Sunday, 8 July 2012
Keragaman Corak Tenun Ikat Flores
Tenun ikat Flores dibuat dengan bahan dasar benang dari kapas yang dipilin oleh penenunnya sendiri. Benangnya kasar dan dicelup warna biru indigo. Kain dihiasi dengan ragam hias bentuk geometris aneka warna yang cerah dan menyolok. Kain tenun dari daerah Manggarai banyak menggunakan warna kuning keemasan, merah, dan hijau.
Pembuatan desain kain tenun ikat di Flores dilakukan dengan mengikat benang-benang lungsi. Pekerjaan ini dapat berlangsung selama berminggu-¬minggu, bahkan kadang-kadang sampai berbulan-bulan. Seringkali pencelupan dikerjakan satu-persatu untuk setiap bakal kain sarung, meskipun kadang-kadang juga dilakukan sekaligus untuk beberapa buah kain sarung. Ketika kerajaan-kerajaan kecil di Flores masih ada, sejumlah orang bekerja khusus sebagai pembuat kain-kain tenun untuk kebutuhan kalangan raja-raja di istana.
Jika dahulu ada pembedaan pakaian adat berdasarkan status sosial (golongan bangsawan atau rakyat jelata), maka masa sekarang tidak lagi. Sekarang kain-kain tenun dibuat untuk dijual ke pasaran lalu dijual lagi kepada mereka yang membutuhkannya. Pesanan dengan kualitas khusus masih dilayani dengan harga khusus pula.
Beberapa daerah yang menghasilkan kain-kain tenun adalah Manggarai, Ngada, Nage Keo, Ende, hingga sekitar Lio, Sikka, dan Lembata di bagian timur Flores.
Di daerah Manggarai ada teknik lain pembuatan ikat, yaitu menggunakan lidi-lidi pengungkit dalam proses penenunan untuk menghasilkan pakan tenun songket tambahan.
Di daerah Ngada, Flores Tengah, juga terdapat kain tenun songket warna kuning emas sebagai pengganti songket benang emas. Kain-kain tenun songket Flores di atas latar tenunan benang kapas ini mempunyai banyak persamaan dengan kain-kain songket dari Sumbawa.
Menurut sejarah wilayah sebelah barat Flores dulu merupakan daerah kekuasaan kerajaan Bima-Sumbawa yang memiliki kain-kain tenun songket benang emas dan perak untuk kalangan raja-raja Bima.
Hal ini membawa pengaruh yang cukup kuat di daerah sebelah barat Flores, sehingga mereka pun mempunyai tradisi membuat kain tenun songket walaupun tidak menggunakan benang emas dan benang perak.
Selain kain songket, masyarakat Ngada juga membuat kain tenun ikat. Tenun ikat yang mereka buat menggunakan warna-warna gelap, antara lain dengan kombinasi warna biru dan cokelat, dengan garis-garis sederhana.
Sedangkan suku Nage Keo menghasilkan tenunan yang menampilkan motif bintik-bintik kecil dari teknik ikat pembentuk motif floral. Jalur ikat ini dikombinasikan dengan jalur-jalur kecil lain berwarna putih, merah, dan biru polos.
Seperti halnya kain sarung, pada kain songket juga ada pembagian desain kain antara lain adalah yang disebut bagian kepala yang diletakkan di bagian tengah dan yang disebut badan yang diletakkan di belakang kain lainnya. Pembagian desain songket dari Manggarai dan Ngada ini juga membentuk bagian badan dan kepala, dengan motif yang berbeda di kedua bagian tersebut. Saat dikenakan, bagian kepala biasanya diletakkan di bagian depan dan bagian badan diletakkan di belakang.
Di Flores, kain tenun biasanya dikenakan hingga setinggi dada.
Dalam perkembangannya, mereka menggunakan kebaya yang pemakaiannya dimasukkan dalam sarung. Cara memakai kain sarung seperti ini hampir sama dengan cara wanita Bugis dan Makasar di Sulawesi Selatan, atau Kaili dan Donggala di Sulawesi Tengah.
