Selamat Datang di Maumere...

SELAMAT BUAT PAKET AN-SAR (YOS ANSAR RERA-P.NONG SUSAR) yang dipercayakan masyarakat Kabupaten Sikka sebagai BUPATI dan WAKIL BUPATI SIKKA 2013-2018..
Pemandangan di Kolisia, Kecamatan Magepanda

Tuesday, 29 November 2011

Maumere Setelah Satu Tahun

Semenjak kepergian saya ke Maumere 1 tahun yang lalu, alam Flores yang masih 'membumi' terus memanggil manggil saya untuk kembali mengunjungi pulau ini.
Begitu saya tiba di Maumere, saya merasa ini lah rumah ketiga bagi saya. (Jakarta yang pertama, Melbourne yang kedua ^_^)
Saya sangat banyak mendapat pelajaran berharga dari perjalanan ini. Yaitu pelajaran untuk menghargai kehidupan dan mensyukurinya di dalam keadaan kekurangan sekalipun. Saya dan mereka pada dasarnya sama, sama-sama hidup dalam kemiskinan namun dalam bentuk yang berbeda. Mungkin mereka miskin beruntung dalam hal ekonomi, tapi secara spiritual mereka jauh lebih kaya dari saya.Ketika kami tiba di Maumere, cuaca sedikit sejuk dikarenakan hujan. Saya masih ingat dengan jelas kondisi Maumere pada kunjungan pertama saya. Waktu itu, udara sangatlah panas, sungai-sungai kering dan dapat terlihat kondisi tanah yang merekah karena kemarau berkepanjangan.

Kali ini, pemandangan yang saya lihat sedikit berbeda. Lebih hijau dan lebih berair. Dimana-mana dapat terlihat kebun jagung yang berumur satu-dua bulan. Kalau curah hujan tetap tinggi untuk beberapa minggu (atau bulan) ke depan, tanaman itu dapat segera berbunga dan kemudian menghasilkan panen. Dulu, kebun-kebun jagung itu hanyalah merupakan lahan kosong yang kering.

Perjalanan dari bandara menuju biara Karmel, tempat dimana kami menginap, memakan waktu sekitar 20 menit, melalui pusat kota Maumere yang sudah banyak terjadi pembangunan dimana-mana dalam satu tahun terakhir. Sudah ada sebuah 'mall' (jangan bayangkan gedung 3-5 lantai yang mewah nan megah seperti mall-mall di Jakarta) yang terlihat lumayan OK, namun kosong tidak ada pengunjung karena pada dasarnya penduduk setempat tidak memiliki daya beli.

Di tengah perjalanan, saya sempat menengok sebuah sungai besar yang melintasi kota Maumere, yang tahun lalu tidak berair sama sekali (lihat foto di samping). Ternyata di sana sudah dapat terlihat sedikit aliran air walaupun masih tergolong sedikit sekali karena masih ada timbunan tanah di badan sungai tersebut yang menjadi tempat untuk kambing merumput. Perjalanan menuju biara tidak terasa karena saya terkesima melihat banyak pemandangan baru semenjak kunjungan saya sebelumnya.

Perjalanan ke Flores selalu memberi makna tersendiri bagi saya. Kali ini, saya mendapat kesempatan untuk "bermain bersama anak-anak PAUD", dan juga melihat 'the real' Flores yaitu ketika saya ke Bajawa (6-8 jam dari kota Maumere dengan kendaraan melalui jalan pegunungan yang berliku-liku). Pemandangan yang belum pernah saya lihat sebelumnya selama hidup saya, dan yang akan selalu terekam dalam pikiran saya.

Sebenarnya, tidak hanya pemandangan alam, pegunungan, sawah, danau, taman laut, air terjun, dan pemandian mata air panas saja yang memikat saya. Melainkan, adalah berkenalan dengan penduduk setempat yang bersahabat, ikut merasakan hidup mereka yang sederhana, terlepas dari kebisingan kota, memberikan saya sebuah perasaan kagum, salut, dan juga malu terhadap diri sendiri.

