Selamat Datang di Maumere...

SELAMAT BUAT PAKET AN-SAR (YOS ANSAR RERA-P.NONG SUSAR) yang dipercayakan masyarakat Kabupaten Sikka sebagai BUPATI dan WAKIL BUPATI SIKKA 2013-2018..
Pemandangan di Kolisia, Kecamatan Magepanda

Saturday, 15 March 2008

Mengenang Penyair tua tanah sikka yang telah pergi....

KABUPATEN Sikka tanggal 25 agustus 2006 lalu kehilangan seorang budayawan, Edmundus Parera.Tokoh yang berpenampilan khas dengan topi kaboi ini pergi untuk selamanya. Menutup mata pada usia lebih dari 84 tahun di RS St. Elisabeth-Lela. Pria kelahiran Sikka, 30 September 1921 silam, ini merupakan budayawan yang telah banyak menyumbangkan berbagai ide dan pemikirantentang sejarah Kerajaan Sikka yang berjaya
seratus tahun silam.
Edmundus Parera adalah budayawan, juga seorang penulis yang banyak menyumbangkan karya besarnya yang hingga kini dimanfaatkan sebagai bahan pembelajaran, baik dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Karya Mo’at Edmundus dipakai sebagai literatur dan sumber penulisan karya tulis maupun skripsi.Karya-karya besar itu, antara lain Manukoko (1980) sebuah buku yang berisi nyanyian daerah dari berbagai pelosok di daratan Flores. Juga ada buku Seputar Warisan Adat Sikka, Wake Pu’ang, Peleng Patang,Riwayat kParoki Sikka menjelang usia 100 Tahun, Otobiografi “ Ganu Pae Teri Moret Kamus Bahasa Sikka- Indonesia, Kamus Ringkas Portugis-Indonesia yang ditulis secara otodidak sedang mempelajari bahasa Portugis untuk perbandingan peninggalan Bahasa Portugis di Sikka.Tidak hanya itu ‘Penyair Tua’ ini juga menulis sebuah buku tentang pengalamannya di masa pendudukanNippon (Jepang) di Sikka.
Di mata masyarakat, Edmundus Parera adalah sosok yang sederhana, tekun serta memiliki watak otodidak yang tinggi dalam menyusun berbagai karya yang akan dibekalinya kepada anak cucunya ‘Generasi Muda’ Kabupaten Sikka agar kekayaan pengalaman yang pernah dimiliki Kabupaten Sikka tidak begitu saja hilang dari catatan perjalanan Sikka dari muka dunia. Ini terbukti dari banyaknya kunjungan wisatawan asing,duta besar hingga para ahli sejarah datang mencari isi sejarah yang pernah ditinggalkan bangsa Portugis, Belanda, Jepang hingga Asia,“penyair tua” inilah yang menjadi sumber.
Sebagai tokoh masyarakat dalam posisinya sebagai hakim adat, putra sikka yang pensiun dari guru pada 1 0ktober 1976, ini bersama saudaranya M Mandalangi Parera (alm11 Mei 2001) juga seorang budayawan melahirkan sebuah buku “Peleng Patang.”
Edmundus tidak saja memiliki jiwa otodidak di bidang sejarah, tetapi juga memiliki jiwa seni sastra. Ada sejumlah deretan puisi karya Edmundus yang ditinggalkan sebagai pesan besar bagi generasi muda agar tekun dan terus mencatat berbagai peristiwa besar di Kabupaten Sikka sebagai sebuah sejarah yang sudah sepantasnya jangan ditelantarkan begitu saja oleh pemilik sebenarnya,yang tidak lain adalah kita sendiri. Pemilik Nian Sikka.
Sejumlah karya sastra puisi yang ditinggalkan, antara lain Sumbangan PenyairTua.Dalam puisi yang sangat sederhana dan alami ini tersirat makna besar tertuju kepada generasi muda, karena angkatan tua adalah angkatan lama yang pernah memiliki kejayaan
dan kini sirna dan tinggal kenangan. Karya lainnya O Guruku, O Gereja Tua, O Sikka Kekasihku serta masih banyak karya sastra lainnya yang dibuat sang Sumbangan Penyair Tua.
Darah seni dan cinta akan budaya daerah tak berakhir dalam silsilah garis keturunan Edmundus Parera.Sederetan pencinta seni dan budaya mulai lahir, siap memanggul pesan
sang pencetus puisi Sumbangan Penyair Tua, Oscar Mandalangi, Indah Parera, merupakan contoh yang siapa saja patut menirunya, dengan memiliki darah seni kreasi sendratari
kesenian Kabupaten Sikka pun kian marak dipersembahkan di berbagai daerah lain di Indonesia.
Dalam beberapa tahun terakhir,Kabupaten Sikka telah kehilangan budayawan
lokal yang begitu berjasa dalam dunia sejarah lokal daerah Kabupaten Sikka. Antara lain Pater Piet Petu, SVD, M Mandalangi Parera.
Memiliki jasa besar dalam berbagai tulisan dan pemikiran serta ketekunan dalam menggali dan menggali sejarah di Sikka. “Tahi blinok lalang woer, tali ene dagir waing, karang ene kaet alang; ma reta seu ma, retu seu lape pitu,reta kota lape walu, ma ngaji beli ami, me aung klunuk ei Kabupaten Sikka mogang saweng.” Selamat jalan Opa Manda”


KARYA DAN BAKTINYA
* 1949 turut memrakarsai berdirinya SRK IV Sikka di Sikka
* 1952 memrakasai berdirinya SR Strada Tanjung Periok
* 1954 memrakarsai berdirinya SRK St. Maria Bondongan- Bogor
* 1957 memrakarsai berdirinya SMEP/SMP Bunga Fatima
* 1984 memrakarsai berdirinya SMPK Watu Pajung Sikka dan menjadi ketua
Yayasan Watu Pajung yang kemudian diakui tahun 1991.