Pada mulanya kain adat Flores untuk wanita berbentuk sarung setinggi dada dan dilipat di bagian depan. Di bagian pinggang pemakai dikenakan ikat pinggang dari perak. Mereka tidak menggunakan kebaya atau blus. Namun kini ada variasi lain dari cara pemakaian kain sarung, di mana lipatan kain sarung diikat di salah satu bahu sehingga agak terangkat ke atas pada salah satu sisinya.
Cara pemakaian kain di Flores ada bermacam-macam. Lain daerah atau suku, bisa berbeda pula cara pemakaiannya. Perempuan suku Sikka di Maumere, Kabupaten Sikka, menggunakan kain sarung sebatas pinggang yang disebut utan, yang dipadukan dengan baju kebaya yang disebut labu, yang modelnya mirip kebaya Maluku. Utan dengan ragam hias yang diberi warna gelap atau hitam disebut utan welak.
Paduan kain dan labu ini masih dirasa kurang bila tidak menggunakan selendang yang disebut dong. Penampilan kaum perempuan ini masih dilengkapi tusuk konde dari emas atau perak yang tinggi berbentuk bunga.(ultimoparadiso)
Diposkan oleh Megu Nora Au di 06:44 0 comments
Label: Pulau Flores
Tuesday, 3 July 2012
Neibers Siap Gelar Shuffle Dance Competiton
Trans Nusa bagi-bagi Tiket Gratis, Dimeriahkan DJ Axelia,Parade Band Live Pa Calista
Dua kota besar di daratan Flores, Maumere dan Ende tengah bersiap menyambut iven yang paling ditunggu, Shuffle Dance Competition. Di Maumere, empat hari lagi, tepatnya tanggal 7 Juli 2012, kompetisi yang mengusung dance shuufle ini akan segera di adu di Lapangan Umum Kota Baru Maumere. Area lapangan yang berpusat ditengah kota akan disulap dan menjadi pusat adu kreatif tarian moderen yang sedang hangat digandrungi jutaan anak muda di seluruh dunia. Neibers Event Organizer yang menyelenggarakan Dance Shuffle Competition persembahan Nuu Mild berupaya memeriahkan pegelaran ini. Selain gelaran utama kompetisi shuffle, hiburan sejumlah band lokal, live performa dari DJ Axelia dan Live PA Callista di Maumere dan DJ Vicky dan PA Ain untuk Kota Ende siap digeber. Iven ini juga mendapat dukungan dari Trans Nusa Air Lines. Perusahaan penerbangan ini menyediakan sejumlah hadiah menarik. Bagi penonton di Maumere yang beruntung akan mendapatkan tiket gratis Maumere - Kupang. Dan tiket gratis Trans Nusa Ende - Kupang bagi penonton yang beruntung di Kota Ende. Selain tiket gratis, door prize menarik dari trans Nusa disiapkan secara istimewa bagi penonton yang memenangkan kuis atau games. Sedangkan bagi para juara, disiapkan sejumlah hadiah menarik dalam bentuk uang tunai. Semua syarat kompetisi dan jumlah hadiah bisa kalian intip disini. Dengan dukungan ini, bagi kalian yang belum mendaftarkan grup dance kalian, segeralah mendaftar hingga tanggal 5 Juli 2012. Pastikan kalianlah yang terbaik!
Tarian shuffle di Kota Maumere belakangan mulai digandrungi sejumlah anak muda. Beberapa kali secara tak sengaja, terlihat anak-anak muda secara individual melakukan gerakan shuffling dipinggiran jalanan atau dibeberapa tempat terbuka. Tarian ini terbilang baru hadir di kota gersang. Tak diketahui pasti berapa grup yang telah dibentuk oleh para penggila shuffle.
