Selamat Datang di Maumere...

SELAMAT BUAT PAKET AN-SAR (YOS ANSAR RERA-P.NONG SUSAR) yang dipercayakan masyarakat Kabupaten Sikka sebagai BUPATI dan WAKIL BUPATI SIKKA 2013-2018..
Pemandangan di Kolisia, Kecamatan Magepanda

Saturday, 11 May 2013

Dibungkus 3 Tahun, Polisi Bongkar BBM Tower Telkomsel


Jaringan pembelian bahan bakar minyak (BBM) buat tower telkomsel di Pulau Flores dari Ende, Sikka, Flotim dan Lembata yang dibeli dari SPBU di Kota Maumere dibongkar aparat Polsek Alok, Jumat (3/5/2013) malam. Jaringan pembelian BBM yang dibeli untuk operasional tower telkomsel di Flores Bagian Timur ini telah dibungkus rapi selama kurang lebih 3 tahun lamannya. Di mana pihak ketiga yang bermitra dengan telkomsel bukannya membeli BBM industri malah membeli BBM bersubsidi di SPBU. Dalam kasus ini, sudah ada dua pelaku yang ditahan aparat Polsek Alok masing-masing Lukas Lupa (40), warga Desa Watuliwung, Kecamatan kangae, Kabupaten Sikka dan Alfonsus Anton Badar (57), warga Desa Watugong, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka. Polisi akan mengembangkan kasus ini karena ada dugaan melibatkan banyak pihak sehingga pembelian BBM ini bisa berjalan aman dan tanpa diketahui aparat kepolisian.


Lukas Lupa, tersangka BBM yang ditemui Pos Kupang di Mapolsek Alok, Jumat (3/5/2013) malam, menjelaskan, dirinya disuruh oleh Marsel Lodan, yang bekerja mengurus tower telkomsel di Flores Bagian Timur.
Marsel memintanya menyimpan BBM yang di rumahnya di Watuliwung. Yang mana BBM tersebut dibawa dengan mobil panther yang dikemudikan Jever, warga Nangalimang.
BBM tersebut, kata Lukas, disimpan di rumahnya hingga satu ton baru diambil Marsel guna diantar ke semua tower telkomsel agar bisa dihidupkan.
"Marsel itu keluarga saya. Dia yang suruh saya simpan BBM di rumah saya. Dulu simpan di Wailiti lalu pindah ke rumah saya dan rumah Alfonsus Anton Badar, warga Watugong," kata Lukas.
Ia menjelaskan, BBM yang disimpan berupa solart menurut penjelasan Marsel untuk kepentingan operasional tower telkomsel.
"Marsel bilang untuk tower telkomsel. Marsel kasih kami uang Rp 100.000,00 sampai Rp 200.000,00. Kami sudah kerja dua bulan dan simpan BBM di rumah saya," kata Lukas.
Lukas menjelaskan, semua BBM yang ditimbun di rumahnya diambil dari SPBU di Kota Maumere lalu diangkut dengan mobil panther. Selanjutnya, ada satu mobil silver ferios juga sering dipakai membawa BBM ke semua tower telkomsel.
Alfonsus Anton Badar, tersangka BBM juga kepada Pos Kupang, mengatakan, rumahnya di Watugong dipakai menyimpan BBM karena ada permintaan Marsel, yang adalah keluarga. Di mana Marsel bekerja untuk mengurusi tower telkomsel di Flores Bagian Timur.
"BBM di rumah saya baru disimpan satu bulan. Kalau sudah banyak ada yang datang ambil dengan mobil. Mereka antar ke rumah pakai mobil," kata Anton.
Baik Lukas dan Anton mengatakan, cara mengisi BBM di SPBU menggunakan mobil lalu di rumah disalin ke dalam jerigent 30 dan 20 liter.
Malam itu, dalam penggerebekan polisi di rumah Lukas di Watuliwung ada 5 jerigent berukuran 20 dan 30 liter berisi solar.
Sedangkan di rumah Anton di Watugong ada 21 jerigent berukuran 20 dan 30 liter. Dengan demikian total BBM yang ditemukan 712 liter di dua lokasi penggerebakan.
Indra, Staf Telkomsel Maumere, yang ditemui wartawan, di Kantor Telkomsel Maumere, Sabtu (4/5/2013) siang, mengatakan,sepengetahuan dirinya BBM untuk tower dibeli dengan harga industri dan dibeli langsung ke pertamina.
"Kami tidak beli langsung di pertamina tapi ada pihak ketiga yang dipakai untuk mengurus tower telkomsel termasuk mengurusi masalah BBM untuk tower telkomsel. Untuk pembelian BBM industri bagi operasional tower telkomsel semua ada kwitansi dari pertamina," kata Indra.
Namun Indra tidak menjawab lagi pertanyaan mengenai keterlibatan Marsel, pihak ketiga yang bekerjasama dengan telkomsel.
Kapolres Sikka, AKBP Budi Hermawan, S.Ik melalui Kapolsek Alok, Iptu Nur'aini, kepada wartawan di Mapolsek Alok, Sabtu (4/5/2013) siang, menegaskan,semua pihak yang terlibat akan dipanggil dan diproses secara hukum.
"Kalau terlibat kita panggil dan periksa dalam kasus ini. Sementara ini tersangkanya masih dua orang," kata Kapolsek Nur'Aini.(ris/oma(Pos-kupang.com)
Selengkapnya...

