ditulis ulasan mengenai bersitegangnya Heryanto Go bersama istri dan kedua anaknya dengan Kepala Kantor Pos dan Giro Maumere terhadap berkas Kasasi yang dikirim ke Mahkama Agung pada 5 Juni 2007 tetapi sampai dengan Oktober 2010 belum sampai ketujuan.

Ulasan-ulasan lain juga cukup menggoda untuk dibaca. “Mengais Rezeki dari Kebiasaan Buruk”, yang menyentil tentang penjualan aset negara di Bandara Frans Seda. Ada lagi, “Narkoba Tembus Jaringan Antar Pulau” mengenai penggagalan peredaran 4,3 gram shabu-shabu di Maumere, “Masyarakat Tanawawo Teriak Transportasi”, “Kursi DPRD Milik Cinde Terancam”. Dan ulasan-ulasan lainnya yang rasanya perlu untuk dibaca.

Pemimpin Redaksi Mingguan Suara Sikka, Vicky da Gomez mengatakan Mingguan Suara Sikka hadir sedikit berbeda dari media-media cetak lain yang beredar di Kabupaten Sikka.

“Kami ingin agar kehadiran Suara Sikka benar-benar dari, oleh dan untuk masyarakat Sikka. Kami akan berupaya memberikan informasi yang seterang-terangnya terhadap semua yang tercecer dan jauh dari perhatian. Aspek apapun yang menjadi kepentingan masyarakat Kabupaten Sikka akan kami sajikan sebagai informasi yang bertanggungjawab demi memberikan kontribusi pembangunan bagi kesejahteraan masyarakat,” jelas Vicky, yang pernah mengenyam pendidikan di Universitas Indonesia.

Vicky juga menjelaskan, dengan terbit sekali seminggu, Mingguan Suara Sikka tentu memiliki waktu yang cukup untuk menyajikan berita dan peliputan yang dalam dan berimbang, sambil mengarahkan solusi terhadap sebuah permasalahan dengan tetap memegang kode etik jurnalistik.

Meski memiliki nama yang mirip dengan nama Radio Suara Sikka (RSPD) milik pemerintah yang kini tak lagi mengudara, Vicky menolak bahwa Mingguan Suara Sikka adalah bentuk lain dari Radio Suara Sikka. “Nama boleh mirip tapi sentilan berbeda,” ungkapnya dengan serius.

Mingguan Suara Sikka merupakan buah karya anak Nian Tana. Dan dengan rasa bangga hadir ditengah masyarakat sebagai suara yang benar-benar suara dari kaum du’a moat ata sikka sendiri, dari mereka yang merasa suaranya selama ini belum terdengar secara terang benderang.

Suara Sikka terbit sekali seminggu dengan 16 halaman berita dijual dengan harga Rp. 5000 dan untuk sementara bisa didapatkan di saudara Vicky da Gomez (081339483571 / vickydagomez@yahoo.co.id).

Untuk kedepannya, inimaumere.com akan mengahadirkan beberapa ulasan Mingguan Suara Sikka secara berkala.

Dan, www.inimaumere.com, mengucapkan selamat dan profisiat atas tebitnya Mingguan Suara Sikka, Sukses..!


www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Saturday, 25 December 2010

Misa Malam Natal di Maumere Berlangsung Khusuk

Kembang api, petasan dan meriam bambu warnai malam natal di Kota Maumere. Perayaan tersebut bahkan semakin meriah usai misa malam natal di seluruh gereja di Kota Maumere. Padahal, pemerintah, gereja dan aparat telah menghimbau agar bunyi-bunyian tersebut dihentikan karena menggangu ketentraman masyarakat. Tapi apa bole buat. Pesta kembang api dan meriam bambu terus dinyalakan hingga tengah malam. Dalam pantauan kami, permainan kembang api dan meriam bambu dilakukan dibeberapa sudut kota. Dihalaman rumah, anak-anak hingga orang dewasa bergembira menyambut hari natal. Sebelumnya, pelaksanan misa dan kebaktian malam natal disejumlah gereja berlangsung khusuk dan khidmat. Umat membanjiri gereja-gereja. Bahkan ada beberapa gereja yang tak bisa menampung umat yang membludak. Seperti di Gereja Katedral St. Yoseph Maumere, umat sampai meluber di halaman gereja.