Jika Anda ingin menyaksikan aksi shuffle dance para anak muda di Shuffle Dance Competition ini, maka Anda bisa datang ke Lapangan Kota Baru Maumere Sabtu 7 Juli 2012 atau di Lapangan Perse Ende 16 Juli 2012 untuk melihat atraksi shuffle dance para muda dikedua kota tersebut. Jangan sekedar menonton, ikutlah bergabung meliukan kaki ber-shuffle dance ria.
***
Shuffle dance saat ini tengah naik daun di Indonesia. Berbeda dengan break dance yang selama ini dikenal masyarakat sebagai jenis dance atraktif, shuffle dance baru populer di kalangan anak muda selama setahun belakangan.
Pernah lihat videoklip grup musik LMFAO yang berjudul “Party Rock Anthem”? Lagu yang menghentak dan tarian khas yang ditampilkan dalam videoklip itu mampu membuat tubuh ikut menari.
Nah, tarian yang muncul dalah videoklip tersebut dikenal dengan nama shuffle dance. Para penari menampilkan gerakan shuffling. Perhatikan salah satu lirik dari lagu itu, “Everday, I’m shufflin”. Lagu ini sedang populer di Indonesia.
Shuffle dance sebenernya tarian yang menitikberatkan pada gerakan kaki dan tumit sehingga terlihat menempel di lantai, seakan-akan seperti menyeret kaki.
www.inimaumere.com
Diposkan oleh Megu Nora Au di 15:15 0 comments
Sensasi /rif di Kota Baru
Kelompok band asal Bandung /rif menggebrak Lapangan Kota Baru Maumere, Sabtu (30/6) malam. Konser musik cadas yang dipersembahkan Soundsation digeber tanpa putus. Sebelum /rif, Kabel 5 (Labuhan Bajo), Jet Coaster (Maumere), Jah Mof (Maumere), Mc Star (Maumere), Coma (Maumere), Rajang (Ende), tampil sebagai band pembuka yang membakar pesta rock dengan sejumlah lagu-lagu panas diawal konser. Perhelatan gratis mengundang banyak penonton yang meluber hingga badan jalan. Komunitas rock dan punk Maumere menyerobot hingga bibir pembatas. Penonton tetap tertib dan menjaga situsi terkendali. Konser diawali teriakan Andy yang menyentil soal korupsi. Lantang, pria nyentrik ini mengecam para koruptor sebelum menggebrak dengan lagu pembuka, Son. Lengkingan gitar, sangarnya kombinasi pukulan drum berpadu dengan lampu-lampu merah dan biru dan kombinasi lainnya seolah menyatu dengan kostum personel yang didominasi oleh warna hitam./rif yang digawangi Andy (vokal), Teddy (bas), Jikun (gitar), Maggi (drum), dan Ovy tampil habis-habisan sebelum lagu paling heboh sepanjang 18 tahun perjalanan karir mereka berjudul Radja diluncurkan.
"Kalian punya pantai yang indah, kota yang cantik. Tolong jaga dan rawat itu dengan baik. Jangan biarkan tangan-tangan jahil dan orang-orang lain datang merusak keindahan dengan uang mereka. Tolong jaga keindahan itu," teriak Andy yang disambut aplaus hangat.
Sebelumnya /rif berpiknik ria ke Pantai Kajuwulu dan Tanjung. Pantai indah dengan pemandangan alam dan bukit-bukit tandus serta tebing terjal yang terletak di jalur pantura Flores.
Selanjutnya lagu-lagu berjudul Dunia, Rock n Roll, Jhoni Esmod, Jeni, Bunga, Satu, Salah Jurusan, Fight, Loe To Ye terus digeber habis-habisan menggetarkan jantung. Teriakan penonton, baik di baris festival maupun vip tak ayal lantang terdengar.
Ditengah pertunjukan ke-lima personil tak malu-malu mengedarkan moke, minuman khas daerah. Moke yang telah menjadi bagian dari kehidupan dan budaya masyarakat Kabupaten Sikka, Flores, diakui mereka merupakan minuman paling enak yang pernah diteguk. Andy mengedarkan moke ke semua personil.