Di tengah kesederhanaan mereka, mereka tidak mengeluh, mereka hidup apa adanya dan tidak pernah merasa "terlalu sibuk" untuk meluangkan waktu beribadah.

Menjadi sebuah hal yang biasa bagi mereka, memakan beras 'raskin' - beras miskin - yang capnya saja sudah tidak enak didengar oleh telinga.

Ketika saya tanya seorang bapak "apakah beras masih sulit didapat?" jawabnya, "yaah,... kami mendapat jatah raskin yang biasanya sudah habis sebelum jatah berikutnya tiba." dengan nada bicara yang 'biasa' dan senyuman.

Ketika bermain dengan anak-anak PAUD, lagi-lagi saya terenyuh melihat mereka yang dengan riang gembira, tanpa beban, datang ke sekolah dengan sepatu yang sol-nya sudah tidak ada. Di sekolah pun, mainan bekas yang menurut saya tampak usang pun menjadi sangat berarti bagi mereka.

Pengalaman ini mengajarkan saya banyak hal, terutama menunjukkan saya indahnya sisi lain dari kehidupan yang tidak serba komersil, dan memberi saya semangat baru untuk kembali melanjutkan kesibukan saya di Melbourne. Saya merasa apa yang saya punya ini memang selayaknya dibagikan untuk mereka yang lebih membutuhkan.

Apa yang dapat saya kerjakan adalah bagian saya, apa yang mereka kerjakan adalah bagian mereka, dan bersama-sama kami adalah satu karena kami saling melengkapi.(diceritakan oleh Elsa di http://ribbon-of-love.blogspot.com)

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Siswa di Maumere Gelisah Usai Nonton Film Porno

Tim Relawan untuk Kemanusian Flores atau yang sering disebut TRuK F menemukan sejumlah pengakuan siswa SMP dan SMA di Kota Maumere yang sering mencari situs porno di warnet-warnet yang ada di kota ini. Berdasarkan pengakuan para pelajar di Kota Maumere selesai menonton film porno yang dicari di internet mereka gelisah usai menonton adegan panas tersebut.
Mereka juga mengaku sering ke warnet karena ada tugas dari guru di sekolah dan berada di warnet 1-3 jam lamanya.
"Kami dari TRuK F Maumere pada tahun ini ada kegiatan sosialisasi tentang kekerasan seksual di beberapa sekolah di Kota Maumere baik SMP dan SMA.Dalam sosialisasi itu ada hal-hal yang kami angkat bagaimana mencegah agar tidak adanya kekerasan seksual. Salah satu yang kami angkat yakni masalah situs porno yang sering dicari pelajar saat berada di warnet.

Saat sosialiasi kami tanya bagaimana perasaan adik-adik habis nonton film porno. Mereka semua jawab kami gelisah," kata Heni Hungan, staf TRuK F yang didampingi rekannya Ice Fernandes, di Kantor TRuK F Maumere, Senin (28/11/2011) siang.

Pengakuan dan penjelasan para siswa saat mengikuti sosialiasi, kata Heni, sungguh membuat TRuK F prihatin. Pasalnya, berdasarkan pengakuan para pelajar mereka ke warnet mencari tugas tanpa didampingi guru mereka.

"Menyuruh anak ke warnet lalu mencari ilmu adalah hal yang sungguh merugikan anak. Anak dididik untuk menjadi manusia instant. Kenapa tidak suruh anak baca buku dari cari buku di perpustakaan atau di toko buku. Jangan suruh ke warnet ini kan sangat merugikan masa depan anak. Anak selesai mencari tugas pasti mencari film porno tanpa mereka diawasi," kata Heni.

Menyikapi masalah itu, lanjutnya, pihaknya menyarankan kepada sekolah agar mendampingi anak saat ia berada di warnet. Jika di sekolah ada warnet maka jangan biarkan anak ke warnet lain sehingga tidak diawasi.(Pos-kupang.com)

www.inimaumere.com

Selengkapnya...

