Selamat Datang di Maumere...

SELAMAT BUAT PAKET AN-SAR (YOS ANSAR RERA-P.NONG SUSAR) yang dipercayakan masyarakat Kabupaten Sikka sebagai BUPATI dan WAKIL BUPATI SIKKA 2013-2018..
Pemandangan di Kolisia, Kecamatan Magepanda

Thursday, 21 February 2008

Ditingkatkan, jalan dan jembatan di Sikka



* Telan dana Rp 20 miliar
* 37 Paket pekerjaan
Ruas jalan dan jembataan di sejumlah wilayah di Kabupaten Sikka, tahun ini, akan ditingkatkan konstruksinya. Peningkatan jalan itu antara lain melalui pengaspalan, hotmix menggunakan dana alokasi khusus (DAK), dana alokasi umum (DAU) dan dana ad hoc dengan total anggaran Rp 20 miliar lebih.
Kepala Dinas (Kadis) Kimpraswil Kabupaten Sikka, Heriando Siku mengatakan itu saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (18/2/2008). Dia menjelaskan, tahun ini akan dilakukan pekerjaan pembangunan jalan dan jembatan, pembangunan turap/talut atau bronjong, pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi dan rawa.
Khusus pembangunan jalan dan jembatan, katanya, ada 37 paket untuk pengaspalan, hotmix, lapem dan beton yang dibagi dalam tiga bagian besar, yakni ruas jalan dengan dana DAK untuk pengerjaan 13 paket dalam Kota Maumere, Nangahale-Pruda, Patiahu-Kilawair, Key-Riit, Kaliwajo-Wololangga, Tanangalu-Woloara, Bola-Hale. Paket 1, Nangahale-Magarahu, Lekebai-Wololangga, Waiara-Lakakotat, Wairotang-SP-Kewapanta, Pemana-Ngolo dan Wolowiro-Nuaria.
Menurutnya, dengan peningkatan ruas jalan yang ada diharapkan arus transportasi barang dan jasa semakin lancar dan perekonomian masyarakat di wilayah ini makin meningkat dari waktu ke waktu. "Dalam jangka panjang kita masih survai dan olah data base jalan yang ada agar bisa diketahui kondisi ruas jalan untuk kebutuhan perencanaan dan penanganaan pembangunan ruas jalan di setiap wilayah. Saya lihat di sejumlah wilayah kecamatan konstruksi jalan yang dikerjakan tidak sesuai kebutuhan dan tidak sesuai kondisi tanah sehingga baru beberapa tahun sudah rusak. Dengan data base yang lengkap maka pembangunan russ jalan di setiap wilayah tepat dilakukan dan hasilnya bisa dinikmati dalam jangka panjang," ujarnya.
Tangani longsor
Mengenai penanganan longsor di sejumlah ruas di Sikka, Heriando mengatakan, memasuki tahun 2008 terjadi empat titik longsor. "Ke depan di Waiblama dan Bestio harus dibangun bronjong. Namun persoalannya dalam APBD Sikka 2008 tidak ada dana untuk pemeliharan," tambahnya.
Namun karena tugas dan tangungjawab Kimpraswil maka pihaknya menempuh kebijakan dengan mengambil sejumlah dana dari penyewaan alat inventaris dinas ini untuk penanganan bencana longsor di sejumlah ruas jalan. "Kimpraswil menyiapkan loader dan dump truk untuk mengatasi longsor," tegasnya.
Lebih lanjut dia menambahkan, pihaknya sudah mengeluarkan surat imbauan kepada kepala desa/lurah dan camat di Sikka untuk memberikan informasi/data ke Kimpraswil jika terjadi longsor di wilayahnya. "Segera hubungi Kimpraswi Sikka atau ke nomor HP saya 085239676296 atau nomor HP pak KTU 085253167056," kata Heriando. (vel)


Paket dari DAU:
Ruas Boganatar-Wailamung, Kewapante-SP Habibola
Ruas Magepanda-Ladubewa, Talibura-Napungmali, Nita-Riit, Tadaruat-Tadat, Wairubing-Hubing, Bolawolon-Habigete, Bola-Hale
Ruas Wolofeo-Woloara
Ruas Krica-Ntiung, Namangkewa-Baomekot, Patimoa-Arawawo, Baobatung-Dobo, Higetegera-Tadagahar, Wolofeo-Woloara
Ruas Bola-Sikka.
Paket dari dana ad hoc:
Ruas Ledalero-Wajongaur, Kewapante-Sp Habibola
Ruas Edat-Bora, Jembatan Chandraditya, Jembatan SMPN Wolowiro
Ruas lingkar luar Kota Maumere.