"Selama mengelilingin Indonesia, baru kali ini kami temui minuman yang sangat enak, moke emang oke," kata Andy.
Ovie menerima edaran moke dari Andy. Lantas, mantan gitaris U'Camp ini membungkukkan badan ke penonton sebelum meneguk minuman tersebut. Tingkah Ovi layaknya apresiasi atas sikap masyarakat Maumere yang ramah menerima mereka.
Hebohnya, saat Maggie, menciptakan yel-yel moke. Penonton mengikuti Maggie. Jadilah, yel-yel pendukung sepakbola yang dirubah liriknya menggema menjadi,"Maumere maumoke..oleee..olee..oleee..".
Unik, lucu namun berkesan. Yap, inilah Maumere, inilah /rif.
Sebagai bentuk kepedulian para gitaris rock tanah air, /rif membagi enam gitar akustik kepada enam gitaris band pembuka. Para gitaris nasional telah menyediakan 1000 gitar bagi semua gitaris diseluruh Indonesia.
"Semoga dengan gitar ini, bisa menginspirasi kalian untuk menciptakan karya-karya bermutu dan semoga kelak lahir musisi rock dari Flores yang berkiprah secara nasional," ujar Andy.
Konser berakhir sekitar pukul 11 malam (wita), ketika lagu berjudul Si Hebat panaskan kuping terakhir kali. Sangat berkesan bagi /rif ketika Andy mewakili band-nya menerima sehelai tenunan ikat khas Kabupaten Sikka yang dikalungkan Oshy dari Choin Entertainment. Tenun ikat yang dibuat khusus itu tertera nama /rif. Layaknya sebuah bentuk penghormatan atas kunjungan mereka di Maumere.Ya, semoga saja lewat /rif, tenun ikat Sikka semakin dikenal publik khususnya para pecinta musik ditanah air.
Meski sukses dan tertib,beberapa penonton menganggap sound musik tidak setara dengan keberadaan bintang rock papan atas dipanggung. "Suara vokalisnya tertutup musik," ujar Endro yang datang bersama putra lelakinya. Ia mengaku berdiri di belakang penonton. Yang lain berkomenar soal lighting. Lucunya, karena wajah dan aksi para personil /rif tidak bisa dinikmati. "Kami datang pingin melihat aksi nyentrik Andy diatas panggung, kami juga pingin melihat aksi-aksi personil lainnya, tapi tata lampu kebanyakan warna-warni sehingga terlihat samar. Mata kami meraba-raba seperti apakah aksi mereka disana, maklum kami orang kampung," kata Onya.
Konser /rif menjadi band rock pertama yang hadir di Flores. Khusus Andy, kedatangannya ke Maumere merupakan kedua kalinya setelah tahun 2008 menggebrak Maumere bersama Roy Jeconiah, mantan vokalis Boomerang.
Foto: Oshy Lelo & Srefan da Gama
/rif-Moke Oke
/rif -Radja - Maumere
www.inimaumere.com
Diposkan oleh Megu Nora Au di 03:01 0 comments
Label: HiburaN..
Melihat Keterampilan Pembuatan Tenun Ikat Khas Maumere
Maumere, Griyawisata.Com -- Salah satu cinderamata khas yang tidak boleh dilupakan saat liburan ke Flores adalah kain tenun ikat. Anda bisa mengunjungi Maumere untu membeli dan melihat langsung pembuatannya. Yuk!