Saturday, 26 November 2011

PORKAB Sikka 2011 Dimulai

Talibura dan Magepanda Sabet Emas Atletik

Atlet putri Valentina Bertha yang memperkuat Kecamatan Talibura bersama atlet putra Saman Rajaleu dari Kecamatan Magepanda tampil sebagai kampiun dengan meraih emas pertama cabang olahraga Altletik 5000 Meter putri dan putra yang dipertandingkan sore tadi, Sabtu (26/11/2011) di lintasan atletik Gelora Samador Da Cunha Maumere. Valentina Bertha meninggalkan pesaingnya Maria Stevania dari Kecamatan Lela yang meraih medali perak dan Gensiana Gen dari Kecamatan Talibura yang meraih perunggu. Sedangkan Saman Rajaleu menyudahi perlawanan alot atlet Yoseph Xaverius yang memperkuat Kecamatan Lela yang meraih perak dan Wihelmus Wajong yang meraih perunggu. Lomba lari 5000 meter merupakan salah satu cabang olah raga yang dipertandingkan dalam Pekan Olah Raga Kabupaten (PORKAB) Sikka 2011 yang akan berlangsung dari tanggal 26 November hingga 3 Desember 2011. Pelepasan balon dan sejumlah burung merpati oleh Wakil Bupati Sikka Wera Damianus menandai dimulainya PORKAB Sikka 2011.

Porkab Sikka 2011 merupakan ajang untuk menjaring bibit atlet berbakat dari sejumlah kecamatan yang dipersiapkan untuk menghadapi PORDAFTA 2013 di Kabupaten Ende. Pada Porkab Sikka 2011 kali ini dipertandingkan empat cabang olahraga, masing-masing adalah Atletik, Sepakbola, Sepak Takraw dan Bola Volley.

21 kecamatan di wilayah Kabupaten Sikka memastikan tampil pada Porkab kali ini dengan total jumlah atlet, official dan pelatih 700 orang yakni jumlah atlet 544 orang, official dan pelatih berjumlah 156 orang.

Porkab Sikka 2011

Disaksikan ratusan penonton dan pendukung tim yang berlaga, Wakil Bupati Sikka Wera Damianus mewakili Ketua KONI Sikka Sosimus Mitang meresmikan PORKAB Sikka 2011 dengan pelepasan balon dan burung merpati. Diikuti pengibaran bendera Porkab yang diiringi lagu hymne KONI, janji atlit dan wasit serta lain sebagainya. Drumband dari SMPK Yapethom 2 turut memeriahkan upacara pembukaan yang dihadiri Umbu Saga, perwakilan KONI NTT serta sejumlah pejabat SKPD Sikka, pimpinan DPRD Sikka Rafael Raga, Kapolres Sikka, Komandan Lanal Maumere, Sekda Sikka Roby da Silva, sesepuh masyarakat Sikka Dan Woda Pale dan sejumlah pejabat lainnya.

Sepak bola telah mengawali Porkab Sikka 2011 yg memulai pertandingan sejak tanggal 24 november dengan menggunakan dua lapangan yakni Samador dan Lapangan Umum Kota Baru. Sedang atlet bola volley dari Kecamatan Doreng menang WO (walk out) atas Kecamatan Magepanda yang tak hadir dilapangan. Sedangkan Kecamatan Bola hempaskan Kecamatan Kewapante 3:2.
Pada pertandingan malam harinya, Sabtu (26/11/2011) antara Kecamatan Nita melawan Alok Timur yang sementara berkedudukan 2:1 untuk Nita akhirnya diberhentikan akibat hujan angin yang melanda Kota Maumere. Dengan demikian pertandingan kedua tim tersebut dibatalkan sesuai aturan dan akan dimulai lagi dengan kedudukan 0:0 pada hari Minggu (27/11).

Pertandingan lainnya akan dimulai pada hari Senin, 28 November 2011.

www.inimaumere.com

Selengkapnya...