Selama bertugas sebagai guru sejak 1939 di setiap lembaga pendidikan ini,
Edmundus juga menjadi seorang organis dan dirigen yang handal dan piawai
dalam berbagai kegiatan paduan suara dan koor gereja, sekolah maupun diberbagai kegiatan pertunjukan.(Spirit)

Selengkapnya...

Maumere layak jadi kota otonom

Ini berita Tahun 2007 tentang pandangan tim pekaji pusat yang meneliti kelayakan kota Maumere untuk dijadikan pemerintahan otonom...

MAUMERE, SPIRIT--Anggota Tim Pengkaji dari Pusat Pengembangan Potensi dan Profesi (P3Pro) Jakarta Pusat, Ir. Saur Panjaitan, MM, menilai Maumere layak dan pantas menjadi kota otonom.
Saur mengemukakan penilaian ini dalam seminar akhir Focus Group Discussion (FGD) Pengkajian Pembentukan Daerah Otonom Kota Maumere, di Allan Wedding Hall Waidoko-Maumere, Rabu (28/11/2007).

Penilaian kelayakan ini, diakui Saur, setelah Tim P3Pro yang terdiri dari 16 orang peneliti mengkaji berbagai data, di antaranya potensi perekonomian, sumber daya alam, sumber daya manusia dan ketersediaan berbagai sarana pelayanan publik, seperti sarana transportasi dan lain-lain.
"Data-data ini tidak saja kami ambil dari laporan Pemkab Sikka dan dokumentasi hasil sidang DPRD, tetapi juga dari observasi dan pantauan langsung di lapangan, selama tiga bulan, sejak Juli hingga September 2007," ujar Saur, didampingi Ir. Riyanto Susilo, M.Si.
Dalam kajiannya, kata Saur, Tim P3Pro menemukan bahwa kondisi perekonomian Kabupaten Sikka mengalami kemajuan signifikan dari tahun ke tahun, dengan angka pertumbuhan sekitar enam persen per tahun. Demikian halnya dengan arus perekonomian.
Dari sisi sumber daya alam (SDA) dan SDM, kata Saur, sangat mendukung dan memungkinkan Maumere untuk menjadi kota otonom. Tidak saja itu, lanjutnya, kemajuan dan perkembangan di bidang lain yang ada di Kota Maumere cenderung mengalami peningkatan.
"Dan, dari kondisi tersebut, dari hasil kajian P3Pro, Maumere telah memenuhi persyaratan administratif dan telah melampaui batas standar layak tidaknya sebuah daerah menjadi otonom. Untuk itu, Pemerintah dan DPRD Sikka, dengan dukungan masyarakat secepatnya membuat rekomendasi ke Jakarta guna melakukan pengembangan Maumere menjadi kota otonom. Dari potensi yang ada, sangat memungkinkan Maumere menjadi kota otonom. Selama ini Maumere menjadi sentral pelayanan hampir di segala bidang untuk daratan Flores dan Lembata," aku Saur Panjaitan
Saur juga mengingatkan agar pemindahan dan penetapan Ibu kota Kabupaten Sikka hendaknya dilakukan secara demokrasi dan tidak terburu-buru guna menghindari beda persepsi dan kemelut dalam menetapkannya.
Di akhir pemaparannya, Tim P3Pro merekomendasikan beberapa poin penting, antara lain pemilihan ibu kota yang baru sebaiknya dilakukan dengan pengkajian akademis yang terpadu dan menyeluruh serta perlu disosialisasikan dengan baik kepada seluruh komponen masyarakat. Untuk proses pemindahan ibu kota, Saur menyarankan sebaiknya dilakukan secara terpadu, terencana dan bertahap.
Menurut Saur, Kabupaten Induk, Sikka, sebaiknya melakukan upaya strategis untuk memacu pertumbuhan di daerah baru. Pelebaran dan pembukaan ruas jalan ring road (lingkar luar) perlu dikuti dengan pembangunan di bidang lainnya. Seperti perhotelan, restoran dan berbagai usaha lain sebagai instrumen pendukung pelayanan jasa bagi daerah lain di NTT.

Masyarakat harus dukung
Bupati Sikka, Drs. Alexander Longginus, dalam sambutan singkatnya, mengharapkan agar perjuangan pemerintah dan DPRD Sikka menjadikan an Maumere sebagai kota otonom mendapat dukungan dari seluruh masyarakat Kabupaten Sikka.
"Hadirnya Kota Maumere sebagai daerah otonom akan memberikan banyak keuntungan, antara lain membuka peluang mengurangi angka pengangguran dan konsentrasi pelaksanaan pembangunan ke tingkat desa akan lebih terfokus," katanya.
Diakui Longginus, niat pemerintah dan DPRD Sikka untuk menjadikan Maumere sebagai kota otonom, merupakan komitmen bersama masyarakat Sikka. "Saat ini DPR Sikka sedang melakukan misi penjaringan aspirasi dan dukungan masyarakat untuk menjadikan Kota Maumer menjadi otonom," ujar Longginus.


Selengkapnya...

Ibu-ibu dan anak datangi Dinsos Sikka..

Puluhan ibu asal Desa Langir, Kecamatan Kangae, mendatangi kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sikka, Rabu (13/2/2008) pagi. Kedatangan para ibu yang sebagiannya membawa anak-anak mereka itu, memprotes aparat Dinsos yang tidak mendata mereka sebagai penerima dana Program Keluarga Harapan (PKH), padahal mereka keluarga miskin.
Disaksikan wartawan, sekitar pukul 10.30 Wita, sekitar 30-an warga Desa Langir -- sebagian besar ibu-ibu-- sudah berada di halaman kantor Dinsos Sikka. Mereka meminta berdialog dengan aparat di kantor itu, namun sampai pukul 11.30 Wita, mereka tidak diiterima berdiaog.