Selain batik, kain khas yang dimiliki Indonesia adalah kain tenun ikat. Anda bisa memperolehnya saat berlibur ke Maumere, NTT. Di sana, pelancong bukan cuma bisa mem
beli kain yang diinginkan, tapi juga melihat langsung proses pembuatannya. Suku di Maumere yang aktif membuat kain tenun adalah Sikka. Suku yang desanya berada sekitar 24 km dari pusat Kota Maumere ini menjadi tempat para Mama menenun kain ikat. Turis yang kebetulan sedang berlibur di Maumere, bisa melihat ada banyak Mama yang sedang asyik membuat kain di depan rumah. Ya, kain tenun ikat ini memang dibuat oleh para wanita Flores yang biasa dipanggil "Mama". Dengan tekun dan teliti, mereka menyusun benang satu-persatu menggunakan alat tenun sampai menjadi kain tenun utuh.
beli kain yang diinginkan, tapi juga melihat langsung proses pembuatannya. Suku di Maumere yang aktif membuat kain tenun adalah Sikka. Suku yang desanya berada sekitar 24 km dari pusat Kota Maumere ini menjadi tempat para Mama menenun kain ikat. Turis yang kebetulan sedang berlibur di Maumere, bisa melihat ada banyak Mama yang sedang asyik membuat kain di depan rumah. Ya, kain tenun ikat ini memang dibuat oleh para wanita Flores yang biasa dipanggil "Mama". Dengan tekun dan teliti, mereka menyusun benang satu-persatu menggunakan alat tenun sampai menjadi kain tenun utuh.
Proses pembuatan ini tidaklah mudah dan memakan waktu yang cukup lama. Para mama harus menghabiskan waktu lebih dari satu bulan untuk membuat selembar kain tenun. Khusus sarung tenun yang siap pakai, waktu pembuatannya lebih lama, mencapai 8 bulan. Wah!
Pembuatan kain tenun ini diawali dengan pewarnaan benang. Tidak seperti kain dari perusahaan tekstil yang menggunakan bahan pewarna kimia, kain tenun ikat yang dibuat para mama, menggunakan bahan alami.
Biasanya, warna yang digunakan adalah kuning, merah, biru dan juga cokelat.
Untuk warna kuning, mama menggunakan bahan dasar kunyit, dan warna biru berasal dari daun nila. Untuk membuat kain tampak lebih berwarna, warna merah yang berasal dari akar mengkudu, dan cokelat dari batang kakao ditambahkan pada kain.
Untuk motif, mama menggunakan dua jenis motif, yaitu tradisional dan modern. Motif tradisional adalah motif yang kental dengan budaya animisme dan dinamisme.
Sedangkan motif modern, pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan yang tradisional, yang membedakan hanya ada beberapa tambahan motif serta tingkat ketebalan motif.
Uniknya, setiap motif yang diciptakan bisa menjadi identitas daerah asal pembuatan. Jadi, kain yang dibuat mama asal Ende berbeda dengan kain yang dibuat mama asal Maumere.[i/n/griyawisata]
foto: pedagang tenun ikat di Pasar Alok, Maumere
foto: pedagang tenun ikat di Pasar Alok, Maumere
Diposkan oleh Megu Nora Au di 01:34 0 comments
Label: BuDaYa..
SMKN 1 Maumere Diguncang Korupsi
Manajemen SMK Negeri 1 Maumere diguncang dugaan korupsi akibat tidak transparannya pengelolaan keuangan komite di sekolah itu. Pengelolaan dana komite sekolah sebesar Rp 1,5 miliar terkesan hanya diketahui oleh segelintir orang di sekolah itu.
Hal itu terungkap dalam dengar pendapat antara Komisi C DPRD Sikka dengan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Yohanes Rana, Kepala SMK Negeri 1 Maumere dan para guru sekolah itu di gedung DPRD Sikka, Selasa (26/6/2012).
Beberapa anggota DPRD Sikka dalam dengar pendapat itu mempertanyakan dana Rp 1,5 miliar. Dana itu merupakan dana komite yang dikumpulkan tiap seisa sebesar Rp 1,5 juta pada tahun 2010/2011, dan dana Rp 100 juta untuk program Bahasa Inggris.
"Ke mana pertanggungjawaban uang Rp 1,5 miliar yang sudah dijelaskan oleh komite sekolah bahwa dana itu dipungut dari siswa Rp 1,5 juta. Dana itu ke mana saja. Itu baru dana komite, belum dana yang lainnya sehingga perlu ada penjelasan pengelolaan dana di SMKN 1 Maumere," kata Afridus Aeng, salah satu anggota DPRD Sikka.