Uskup Kherubim Pareira, yang memimpin misa malam natal di Gereja Katedral St. Yosep Maumere mengajak umat khatolik di wilayah Keuskupan Maumere untuk mengambil sikap solidaritas terhadap sesama terutama terhadap korban bencana di tanah air yang mengalami penderitaan. “Sikap solidaritas kita merupakan cermin dari solidaritas Jesus dalam kasih, yang telah mengajarkan pada kita untuk selalu memberikan cinta pada sesama,” ucap Uskup Kharubim dalam khotbah misa ke-2 malam natal, pukul 20.00 Wita, 24 Desember 2010. Uskup juga berterima kasih kepada segenap dermawan di Keuskupan Maumere yang telah memberikan bantuan bagi korban-korban bencana. Misa di Katedral St. Yosep Maumere diikuti hampir sebagian besar umat di Paroki Katedral St Yosep.

Misa dan kebaktian malam natal 24 Desember juga berlangsung disejumlah gereja di Kota Maumere dan Kabupaten Sikka. Baik gereja Protestan, Pantekosta, Bethel, Katolik dan gereja kristiani lainnya, umat berkumpul untuk merayakan suka cita kelahiran Sang Juru Selamat dengan khusuk dan khidmat. Kota langgeng dari kendaraan. Sepi saat misa dan kebaktian berlangsung. Meski begitu, bunyi meriam bambu, kembang api dan petasan saling bersahutan ditengah misa.

Kepolisian Resort Sikka sendiri menurunkan sejumlah personilnya untuk menjaga malam natal ini berlangsung aman dan damai. Selain digereja, beberapa tempat strategis didirikan pos pemantauan untuk mengawal perayaan Natal dan Tahun Baru.

Malam Natal kali ini dilewati masyarakat Kota Maumere tanpa hujan dan angin yang hari-hari sebelumnya selalu menerpa kota. Menjelang misa malam natal, hujan telah turun lebih awal yakni di siang hari sehingga pada malam natal, umat bisa menjalankan ibadahnya dengan nyaman tanpa terganggu hujan.

Misa Malam Natal di Maumere seperti pula di sejumlah gereja di Flores, NTT dan Indonesia berlangsung aman dan khidmat. Kita bersyukur atas semua ini.

Selamat Natal..

www.inimaumere.com

Selengkapnya...

Wednesday, 22 December 2010

Pesilat Sikka Agatha Trisnawati Juara Dunia

Terima Bonus Rp.10 Juta
Sikka bangga. Indonesia berbangga. Seluruh masyarakat Kabupaten Sikka memperoleh kado Natal istimewa. Adalah Agatha Trisnawati, salah satu putri terbaik Maumere berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan membawa pulang medali emas pada Kejuaraan Dunia Pencak Silat yang berlangsung di Jakarta, 12-17 Desember 2010. Di Kejuaraan Dunia Pencak Silat yang diikuti 32 negara tersebut Agatha yang tampil dalam Kelas Seni Tunggal Putri menyingkirkan atlet Vietnam yang merebut perak dan atlet Brunai Darulsalam yang meraih perunggu. Dengan demikian, Agatha yang kini tercatat sebagai mahasiswi Universitas Nusa Nipa Maumere menorehkan namanya sejajar dengan atlet-atlet silat nasional lainnya yang pernah meraih emas. Kemenangannya pesilat Perisai Diri Maumere ini di Kejuaraan Dunia tersebut telah membuat bangga warga Kabupaten Sikka, termasuk pula Bupati dan Wakil Bupati Sikka yang menyambut kedatangannya kembali ke Maumere di Bandara Frans Seda, Selasa (21/12/2010).

Mengutip Harian Flores Pos yang menjadikan Headline pemberitaan kemenangan Agatha ini dengan judul Pesilat Sikka Raih Medali Emas Dunia, “Saya mempersembahkan medali emas ini untuk masyarakat Indonesia, khususnya warga Kabupaten Sikka dimana saja berada,” kata mahasiswa Psikologi Semeseter 4 ini. “Saya bertekad untuk mempersembahkan medali emas untuk Indonesia pada Sea Games mendatang, saya minta dukungan warga Sikka agar tekada saya ini tercapai.”

Tekad untuk meraih medali emas pada Sea Games mendatang juga disampaikan Pelatih Yosef Otu dan Ketua Harian IPSI cabang SikkaChristo Ladapase.

Bupati Sikka Sosimus Mitang dan Wakil Bupati Wera Damianus memberi apresiasi atas keberhasilan Agatha Trisnawati. Bupati juga berjanji akan selalu memberikan dukungan pada Agatha untuk tetap sukses dan mempersembahkan medali emas bagi Indonesia di waktu-waktu mendatang.