Kordinator warga, Yohanes Kasianus yang adalah mantan Kades Langir itu diminta membuat laporan pengaduan ke tim pengaduan PKH.
Kepada wartawan, Yohanes menjelaskan, mereka menuntut dinsos memberikan dana PKH kepada mereka karena mereka tergolong keluarga miskin. Mereka kaget ketika minggu lalu ada 103 KK warga Langir menerima bantuan dana PKH di Kantor Posindo Kecamatan Kangae sementara mereka tidak menerimanya.
"Kapan sosialisasi kami tidak tahu, kami tidak didaftar padahal kami tergolong KK miskin. Kenapa di Desa Habi 600-an KK bisa jadi penerima PKH sementara di Desa Langir hanya 103 KK yang terima," kata Yohanes.
Sementara Ibu Ayu mengaku, beberapa waktu lalu didatangi Kaur Desa Langir, Edmon dan Tince serta pendamping PKH, Yono. "Saya didatangi petugas dan didaftar. Di dinsos nama saya ada tapi saat pencairan dana di pos, saya dikatakan tidak ada nama," kata Ayu.
Ketua UPPKH, Drs. Yatim Yahyah yang dikonfirmasi, enggan komentar. Saat itu Yahyah didampingi tim pengaduan PKH, Markus Kustandi dan Sekretaris PKH, Kasianus Keytimu. "Saya mau katakan bahwa saya sangat kecewa dengan wartawan. Siapa yang suruh wartawan liput kejadian di luar itu (kedatangan warga Langir, Red). Harusnya kamu ambil data dulu di sini baru liput di luar," katanya.
Ketika dimintai klarifikasinya tentang pengaduan warga langir, Yahyah juga enggan komentar. "Yang bisa berikan keterangan adalah atasan saya," katanya.

Tabung di Obor Mas

PENDAMPING PKH Kecamatan Talibura dan Waiblama, Leli Iriadi, Rabu siang mengakui bahwa pendamping menempuh kebijakan untuk menabung sebagian dana PKH warga di Kopdit Obor Mas. Didampingi Goris Gero, Leli menjelaskan, kebjiakan itu dilatarbelakangi adanya persoalan yang dilihat pendamping saat pencairan dana PKH hari pertama di Posindo Talibura. Saat itu terlihat sejumlah penerima dana ketika keluar dari pintu kantor posindo, mereka langsung disambut oleh pihak tertentu untuk membayar hutang mereka.
"Melihat hal itu kami sebagai pendamping saya prihatin karena dana bantuan PKH tidak bisa dipergunakan sesuai peruntukannya untuk peningkatan akses pendidikan dan kesehatan masyarakat," kata Leli.
Karena ituah, kata leli, 12 pendamping di Kecamatan Talibura dan Waiblama mengadakan pertemuan dan bersepakat agar sebagian dana PKH yang diterima warga itu harus diselamatkan dengan cara disimpan di salah satu kopdit. "12 pendamping bersepakat sebagian dana PKH ditabung di Kopdit Obor Mas, sebagai kobdit terbaik di Sikka. Karena kami dengar infomasi bahwa sejumlah koperasi di sejumlah desa tidak berjalan lagi. Tidak ada maskud lain selain untuk menyelamatkan dana PKH itu. Kebijakan ini adalah inisitaif pendamping," kata Leli.
Karena itu, tambah Leli, dia mendatangi Kopdit Obor Mas di Maumeredan membicarakan hal itu lalu disetujui oleh Kopdit Obor Mas. Karena itu pada hari kedua dan seterusnya, Kopdit Obor Mas dan juga dua kopdit lainnya yakni Koperasi Mega Mangan Wailamun dan Koperasi Bangkoor 'membuka meja' di Kantor Posindo Talibura untuk "menarik warga" penerima dana PKH sebagai nasabah. Setiap pagi pihak koperasi memberikan sosialisasi kepada warga sebelum pencairan dana. Jadi tidak ada paksaan kepada warga untuk menabung.
Leli mengakui sebagian warga penerima PKH protes karena mungkin tidak ikut sosialisasi. Dia juga mengakui kelemahan pendamping yang tidak melibatkan warga dalam membahas kebijakan untuk menabung tersebut. "Itu kelemahan kami, kesepakatan pendamping tidak dibicarakan lebih dahulu dengan warga. Jadi meski tujuan menabung itu baik, namun karena tidak dibicarakan lebih dahalu dengan warga sehingga timbul aksi warga itu," kata Leli.
Karena itu, demikian Leli, sebelum pencairan dana PKH tahap II, pihaknya terlebih dahulu bertemu kembali dengan warga penerima PKH untuk membicarakan tentang ditabugnya sebagain dana PKH di koperasi. "Kami akan bicarakan lagi dengan warga. Mereka boleh menabung sebagian dana PKH itu di koperasi mana saja yang mereka suka, tidak harus di Obor Mas. Tapi mereka harus menabung," kata Leli.
Sebelumnya, kepada Pos Kupang, senin (10/3/2008), Ketua Kopdit Obor Mas, Leonardus Fredyanto mengaku, pihaknya tidak serta merta datang ke Kantor Posindo Kecamatan Talibura untuk proses penabungan dana PKH milik penerima PKH. "Tiga hari sebelum penerimaan dana PKH, kami didatangi kordinator di Kecamatan Talibura dan Waiblama, Ibu Leli yang menawarkan peluang bisnis kepada kami. Karena itu kami menyambut baik tawaran itu dan pergi ke sana untuk menangkap peluang itu selama lima hari berturut-turut," kata Fredyanto.
Total nasabah yang ditarik Obr Mas saat itu sebanyak 1.998 nasabah dengan total simpanan Rp 323.000.000,00 untuk disimpan pada dana pendidikan (sidandik). Bahkan pada Senin sore, 17 warga Waiblama secara sukarela datang ke Kopdit Obormas di Mauere untuk menyimpan dananya sebesar Rp 1.700.000,00.
Menurut Fredyanto, setiap pagi sebelum pencairan dana PKH, pihaknya memberikan sosialisasi kepada msyarakat penerima PKH. Jika ada sejumlah warga Kecamatan Waiblama yang mengaku tidak menerima sosialisasi, Fredyanto menduga, hal itu terjadi karena saat sosialisasi pagi hari itu warga itu belum datang.
sumber : poskup
Selengkapnya...

