Selamat Datang di Maumere...

SELAMAT BUAT PAKET AN-SAR (YOS ANSAR RERA-P.NONG SUSAR) yang dipercayakan masyarakat Kabupaten Sikka sebagai BUPATI dan WAKIL BUPATI SIKKA 2013-2018..
Pemandangan di Kolisia, Kecamatan Magepanda

Tuesday, 8 March 2011

Maumere, Mutiara Yang Terabaikan…

Oleh: Wawan Nike

Keindahan pasir putih alam asli Pantai Tanjung dan Pantai Doreng tak digarap maksimal
Globalisasi yang saat ini menjadi icon atau pun motto, serta jargon dari pemerintah baik di pusat maupun di daerah justru amburadul, dengan adanya polarisasi otonomi daerah sesuai dengan Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 yang ada, tidak membawa dampak serta pengaruh positif bagi pembangunan di Indonesia. Globalisasi merusak tatanan kearifan lokal bangsa ini semakin jelas terlihat, Indonesia yang membagi zona wilayahnya antara barat dan timur semakin menunjukkan arogansi, sehingga adanya perbedaan justru memperlebar jurang perpecahan.
Kabupaten Sikka yang terletak di Bagian Wilayah Propinsi Nusa Tenggara Timur, adalah gambaran dari tidak becusnya pemangku kebijakan dalam mengimplementasikan ide-idenya, dimana rakyat dikebiri atas hak hidupnya, jaminan sebagai warga Negara yang dinaungi dan dijamin kemerdekaanya dalam undang undang dasar 1945 jelas tidak terbukti.

Sementara itu, keberadan Pemerintah Daerah Kabupaten sebagai pemegang kedaulatan secara otonom tidak menunjukan konsep jelas tentang pembangunan kota ini, dengan pelbagai potensi yang ada, sementara sejak kali pertama saya datang Potensi Kabupaten Sikka yang saya kunjungi adalah empat desa yang berada di wilayah kecamatan Mapitara, satunya adalah Desa Hebing, masyarakatnya yang masih natural justru memiliki daya tarik tersendiri di tunjang dengan alamnya yang masih elok, serta tidak tercemar polusi, ini justru daya pikat tersendiri apabila Dinas Pariwisata setempat mampu membaca potensi untuk dikembangkan demi pembangunan Sikka.

Sesuai catatan Maumere merupakan kota pelabuhan utama di Kabupaten Sikka yang berada di antara wilayah Flores Tengah dengan Kabupaten Larantuka yang berada di Timur. Nama Sikka berasal dari nama sebuah desa yang berada di pantai Selatan Flores yang dulu pernah dikuasai penguasa Portugis dan keturunan pada abad ke-17 dan abad ke-20. Maumere telah menjadi pusat kegiatan kaum misionaris asal Portugis dalam menyebarkan agama Kristen sejak mereka tiba di wilayah ini sekitar 400 tahun yang lalu. Pada bulan Desember 1992, Maumere diguncang gempa hebat yang menghancurkan sebagian kota ini disusul gelombang pasang setinggi 20 meter yang menewaskan ribuan orang.

Maumere secara geografis terletak hanya 30 km dari pusat gempa dan saat ini Maumere sudah dibangun kembali dari kehancuran total akibat gempa bumi. Bagi wisatawan yang berminat dengan kain tenun ikat maka Maumere merupakan salah satu pusat produksi tenun ikat. Wisatawan yang datang ke Maumere umumnya hanya untuk transit dan beristirahat sejenak sebelum melalui melanjutkan perjalanan menuju ke beberapa tempat yang menarik yang terdapat di sekitar Maumere.

Sementara itu Maumere yang memiliki potensi sedemikan besar mulai dari gunung, esotika alam lautnya, serta village heritage semestinya dapat perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Sikka, bila saja pemerintah Kabupaten Sikka tidak bingung dalam menggarap potensi penyerapan PAD tentunya mereka akan mengembangkan potensi wisata, kedatangan turis manca yang sempat berbincang dengan saya tentang Sikka, ternyata tak hanya tertarik pada potensi alamnya namun mereka juga tertarik dengan angkutan tradisional yang melayani rute dari Maumere – Palue.

Pada jarak 13 km di Timur Maumere terdapat Waiara yang merupakan titik pangkal untuk menuju ke taman laut Maumere yang dulu pernah menjadi salah satu lokasi penyelaman yang paling indah di Indonesia sebelum hancur akibat gempa bumi tahun 1992, namun sesuai dengan pernyataan Simon Subandi, saat berbincang dengan Suara Flores, ini masih menjadi kontradiksi dalam pembahasan RAPBD pada 2011.