Titik longsor di Sikka:
Di Waiblama
Di Riit
Di Nita
Di Lekebai-Wololonga
Bronjong rusak 40 meter di Betiso-Nuaria.
dikutip dari : poskup


Selengkapnya...

Thursday, 14 February 2008

Delon iDoL KonSeR di SaMadoR...




DeLoN bErBaGi KeBahAGiAAn uNtUk aNaK-AnAk cAcAt...

Radio Edukasi Suara UNIPA milik yayasan perguruan Nusa Nipa akan menggelar konser amal bersama Delon.Konser ini menurut rencana akan diadakan distadion Gelora Samador da Cunha Maumere pada tanggal 5 maret 2008 dengan tema solidaritas bagi sesama.
Konser amal ini sebagai wujud nyata dari Unipa yang ikut peduli bagi eksintesi manusia terutama untuk anak-anak cacat yang membutuhkan dukungan dan bantuan dari pihak lain.Tujuan dari konser ini untuk menggalang dana bagi anak-anak cacatyang ada di St.Dymphna Wairklau. :)
Tiket untuk Konser amal Delon ini ditarik sebesar Rp.5000 dan bisa didapatkan diloket depan dan belakang Stadion Samador yang dibuka mulai jam 12 siang pada tanggal 5 maret 2008.Kedatangan Delon sudah mulai di promosikan lewat corong Radio Suara Unipa setiap waktu.Bagi Deloners di Kota Maumere dan sekitarnya ini merupakan kabar baik sekaligus kabar gembira.


Sedikit mengenai Delon

Delon Thamrin
Dari Wikipedia Indonesia

Stanislaus Alexander Liauw Dalon Thamrin, lebih dikenal sebagai Delon Thamrin (lahir 20 Mei 1978), adalah seorang penyanyi Indonesia yang merupakan runner-up Indonesian Idol musim pertama (2004). Delon mempunyai latar belakang sebagai wedding singer. Ia menggemari Josh Groban, seorang penyanyi asal Amerika Serikat.
Debut akting Delon dimulai dengan membintangi film layar lebar berjudul Vina Bilang Cinta (2005) yang meraih prestasi cukup lumayan di box office Indonesia. Dalam film ini ia beradu akting dengan aktris peraih Piala Citra FFI 2005, Rachel Maryam.

Album

* Album perdananya Bahagiaku mendapatkan double platinum dalam dua bulan setelah peluncurannya.
* Album keduanya The Sweetest Gift from Delon yang bertema hari Natal.
* Single Terjaga Di setiap mimpi pada album Portrait of Yovie
* Single Kokoronotomo duet dengan Mayumi Itsuwa pada album Best Duet Love Song
* Single Satu Hanya Kamu duet dengan Pinkan Mambo di album terbarunya berjudul Aku Tahu Rasanya.
* Soundtrack Vina Bilang Cinta.

Kronologis peristiwa

2005

* 27 Mei - Album Bahagiaku meraih Penghargaan Musik SCTV 2005 untuk kategori "Album Pendatang Baru".
* 4 Agustus - Pemutaran perdana film layar lebar Vina Bilang Cinta.
* 24 Agustus - CD duet Delon bersama Mayumi Itsuwa dirilis di Jepang. Mereka menyanyikan lagu "Kokoro No Tomo" yg dulu pernah hit di tahun 1980-an ketika dinyanyikan solo oleh Mayumi.
* 14 September - Delon meraih Penghargaan MTV Indonesia 2005 untuk kategori "Pria Terfavorit". Delon mengalahkan 4 pria lainnya yang lebih senior yaitu Ari Lasso, Glenn Fredly, Baim dan Ello.
* 21 Oktober - Konser pertama Delon di Australia diadakan di Metro City, Perth.
* 19 November - Konser pertama Delon di benua Amerika diadakan di Vancouver, Kanada.
* November - Delon merilis album Natal yang bertajuk The Sweetest Gift from Delon. Album ini berisi 10 lagu Natal di antaranya "Grown Up Christmast List" (ciptaan David Foster).
* 15 Desember - Delon tampil dalam konser Natal di Jepang bersama Mike Mohede, seorang kontestan Indonesian Idol 2.