Penyair Beraksi Di Taman Kota

Sejumlah penyair menyemaraki Taman Kota Maumere, Kamis (2/5/2013). Kehadiran mereka berkaitan dengan kegiatan baca-baca puisi. Acara yang digagas grup Kumpulan Terbuang Penyair Flores berlangsung dari sore hingga malam hari. Kegiatan yang baru pertama kali diadakan di kota panas tersebut seakan merubah kota ini menjadi lebih menarik. Dengan panggung pentas seadanya, sederhana dan bebas berekspresi, ratusan puisi mengalir memenuhi inci demi inci sudut kota. Apa sebenarnya tujuan kegiatan ini? Itho Ladapase, penyair sekaligus salah satu pencetus kegiatan mengatakan baca-baca puisi tersebut sebagai sarana ekspresi seniman sekaligus kopi darat para penyair Flores. Menurutnya, selama ini para penyair hanya berinteraksi lewat jalur internet (online). Dari rembuk bersama lahirlah inisiatp berinteraksi dan saling berbagi ditengah hawa kota yang sejuk.
Selama ini, para penyair Flores bertemu secara online di grup puisi "Kumpulan terbuang Penyair Tanah Flores". Di grup ini, ratusan bahkan ribuan puisi telah diciptakan dan disebarkan. Lewat grup  yang berdiri sejak awal 2011, para penyair yang bermukim di Maumere, puluhan penyair Flores di berbagai daerah saling berinteraksi. Sehingga baca-baca puisi kemarin adalah langkah awal untuk kegiatan kopi darat yang lebih luas, demikian Itho Ladapase.
Para penyair yang turun gunung kemarin antara lain, Itho Ladapase, Even Edomeko, Oss Rebong, Vicky da Gomez, Lucky Reyner, Yanto Kaliwon serta didukung para pembaca puisi dari "Komunitas Sikka Bergerak", serta kehadiran pembaca lainnya seperti Farid Ladapase, Marthen Rudy serta lainnya.

Meski cuma segelintir penonton yang menyaksikan dari jauh, pementasan puisi kemarin berhasil mewadahi keinginan para penyair. Menurut rencana, kegiatan yang sama akan dilakukan kembali dengan mengajak muris-murid dan mahasiswa Komunikasi Unipa bergabung. Bahkan pemenatasan di lingkungan sekolah atau ruang publik lainnya akan diupayakan.

Ucapan terima kasih buat: Kominfo serta Stafnya yang telah mendukung acara ini: Sawu, Jefri Maci, Lopes, Dadang Pareira, Marthen Rudy.


www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Monday, 22 April 2013

Berbagi Kasih di Lapangan Katedral!

Baca puisi "Damai Tercabik di Rokatenda"
Puncak kegiatan Ngamen Amal Sikka Bergerak untuk Rokatenda, Sabtu 21/4 di Lapangan Katedral St Yosep berjalan mulus. Belasan band dari berbagai genre, remaja-remaja cantik dari klub dancer, raper, penyair, reggaeman serta pemutaran filem dokumenter letusan Rokatenda ikut ambil bagian mengetuk nurani. Alhasil dari ngamen tersebut, dana yang berhasil dikumpulkan sebesar Rp 1.038.500 serta 6 dos mi instant. Kegiatan yang telah berjalan satu mingggu lebih, mengusung tema "Sikka Bergerak Untuk Rokatenda". Panggung dibuat alakadarnya menggunakan panggung permanen yang berdiri diujung barat lapangan. Sebuah spanduk bercoret tema acara dan lapangan terbuka tanpa kursi seperti menceritakan kesederhanaan. Sejak siang hari, persiapan telah dilakukan. Sesuai rencana setelah misa sore kegiatan ngumpul sumbangan dimulai.