Namun demikian lokasi terumbu karang di sekitar Pulau Pemana di Pulau Besar di dekat Waiara masih dalam kondisi yang rusak akibat banyaknya pengeboman sehingga tak lagi menarik minat penyelam.

Di Barat Laut Waiterang terdapat Gunung Egon (1.703 m) yang merupakan gunung vulkanis yang mengeluarkan asap. Gunung ini dapat didaki dari Blidit dalam waktu kurang dari tiga jam. Blidit terletak 6 km dari Waiterang dengan menumpang angkutan umum. Namun hanya satu Pos pemantau aktifitas gunung ini masih menggunakan listrik milik warga, selain beberapa battery yang memang digunakan sebagai pembangkit alat pendeteksi gempa, padahal bahaya sudah di depan mata.

Sekitar 19 km dari Maumere, di jalan raya yang menuju ke Ende, terdapat museum yang memiliki koleksi benda-benda bersejarah asal Flores dan juga koleksi kain tenunan ikat langka, sayangnya dari pernyataan Viktor Nekur, warga setempat menyatakan bahwa “ banyaknya gading museum yang saat ini hilang, atau berganti dengan replika, seperti kejadian di Museum Solo,”katanya.

Sekitar 45 menit perjalanan dengan menumpang angkutan umum dari Maumere (27 km) terdapat sentra produksi tenun ikat lainnya yaitu di Sikka. Kota ini dulunya, pada abad ke-17, merupakan pusat pemukiman orang Portugis di Flores. Sebuah gereja tua yang dibangun pada tahun 1899 terdapat di Sikka.

Sekitar 4 km dari Sikka terdapat Lela yang merupakan tempat di mana banyak ditemui bangunan tua peninggalan kolonial dan juga sentra kerajinan tenun ikat. Lela memiliki kawasan pantai dengan pasirnya berwarna hitam.

Pada jarak 10 km di Timur Maumere wisatawan akan tiba di Geliting yang mana pada setiap hari Jum’at digelar pasar tradisional yang dikunjungi ribuan orang yang datang dari berbagai desa di wilayah ini. Di pasar ini banyak dijual aneka kain tenun ikat.

Sekitar 10 km di Timur Laut Wodong terdapat Nangahale yang merupakan desa yang cukup menarik karena masyarakat di sini pembuat kapal tradisional. Jalan yang menuju ke Nangahale akan melalui Patiahu, 33 km dari Maumere, yang merupakan kawasan pantai yang indah dengan pasirnya yang putih. Sayangnya dari pemerintah sendiri tidak memiliki banyak anggaran untuk memoles kecantikan Maumere yang berada di pulau Flores ini.

Bila saja konsep marhaenisme dijalankan pemerintah sebagai soko guru kemandirian, untuk menunjang perekonomian dalam upaya untuk meningkatkan pendapatan asli daerah tentunya tidak justru menunggu banyak masyarakat yang sakit untuk menunjang pembangunan, payah.

Bila saja semua komponen pemangku jabatan yang ada mau untuk terbuka dan mengakui kekurangannya atas sumber daya manusia yang dimiliki, mungkin saja saran dan kritik juga masukan demi kemajuan Sikka bisa tergarap dengan apik (Wawan Nike/ Suara Flores).

*Pemerhati Sosial, tinggal di Maumere

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Friday, 4 March 2011

Berantas Prostitusi di Rumah Penduduk

Lurah Kota Baru Amankan Aset Daerah
Kelurahan Kota Baru yang terletak persis di jantung kota Maumere kini gencar memberantas praktek prostitusi liar di rumah-rumah penduduk. Hal itu seiring dengan pengamanan aset-aset daerah di lingkup Kelurahan Kota Baru.
Demikian disampaikan Lurah Kota Baru, Yosefina Ilvani Kuki Jumat (25/2) di Maumere. Kuki menjelaskan, pengamanan aset khususnya di wilayah Kelurahan Kota Baru telah dilakukannya dengan terlebih dahulu memberikan sosialisasi kepada penduduk. Sejumlah aset yang diamankan diantaranya di wilayah taman kota dimana para pedagang dan kaki lima dengan sengaja tanpa izin menjajakan dagangannya di tempat tersebut.
Sebelumnya dilakukan sosialisasi, jelas Kuki, tempat itu sering diklaim sebagai hak milik oleh oknum tertentu. Namun, setelah dilakukan sosialisasi hal itu tidak terjadi lagi dan menjadi areal taman kota.