Hujan Disertai Angin Kencang Landa Maumere

Sejumlah warga Kota Maumere yang sedang berada diluar rumah langsung menghindar dan mencari tempat berteduh ketika hujan besar disertai angin kencang melanda, Sabtu (26/11/2011) malam sekitar pukul 20.30 Wita. Bukan itu saja, kilat dan guntur bersahutan pun turut meramaikan malam bersantai warga kota hingga menambah suasana mencekam . Tak ayal lagi kota pun berubah menjadi basah kuyup oleh derasnya hujan. Sejumlah pohon tumbang dan usai hujan menyisakan sampah yang berserakan di berbagai sudut kota. Di Stadion Samador yang terletak dijantung Kota Maumere, seperti disaksikan inimaumere.com, pertandingan bola volley dalam ajang Porkab 2011 dihentikan. Beberapa pemain basah kuyup dan mencoba bertahan disudut-sudut stadion. Hujan deras dan angin kencang semakin mencekam ketika PLN Cabang Flores Bagian Timur mematikan saluran listriknya. Kota Maumere pun kian gelap gulita. Meski demikian dijalanan masih terlihat yang nekat mengendara kendaraan.

Dijalan Patirangga yang berada di kawasan Beru Kota Maumere, dua pohon terlihat tumbang dan menghadang jalan. Satu pohon yang cukup besar menimpa pagar dan jatuh kehalaman kantor distributor oli top 1 dan satu pohon lagi tumbang menimpa atap Kamja Celluler dan jatuh sebagiannya menghadang jalan. Para pengendara mesti berhati-hati.

Dijalan Don Thomas, khususnya kawasan Roxxi Swalayan nampak dahan pohon patah terjatuh dipinggir jalan. Didaerah Don Thomas usai hujan juga terlihat sampah bekas ranting dan dedaunan mengotori jalanan. Hujan juga membuat sebagian Jalan Eltari penuh sampah dan kotoran.

Hujan angin juga menghentikan pertandingan bola voley putra antara Kecamatan Nita versus Kecamatan Alok Timur. Nita yang telah memimpin 2:1 akhirnya rela melepas keunggulan sementara tersebut akibat hujan. Pertandingan pada ajang Porkab Sikka 2011 yang sedang berlangsung malam tadi akhirnya dibatalkan dan akan dilakukan pertandingan ulang.

Hujan yang melanda Kota Maumere tercatat yang pertama di bulan november ini. Hujan yang menyisahkan sampah dimana-mana menjadi hujan terbesar musim penghujan di bulan november dan bisa jadi adalah berkah bagi sebagian manusia. Betapa tidak, sebelumnya beberapa hari dan minggu ini, Maumere dilanda panas yang cukup menyengat. Sebagian warga mengeluh karena cuaca panas tak seperti biasanya. Hujan yang ditunggu pun begitu jauh dari harapan. Mendung datang sebentar kemudian pergi tanpa melepas hujan. Dan baru kali ini, hari ini, malam ini, hujan bukan saja menyapa namun lebih dari itu diantara derasnya ia membawa serta angin, kilat dan guntur. Kita patut bersyukur atas semuanya. Namun kita juga mesti tetap waspada atas cuaca yang tak menentu disetiap akhir tahun.

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Tuesday, 22 November 2011

Foto Jadul Maumere 1960

Dibawah ini adalah foto hitam putih hasil pemotretan pada sebagian wilayah di Kota Maumere pada tahun 1960-an. Kota Maumere yang saat itu menggeliat pelan dalam irama pembangunan diawal-awal pemerintahan Bupati Paul Samador da Cunha.
Pada foto jadul ini, tergambar jelas wilayah Kabor jaman dahulu , sebagian Kota Uneng dan kali mati. Sedang sekitar Jalan Eltari maupun komplek Perumnas saat itu belum terlokasi dengan pembangunan. Masih sepi dengan bangunan rumah-rumah warga. Begitu juga wilayah di tengah kota lainnya.
Sedangkan foto kedua adalah foto terkini yang diambil dengan menggunakan Google Earth, disamakan ukurannya sedemikian rupa meski masih terlihat tidak tepat, kita bisa membandingkannya..Silakan mengklik kedua foto dibawah ini untuk melihat tampilan penuh foto-foto tersebut.