Pemandu acara Lucky Reyner dan Papache tak henti-hetinya mengajak penonton memberikan sumbangan. Sumbangan diberikan lewat kotak amal yang disebar diberbagai sudut. Mereka terus mengetuk disela penampilan berbagai band.

Waktu beranjak dan lapangan terus dipadati pengunjung. Beberapa penyanyi hip hop ikut menyemarakan panggung. Tak ketinggalan komunitas punk Maumere yang dari pertama kegiatan ini menjadi salah satu punggung pencarian dana.

Rupanya bukan hanya artis-artis musik, penyari Maumere yang bergabung dalam grup Facebook "Kumnpulan Terbuang Penyair Tanah Flores" menyentuh lewat puisi tiga bagian Damai Tercabik di Rokatenda. Dilokasi milik Keuskupan Maumere tersebut, sesi pemotretan 5 kali jepret dengan harga Rp 10. ribu digelar, Oshy Lelo dari hoin Studio bertindak sebagai fotografer dengan seting lokasi disekitar katedral. Semua hasil yang diperoleh langsung dimasukan pada kotak amal.

Acara yang dikemas sederhana dan didukung puluhan artis remaja Maumere  ditutup dengan pemutaran filem "Kampung Diatas Api" karya Papache.

Alhasil sumbangan yang diperoleh sebesar Rp 1.038.000 plus hasil ngamen jalanan sehari sebelumnya Rp 1.110.500 dan hasil ngamen minggu lalu, plus hasil dari service laptop/komputer, layanan fotografi dan lain-lain akan disumbang secepatnya bagi pengungsi Rokatenda. Sumbangan ini belum ditambah donatur dari Batam Jones Jens yang menyumbang 100 dos air mineral, mi instan dan lain-lain.

Terima kasih buat semua pengunjung yang telah menyisihkan sumbangan.

Kegiatan yang dimotori Willy, Hiller, Patrick, Semut dari "Sikka Bergerak" didukung penuh inimaumere.com, Radio Sonia FM, Choin Studio, TIK Sikka, Nyong Franco, Punk Sikka, Satria Maliando, Jhosep Riberu, Dewata Sound, George Wora, Yoga, Papache, dll serta semua pengisi acara.

Koordinator Sikka Bergerak mengucapkan terima kasih buat semua warga Kota Maumere yang menyumbang.. :) Kegiatan akan terus berlanjut, mohon dukungannya e..

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Sunday, 21 April 2013

Dari Jalanan, Berbagi Peduli Pengungsi Rokatenda

Lanjut Malam ini, 21 April Galang Dana di Lapangan Katedra Maumere

Ngumpul amal bagi pengungsi korban letusan Gunung Rokatenda Palue yang berlangsung hari Sabtu (20/4) berlangsung cukup sukses. Kegiatan terjun langsung "jemput bola" ketengah masyarakat mendapat sambutan lumayan. Meski tidak semua pengendara ikut menyumbang, dana yang terkumpul berada diatas nilai satu juta. Kegiatan berlangsung sabtu sore hingga pukul 18.30 wita di pertigaan strategis Stadion Samador. Kegiatan ini dikoordinasi "Sikka Bergerak", sebuah komunitas anak muda Maumere peduli pengungsi. Sikka Bergerak didukung 3 orang adik keturunan Palue yang berasal dari asrama putri Kakosta Wairklau serta sikecil Jean yang masih berusia 9 tahun. Ditengah deruh kendaraan, debu dan keringat mereka mengetuk perhatian pelintas jalan. Harapannya agar ada sumbangan yang diberikan. Willy, Patrick dan Geroge Wora, dari Sikka Bergerak ikut dalam ngamen amal tersebut. Mereka memberi apresiasi postitip terhadap empat orang adik perempuan.