"Sejumlah aset daerah yang kami amankan khususnya di wilayah Kelurahan Kota Baru sudah dijalankan dengan baik. Kini tidak ada lagi para pedagang liar yang berusaha di tempat tersebut," jelas Kuki.

Kuki menambahkan, aset daerah lainnya yang kini harus diamankan adalah wilayah bantaran kali mati yang saat ini oleh sejumah penduduk dijadikan sebagai tempat tinggal. Bahkan ada rumah penduduk juga dijadikan sebagai tempat prostitusi liar dimana para Pekerja Seks Komersial (PSK) dengan bebas beroperasi di tempat tersebut.

Kuki selaku lurah sudah memberi peringatkan baik secara terlulis maupun secara lisan. Bahkan ada yang diberikan peringatan berulang kali namun masih tetap melakukan aktifitas tersebut. Karena itu ia berjanji dalam waktu dekat akan mengambil langkah untuk segera mengeluarkan warga tersebut dari lokasi tersebut.

"Kami sudah mengarahkan dan meminta agar yang bersangkutan yang sering menampung para PSK itu segera membongkar rumahnya karena rumah yang dibangun itu terletak di atas aset daerah. Teguran lisan maupun tertulis sudah dilakukan, hanya saja kami nilai masih bandel. Hal itu terbukti dengan belum terealisasi apa yang dibuat dalam surat pernyataannya," tegas Kuki.

Kuki menambahkan, sejumah aset daerah yang oleh penduduk dijadikan sebagai tempat tinggal akan segera dibersihkan dalam waktu dekat. Sedangkan rumah-rumah penduduk yang dijadikan sebagai tempat beroperasinya para PSK selain dibongkar juga tidak diizinkan untuk berpraktek di wilayah Kelurahan Kota Baru. Menurut Kuki, sangat tidak etis di tengah kota masih ada rumah penduduk yang dijadikan sebagai tempat esek-esek.

Berdasarkan hasil pantauannya, tempat esek-esek yang terletak di bantaran kali mati itu, menjadi sangat ramai ketika menjelang tengah malam dimana para PSK adalah wanita dari kampung yang melayani kaum pria hidung belang dari berbagai kalangan.

"Di bantaran kali mati itu ada rumah penduduk yang dijadikan sebagai tempat prostitusi. Banyak lelaki hidung belang yang menjadi pelanggan para PSK. Para PSK itu bukan berasal dari luar Flores tetapi orang kampung yang berkeliaran di tengah kota dan tidak jelas di mana tempat tinggalnya," jelas Kuki. (kr5/ Timorexpress)

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Perjalanan Dinas Fiktif?


Dugaan Korupsi DPRD Sikka
Seperti gayung bersambut. Setelah Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Wilayah NTT, Meridian Dewanta Dado, S.H melaporkan dugaan korupsi perjalanan dinas pimpinan DPRD Sikka, Badan Kehormatan (BK) dan Sekretaris DPRD Sikka menemui Mahkamah Agung, Kepala Kejaksaan Negeri (Kjari) Maumere, memerintahkan bagian intel mengumpulkan data (puldata) dan pengusutan. Kepala Kejaksaan Negeri Maumere Sanadji, S.H, menyampaikan hal itu melalui Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Maumere, Ahmad Jubair, S.H dikantornya. Ahmad menjelaskan laporan TPDI NTT tentang dugaan korupsi perjalanan dinas fiktif di DPRD Sikka sudah disikapi jaksa. Tim dipimpin Kasi Intel untuk mendalami laporan TPDI.

Laporan Kajari Maumere telah dipelajari Kajari dan telah disikapi dengan proses pengusutan dan pengambilan data lapangan. Tim jaksa mengecek kebenaran perjalanan dinas tersebut dengan melihat fakta yang dilaporkan. “Apa yang akan kami gali dilapangan telah kami konsepkan dan tinggal kami perdalam di lapangan, “ tegas Ahmad.
Anggota DPRD Sikka, Siflan Angie, menegaskan, perjalanan dinas itu tidak dianggarkan dalam APBD II. “Tidak ada anggaran ke MA konsultasikan kasus Alex Longginus. Yang ada anggaran perjalanan penguatan kapasitas anggota Dewan seperti Bimtek, “ tegas Siflan.