Ratusan guru tuntut perbaikan nasib ......

Ratusan guru Taman Kanak-Kanan (TKK) hingga Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA), Kamis (13/3/2008), mendatangi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sikka. Mereka menuntut DPRD Sikka untuk memperjuangkan perbaikan nasib para guru di wilayah itu.


Di ruang rapat Dewan para guru yang tergabung dalam Forum Peduli Hak dan Nasib Guru (FPHNG) Kabupaten Sikka itu, mengumandangkan hymne guru. Kepada Dewan para guru mempertanyakan sejumlah hal menyangkut kesejahteran mereka. Seperti dana lauk pauk, tunjangan pendidikan, dan uang perjalanan dinas. Terhadap tuntutan tersebut, DPRD Sikka berjanji akan memperjuangkan aspirasi para guru. Sementara Pemerintah Kabupaten Sikka akan menindaklanjuti tuntutan para guru dengan berkoodinasi dengan pemerintah pusat.
Disaksikan wartawan, Kamis (13/3/2008) siang, ratusan guru itu mendatang gedung DPRD Sikka sekitar pukul 12.00 Wita hingga pukul 13.30 Wita. Saat itu DPRD Sikka sedang rapat gabungan komisi membahas LKPJ Bupati Sikka akhir masa jabatan dan akhir tahun anggaran 2007.
Setelah bernegosiasi, pimpinan DPRD Sikka dan anggotanya sepakat menskor sidang guna bertatap muka dengan para guru tersebut. Hadir saat itu, Pimpinan DPRD Sikka, Drs. AM Keupung dan EP da Gomez bersama anggota DPRD Sikka. Dari pihak Pemkab Sikka hadir Sekab Sikka, Drs. Sabinus Nabu, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Kekayaan Daerah, Drs. Petrus da Silva dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sikka, Drs. Robertus da Silva.
Para guru saat itu dikoordinir oleh Ketua FPHNG Sikka, Yakobus Geu dan sejumlah pengurus di antaranya Gabriel Togge, Robert Lodan, SpPd, dan Paulus Depa.
Ketua FPHNG Sikka, Yakobus Geu membacakan surat setebal dua halaman berisi lima pernyataan sikap. Pernyataan sikap tersebut lalu diserahkan kepada Pimpinan DPRD Sikka, AM Keupung. Setelah itu dialog antara guru, pemerintah dan DPRD Sikka selama kurang lebih satu jam setengah sejak pukul 12.00 Wita hingga pukul 13.30 Wita.
Saat itu para guru mempertanyatakan program sertifikasi guru di atas 50 tahun, realisasi pembayaran uang tunjangan pendidikan, uang lauk pauk, uang perjalanan dinas dan uang tunjangan di luar jam pelajaran sekolah.
Benediktus Sensi dari SDK 5 Maumere dan Elvina Parera dari SDI St. Yoseph berharap DPRD bisa memperjuangkan nasib guru yang berusia 50 tahun ke atas untuk menerima kompensasi tunjangan lain karena tidak bisa mengikuti program sertifikasi.
Laus dari SMP 1 Bola mempertanyakan realisasi pembayaran uang lauk pauk yang belum diterima para guru. DRPD diminta membuat proposal kepada pemerintah pusat sehingga uang lauk pauk segera direalisasikan. Selain itu, kata Laus, DPRD memperjuangkan uang tunjangan kesehatan, uang perjalanan dinas guru dan tunjangan tugas belajar.
Tuntutan ini, demikian Laus, karena selama ini guru tidak menerima uang perjalanan dinas dan uang penginapan, transpor ketika melakukan tugas belajar, padahal pegawai negeri sipil (PNS) non guru mendapatkan hak itu.
Doniel Doseng mempertanyakan penghargaan pemerintah bagi guru yang sudah mengabdi 10 tahun, 20 tahun hingga 30 tahun. Sementara Robert Lodang menggugah pembentukan badan hukum sekolah dan ketiadaan dana bantuan BOS selama setahun terakhir ini. Ia berharap ke depan, pemerintah dalam hal ini dinas pendidikan bisa mensosialisikan berbagai kebijakan dan aturan baru menyangkut kepentingan guru dan pendidikan sehingga para guru bisa memahami dengan benar aturan-aturan tersebut.
Kepala Sekolah SMP Nangarasong, Paulus Depa menggugah minimnya tunjangan pendidikan pemerintah kepada para guru sebesar Rp 4 juta per tahun, padahal jika menempuh pendidikan S1, jumlah biaya pendidikan bisa mencapai Rp 10 juta per tahun. Karena itu, diharapkan pemerintah dan DPRD bisa menaikkan dana tunjangan pendidikan bagi guru.
Yohanes Teta, guru SMA 1 Maumere minta pemerintah menurunkan biaya pembangunan fisik sebaliknya menaikan biaya pembanguann non fisik sehingga kesejahteraan guru meningkat. "Uang lauk pauk ini penting. Karena selama ini seluruh guru tidak mendapat tunjangan lain di luar gajinya. Padahal guru wajib mengajar 18 jam atau 24 jam. Semoga RAPBD 2009, uang lauk pauk bisa dimasukkan," harap Yohanes.
Ketua FPHNG, Yakobus Geu menuntut Pemkab Sikka dan DPRD Sikka segera menindaklanjuti aspirasi dan tuntutan guru. "Kami minta uang makan, kami tidak mau tahu uang itu diambil dari mana. Sekab harus berinisiatif meminta dan berkoodirnasi dengan menteri keuangan unutk membuat kebijakan. Hasilnya harus disampaikan kepada kami sebelum Ujian Nasional (UN). Bagi guru yang sudah berusia di atas 50 tahun, jika tidak bisa ikut program sertifikasi, hendaknya bisa diberikan kompensasi khusus untuk pensiun," kata Yakobus.
Menyikapi tuntutan para guru, Ketua DPRD Sikka, AM Keupung berjanji DPRD akan memperjuangkannya. Ia menjelaskan, Pemkab Sikka dan DPRD sudah menganggarkan dana sebesar Rp 400.000.000,00 untuk program sertifikasi 200 guru tahun 2008 . Setiap tahun DPRD dan pemerintah akan anggarkan dana itu. Untuk guru yang sudah berusia di atas 50 tahun, DPRD akan memperjuangkan serifikasi karena hal itu belum dimungkinkan dalam regulasi aturan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sikka, Drs. Robertus da Silva menjelaskan, tahun 2007 sudah 260 guru yang ikut program sertifkasi. Sementara guru yang sudah sarjana baru 700 orang dari 3.000-an guru di Sikka.
Untuk guru berusia di atas 50 tahun, kata Robertus, belum dimungkinkan ikut program sertifikasi. "Kami minta dukungan politik dari DPRD. Untuk hal itu, Dinas P & K se-NTT sudah ajukan ke pusat namun sampai saat ini belum ada jawaban," kata Robertus.
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Kekayaan Daerah Setkab Sikka, Drs. Petrus da Silva mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Departemen Keuangan RI mengenai realisasi pembayaran tunjangan tenaga kependidikan. Ia menjelaskan, dalam aturan Presiden Nomor 108/2007 mengenai tunjangan tenaga kependidikan tahun 2007, nilai nominal sudah masuk ke kas daearah sebesar Rp 1, 8 miliar. Tunjangan itu diberikan seusai golongan dan jabatan. Namun hingga saat ini belum bisa dibayarkan kepada para guru, karena masih dilakukan perhitungan selisih lebih. (vel)