“Pemerintah dan masyarakat Sikka menyampaikan profisiat atas prestasi ini. Kami juga akan selalu memberikan dukungan moril, doa dan bentuk dukungan lainnya untuk kesuksesan dalam kejuaraan dunia pencak silat lainnya, kata Bupati Sosimus seperti yang dikutip dari Flores Pos.

Sedangkan Harian Pos Kupang menulis Bupati Sikka Sosimus Mitang mengusulkan agar Agatha diangkat menjadi PNS Kabupaten Sikka. Namun, katanya, usulan PNS tersebut akan diakomodir pemerintah ke depannya dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku.

Apresiasi besar juga diberikan Bupati dan Wabup Sikka, Drs. Sosimus Mitang dan dr. Wera Damianus, M.M, ketika bertatap muka dengan pesilat Sikka, tersebut di ruang kerjanya dengan memberikan bonus senilai Rp 10 juta.

Piagam yang diterima Agatha ditandatangani Presiden International Pencak Silat Federation, Edu M. Nalapraya dan Presiden Indonesia Pencak Silat Association Prabowo Subyanto. Piagam dan medali emas tersebut diperlihatkan kepada Bupati dan Wakil Bupati Sikka.

Turut mendampingi Agatha antara lain, Ketua Harian IPSI cabang Sikka Christi Ladapase, Sekretaris IPSI Jhon Hendrik, Pelatih/Wasit Silat Nasional Yosef Otu, Priscilla Seli (Ibunda Agatha), Tim Pelatih: Simplisius Ray dan Yohana K.

***
Tim Silat Sikka yang mengikuti Kejurda IPSI se-NTT Korem Cup di Waingapu Sumba Timur, 16-19 Desember 2010, gagal meraih hasil maksimal dengan hanya menempati posisi ke-3. Tim Silat Sumba Timur berhasil tampil sebagai juara sekaligus menyingkirkan dominasi Sikka sebagai raja silat di dua kejuaraan daerah sebelumnya.

Tim Silat Sikka hanya meraih dua (2) emas lewat cabang Seni Senam Tunggal lewat pesilatnya Deril dan Rinil. Tim Silat Sikka ke Waingapu membawa 5 pesilat dan dua pelatih. Sikka bertekad untuk merebut kembali supermasi silat di kejurda silat berikutnya. Maju Sikka..!

www.inimaumere.com

Selengkapnya...

Tuesday, 21 December 2010

WTM Bangun Sekolah Siaga di Mapitara dan Doreng

Wahana Tani Mandiri (WTM) melakukan kegiatan Pendidikan Tanggap Darurat bagi para 10 Guru se-kecamatan Mapitara dan Doreng. Kegiatan tersebut difasilitasi oleh Carolus Winfridus Keupung (Direktur WTM), Herry Naif (Walhi NTT), Benny Daga (Tagana Sikka) dan Staf Dinkes Kabupaten Sikka yang berlangsung dari hari Kamis sampai Sabtu (16-18 Desember). Kegiatan ini sebagai tindak lanjut Program Building Resieliance atas kerja sama WTM, YPPS dengan Oxfam. Mengambil lokasi di Pusat Pendidikan dan Pengelolan Lingkungan Hidup Jiro-Jaro Tana Li, Desa Gera, Kecamatan Lekebai, Kabupaten Sikka, kegiatan ini dibuka oleh Direktur WTM. Dalam sambutannya, Winfridus memberikan apreseasi kepada para guru yang hadir dalam kegiatan tersebut. Bahwa setelah setahun dilakukan kegiatan Disaster Manajemen terutama dalam Pengurangan Resiko Bencana yang berbasis sekolah dan Komunitas.


Menyambung pernyataan Win Keupung, Ketua Panitia Kegiatan (Kristoforus Greogorius) mengemukakan bahwa diharapkan dengan pendidikan ini, kemudian di tingkat sekolah memotivasi dirinya menjadi sekolah siaga bencana. Tentunya, indikator akan penilaian Sekolah Siaga Bencana ada banyak hal tetapi yang paling penting adalah bagaiman dengan kegiatan kemudian berdampak pada sekolah berperspektif bencana dalam segala ruang dan kesempatan bila memungkinkan.

Diawali pendidikan ini, Fasilitator Herry (Walhi NTT) bersama peserta mereview pemahaman mereka tentang kebencanaan. Kembali dilihat tentang Apa itu Bencana, Kerentanan, Ancaman dan Kapasitas.
Bahwa dalam penanganan kegiatan kebencanaan perlu diubah paradigma Tanggap Darurat menjadi Pengurangan Resiko Bencana (PRB).