Komisi C DPRD Sikka memanggil Kepala SMKN 1 Maumere, para guru dan Kadis PPO Sikka untuk menghadiri rapat dengar pendapat tersebut untukmeminta penjelasan adanya sinyalamen pengelolaan dana di SMKN 1 Maumere tidak transparan.
"Saya sebagai guru Bahasa Inggris di SMKN 1 Maumere kaget ada dana Rp 100 juta. Saya kaget dana itu dipakai buat apa. Kenapa tidak beri tahu kami. Padahal dana itu sangat penting bagi siswa. Tahun ajaran lalu kami dapat bantuan, tapi apakah bantuan itu dari dana Rp 100 juta itu, kami tidak tahu. Tidak ada penjelasan dari Kepala Sekolah sehingga kami tidak tahu," kata Maria Antonia, Guru Bahasa Inggris di SMKN 1 Maumere saat dengar pendapat dengan DPRD Sikka.
Saat dengar pendapat itu semua permasalahan dan ketidakberesan di SMKN I Maumere dibeberkan enam guru SMKN 1 Maumere. Keenam guru itu, yakni Serinus Stefanus, Selestinus, Sabinus Clemens, Rinaldus, Maximus Meon dan Maria Antonia.
Para guru SMKN 1 Maumere ini mengungkapkan bahwa pengelolaan dana di sekolah itu tidak terencana. Mereka hanya diminta mengajukan dana untuk kebutuhan masing-masing keahlian.
"Semua kami usulkan. Yang belanja bendahara. Ada dana untuk UN tahun 2011/2012 hanya cair sebagian saja dan sebagian tidak cair sampai ujian selesai dananya tidak tahu ke mana," kata Rinaldi.
Selain beberapa guru, Komite Sekolah SMKN 1 Maumere, Ignas Martin mengatakan, pengelolaan dana komite Rp 1,5 juta tiap siswa tahun ajaran 2010/2011 hingga sekarang belum ada pertanggungjawaban.
"Sekolah yang urus dan sampai sekarang belum ada pertanggungjawab kepada komite," kata Ignas.
Salah seorang anggota DPRD Sikka, Siflan Angi membeberkan ada dana Rp 100 juta di rekening Kepala SMKN 1 Maumere, Yulianus Sewar.
Pernyataan Siflan dibantah oleh Yulianus. "Itu tidak benar. Saya minta pembuktian. Jangan mencemarkan nama saya. Saya ini bukan binatang. Kami datang ke sini mau benahi tapi jangan fitnah saya yang tidak benar. Saya minta SMKN 1 diaudit dan saya siap diganti bila perlu sekarang ini mau ganti saya siap," tegas Yulianus, dalam rapat dengar pendapat tersebut.
Atas temuan penyimpangan pengelolaan dana di SMKN 1 Maumere, DPRD Sikka meminta Dinas PPO Sikka menggantikan Kepala SMKN 1 Maumere dan meminta audit dari inspektorat.
"Kalau ada yang mau jadi Kepala SMKN 1 Maumere sebaiknya dari luar saja. Jangan dari SMKN 1 Maumere. Di sana sudah ada pengkotak-kotakan. Mau ganti kepala sekolah, ganti dari luar SMKN I Maumere," kata Siflan.
Siflan dan beberapa anggota DPRD Sikka kecewa karena permintaan DPRD Sikka agar manajemen memberikan penjelasan tentang pengelolaan keuangan di SMKN 1 Maumere, tapi tidak disikapi pihak sekolah.
"Kami sudah minta jauh hari sebelumnya agar datang ke DPRD Sikka bawa data. Terus terang saya mau katakan Anda ini kepala sekolah dan bukan bapak asrama. Kalau kepala sekolah manajemennya jelas, ada wakil kepala sekolah dan bendahara. Surat kami kepada SMKN 1 Maumere sudah jelas, kenapa tidak siapkan data," tegas Siflan.