Klik Fotonya Untuk Melihat Tampilan Penuh

Foto Maumere 1960






Foto Udara Maumere Terkini..

www.inimaumere.com


Selengkapnya...

Monday, 21 November 2011

Servas: Bukti Sudah Terbakar

Kasus Dana Bansos Sikka
Mantan Kabag Kesra Setda Sikka, Servasius Kabu mengatakan, bukti-bukti pengeluaran dana bansos sudah terbakar saat kantor Bupati Sikka di Jalan A.Yani terbakar pada 26 Desember 2009 lalu.
Servas mengunkapkan semua pengeluaran dana bansos kepada siapa dan siapa yg menerima sudah ada dalam pemeriksaan Pansus Dana Bansos DPRD Sikka bbrapa waktu lalu.
Ketika ditanyakan apakah ada bukti yg disiapkan bagi jaksa, Servas mengatakan ada bukti namun dia mengaku bukti sudah terbakar saat kantor Bupati Sikka terbakar pekan terakhir desember 2009 lalu.
"Semua (bukti) ada, tapi menurut Pak Yos (Yoseph Otu) sudah terbakar saat kantor bupati sikka terbakar. Jadi kita mau bagaimana. Saya siap saja hadapi proses hukum. Saya sudah terima surat panggilan jaksa Kejati NTT. Saya siap memberikan keterangan kpada jaksa. Apa yg disampaikan pengecara itu jg betul seperti apa yang kami sampaikan," kata Servas.



Sevas meminta penyidik Kejati NTT jangan hanya menetapkan dirinya dan Yoseph Otu sebagai tersangka kasus dana bansos di Sikka.

"Saya sudah tahu kalau yang mungkin saya tanda tangan itu pasti salah dan saya kena. Saya minta jangan hanya saya, yang lain juga diperiksa. Semua sudah jelas. Kenapa kami yang kecil seperti kami ini (Servas dan Yos,red) yang jadi tersangka. Saya sudah siap hadapi proses hukum. Sejak diperiksa Pansus DPRD Sikka saya sampaikan kalau saya siap dan pilih proses hukum," kata Servas.

Servas menyatakan ia siap memenuhi panggilan jaksa Kejaksaan Tinggi (NTT) terkait kasus dana bansos di Sikka yang telah menyeretnya sebagai tersangka.
Dia menjelaskan, sebagai Kabag Kesra Setda Sikka semua proses pengeluaran dana bansos dilakukan oleh Bendahara Kesra Setda Sikka (Yos Otu, red) dan dirinya hanya menandatangani proses pengeluaran dana tersebut.

Sementara surat panggilan dari jaksa Kejati NTT telah diberikan kepada Servas dan Yos Otu untuk diperiksa sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Surat panggilan sebagai tersangka kepada Servas dan Yos telah diberikan staf Kejari Maumere, Jumat (18/11/2011) pagi, usai mendapat surat dari penyidik Kejati NTT. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Maumere, Sanadji, S.H, membenarkan adanya surat dari Kejati NTT kepada para pihak yang terlibat kasus dana bansos di Sikka.

Selain memnggil Servas dan Yos, kata Sanadji, jaksa Kejati NTT juga memanggil enam orang lainnya yang akan diperiksa sebagai saksi kasus dana bansos.

Mereka adalah Suitbertus Amandus, pemilik UD SP 2000, Bernadus Demus alias Nardin, Direktur CV. Gloria Maumere, Edu Desa Pante, mantan Kadis PPKAD Sikka, Billy Dolu, mantan KPA Dinas PPKAD Sikka, Godfridus Faustinus, mantan Bendahara Dinas PPKAD Sikka dan Ade Nong, staf Inspektorat Sikka.

Sumber FloresStar di kejari Maumere menjelaskan, Amandus dan Nardin sudah dipangil jaksa sebanyak tiga kali. Dua panggilan jaksa tidak dipenuhi kedua saksi ini sehingga kali ini merupakan pangilan ketiga bagi Amandus dan Nardin untuk diperiksa sebagai saksi kasus dana bansos di Sikka.(ris/FloresStar)

www.inimaumere.com


Selengkapnya...