Hasilnya lumayan. Ngamen Amal tersebut berhasil menghimpun sumbangan warga Maumere sebesar Rp 1.110.500. Hasil ini telah dikumpulkan bersama dana sumbangan lainnya. Begitu pula bantuan dalam bentuk barang seperti Mi Instan dan Air Mineral, akan diserahkan kepada para pengungsi Palue yang saat ini bermukim sementara di Gedung Transito, Jalan Eltari Maumere, demikian Willy mengatakan.

Kegiatan Amal akan terus berjalan. Misalnya, malam ini. Tepat di Hari Kartini 21 April 2013, sebuah gerakan amal akan berlangsung di Lapangan Latedral St Yosep, Keuskupan Maumere, Jalan Soegiyopranoto. Kegiatan ini sebagai bentuk upaya menarik dukungan dari masyarakat Maumere terhadap warga pengungsi Rokatenda.

Panggung akan diisi dengan berbagai aksi, seperti pementasan musik, puisi dan lainnya. Sikka Bergerak, mengundang semua warga Maumere untuk turut hadir dalam aksi galang dana tersebut.

Kotak-kotak amal akan disebarkan dengan harapan akan ada sumbangan dana bagi para pengungsi.

Sikka Bergerak dikoordinasi oleh Willy, Hiller, Patrick dan Semut.

Didukung penuh oleh www.inimaumere.com, Radio Sonia FM, Choin Record, Tik Sikka, Dewata Sound dan Nyong Franco, Papache, George Wora, Wayan, Yoga, Satria, Santi Sima, anak-anak Punk serta musisi-musisi lainnya.

 Bagi yang ingin mengisi acara, sangat diharapkan menghubungi teman-teman dilapangan..ayo kita bisa :)

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

SEGURAT OPINI TENTANG SOSOK KARTINI.

Oleh: Santi Sima

Dalam usia yang masih terbilang muda, 25 tahun, Kartini perempuan asal kota Jepara akhirnya harus menutup mata bersama mimpi-mimpinya tentang masa depan perempuan Indonesia. Namun, perjuangannya tak pernah berhenti. Dalam surat-suratnya yang dibukukan oleh sahabatnya di negeri Belanda "Habis Gelap Terbitlah Terang" yang diterbitkan tahun 1911 menjadi inspirasi bagi seluruh perempuan Indonesia di zaman ini. Kartini menjadi cikal bakal apa yang kemudian dikenal sebagai emansipasi wanita. Kartini mengungkapkan semua keprihatinannya lewat goresan pena. Surat-surat itu ibarat pisau bermata dua; satu menghujam penjajahan kolonial, dan satunya menusuk penjajah pribumi yaitu kaum priyayiyang hidup dalam kenyamanan di tengah penjajahan. Sosok Kartini di mata Presiden Soekarno sangat luar biasa sebagai sosok pencerah dalam dunia pendidikan perempuan Indonesia.


Pada tahun 1964 Presiden Soekarno menetapkan R.A.Kartini sebagai Pahlawan Nasional yang diperingati setiap tanggal 21 April bertepatan hari lahirnya. Soekarno menetapkan Hari Kartini secara khusus karena di matanya melihat sebuah cita-cita, tekad, dan pemikirannya menentang diskriminasi terhadap hak-hak perempuan Indonesia masa itu yg selalu tertindas.

Kartini pun telah memberi kepada banyak perempuan di dunia, salah satunya istri presiden AS, Eleanor Roosevelt. Ibu negara AS ini terkesan setelah membaca terjemahan kumpulan surat-surat Kartini. Bagi Eleanor, gagasan-gagasan yang tertuang dalam surat itu sangat menggugah hati nuraninya.

Bagaimana makna hari Kartini bagi kita perempuan Sikka pada saat ini?

Apakah kita hanya sekedar mengenakan baju kebaya dalam memperingatinya?

Bukan, bukan hal ini yang dicita-citakan Kartini. 

Merayakan hari Kartini berarti "merayakan sebuah kegigihan dalam menegakkan keadilan dan memerangi kemiskinan melalui dunia pendidikan anak dan kaum perempuan." Anak dan perempuan itu adalah tiang negeri. "Peduli pada anak berarti peduli pada masa depan ibu pertiwi dan Peduli pada perempuan berarti peduli pada kualitas hidup manusia di negeri ini.".


SELAMAT HARI KARTINI KE - 49 BAGI SEMUA KAUMKU YANG MERAYAKANNYA...