2006

Maret: Delon masuk nominasi Anugerah Planet Muzik 2006 untuk kategori "Artis Terpopuler". Ia dinominasi bersama 12 artis lainnya dari Singapura, Malaysia dan Indonesia. APM adalah penghargaan untuk insan musik Melayu dari tiga negara yang digagas oleh Mediacorp Singapura. Acara penganugerahan digelar tanggal 24 Maret di Singapore Expo.

18 Mei:Delon ikut berpartisipasi dalam konser musikal Titiek Puspa berjudul "Kupu-kupu"

22 Sept:Delon ikut berpartisipasi dalam konser Musicademia 6 bersama Twilite Orchestra

28 Oct:Delon tampil dalam Star Bright Charity Concert bersama Audy yang diadakan di Sydney, Australia.

2007

April : Delon masuk nominasi Indonesian Movie Awards 2007 untuk kategori "The Best Singing Actor/Actress"


Selengkapnya...

Thursday, 7 February 2008

PoTrEt SEPANJANG jaLaN..



Sepanjang jalan Ahmad Yani,Nangameting, barata deptstore,depan kantor pengadilan yang lagi di rehab,depan Polres gambar ini diambil dibawah mendung tebal yang menyelimuti kota ini....blitzz 2 feb 08 :D









Selengkapnya...

Tuesday, 5 February 2008

41 Kursi Kapela St. Stefanus hilang




Kapela St. Stefanus Maumere di Kelurahan Waioti, Kecamatan Alok Timur, Kamis (31/1/2008) dini hari, dibobol pencuri. Sebanyak 41 buah kursi dalam kapela hilang dibawa kabur. Kasus pencurian ini baru diketahui pada Kamis (31/1/2008) sore, ketika petugas kepela masuk mengambil peralatan untuk pelantikan badan pengurus kelompok umat basis (KUB) St. Yohanes Don Bosco :o

Kasus ini sudah dilaporkan ke Polres Sikka dan sedang dalam penyelidikan.
Disaksikan Pos Kupang, usai kejadian terlihat sejumlah umat memadati halaman kapela. Tampak anggota Polres Sikka melakukan olah TKP. Beberapa pengurus kapela enggan memberikan komentar.
Pantauan Pos Kupang, dinding kapela terbuat dari halar (bebak). Di salah satu sisi dinding bagian kiri tampak sejumlah bebak dibobol dengan lubang berukuran sekitar satu kali satu meter. Sejumlah kursi plastik sandaran dan kursi plastik tanpa sandaran ditumpuk dan dijejer rapi di sisi kanan dan kiri dinding.
Koster kapela, Stefanus Lewar yang dikonfirmasi, juga enggan memberikan komentar. Dia hanya mengatakan sudah melapor ke Ketua Dewan Stasi, J Mannes Tiwang. Tiwang yang ditemui di rumahnya, Jumat (1/2/2008) pagi, mengatakan, dalam seminggu kapela dibuka tiga kali oleh koster. Pada Kamis malam akan dilakukan misa pelantikan badan pengurus KUB Yohanes Don Bosco Periode 2008/2010. Karena itu pada sorenya pukul 18.090 Wita, koster membuka kapela untuk mengambil sejumlah peralatan untuk kegiatan di rumah Ketua Dewan Stasi.
"Saat itu koster lihat dinding halar jebol. Ketika dicek, 41 kursi kapela hilang dan langsung dilaporkan kepada saya dan ke polisi," kata Tiwang.
Ia berharap kepolisian bisa mencari dan menangkap pelakunya. "Saya tidak tahu pelakunya itu memiliki kesadaran hidup beragama dan iman seperti apa sehingga tega mencuri barang milik gereja," kata Tiwang yang menambahkan akan memikirkan bagaimana merehab bangunan kapela agar tidak mudah dibobol maling.