Tuntutan para guru

1. DPRD menjelaskan implementarsi Surat Mendagri Nomor 841.7/680/BAK tanggal 22 Agustus 2007 tentang penyediaan makanan kepada PNS daerah oleh Pemkab Sikka
2. Tanggapan DPRD jika pemerintah belum mengimplemnasikan surat Mendari tanggal 22 Agustus 2007
3. DPRD perjuangan guru non sarjana berusia 45 tahun ke atas untuk program sertifikasi guru
4. DPRD gunakan hak budget merealisasikan tunjangan kependidikan yang berlaku surut sejak Januari 2007
5. DPRD diminta lakukan langkah konkrit

sumber: poskup

Selengkapnya...

Thursday, 13 March 2008

Tiga kasus ditingkatkan ke penyidikan


* Di Kejari Maumere
Tiga kasus korupsi yang ditangani penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Maumere ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan. Ditargetkan, dalam bulan April ketiga kasus itu sudah dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan.
Ketiga kasus yang naik ke tahap penyidikan itu adalah kasus dugaan penggelapan dana Partai Golkar Rp 50 juta oleh mantan Ketua DPD II Partai Golkar Sikka, Drs. YBS Sadipun. Kedua, kasus korupsi proyek pengadaan barang dan aksesoris PDAM Sikka dengan total dana Rp 1 miliar. Ketiga, kasus duaan korupsi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) pada Pemkab Sikka dengan total nilai kerugian mencapai Rp 1 miliar.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sikka, Sudarman, S.H, menjelaskan itu di ruang kerjanya, Selasa (11/3/2008).
Dia mengatakan, tiga kasus dugaan korupsi itu menjadi prioritas. "Dalam bulan April tiga kasus korupsi itu akan dilimpahkan ke pengadilan," tegas Sudarman.
Dirincikannya, untuk kasus dugaan korupsi di PDAM Sikka senilai Rp 1 miliar, saat ini jaksa penyidik Yuyun Wahyudi, S.H sedang melakukan pengecekan harga satuan barang di Surabaya. "Besok (Rabu, 12/3/2007) jaksanya sudah pulang dan mulai dilakukan perhitungan dan penetapan tersangka," tegasnya.
Kasus dugaan korupsi proyek pengadaan barang dan aksesoris PDAM Sikka senilai Rp 1 miliar dilaporkan sejumlah staf PDAM yang menamakan diri Kelompok 27 pada tahun 2007 lalu. Pihak yang dituding bertanggungjawab terhadap pelaksanaan proyek itu adalah Rivain Sola da Lopez, Cs.
Menyusul pengaduan itu, Bupati Sikka, Drs. Alexander Longginus tanggal 12 November 2007 mengeluarkan SK Nomor 312 tentang pemberhentian Sola da Lopez dari jabatannya selaku Dirut PDAM Sikka.
Terkait kasus dugaan korupsi dana PBB Sikka, jelas Sudarman, juga sudah masuk tahap dik (penyidikan). Sejumlah saksi akan dimintai keterangan tambahan. Tiga saksi yang akan diperiksa di Kejaari yakni, Imelda Chandra dan Siveria, staf Dispenda Sikka dan Thomas Aguinas. "Saksi Imelda dan Siveria sudah dipanggil untuk dimintai keterangan namu keduanya tidak datang. Besok Thomas Aguinas akan diperiksa. Saksi-saksi kami harap bisa memenuhi panggilan jaksa. Jika tiga kali pemanggilan saksi tidak indahkan, maka akan ada upaya paksa oleh jaksa karena kasus ini sudah masuk tahap dik," tegasnya.
Sedangkan kasus dugaan korupsi dana bantuan Pemerintah Sikka kepada Partai Golkar Rp 50 juta, katanya, sudah mulai dilakukan pemanggilan saksi-saksi untuk diperiksa. Kasus penggelapan dana partai ini dilaporkan oleh pengurus DPD II Partai Golkar Sikka.
Tentang penanganan proses hukum sejumlah kasus dugaan korupsi seperti pendirian Unipa, proyek ayam buras, dana penunjang kegiatan DPRD Sikka, hibah kendaraan dinas, dana purnabakti DPRD Sikka (tiga berkas dengan 29 tersangka), Sudarman menegaskan, saat ini masih dalam penyelidikan jaksa. "Kami prioritas kasus PDAM, PBB dan dana Partai Golkar. Kasus lainnya akan kami proses," janjinya.
Khusus untuk kasus dugaan korupsi dana purnabakti DPRD Sikka, berkas kasus itu displit jadi empat berkas dan baru satu berkas yang diajukan ke pengadilan. Pertama, berkas tersangka tiga mantan pimpinan DPRD Sikka, yakni OLM Gudipung, AM Keupung dan Stefanus Wula. Tiga tersangka ini sudah disidangkan di pengadilan negeri dan sudah divonis.
Sementara tiga berkas tersangka lainnya masih di Kejari Maumere. (vel)