Disarikan dari 3 buah opini yang telah dimuat dalam media 20 April 2013 " 
1. Majalah Kana Malang : "Kartini, Inspirasi Wanita Indonesia" 
2. Flores Pos : "Perempuan Jangan Sekedar Memakai Kebaya" 
3. Suara Flores : "Bangkitlah Perempuan Sikka"

Salam Penulis, Santisima Gama

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Saturday, 20 April 2013

Satu untuk Pengungsi Rokatenda

Sikka Bergerak, Lapangan Katedral 21 April 2013

Baba Ice bermain bersama bocah pengungsian
Baba Ice, sedang berbagi kasih dengan bocah pengungsi Rokatenda. Baba Ice asal Kabor adalah salah satu warga Maumere yang dengan niat sendiri mengunjungi anak-anak pengungsi yang bermukim di Transito Maumere. Ditempat ini beliau mengajak bocah-bocah Palue bermain menyenangkan. Kebetulan sore kemarin hari jumat (19/4), kru Metro Tv ikut mengabadikan kegiatan beliau. Dengan sabar Baba Ice mengajak bocah-bocah bermain Ular Naga dan permaianan lainnya. "Mereka adalah naga-naga dari Rokatenda, masa depan Palue dan Maumere," ujar Baba Ice. Selain Baba Ice, Santi Sima adalah sukarelawan berikutnya. Dia adalah perempuan muda yang meluangkan waktu memberi hiburan pendidikan bagi bocah-bocah Palue di Transito. Gedung Transito merupakan penampungan sementara para pengungsi akibat letusan gunung berapi Rokatenda.

Segala cara dilakukan bagi para pengungsi, begitu pula komunitas Sikka Bergerak. Hari Minggu 21/4 berencana mengadakan Ngamen Amal di Lapangan Katedral St Yosep Maumere. Acara ini merupakan gerakan solidaritas Satu untuk Palue yang telah berjalan lebih dari seminggu.
Sikka bergerak dikoordinasi oleh Willy, Hiller, Patrick dan Semut. Mereka berempat adalah anak-anak muda, mahasiswa dari Universitas Nusa Nipa Maumere.
Kegiatan yang berharga ini didukung penuh oleh Radio Sonia FM, Choin Record, www.inimaumere.com ,Tik Sikka, Dewata Sound dan Nyong Franco, Papache, Wayan, Yoga, Satria, Santi Sima, anak-anak Punk serta musisi2 lainnya.
Maka besok malam khususnya bagi warga di Maumere ayo kita ke Lapangan Katedral, usai misa malam, akan ada kotak-kotak amal yg disebarkan.
Menurut Willy, kesempatan mengisi pentas juga diberikan peluang seluas-luasnya bagi semua warga Sikka yang ingin mengisi acara. Menurutnya Sikka bergerak membuka kesempatan tersebut dengan menghubungi pihak koordinator dilapangan. Ayo kita bisa :)
Maka mari berbagi kasih sisihkan perhatian kita bagi pengungsi Palue. Tuhan Memberkati.

Sikka Bergerak - anak2 Punk di gedung Transito

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Thursday, 18 April 2013

Lima Destinasi Menggiurkan di Lio!

Paga Beach
Destinasi di bentangan wilayah Lio Kabupaten Sikka merupakan salah satu tujuan wisata yang pantas dinikmati. Destinasi menggiurkan ini sebagian besar belum dikelolah secara maksimal. Mirip dengan tempat-tempat lain di wilayah Kabupaten Sikka, obyek wisata di sini masih tertidur dan sangat alamiah. Bahkan ada beberapa destinasi yang menguras tenaga karena medan yang begitu berat. Di wilayah ini terdapat puluhan tempat wisata baik bahari, alam dan budaya. Bentangan wisata yang sangat menarik digeluti ini tersebar di tiga kecamatan beretnis Lio yakni Kecamatan Paga, Mego dan Tanawawo. Wilayah yang dihuni etnis Lio di selatan Kabupaten Sikka tersebut berbatasan dengan Kabupaten Ende. Lio merupakan bagian dari enam etnis besar yang mendiami wilayah Kabupaten Sikka, Flores, NTT. Lantas apa destinasi wisata yang patut dicoba??