Sumber : poskup



Selengkapnya...

Sunday, 3 February 2008

Om IwAn tulis Syair Maumere...





Penyanyi legendaris Indonesia Iwan Fals pernah menulis lirik lagu tentang keprihatinan dia terhadap gempa yang terjadi di Flores,sangat menyentuh sekali,dan Om iwan menciptakan lagu itu dengan judul Maumere,dia menyanyikannya di KONSER UNTUK KEMANUSIAAN MASYARAKAT FLORES ( JAKARTA )Epanggawan Om Iwan :D :d



MAUMERE


(Dinyanyikan diacara lelang buat Flores, 24 Januari 1993)

Maumere...maumere...
sika ngada ende flores timur bersedih
Maumere...maumere...
sika ngada ende flores timur menangis
sika ngada ende flores timur menangis

Lagu sedih nyanyian sedih
irama sedih tarian sedih
irama sedih tarian sedih

Maumere...maumere...
sika ngada ende flores timur bersedih dan menangis
badai tsunami dan gempa bumi

Maumere...maumere...
sika ngada ende flores timur bersedih dan menangis
pikiran-pikiran kotor menyingkirlah
hati yang kotor menyingkirlah
Maumere...maumere...


lagu diatas tidak pernah direkam jadi susah sekali untuk mendapatkannya..


Selengkapnya...

Siswa SMK Yohanes XXIII tanam 5.000 pohon



Di Kajuwulu-Magepanda
Sebanyak 500 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Yohanes XXIII Maumere menanam 5.000 anakan pohon di wilayah Kajuwulu, Desa Magepanda, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka. Penanaman dilakukan pada tanggal 1-2 Februari 2008. ;) :~


Penanaman ribuan anakan mahoni, gamelina dan nimba dilakukan berkat kerjasama OSIS sekolah itu dengan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Sikka. Untuk mendukung kegiatan penanam, Bupati Sikka, Drs. Alexander Longginus menyumbangkan dana Rp 7,5 juta.
Dukungan dana diberikan Bupati Alex Longginus saat membuka kegiatan cinta lingkungan di sekolah itu, Kamis (31/1/2008). Hadir, Kepala Sekolah SMK Yohanes XXIII, Marselus Moa Ito; Ketua OSIS, Yoseph Edi Setyawan, dan ketua panitia, Rudolfus Carolus Asu Nong serta segenap pengurus OSIS SMK dan SMA di Kota Maumere dan siswa SMK Yohanes XXIII.
Setyawan menjelaskan, kegiatan cinta lingkungan merupakan program OSIS kerjasama dengan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Sikka. "Kegiatan dilakukan dua hari sejak 1-2 Februari melibatkan 500-an siswa/i kelas 1 dan 2," ujarnya.
Kepala Seksi (Kasi) Rehabilitasi Hutan, Hendradus Nong mengatakan, pihaknya menyiapkan sedikitnya 800-an anakan mahoni, gamelina dan nimba. Namun jika dibutuhkan lagi, pihaknya menyiapkan tambahan anakan.
Menurut Nong, penanaman dilakukan siswa sementara pemeliharaan dilakukan masyarakat setempat. "Masyarakat harus memelihara anakan yang sudah ditanam siswa ini," harap Nong.
Kepala Sekolah, Marselus Moa Ito mengatakan, selama kegiatan cinta lingkungan, kegiatan belajar mengajar siswa kelas 1 dan 2 dihentikan. "Kegiatan penanam hari pertama dilakukan siswa kelas 1 sementara siswa kelas 2 dilibatkan pada hari kedua," kata Marselus.
Ia berharap, dengan kegiatan ini siswa akan menyadari pentingnya penghijauan, penanaman dan pemeliharaan pohon di lingkungannya, juga di sekitar wilayah hutan wilayah di Sikka serta di Kecamatan Magepanda.
Menurut Marselus, semula hanya 800 anakan yang akan ditanam namun bupati minta dinas menyiapkan tambahan anakan hingga 5.000 anakan. "Dan permintaan bupati ini sudah disanggupi dinas kehutanan," ujarnya.
sumber:Poskupang 02feb08


Selengkapnya...