Mereka melihat kembali profil sekolah tentang identifikasi tanaman apa saja yang dihadapi di sekolah dan kampung masing-masing. Pembicaraan ini kemudian merucut pada penemuan Sekolah Siaga Bencana. Indikator Sekolah Siaga Bencana dilihat dari apakah persepsi kebencanaan menjadi meanstreming semua komunitas. Misalnya; Simulasi kebencaan yang dilakukan sekali sebulan, ada Tim Siaga Bencana Sekolah, dan dibuat sistem dan mekanisme penanganan benncana.

Kegiatan itu kemudian difasilitasi oleh Marselinus Gawi (Pimpinan Puskesmas Lekebai), Kabupaten Sikka. Peserta diajarkan mengenai bagaimana menghadapi korban bencana yang luka, patah tulang, pingsan. Pertolongan pertama pada Kebencanaan harus dilihat sebagai langka tanggap darurat yang dimiliki oleh pihak sekolah.

Sedangkan Benny Daga Tim Siga Bencana (Tagana) Kabupaten Sikka mempraktekan caranya bagaimana menghadapi korban dalam keadaan darurat. Sebelum menolong orang lain, perlu menolong (menyelamatkan) diri sendiri. Di sini dibutuhkan sikap kerelawanan, teknik dan mental yang kuat untuk membantu orang lain yang mengalami penderitaan akibat bencana, demikian Benny yang pernah mengikuti pendidikan kebencanaan di Jakarta.

Setelah itu peserta memperdalam pengetahuan ini dilakukan Simulasi Bencana, dimana ada yang mengalami sebagai korban, tim evakuasi dan pelapor kepada pihak berwewenang. Kegiatan ini kemudian dievaluasi oleh para peserta dan tim fasilitator, ditemukan bahwa dalam kegiatan tanggap darurat dibutuhkan data, kecekatan dan sikap siaga bencana yang koordinatif para pihak.

Mengakhiri kegiatan ini, Markus Miskin (Kepala SDK Gere) mengatakan bahwa kegiatan-kegiatan peningkatan kapasitas perlu dilakukan sebagai langka untuk mempersiapkan komunitas sekolah dan warga. Sebagai pimpinan sekolah mengatakan bahwa kegiatan Siaga Bencana Sekolah dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab kami di kawasan bencana. Sedangka peserta lainnya Eusabia mengatakan bahwa kendatipun sebagai staf di sekolah akan berusaha meyakinkan pimpinan sekolah untuk melihat ini sebagai langka-langka konkret untuk mewujudkan kesiapsiagaan sekolah.

Beberapa rekomendasi yang hedak dicapai adalah sekolah-sekolah yang ada di Kecamatan Mapitara dan Doreng harus didorong menjadi Sekolah Siaga Bencana. Dengan ini, budaya siap siaga, kurangi resiko bencana selalu diemban dalam komunitas sekolah di Kecamatan Mapitara dan Doreng yang menjadi kawasan rentang Gunung Api Egon.

Acara penutupan kegiatan ini dipandu oleh Herry Naif, Ibu Hermina dan Pak Markus yang mewakili peserta. Ketiganya memberikan apreseasi kepada WTM yang terus berkorban bersama rakyat dan segala komponen yang ada di Doreng dan Mapitara untuk melihat beberapa ancaman yang ada di sana.

Sedangkan Win, Direktur WTM juga mengharapkan bahwa dalam upaya menciptakan pendidikan berbasis PRB mestinya diutamakan di kawasan yang dinilai memiliki ancaman besar.

"Menjadi seorang pelatih dalam bidang bencana bukan sekedar memberikan pendidikan. Lebih dari itu hendaknya kita tidak bermental project (project oriented) melainkan membudayakan kesiapsiagaan kebencanaan. Prinsipnya kita yang berada di kawasan genting, dituntut kesiapsiagaan," ujar Winfridus.

Kecamatan Egon dan Mapitara dilihat sebagai kawasan yang genting karena harus berhadapan dengan Gunung Api Egon dan ancaman lain.

"Kita mau jadikan sekolah-sekolah di sana sebagai model sekolah bencana," ungkap Winfridus, Direktur Eksekutif Daerah WALHI NTT. (HF)

WWW.INIMAUMERE.COM

Selengkapnya...

Monday, 20 December 2010

Flores, Legend Of The Saint..