1 Pantai Koka di Paga.
Salah satu pantai terindah di tubuh molek Flores pantas untuk didatangi, memiliki pasir putih, ombak dan pemandangan yang indah. Pantai Koka berada di  Desa Wolowiro, Kecamatan Paga. Berjarak sekitar 40 Km dr Kota Maumere. Pemandangannya keren dan pantas menjadi tujuan wisata saat berkunjung ke Flores.
Saat ini (2014) akses jalan masuk menuju Koka sepanjang 2,5 Km masih dalam pengaspalan, sebelumnya wisatawan mesti setengah mati berjalan kaki akibat jalan tanah yang rusak parah dan berbatu. Namun ini tetap saja menarik. Menikmati kecantikan, butuh perjuangan, betul?

2. Pantai Paga.
Terletak disepanjang perjalanan dipesisir selatan Kabupaten Sikka, di Kecamatan Paga. Pemandangannya sangat memanjakan mata. Disini juga bermukim beberapa warung makan dengan tawaran ikan laut pantai Paga yang terkenal sangat gurih.

3. Nuabari,
Kampung Kuburan Batu Salah satu destinasi yang pantas didatangi adalah lokasi kuburan batu yang berada di wilayah Nuabari di Kecamatan Paga.
Unik! Kubur-kubur batu Nuabari adalah salah satu warisan kebudayaan megalitikum di Nusantara.  Berjarak kurang lebih 52 Km dari Kota Maumere dapat ditempuh menggunakan oto (mobil) atau sepeda motor, Ke Kampung Nuabari dapat diakses dari ruas jalan negara Maumere-Ende di Kecamatan Paga
Lagi, akses jalan masih merupakan kendala, namun menarik untuk digeluti!

 4. Air Terjun Murusobe!
Salah satu destinasi yang baru dikenal dan masih minim promosi!. Air Terjun Kembar Murusobe terdapat di Kecamatan Tanawawo. Dengan tinggi kira-kira 100 meter, destinasi ke wilayah ini merupakan tantangan. Jalan rusak parah, hingga mencapainya membutuhkan ketabahan dan fisik prima.! Rangkaian ke Murusobe bisa dilanjutkan dengan mengunjugi sebuah gua unik. Gua yang dari dalam liang mengeluarkan angin sangat kencang.

Begitu juga di Loke sebelum Murusobe, terdapat sebuah kepala tanpa badan. Jasad berkepala raksasa yang telah berusia lebih dari 14 generasi. Kepala ini tersimpan dalam batu.Anda bisa melihat kepala raksasa yang cukup beasr ini, tentu dengan pemandu dari anak-anak suku Loke!

5. Patung Kristus Maulo'o
Terdapat diperbukitan Maulo'o. Patung Kristus ini bisa dikunjungi sebagai salah satu destinasi wisata rohani.
Patung Yesus Kritus Sang Raja bertinggi kira-kira 12 meter. Jika musim kemarau, alang-alag kering dan rerumputan layu mengelilinginya. Kontras ketika musim hujan tiba di sekitarnya begitu indah dan sejuk.
Dari tempat ini pengunjung juga bisa menyaksikan pemandangan lepas pantai di sekeliling yang indah dan menawan.
Patung ini dibangun oleh seorang perantau dari Maulo'o yang tidak diketahui namanya. Ia mendedikasikan Patung Kristus Sang Raja sebagai bentuk ucapan syukur dan rasa terima kasih kepada Sang Juruselamat.

Lio di Kabupaten Skka memang unik, khas dan menarik. Selain rangkaian destinasi diatas, masih banyak hal menarik lainnya. Keunikan makin bertambah dengan warisan budaya Lio, makanan dan tentu saja adat istiadat.

Salah satu oleh-oleh yang pantas dicari adalah tenun ikat, makanan laut dan wogi. Wogi adalah sambal khas orang warga setempat. Rasanya unik dengan kadar garam tinggi, selalu dicari para pengunjung saat mengunjugi wilayah selatan ini.

Ya, rangkian ini bertambah menarik sebab berdekatan dengan Danau Kelimutu. Jika memgunjugi Kelimutu dan hendak ke Maumere, singgahlah disini, berleha-leha melepas penat dipantainya yang cantik sambil menikmati gurihnya ikan laut dan gemuruhnya nyanyian ombak Paga Beach!

foto: Emanuel Susento
www.inimaumere.com
Selengkapnya...

 

© 2007 MaUmErE oF FlOrEs | Design by MaUmErE Of FlOrEs







---[[ KeMbAlI kE aTaS ]]---