Friday, 1 February 2008

Catatan Kecil Sosok Bapa Tua Dari Maumere..




FRANS SEDA, Guru Ekonomi Orde Baru dari Maumere
Frans Seda Guru Ekonomi Orde Baru dari Maumere Franciscus Xaverius Seda dilahirkan pada tanggal 4 Oktober 1926 di Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur. Ayahnya, Paulus Putu Seda, selain seorang kepala SD juga seorang kepala suku di kampungnya. Seda tertua dari sembilan bersaudara.

Kala itu, ia bercita-cita menjadi seorang guru. Alasannya? "Di daerah saya waktu itu ada dua pekerjaan yang sangat dihargai oleh masyarakat yaitu guru atau pastor."
Seda menyelesaikan sekolah dasarnya pada tahun 1940. Di sanalah terpatri kenangan yang paling mengesankan tentang sang ayah, yang mengajarkan dua hal penting yang harus dilakukan dalam hidupnya. Yang pertama, Seda diajar untuk memperhatikan kepentingan masyarakat.
"Mungkin karena saya anak kepala suku, maka saya diajar cara mengabdikan diri pada masyarakat," kisahnya.
Yang kedua, ajaran bahwa manusia akan semakin bermartabat jika ia berwawasan luas.
"Jadi ayah saya rela menjual semua miliknya untuk sekolah anaknya," tambahnya. "Saya bersyukur mempunyai ayah yang berpikiran maju seperti dia."

Menurut ayahnya, warisan terbaik yang dapat diberikan kepada anak bukanlah harta, tetapi kepandaian. Tak heran bila kemudian dalam usianya yang muda, Seda berani merantau ke Jawa untuk melanjutkan sekolah di Yogyakarta.

Pada tahun 194, saat Jepang masuk ke Indonesia kehidupan menjadi semakin sulit. Seda terpaksa berhenti sekolah, sejak itulah ia harus bekerja, entah sebagai tukang rumput, pemerah susu sapi di sebuah peternakan, dan loper susu, hingga sekali waktu dipercaya sebagai penagih rekening. Dia juga menjadi penarik gerobak yang membantu mengangkut barang-barang keluarga Belanda yang terpaksa pindah dari kawasan Kotabaru, Yogya, karena Jepang mengambil alih Indonesia.

"Saya saat itu mendapat satu ringgit per hari dari hasil menarik gerobak," katanya.

Dalam situasi seperti itu, Seda tetap menyempatkan diri belajar pada malam hari. Kerja kerasnya tak sia-sia, tahun 1946 ia menyelesaikan pendidikan menengah pertamanya. Dia pernah duduk di bangku MULO di Muntilan, juga SMP BOPKRI di Yogya. Selanjutnya, ia melanjutkan sekolahnya ke AMKRI Yogya. Pada tahun 1949, ia pindah ke HBS Surabaya dan tamat setahun kemudian.

Selama sekolah, Seda paling menyukai mata pelajaran bahasa, budaya, atau ilmu-ilmu sosial lainnya. Hal ini sesuai dengan minatnya yang besar di bidang politik, selepas perjuangan fisik di tahun 1945-an.

Pada masa perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia, seperti pemuda lainnya, Seda juga aktif berjuang. Ia tercatat sebagai anggota laskar KRIS (Kebaktian Rakyat Indonesia Sulawesi) dan batalion Paraja atau Laskar Rakyat GRISK dari tahun 1945-1950.
Tahun 1946, Seda pernah dikirim ke daerah Kebon Jeruk, Bekasi, untuk bertempur melawan Belanda. "Bukannya merasa takut, jika dikirim ke medan perang. Tetapi saat itu para pemuda merasa bangga dan senang, padahal kita tahu bahwa kemungkinan untuk mati juga besar," tambahnya.