Wednesday, 16 November 2011

Nusa Nipa

”Copa de Flores” begitu bangsa Portugis menyebut pulau di ujung timur Indonesia ini saat kurang lebih pada lima abad yang lalu untuk pertama kalinya mereka menginjakkan kaki dan terpana oleh kecantikan pulau yang saat ini masuk dalam wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Bangsa Portugis memang tidak salah. Nama yang berarti “Tanjung Bunga” ini memang benar-benar mewakili keindahan dan kekayaan alam Flores yang begitu luar biasa hingga saat ini. Pulau Flores dalam sejarah masyarakat lokal juga dikenal dengan nama ”Nusa Nipa”, Pulau Ular (Nipa). Ini untuk menggambarkan kegagahan pulau ini bagai seekor ular yang meliuk memanjang dari ujung Barat bersebelahan dengan Pulau Pantar hingga ke ujung Timur, bersebelahan dengan Pulau Alor.

Pulau Flores, merujuk pada masyarakatnya, dihuni oleh berbagai kelompok etnis. Masingmasing etnis menempati wilayah tertentu lengkap dengan pranata sosial budaya dan ideologi yang mengikat anggota masyarakatnya secara utuh. Ditinjau dari sudut bahasa dan budaya.


etnis di Flores terdiri dari:
Etnis Manggarai – Riung (yang meliputi kelompok bahasa dan budaya Manggarai, Pae,
Mbai, Rajong, dan Mbaen);
Etnis Ngadha-Lio (terdiri dari kelompok bahasa dan budaya Rangga, Maung, Ngadha,
Nage, Keo, Palue, Ende, dan Lio);
Etnis Mukang (meliputi bahasa dan budaya Sikka, Krowe, Mukang, dan Muhang);
Etnis Lamaholot (meliputi kelompok bahasa dan budaya Lamaholot Barat, Lamaholot
Timur, dan Lamaholot Tengah);
Etnis Kedang (meliputi kelompok bahasa dan budaya di wilayah Pulau Lembata bagian
selatan).

Namun begitu, kelima kelompok etnis tersebut pada dasarnya memiliki sejarah genealogis
dan budaya yang sama.

Saat ini, Pulau Flores – yang merupakan rangkaian dalam Kepulauan Sunda Kecil yang
bergunungapi dengan Pulau Alor dan Pantar dan musim penghujan yang lebih pendek
dibanding dengan kemarau – terbagi menjadi delapan kabupaten, yaitu: Manggarai,
Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Flores Timur (Flotim).

Berbicara tentang Sikka, saat ini, selain merujuk pada nama kabupaten (dengan Maumere
sebagai ibukota kabupaten), Sikka juga dipakai untuk memberi nama sebuah wilayah desa,
yaitu Desa Sikka (± 30 km dari Maumere) yang terletak juga di Kabupaten Sikka. Desa ini
dikenal juga sebagai desa wisata dikarenakan sejarahnya dahulu. Desa Sikka juga dikenal
menjadi titik awal kedatangan bangsa Portugis di Flores. Ini dapat dilihat dari gereja tua peninggalan Portugis di sana, juga beberapa pranata sosial dan adat yang timbul karena pengaruh kuat dari singgungan budaya bangsa Portugis yang kemudian tinggal, berinteraksi, dan bahkan membentuk keluarga dengan masyarakat lokal.

Kabupaten Sikka, sebagaimana wilayah lain di Flores, mempunyai masyarakat yang majemuk yang terbagi dalam suku-suku tertentu dengan kekayaan adat dan budaya yang khas dan berbeda satu sama lain. Salah satunya adalah kekayaan budaya pembuatan dan pemakaian tenun ikatnya dalam kehidupan nyata sehari-hari. Setiap masyarakat adat atau suku, mempunyai kekhasan dalam bentuk (kekayaan) motif, warna, dan proses karyanya.


www.inimaumere.com

Selengkapnya...

 

© 2007 MaUmErE oF FlOrEs | Design by MaUmErE Of FlOrEs







---[[ KeMbAlI kE aTaS ]]---