Taman Laut Flores
Legend of the Saint. Dari manakah asal “surga bawah laut” yang indah tiada duanya itu, di sebuah pulau beriklim kering dengan musim penghujan yang sangat pendek pula? Sebagian orang Flores masih menyimpan jawabannya. Konon beberapa ratus tahun yang lalu beberapa pemuda berdiri di Teluk Maumere pada suatu pagi, ketika matahari belum terbit. Mereka berdiri dan memandang ke kejauhan. Tiba-tiba tampak di laut lepas sebuah kapal layar yang besar. Sangat jarang kapal sebesar itu berlayar si situ. Para pemuda itu merasa was-was, jangan-jangan kapal perompak. Mereka terus mengamati kapal itu, yang tiba-tiba memutar halauannya, mendekat, dan berhenti di hadapan mereka. Sebuah sekoci kecil diturunkan. Seorang laki-laki putih berjubah dan beberapa orang lainnya turun ke sekoci, berkayuh dan mendarat.

Salah seorang, lelaki putih berjubah itu, turun ke pantai. Dengan mata penuh kasih disapanya para pemuda yang tampak waspada itu. Dia menanyakan sebuah tempat yang asing di telinga mereka. Dia pun menceritakan bahwa dia datang dari jauh, jauh sekali datangnya, melalui lautan dan samudra raya. Akan tetapi kapal besar itu harus segera berangkat. Tergesa-gesa naiklah ia ke dalam sekoci yang membawanya ke dalam kapal besar itu.

Kapal itupun menarik jangkaran menurunkan sauhnya. Para pemuda itu melambaikan tangan, dan orang berjubah itu pun membalasnya dengan lambaian penuh kasih. Tiba-tiba orang berjubah itu berjalan ke arah haluan kapal, berdiri diam seperti memanjatkan doa kepada yang ilahi. Dibuatnya tanda salib di udara dengan sebuah tongkat.

Tongkat itu kemudian dibuangnya ke laut lepas di Pulau Flores itu. Maka perairan di pulau itu berubah menjadi sebuah taman laut yang sangat indah tiada duanya, penuh dengan koloni fauna dan flora laut. Orang berjubah itu lalu menjadi buah bibir di kawasan itu. Ketika itu sedang tersiar berita tentang seorang yang tersohor dari Timur, bernama Fransiskus Xaverius.

Sejak itu mereka percaya, orang yang melemparkan tongkat ke perairan Flores itu adalah Santo Fransiskus Xaverius. Santo yang kudus itulah yang telah memberikan sebuah souvenir bagi Pulau Flores: sebuah taman laut terindah di dunia.

************

Wilayah perairan di beberapa kawasan di Pulau Flores terkenal kaya akan objek wisata laut kelas dunia. Kawasan yang sangat ideal dan menyenangkan untuk kegiatan wisata selam (diving), baik untuk scuba diving maupun snorkeling itu terutama terdapat di Kabupaten Sikka, Nagakeo, dan Manggarai. Di Kabupaten Sikka terdapat cluster teluk Maumere dan Pulau Palue dengan perkampungan nelayan tradisional dan gunung berapinya.

Di Kabupaten Nagakeo, pesona alam kepulauan Riung dengan 13 pulau yang menarik dengan keunikan masing-masing. Jop Ave, mantan Menparpostel Kabinet Pembangunan VI menyebut pesona Riung sebagai “Mutiara dari Timur”.

Di Kabupaten Manggarai terdapat Taman Nasional Komodo yang sangat unik, yang oleh Marzuki Usman, mantan Menparpostel Kabinet Pembangunan V, diberi julukan “Negeri Seribu Naga”.

Keindahan panorama perairan Flores itu bahkan disebut Jop Ave sebagai “surga bawah laut yang belum tersentuh”. Dengan nuansa perairan teluk yang membiru,

bertaburkan gugusan karang dengan aneka koloni terumbu karang serta kawasan ikan hias, memberikan nuansa sekaligus warna khas taman laut Flores yang menawarkan pesona alam tiada duanya dipandang dari permukaan air yang bening. Di beberapa kawasan tertentu, seperti di bagian barat Teluk Riung, dapat dijumpai pemandangan kebun koral yang eksotis pada kedalaman air laut sepuluh meter.

Flores tidak sedikit. Sebagian keindahannya telah bercerita pada dunia dan sebagian masih terjaga dalam surga yang indah. Elok seperti perawan cantik, indah seperti lukisan.(cintabahari)

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

 

© 2007 MaUmErE oF FlOrEs | Design by MaUmErE Of FlOrEs







---[[ KeMbAlI kE aTaS ]]---