Setelah masa perjuangan fisik mulai surut, Seda ingin melanjutkan pendidikan ke sekolah hukum di Jakarta (cikal bakal Fakultas Hukum UI). Tetapi tawaran yang ada adalah sekolah ekonomi ke Belanda. "Perang mengubah hidup dan cita-cita saya. Jika semula saya ingin jadi guru, akhirnya saya justru sekolah ekonomi.
" Alasannya, karena saya punya ijazah bon A dan B untuk tata buku." Jadi saya berangkat ke Belanda tahun 1951 untuk sekolah, bukanlah karena keinginan saya, tetapi di bidang itulah saya dibutuhkan negara saat itu," katanya.

Menurut Frans Seda, di samping masa kecilnya di Flores, salah satu masa terpenting dalam hidupnya adalah ketika ia bersekolah di Belanda. "Bayangkan saja, saya berada di negara yang telah sekian lama menjajah Indonesia. Ibarat berada di dalam rumah musuh," katanya. Bagaimana saya harus bertahan dan menunjukkan bahwa apa yang kita lakukan di Indonesia adalah benar yaitu merebut kemerdekaan dari tangan Belanda.

"Orang Belanda paling benci dengan Soekarno. Menurut mereka Soekarno lah sumber banyak masalah," cerita Seda tentang tanggapan orang Belanda terhadap Bung Karno. Tetapi ada satu hal yang saya kagumi dari sifat orang Belanda, walaupun mereka membenci Soekarno, tetapi jika saya bisa membuktikan bahwa apa yang dilakukan Soekarno benar, mereka bisa menerima argumentasi saya, jadi mereka juga cukup fair.

Terus terang, saat saya sekolah di Belanda banyak hal saya dapatkan selain ilmu, yang terpenting adalah bahwa rasa nasionalisme saya benar-benar diasah dan diuji, sehingga saya merasa bangga menjadi orang Indonesia.
"Soekarno lah yang memberikan rasa harga diri pada saya, yang membuat saya mencintai tanah air, dan perasaan itu tidak sekuat ketika saya masih tinggal di Indonesia."

Saat sekolah di Belanda, Seda bersama beberapa kawannya juga membentuk Ikatan Mahasiswa Katholik Indonesia (IMKI) dan juga anggota Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Belanda. Lulus dari Katholieke Economische Hogeschool, Tilburg, Belanda pada tahun 1956, Seda langsung pulang ke Indonesia. Di Jakarta, pertama kali ia bekerja pada Biro Karpi, milik pengusaha terkenal saat itu, Ir. Laoh.

Karier politik Seda kemudian tumbuh sama suburnya dengan jiwa wiraswastanya. Seda merintis karier politiknya lewat Partai Katholik. Sepulang dari Belanda ia diminta untuk mendampingi I.J. Kasimo sebagai wakil ketua partai itu. Lantas pada tahun 1961, ia menggantikan Kasimo sebagai ketua umum. Dari sini karer politiknya terus meningkat. Dari tahun 1960 sampai tahun 1964 ia menjadi anggota MPRS dan DPR-GR. Pada tahun 1963, Seda diminta Bung Karno untuk menjabat Menteri Perdagangan.
Tetapi Seda menolaknya karena ketua PK yang saat itu menjadi partai oposisi terhadap Bung Karno, alasan lainnya karena ia menganggap usianya saat itu masih terlalu muda. Tapi rupanya, pada tahun 1964 Seda tak bisa lagi menolak ketika dia diangkat menjadi Menteri Perkebunan oleh Bung Karno. Lantas ia juga pernah menjabat sebagai Menteri Pertanian (1966), lalu Menteri Keuangan (1966-1968) dan Menteri Perhubungan dan Pariwisata (1968-1973).

Pensiun dari jabatan menteri, Seda lantas dipercaya menjadi Dubes RI di Brussel, untuk Belgia dan Luksemburg (1968-1973), juga merangkap Kepala Perwakilan RI untuk Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE) dari tahun 1973-1976. Setelah kembali ke Indonesia, ia dipercaya untuk menjadi anggota DPA dari tahun 1976-1978.