Proses hukum kasus dugaan korupsi di Sikka
1.Kasus tahap tersangka
2.PDAM dik ??
3.PBB dik ??
4.Dana partai 50 jt dik ??
5.Dana purnabakti DPRD putus PN 3 5. 6.Dana purnabakti DPRD dik mantan sekda Sikka
7. Dana Purnabakti DPRD dik Bupati Sikka
8. Dana Purnabakti DPRD dik 27 mantan DPRD Sikka
9. Pendirian Unipa lid ??
11. Ayam buras lid ??
12. Dana penunjang DPRD lid ??
13. hibah kendaraan dinas lid ??
14. Pasar Alok lid (polisi) ??
Sumber: Kejari Maumere dan Polres Sikka

Diambil dari: poskup

Selengkapnya...

Tuesday, 11 March 2008

Delon Idol BiUs MaSyArAkAt MauMeRe,,,



DeLoN kUmPuL DaNa BaGi aNaK-aNaK CaCat......

Runer up Indonesia Idol 1,delon mampu membius seluruh masyarakat maumere yang hadir di Gelora Samador untuk menyaksikan penampilannya dalam Konser Amal Untuk Anak-Anak Cacat yang berlangsung pada malam hari tanggal 5 maret 2008.

Sejak sore masyarakat Maumere dan sekitarnya dengan antusias sudah menunggu kedatangan Delon dijalan-jalan utama kota Maumere yang akan dilewatinya.Tua, muda tumpah ruah menyesaki jalan-jalan utama. Sampai dengan sore pukul 5 lewat baru si Delon muncul, bunyi sirene terdengar memimpin perarakan si penyanyi yang bernama asli Stanislaus Alexander Liauw Dalon Thamrin. Para mahasiswa Unipa berkendaraan motor memakai jaket almamater oranye kebesarannya mengawal mobil bak terbuka yang ditumpangi delon. Teriakan histeris masyarakat Maumere yang menyapa delon dibalas dengan senyum khasnya dan lambaian tangannya. Itulah Delon,pemilik wajah ganteng yang didolakan hampir semua kalangan masyarakat Indonesia yang biasa menyebut diri mereka DEloners(fans delon).

Sayangnya arakan yang membawa Delon cuma melewati sepanjang jalan Ahmad Yani yaituh dari Samador sampai Hotel Pelita. Banyak masyarakat yang kecewa misalnya dikawasan Wairotang sampai kawasan pertokoan yang sudah menunggu Delon berjam-jam tapi sampai dengan magrib wajah khas Delon tidak muncul. Ada beberapa ibu yang yang membawa anak-anaknya mengaku kecewa karena arakan Delon tidak melewati kawasan darerahnya.
"Kami su tunggu cape-cape eh Delon tidak muncul tau begitu te terusah tunggukah, bikin cape sa,"kata Mama Ina kesal. Kekecewaan ini memang terasa sekali tapi memang bukannya perarakan Delon tidak melewati beberapa kawasan kota Maumere namun karena jadwal yang memang terlalu mepet akibat molornya penerbangan. Sebelumpawai, Delon harus mengunjungi panti anak-anak cacat ,salah satunya mendengarkan puisi yang dibawakan anak-anak(Delon sampai menitikkan airmata).

Tapi lebih dari itu semua, konser malam hari Delon terbayar lunas. Meski molor dua jam dari seharusnya jam 7, konser Delon idol terbilang sukses. Wajah-wajah puas masyarakat terlihat diraut mereka. Dengan tiket seharga cuma Rp 5000, masyarakat sudah bisa mendengarkan suara indah penyanyi hasil orbitan Indonesia Idol ini.

Hadirnya Delon diMaumere mampu memuaskan dahaga orang Maumere dan sekitarnya akan hadirnya penyanyi bersuara bagus dan terkenal. Tak bisa dipungkiri Delon mampu memenuhi kriteria itu, terbukti tiket VIP yang berharga Rp 100.000 habis terjual apalagi yang berharga Rp 5000.
Panitia hampir tak mampu membendung arus manusia yang tak habis-habisnya memenuhi semua pintu masuk stadion.

Dari sekitar pukul 7 malam masyarakat Kabupaten Sikka dan sekitarnya dari berbagai kalangan sudah memenuhi kawasan luar stadion Samador.Polisi lalulintas bersiaga disemua titik rawan kemacetan.Arus manusia tak henti-hentinya memenuhi jalan yang berarah ke stadion Samador.

Pintu masuk stadion samador bagian depan penuh sesak manusia yang saling berebutan ingin masuk kedalam stadion.Membludaknya masyarakat Maumere dikawasan Samador dan disemua pintu masuk stadion mengingatkan penulis saat menyaksikan konser satu panggung Iwan Fals dan Slank di Malang .

Bahkan parkiran Samador tidak mampu menampung ratusan sepeda motor dan mobil yang akhirnya karena penuh mereka memarkir kendaraannya sampai didalam halaman kantor Kimpraswil, halaman rumah masyarakat dan disepanjang jalan Nong Meak, Perumnas dan PLN. Mobil pribadi,angkot, truk, bis bahkan mobil-mobil berplat luar Maumere dari Ende, Bajawa, Larantuka, Lembata menyesaki parkiran kawasan Samador. Gelombang manusia terus berdatangan menuju satu titik,Samador.