Pantauan Pos Kupang, rapat dengar pendapat di Gedung DPRD Sikka dihadiri guru SMKN 1 Maumere, komite sekolah dan sejumlah anggota DPRD Sikka.
Dengar pendapat dipimpin Ketua Komisi C DPRD Sikka, Stef Say, dihadiri anggota DPRD Sikka, Siflan Angi, Suaib, Darius Evensius,Yanto dan Piet Jelalu. Ikut juga Ketua DPRD Sikka, Rafael Raga dan Wakil Ketua DPRD Sikka, Felix Wodon. *(tribunnews.com)
Diposkan oleh Megu Nora Au di 01:23 0 comments
Label: Berita
Friday, 29 June 2012
/rif Band Siap Panaskan Maumere!
Kelompok musik asal Bandung /rif band telah tiba dan berada di Kota Maumere. Rombongan /rif tiba pukul 14.00 wita, Kamis (28/6/12) di Bandara Frans Seda. Kedatangan para musisi legendris dijalur rock alternativ dengan menumpang Batavia Airlines disambut sejumlah panitia. Menurut Oshy Lelo dari Choin Entertainment, Event Organizer yang menyelenggarakan pesta musik ini, /rif band akan tampil di Lapangan Umum Kota Baru Maumere Sabtu (30/6) malam, pukul 19.00 wita. Oshy menjelaskan pertunjukan ini tidak dipungut bayaran untuk kelas festival. Namun bagi penonton VIP dikenakan biaya Rp 50.000 dan mendapat berbagai fasilitas istimewa.
Kedatangan /rif band ini cukup mengejutkan sejumlah pecinta musik rock di Flores bahkan NTT. Pasalnya, /rif band mengambil Kota Maumere sebagai salah satu event tour-nya. Setidaknya ada pengakuan dari musisi nasional bagi para penggiat musik di Maumere.
Dua hari jelang konser, /rif akan melakukan serangkaian kegiatan yang dimulai Kamis (28/6) malam pukul 21.00 wita dengan melakukan talkshow di Radio Sonia Fm. Sedangkan disisi lain, persiapan Panggung konser di Lapangan Umum sedang dibangun. Beberapa persiapan terus dilakukan agar konser berlangsung sesuai rencana.
Bagi Andy, vokalis /rif, Maumere bukanlah kota asing. Tahun 2008 lalu, Andy bersama dedengkot Boomerang, Roy Jeconiah menggelar pertunjukan musik di Samador. Ribuan penonton memadati konser yang disebut-sebit konser mega rock pertama di daratan Flores. Diiringi band lokal One Feel Band, kala itu, Andy, dengan keringat bercucuran berjanji didepan penonton, bahwa suatu saat ia akan datang lagi di Maumere. Ia berjanji membawa personil lengkap /rif band. Janji itu sudah terbukti meski menunggu hampir empat tahun.
/rif
/rif (rhythm in freedom) adalah grup band Indonesia yang didirikan di Bandung, Jawa Barat. Personel /rif adalah Andy (vokal), Jikun (gitar), Maggi (drum), dan Ovy (gitar). Sampai saat ini /rif telah menelurkan 6 album musik dengan satu album berisi kumpulan lagu terbaik dari /rif.
Grup band ini dibentuk pada tahun 1992 dengan nama Badai Band. Setahun kemudian nama mereka berganti menjadi R.I.F (Rhythm In Freedom), yang memulai dengan bermain musik dari kafe ke kafe. Tahun 1995, mereka berganti nama menjadi /rif (dengan garis miring di awal nama mereka).
Beberapa kali personel mereka berganti. Hingga akhirnya dengan formasi Andy (vokal), Iwan (bas), Adji (gitar), Maggi (drum), dan Denny (gitar) mereka merambah studio rekaman pada tahun 1997, dan merilis album pertama Radja yang melejitkan hits berjudul sama "Radja".