Di bidang pendidikan, Frans Seda juga turut mendirikan Universitas Atma Jaya Jakarta. Ia pernah menjabat Ketua Umum Yayasan Atma Jaya (1961), sekaligus dekan Fakultas Ekonomi di sana (1961-1964).

Namanya sebagai usahawan juga cukup dikenal, antara lain karena dia pernah menjabat Presiden Komisaris PT Narisa -- pabrik pakaian jadi -- juga anggota Komisaris PT Bayer Indonesia, dan anggota dewan komisaris di PT Gramedia. Lantas pernah juga menjabat Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) dan Asosiasi Perdagangan Tekstil Indonesia.

Kegiatan sosialnya juga menonjol. Ia pernah menjadi anggota Komisi Kepausan untuk Keadilan dan Perdamaian (Iustitia Et Pax) di Roma (1984-1989), serta anggota Dewan Pertimbangan PMI Pusat (1986 - )

Seperti orang Flores pada umumnya, Seda dikenal terbuka dan suka humor. Ketika ditanya apa resepnya tetap sehat dan bahagia di usia yang lebih dari 70 tahun, Seda berkata ,"Hidup itu artinya mengabdi pada Tuhan dan sesama."

Dalam melakoni hidup yang sering tak terduga ini, menurutnya orang perlu punya sikap nothing to lose. "Cobalah berbuat baik saja, jangan terlalu takut memikirkan akibatnya," katanya. Apalagi melihat kondisi saat ini, dimana orang takut menyatakan kebenaran. Satu-satunya hal yang masih ingin dilakukannya sekarang adalah bagaimana agar generasi muda dapat mempunyai kesempatan yang lebih bebas untuk belajar, termasuk berpolitik, bebas berkumpul dan mengeluarkan pendapat. Katanya,"Hanya dengan kebebasan itulah demokrasi dapat tumbuh lebih baik, jika tidak generasi muda kita ibarat katak dalam tempurung, wawasannya sempit.

" Perlu diingat juga bahwa suka atau tidak. Di tangan generasi mudalah masa depan Indonesia nanti. Menurut Seda, kondisi seperti di awal pemerintahan Orde Baru cukup demokratis, seharusnya kondisi saat ini mengacu kesana. Frans Seda mengaku bahwa perkawinannya dengan Johanna Maria Pattinaya termasuk dalam "Paket Kilat". Apa maksudnya? "Tidak seperti anak jaman sekarang yang sering gonta-ganti pacar, saya dulu cuma butuh waktu tiga bulan dari sejak kenal hingga menikah," katanya. Ia mengaku tertarik pada istrinya saat menonton Johanna bermain dalam tonil, sejenis drama. Bekas guru bahasa di Santa Ursula yang dipinangnya di atas becak itu, kini telah memberinya dua orang anak. "Mulai dari meminang hingga perkawinan, saya urus sendiri. Tepat sehari setelah ulang tahun Johanna, 12 Mei 1961, kami menikah."

Apa yang membuat Seda yakin hanya dalam waktu tiga bulan bahwa Johanna bakal menjadi istri yang setia? Ketika ditanyakan, sambil tertawa Seda menjawab,"Jika seorang wanita suka mengajar dan menyukai anak-anak, biasanya ia adalah wanita yang baik. Apalagi ia juga tinggal di asrama bersama suster, garansilah."

Pada 4 Oktober 2006 lalu, Frans Seda genap berusia 80 tahun. Politisi, ekonom senior, negarawan dan tokoh Katolik yang dikenal dekat dengan mantan Presiden RI Soekarno itu tetap tegar dan masih ingin berbuat banyak bagi negeri tercinta ini. Berbagai jabatan pemerintahan di tingkat nasional dan internasional sudah dilakoninya dalam perjalanan sejarah bangsa ini. Mulai dari tentara pejuang kemerdekaan, aktivis mahasiswa, pimpinan partai, menteri, duta besar hingga penasihat presiden pun sudah dijalankannya.
Sumber :
www.christianview.14.forumer.com


Selengkapnya...

 

© 2007 MaUmErE oF FlOrEs | Design by MaUmErE Of FlOrEs







---[[ KeMbAlI kE aTaS ]]---