Sebelum keberangkatan ke Jakarta, kata Siflan, sudah ada informasi bahwa Alex bebas murni. Namun mereka ngotot ke Jakarta. Apa yang mau dipertanggungjawabkan kepada Dewan. Penjelasan yang diperoleh dari Pengadilan Negeri (PN) Maumere, sama saja menyatakan Alex masih berstatus terdakwa kasus purnabakti. Mereka buang-buang waktu dan uang ke Jakarta. Keputusan status Alex sudah dirilis di website MA dua minggu sebelum ke Jakarta.

“Yang saya sampaikan bukan mencari popularitas. Saya mau tanya urgensinya apa dan hasilnya apa dari perjalanan dinas tersebut. Mau bertemu petinggi MA, ternyata staf panitera menjelaskan status Longginus masih terdakwa,” tegas Siflan.

Ketua Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) Sikka, Cornelis Soge, menyayangkan perjalanan dinas yang sama sekali tak memberi manfaat kepada rakyat. Biaya yang digunakan tak besar. Tapi penggunaan uang rakyat sepeserpun harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat.

Diberitakan sebelumnya, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Sikka, Rafael Raga dan Felik Wodon, ketua, wakil ketua dan anggota BK, L. BOY, Paolos Nong Susar, dan Petrus Ruamat Pelang serta Sekretaris DPRD, Vincent Hulir diadukan TPDI ke Kejari Maumere, Senin (28/02/2011) pagi. Mereka diduga melakukan perjalanan dinas fiktif ke MA mengkonsultasikan status Alex dalam kasasi kasus korupsi dana purnabakti yang dilakukan Alex semasa menjabat Bupati Sikka. Perjalanan dina fiktif menelan biaya Rp. 90 juta disinyialir tidak dianggarkan dalam APBD.(ris/aly – Flores Star)
www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Monday, 28 February 2011

Galeri Foto Bawah Laut Teluk Maumere (1)

Perairan Teluk Maumere dikenal sebagai salah satu destinasi penyelaman terbaik di Indonesia sejak pertengahan tahun 1980an hingga awal tahun 1990. Keanekaragaman terumbu karang, serta spesies ikan dan biota laut nan beraneka tercatat dimiliki perairan yang masuk dalam wilayah Kabupaten Sikka, Flores. Namun gempa Flores dan Tsunami dahsyat yang terjadi pada akhir tahun 1992, kemudian menghancurkan sebagian besar kawasan penyelaman. Peristiwa alam tersebut juga kemudian diikuti oleh degradasi lingkungan akibat overfishing dengan alat yang tidak ramah lingkungan.
Kini dengan seiring perbaikan lingkungan dan kesadaran masyarakat yg semakin meningkat akan kelestarian lingkungan lautnya, Pemerintah Kabupaten Sikka beserta Program COREMAP II Sikka, melakukan sebuah usaha untuk mengembalikan pamor bawah laut teluk Maumere.

Para penyelam sekaligus fotografer bawah air professional dari seluruh Indonesia diundang, yang diharapkan bisa menjadi promosi bagi kehidupan bawah laut Maumere yang kini mulai kembali menunjukan potensinya yang pernah hilang.

Dengan menggelar “Kontes Foto Bawah Air Teluk Maumere” yang dilakukan pada bulan November 2010 lalu, berbagai foto dari hasil jepretan 15 fotografer profesional bawah laut bisa disaksikan dibawah ini.

inimaumere.com beruntung mendapatkan foto-foto dalam "Kontes Foto bawah Laut Teluk Maumere" tersebut dan mempublikasikannya...
Dengan keindahan yang ditampilkan dari berbagai karya foto tersebut, kawasan penyelaman Teluk Maumere tak salah lagi menjadi salah satu tujuan wisata bawah air...

Hele Hala ba'a... :-)


Foto-Foto Bawah Air Teluk Maumere - Coremap II Sikka - BAGIAN PERTAMA


Foto : Johan Setiawan




Foto : Kartika Dewi









Foto: Harry Susanto








Foto : Audrey Jiwajennie





Foto: Puri Lestri




Foto: Ricky Rusli



Foto : Adrianto Mulia



Foto : Heru Suryoko








segera foto-foto bawah air teluk maumere bagian 2

www.inimaumere.com

Selengkapnya...