Pada bulan Oktober 1998 /rif meluncurkan album kedua, Salami, sebuah album yang sarat dengan muatan moral untuk peduli pada alam. Dua tahun kemudian, tepatnya April 2000 album ketiga berjudul Nikmati Aja diluncurkan. Dan pada tahun 2002 kembali mereka merilis album keempat berjudul ... Dan Duniapun Tersenyum.
Sayang, Denny kemudian mengundurkan diri lantaran tak sepaham lagi dengan /rif. Posisinya digantikan oleh Ovy, mantan gitaris Ucamp yang resmi bergabung Maret 2003 dan Sonny juga mengundurkan diri dan bergabung di band Oris Dan Jikun membuat side project dengan membentuk group band yang bernama Jikunsprain.
Diskografi :
Radja (1997) Salami (1998) Nikmati Aja (2000) ... Dan Duniapun Tersenyum (2002) The Best Of (2004) Pil Malu (2006) 7 (2010)(sumber:wilipedia)
Radja (1997) Salami (1998) Nikmati Aja (2000) ... Dan Duniapun Tersenyum (2002) The Best Of (2004) Pil Malu (2006) 7 (2010)(sumber:wilipedia)
wwww.inimaumere.com
Diposkan oleh Megu Nora Au di 13:40 0 comments
Label: Berita
Sunday, 24 June 2012
Maumere dan Ende, Segeralah Mendaftar!
Kompetisi Shuffle Dance Jelajahi Dua Kota di Flores

Neibers Event Organizer (EO) menggelar sebuah kompetisi menarik bagi kawula muda Kota Maumere dan Kota Ende yakni Shuffle Dance Competition. Event yang bertujuan menyalurkan bakat dan minat paramuda dijalur dance shuffle ini dipersembahkan oleh produsen rokok Nuu Mild. Direncanakan, ajang yang baru pertama kali hadir di Flores ini diadakan di Lapangan Umum Kota Baru Maumere tanggal 7 Juli dan Lapangan Perse Ende 16 Juli 2012. Audy dari Neibers EO selaku penyelenggara iven mengatakan kesempatan pendaftaran masih dibuka hingga tanggal 5 Juli 2012. Bagi sobat kawula muda yang bermukim di dua kota tersebut, memiliki grup shuffle dance dan berminat mengikuti kompetisi, Audy mengundang untuk berpartisipasi dengan melakukan pendaftaran melalui kontak online 0852 5311 0393 untuk wilayah Maumere dan 0852 3922 5250 (Ende). "Biaya pendaftaran tiap grup Rp 50.000," terangnya. Hadiah menarik dalam bentuk uang tunai telah disiapkan bagi para juara. Lantas berapa saja hadiahnya dan syarat apa saja bagi pesrta lomba?
Mari kita intip bro..
Audy mengatakan, panitia penyelenggara mensyaratkan setiap peserta lomba menyiapkan sendiri musik latar (pengiring) dengan durasi lagu 5 hingga 8 menit.
Satu grup atau peserta diberikan satu kesempatan untuk tampil membawakan shuffle dance hasil kreasi sendiri.
Tambahnya, setiap grup shuffle berisi minmal 4 orang dan maksimal 8 orang penari.
Untuk para juara, panitia telah, menyiapkan sejumlah uang tunai, yakni:
- Juara I : Rp 1.500.000
- Juara II: Rp 1.250.000
- Juara III: Rp 1.000.000
Audy juga menjelaskan, selain kompetisi Shuffle Dance, iven ini diramaikan live performa DJ, Live PA dan kesempatan berekspresi kelompok band lokal Maumere dan Ende.
Jadi buruan mendaftarkan grup dance kamu dan berkompetisi dalam rangka mengembangkan bakat tari kalian.
Ingat, penutupan pendaftaran tanggal 5 Juli 2012. Go!
Diposkan oleh Megu Nora Au di 01:40 0 comments
Label: HiburaN..


