Waktu merambat naik. Didalam satdion sudah penuh sesak oleh penonton. Panitia, petugas keamanan baik berseragam maupun sipil mulai kelihatan sibuk. Polisi berusaha menghalang-halangi dan mengusir penonton yang mencoba merengsek kedepan panggung. Mendekati jam 9 malam pintu belakang samador dibuka. Sebuah mobil berwarna gelap masuk, penonton sekitar samping panggung bergerak menuju mobil, pintu dibuka yang turun adalah pak Alex Longginus (Bupati Sikka), namun Pak Alex pun tak luput dari kilatan lensa penonton. Pak Alex ketika memasuki Samador


Beberapa detik kemudian mobil berwarna gelap kedua masuk, langsung menuju samping panggung, mobil yang membawa sang idola harus bersabar menurunkan idolanya. Penonton penuh sesak disekitar mobil. Teriakan delon delon delon dari penonton membahana.
Satu persatu penumpang turun,namun Delon tidak muncul-muncul juga, beberapa menit kemudian Delon keluar,wajah gantengnya langsung jadi incaran kamera foto. Delonpun harus berlari dalam kawalan untuk menghindari cubitan dan tarikan dari penonton,mereka ikut maju memburu Delon. Polisi dan security langsung membentuk pagar betis dan mengusir penonton yang mencoba mendekati bibir panggung. Delon langsung menuju ruangan khusus,pintu ditutup. Penonton menunggu, teriakan "delon keluar"mulai terdengar, beberapa menit kemudian pintu ruangan terbuka, Delon keluar sambil berlari kepanggung utama,penonton disamping panggung merengsek naik,polisi langsung membubarkannya.

"Gumang epang maumere..."teriak Delon,langsung disambut histeris penonton. "ganupae kabar maumere...."teriak Delon lagi "epang"balas penonton...

Delon langsung menyambutnya dengan 'Welcome to my paradise' lagu terkenal punya Steven Coconutrees membahana,penonton semakin histeris,merengsek naik kepanggung,panitia dan petugas kewalahan mengusir penonton,terutama disamping panggung.
Para penonton bergoyang mengikuti irama musik reggae, teriakan memanggil nama Delon terus bergema,penonton ABG dan ibu-ibu histeris. Suara khasnya yang sudah ditunggu-tunggu para pengemarnya bergema, Delon berlari kiri-kanan mengajak penonton bergoyang,semua mata cuma menuju satu titik, Delon.
Setelah mengajak penonton bergoyang,Delon langsung melantunkan tembang berikutnya milik Andra&Backbone berjudul "Sempurna'. Lagu berirama mellow yang meledak dipasaran ini mampu dibawakan Delon denagn sempurna.Penonton semakin histeris tak terkendali ada yang lolos naik keatas panggung namun langsung diusir petugas.Lagu sempurna ini mampu membius penonton. Ketika Delon menyodorkan mic ke arah penonton satu stadion yang didominansi ABG ini langsung bernyanyi. Stadion bergema dengan lagu ini dan Delon berhasil menguasai panggung dengan sempurna.

Ketika lagu juaranya Indonesia Idol 1 'Terimakasih cinta'dilantunkan,masyarakat sudah bener-bener histeris apalagi ketika Delon mulai memanaskan suasana denagn membuka jaket hitamnya, nama Delon diteriaki terus menerus,beberapa kursi VIP bagian belakang sudah tidak diduduki tapi malah sudah dipakai buat berdiri agar lebih leluasa melihat Delon.
Undangan khusus Vip sudah bercampur aduk denagn pemegang tiket umum, mereka tak mempedulikan. Delon berlari kepanggung sebelah kiri mengajak penonton disisi itu menayanyikan refrain lagu tsb.."dan bila aku berdiri, tegak sampai hari ini, bukan...."
para penonton dengan penuh semangat bernyanyi, Delon berlari ke sisi sebelah kanan, mengajak kembali penonton bernyanyi, Delon tak henti-hentinya bergerak. Baju kaos luarnya dibuka,para abg pun bersorak, Delon benar-benar memukau penonton.

Setelah beberapa lagu Delon mengajak Suster Lucia dari St Dympnya naik ketas panggung,berbagi kesan tentang kedatangan Delon dalam kaitan dengan konser amal untuk rehabilitasi anak-anak cacat ini. Suster Lucia bener-bener berterimakasih kepada Delon atas kesediannya berbagi kasih dengan anak-anak cacad ini. Semoga Tuhan membalas kebaikan Delon,demikian Suster Lucia.

Sebelum lagu You Raise Me Up dibawakan, beberapa orang yang turut hadir di kursi VIP menyumbangkan sedikit uangnya dalam sesi lelang lagu buat panti.
Anak-anak kecil dari panti berpakaian putih-putih naik keatas panggung bergandeng tangan bersama mendampingi Delon menyanyikan lagu You Raise me Up.
Lagu yang sesuai dengan warna suara Delon ini mampu menyihir penonton.Delon menuju sisi kiri-kanan, depan, belakang mencoba menyalami penonton dengan ramah, beberapa detik dia membiarkan dirinya diambil kamera penonton,membiarkan dirinya ditarik-tarik dicubit gemas penonton. Penonton ikut bernyanyi ketika Delon menyodorkan mic kearah penonton.


Waktu merambat naik. Labamba, lagu latin populer dikalangan orang Maumere diyanyikan Delon dengan semangat,penonton ikut bergoyang tak ada henti-hentinya.

Kemudian diteruskan dengan i want to break free punya band legendaris Queen bergema, lagu dengan irama semangat menghentak panggung,penonton terus bergoyang. Tibalah lagu terakhir diyanyikan. Lagu baru yang diambil dari album baru Delon dilatunkan.Lagu berirama lembut yang masih asing ditelinga abg Maumere bergema. Delon bernyanyi dengan hati, penuh penjiwaan,mungkinkah dia sedang jatuh cinta?

Sehabis melantunkan lagu tsb Delon berteriak "epanggawan maumere, selamat malam..."disambut dengan teriakan histeris, penonton pulang dengan wajah puas dan ceria meski capek dan jajuk(ngantuk) mulai menyerang.Ya, hari ini salah satu penyanyi idolanya sudah muncul di kota debu ini.Tercatat 9 lagu dibawakan Delon malam itu.