Sunday, 20 February 2011

Satu Pria Diamankan di Mapolsek Kewapante

Imbau Warga Tak Terprovokasi
Ratusan warga dari berbagai tempat mendatangi Polsek Kewapante, tak jauh dari Pasar Geliting, Jum’ad (18/01/2011). Mereka penasaran dengan seorang pria yang diamankan terkait maraknya isu penculikan anak di wilayah Kabupaten Sikka. Untuk tiba di Polsek Kewapante warga berjalan kaki, menumpang sepeda motor dan mobil. Sesampainya di Malposek Kewapante warga hanya berdiri dan bercakap-cakap. Nampak puluhan aparat berjaga-jaga didepan Mapolsek Kewapante. Informasi yang dihimpun menyebutkan, pengamanan seorang pria itu berawal ketika sebuah mobil kijang yang ditumpangi dua pria didepan toko dekat Pasar Geliting. Seorang pria keluar dari kendaraan sedang seorang pria lainnya berdiri didekat mobil. Tak berapa lama seorang warga menanyakan kepada pria yang sementara didekat mobil.

Warga menanyakan keperluannya berada ditempat itu. Pria itu lalu menyampaikan akan berjualan barang elektronik. Kemudian warga ingin melihat barang elektronik yang dijual pria itu. Pria itu lalu menuju mobil dan ingin membuka pintu mobil. Namun saat hendak dibuka pintu mobil tak bisa dibuka. Pria itu menyatakan kuncinya dibawa teman.

Beberapa saat kemudian pria itu ketakutan dan massa mengejarnya. Beruntung aparat polsek setempat sigap dan mengamankannya di Mapolsek Kewapante. “Sebenarnya kalau dia benar tidak usah lari, pasti massa tidak akan mengejarnya,” kata Dominikus, warga Geliting lepada wartawan di Mapolsek Kewapante.

Kepala Desa Geliting, Paulina meminta koran mengkomfirmasi pihak terkait agar masyarakat tidak diresahkan dengan isu penculikan anak. Beruntung pihak keamanan cepat. “Kalau tidak mobil bisa dibakar dan orangnya habis,” kata Wakapolres Sikka Kompol Eko Wagiyanto yang dikomfirmasi memebenarkan diamankannya satu pria dan mobil. Ia menegaskan pria yang diamankan tidak ada kaitannya dengan isu yang santer terjadi. Pria itu, kata Eko, hanya penjual barang elektronik.

Eko mengatakan polisi telah menanggapi serius untuk mengungkap tindak pidana yang berkaitan dengan isu yang sedang menghangat. Sejauh ini polisi belum menemukan ada fakta kebenaran terkait isu penculikan.

Terkait kebenaran isu tersebut, Eko mengatakan polisi tidak bisa menganganggap laporan itu sebagai isapan jempol belaka. Setiap laporan dari masyarakat ditindaklanjuti.

Sementara itu Polres Sikka menyebarkan selebaran imbauan ditandatangani Wakapolres Sikka, Kompol Eko Wagiyanto. Selebaran yang dibagi-bagikan kepada warga yang datang di Mapolsek Kewapante, menghimbau masyarakat tidak cepat percaya atau terprovokasi dengan isu-isu menyesatkan baik lewat telepon atau SMS yang pengirimnya mengatasnamakan kapolsek dan kapolres.

Bila mengetahui ada pelanggaran hukum yang dapat menganggu ketertiban umum, kata Eko, warga diminta untuk melaporkan ke Polres Sikka atau polsek terdekat.(aly/Flores Star).

www.inimaumere.com

Selengkapnya...

Thursday, 17 February 2011

Rumor Itu Tak Benar

Perampokan Ala Ninja Hebohkan Warga Pemana
Beberapa hari terakhir ini kehidupan warga Kota Maumere tak tenang. Ketidaktenangan warga terkait berbagai isu atau rumor yang tak enak didengar telinga. Ada rumor yang mengatakan ada sekawanan orang tak dikenal melakukan penculikan untuk mengambil organ tubuh tertentu dari sang korban. Lain lagi menyebutkan ada penculikan terhadap bayi-bayi entah berkaitan dengan apa. Dan juga rumor yang mengatakan ada perampokan yang dilakukan dengan mengenakan pakaian mirip ninja. Isu ini sebenarnya bermula dari Pulau Pemana dan entah kenapa merebak cepat ke penjuru Kota Maumere dengan ditambahi berbagai bumbu cerita seperti yang disebut diatas. Rumor-rumor tersebut kian hari meresahkan warga. Diberbagai sudut kota semua mebicarakan hal tersebut. Bahkan gosip tersebut menyebar cepat lewat SMS. Informasi Ninja merampok di Pamana sampai juga ke Polres Sikka. Mereka menelusuri kebenarannya itu.

Untuk membuktikan rumor tersebut, seperti di lansir Harian Flores Star, Kamis (17/02/2011), Kapolres Sikka, AKBP Ghiri Frawijaya, memimpin anggotanya menuju ke Pulau Pemana mengecek kebenaran rumor yang sempat menghebohkan itu. Polisi bersenjata lengkap menggunakan kapal Polairud berangkat dari Wuring pada Minggu (13/2/2011) malam.

Pengecekan yang dilakukan disana, ternyata hanya rumor yag tak bisa dipercaya kebenarannya. “Tidak ada ninja disana,” kata Ghiri, ketika di konfirmasi Flores Star, selasa (15/2/2011) malam.

Yang terjadi disana, demikian kata Ghiri, hanya salah paham warga setempat ketika menyaksikan seseorang yang berpakaian hitam-hitam mirip ninja. Kejadiannya ketika sekelompok wanita di kelompok itu kembalidari pesta bertemu dengan seorang pria mengenakan pakaian hitam.

Menyaksikan pria ini, kaum wanita lari tunggang langgang ketakutan. Mereka memberitahukan kejadian yang dilihatnya kepada warga di kampung.

“Ternyata bukan ninja, tetapi ibu-ibu yang ketakutan ketika bertemu dengan pria yang berpakaian hitam-hitam itu tadi. “tidak ada ninja”, tegas Ghiri lagi seperti di kutip dari Flores Star.
www.inimaumere.com

Selengkapnya...

Tuesday, 15 February 2011

Perlu Dinas Kebersihan di Kabupaten Sikka

Masalah Klasik yang Tak pernah Berakhir..
Hingga kini Kabupaten Sikka belum ada dinas yang mengurus masalah kebersihan. Masalah kebersihan di Kabupaten Sikka khususnya Kota Maumere, diurus oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sikka. Bagian yang menangani masalah persampahan pada Dina PU Kabupaten Sikka dipercayakan pada Bidang Pertamanan dan Sampah. Tapi persoalan samaph di Kota Maumere belum ditangani dengan baik. Untuk menangani masalah sampah seorang warga Kota Maumere, Kornelis Sogen menyarakan agar Pemerintah Kabupaten Sikka (Pemkab) Sikka dan DPRD perlu membentuk dinas kebersihan.
Kornelis mengatakan, fakta selama ini kebersihan di Kota Maumere belum tertangani secara baik. Seharusnya pemerintah dan Dewan memikirkan pembentukan dinas baru di Kabupaten Sikka, yakni Dinas Kebersihan.

Apalagi Kota Maumere, kata Sogen telah berkembang disegala bidang. Pemukiman penduduk di kota ini, kian hari kian bertambah sehingga perlu ada dinas yang mengurus masalah sampah dan jangan digabung dengan dinas lain.

“Memang ada penanganan sampah, tapi belum maksimal. Kedepan ini perlu ada dinas kebersihan di Sikka. Masalah persampahan di Sikka masih jadi pengeluhan dari tahun ketahun dan masyarakat masih berharap kepada pemerintah guna mengatasi masalah sampah di Kota Maumere dan sekitarnya,” kata Sogen.

Menurut dia, jika dinas kebersihan sudah ada di Sikka, maka penanganan sampah bisa diatasi dengan baik. Pasanya kehadiran dinas tersebut akan lebih fokus pada penanganan sampah dengan mengatur semua armada-armada pengangkutan sampah kedaerah-daerah yang sampahnya sering menumpuk.

“Sampah yang ada di Kota Maumere sudah menjadi masalah klasik. Ada warga yang sampah tidak diangkut malah kesal lalu membakar tumpukan sampa. Ada sampah yang dibuang diparit atau drainase dan masalah dibiarkan menumpuk lalu membusuk. Dibantaran kali warga buang sampah ke kali. Warga dipesisir buang sampah di pantai. Saya sarankan pemerintah dan dewan perlu memikirkan dinas baru yakni dinas kebersihan,” saran Sogen.

Pria asal Kota Uneng Maumere ini mengatakan di Kabupaten dan kota lain di NTT ada dinas kebersihan yang mengurusi masalah sampah. “ Kenapa Sikka tidak ada? Tenaga kita banyak, kenapa tidak dibentuk dinas kebersihan,” kata Sogen. (Flores Star)


www.inimaumere.com

Selengkapnya...

 

© 2007 MaUmErE oF FlOrEs | Design by MaUmErE Of FlOrEs







---[[ KeMbAlI kE aTaS ]]---