Delon berlari kearah belakang menuju samping panggung,para petugas keamanan dan panitia membentuk pagar betis memberi jalan bagi Delon memasuki mobil yang sudah menunggunya.Pukul 22.15 delon meninggalkan GOR samador menuju penginapan Hotel Pelita.

Sebelumnya menjelang sore Delon telah bertamu ke panti penyandang cacad. Delon konser untuk mereka.Dan kita orang Maumere sepatutnya berterimah kasih pada Delon yang sudah memberikan waktu, tenaga dan suara emasnya serta datang jauh-jauh dari Jakarta hanya untuk mencari dana untuk rehabilitasi anak-anak cacat,Tuhan memberkatimu, Delon.

www.inimaumere.com

Selengkapnya...

Saturday, 8 March 2008

Manajemen Go Motor diduga tipu konsumen



Manajemen Dealer Go Motor-Maumere, Kabupaten Sikka melalui sub dealer di Larantuka, Kabupaten Flores Timur (Flotim) diduga menipu konsumen dengan cara memalsukan produk sepeda motor Honda Tiger yang dibeli konsumen. :0
Penipuan ini terbukti Go Motor selama ini menjual produk Honda Tiger Cast Whyle (CW) asli dengan harga mahal, tapi sesungguhnya bukan CW asli karena telah dimodifikasi atau dipalsukan sejumlah bagiannya seperti shok dan master cakram, piringan cakram dan velec. Hal ini merugikan konsumen karena konsumen ditipu dealer yang menjual sepeda motor yang bukan asli tapi dibilang asli.
Konsumen yang datang membeli sepeda motor Honda Tiger CW asli justru diberikan sepeda motor Tiger standar yang telah modifikasi atau bukan Tiger CW asli tapi menggunakan harga sepeda motor CW asli.
Keluhan ini disampaikan konsumen, Chriswanto, pegawai negeri sipil (PNS) pada Setkab Flotim yang menjadi korban penipuan manajemen dealer sepeda motor di Larantuka.
"Saya baru tahu modus penipuan ini setelah enam bulan kemudian membeli dan menggunakan sepeda motor Honda Tiger CW asli yang dijual dealer Go Motor. Saya coba membongkar sepeda motor yang saya beli, ternyata saya tertipu seperti teman lain yang telah menjadi korban. Karena itu, saya telah klaim ke dealer Go Motor-Maumere pimpinan, Suwarno Goni. Suwarno membenarkan kalau Honda Tiger CW yang saya beli bukan asli. Saya minta pihaknya mengklaim ke Go Motor agar sepeda motor yang telah saya pakai ini segera diganti. Dia janji kepada saya menunggu selama dua minggu, tapi hasilnya nihil. Menurut Suwarno, sepeda motor yang sudah saya pakai selama enam bulan tidak bisa diganti karena surat-suratnya telah sah dikeluarkan kepolisian," papar Chriswanto, di Kantor Bupati Flotim di Larantuka, Rabu (5/3-2008).
Karena tidak ada solusi yang baik, Chriswanto ancam mengadukan penipuan yang dilakukan manajemen Go Motor Cabang Maumere dan Ranting Larantuka pimpinan Suwarno Goni ke Polres Flotim untuk diproses hukum.
Chriswanto mengaku membeli sepeda motor Honda Tiger CW aspal (asli tapi palsu) di Dealer Go Motor Ranting Larantuka dengan uang muka Rp 14 juta. Cicilan Rp 765.000/bulan selama dua tahun atau 24 bulan.
"Saya tidak diberi brosur motor Tiger CW asli oleh dealer. Jadi saya merasa ditipu. Kalau saat itu manajemen motor itu jelaskan pada saya bahwa motor Tiger CW itu hasil modifikasi/rakitan/tiruan/bukan asli, saya tidak mungkin membelinya. Tapi karena mereka bilang asli sehingga saya membelinya. Saya dengar sejumlah teman juga menjadi korban seperti saya lalu mengembalikan motor yang dibeli dan diterima Dealer Go Motor Maumere. Mengapa klaim serupa dari saya ditolak," kata Chriswanto.
Siap diproses hukum
Pimpinan Dealer Go Motor Cabang Maumere, Suwarno Goni dikonfirmasi melalui telepon kantornya di Maumere, Rabu (5/3-2008), mengatakan pihaknya siap diproses hukum konsumen. "Kami siap diproses hukum karena tidak ada solusi lain yang bisa menyelesaikan kasus ini," kata Suwarno.
Dia menjelaskan, pihaknya sebagai dealer sepeda motor tidak melakukan penipuan kepada konsumen. Karena pada saat transaksi jual beli, Chriswanto sendiri yang memilih model sepeda motor Honda Tiger CW itu sehingga diberikan stafnya di sub dealer Larantuka.
"Produk sepeda motor Honda sekarang tidak ada yang asli, karena rata-rata dimodifikasi sesuai keinginan pasar/konsumen. Saat konsumen berminat membeli produk motor yang tersedia maka dianggap telah terjadi kesepakatan tanpa paksaan. Pak Chriswanto itu orang dewasa. Dia tidak pesan sepeda motor tapi langsung beli di dealer kami di Larantuka. Kalau saat sebelum transaksi, dia melihat bukan Honda Tiger CW asli, mengapa dia beli. Apalagi dia sudah pakai sepeda motor itu enam bulan dan surat-suratnya sudah kami serahkan sehingga kami tidak bertanggung jawab kalau sekarang baru diklaim," tegas Suwarno.
Ditanyai harga sepeda motor Honda tiger modifikasi/tiruan yang dijualnya kepada Chriswanto sama harganya dengan sepeda motor Honda Tiger CW asli, Suwarno enggan menjawabnya. "Silakan saja kalau Pak Chriswanto merasa dirugikan tempuh jalur hukum. Kami selalu siap," tambahnya.
dikutip dari : poskup

Selengkapnya...

 

© 2007 MaUmErE oF FlOrEs | Design by MaUmErE Of FlOrEs







---[[ KeMbAlI kE aTaS ]]---