Selamat Datang di Maumere...

SELAMAT BUAT PAKET AN-SAR (YOS ANSAR RERA-P.NONG SUSAR) yang dipercayakan masyarakat Kabupaten Sikka sebagai BUPATI dan WAKIL BUPATI SIKKA 2013-2018..
Pemandangan di Kolisia, Kecamatan Magepanda

Thursday, 24 September 2009

Kontingen Peserta PORDAFTA Mulai Berdatangan

Upacara Pembukaan Pekan Olah Raga se-Daratan Flores-Lembata (PORDAFTA) III Tanggal 26 September 2009 direncanakan secara resmi akan dibuka oleh Gubernur NTT Frans Lebu Raya di Stadion Gelora Samador da Cunha Maumere. Sampai dengan berita ini dinaikan beberapa tim peserta mulai berdatangan di Kota Maumere di awali dengan kedatangan kontingen dari Kabupaten Nagakeo dan Kabupaten Lembata. Kedua kontingen ini tiba di Maumere tanggal 24 September 2009 sekitar pukul 17.00 dengan penyambutan dari tuan rumah yang meriah. Malamnya beberapa tim peserta lainnya juga dijadwalkan akan tiba.

Kabupaten Sikka sebagai tuan rumah adalah kabupaten yang paling banyak menyertakan peserta untuk PORDAFTA kali ini. Sikka menyertakan 371 Atlit dan Official/Pelatih
diikuti Kabupaten Ende dengan 266 Atlit dan Official/Pelatih. Kabupaten Lembata dengan 257 Atlit dan Official/Pelatih, Kabupaten Manggarai 234 Atlit dan Official/Pelatih, Kabupaten Flores Timur dengan 204 Atlit dan Official/Pelatih, Kabupaten Nagakeo dan Kabupaten Manggrai Barat mengirimkan 131 Atlit dan Official/Pelatih, Kabupaten Manggrai Timur menyertakan 90 Atlit dan Official/Pelatih, dan Kabupaten Ngada adalah kabupaten yang paling sedikit mengirimkan pesertanya yakni 40 Atlit dan Official/Pelatih.


Dua belas cabang olah raga akan dilombakan dalam PORDAFTA kali ini. Ke-12 cabang itu adalah Atletik, Tinju, Kempo, Karate, Taekwondo, Sepak Takraw, Pencak Silat, Bola Voli, Sepak Bola, Bulu Tangkis, Tenis Meja dan Tenis Lantai.

Sampai dengan saat ini beberapa lokasi yang akan dijadikan arena untuk menunjukan sportifitas dan kedigdayaan dalam bidang olah raga telah siap digunakan. Arena yang akan mempertandingkan cabang-cabang olah raga tersebut bertebaran dibeberapa wilayah dalam Kota Maumere yakni ; Cabang Olah Raga Tinju berlokasi di Koramil Kota, Atletik di Gelora Samador, Kempo di Aula Karmel - Wairklau, Sepak Takraw di Lapangan Katedral Maumere, Pencak Silat di Aula SMK Yohanes XXIII Maumere, Karate di Alan Wedding Hall - Waidoko, Bola Voli di Gelora Samador, Sepak Bola di Gelora Samador, Bulu Tangkis Gedung Surya Mekar - Misir, Tenis Meja di Aula BPM Kab. Sikka, Tenis Lantai di Lapangan PU, Lapangan POLRES Sikka, Lapangan KODIM 1603 Sikka, Taekwondo di Aula Theresia Avilla Maumere.



Foto-foto penjemputan Kontingen Kabupaten NAGAKEO, 24 September 2009 sekitar pukul 17.00. Lokasi Kantor Kelurahan Nangalimang.








www.inimaumere.com



Selengkapnya...

Sunday, 20 September 2009

Universitas Nusa Nipa Maumere Gelar Orientasi Mahasiswa Baru..



Universitas Nusa Nipa Maumere yang merupakan kampus milik Pemerintah Kabupaten Sikka, Rabu (09/09/2009) lalu menggelar Orientasi Mahasiswa Baru ( OSMARU ). Kegiatan OSMARU dilakukan di Halaman Utama Kampus tersebut yang terletak di Jalan Kesehatan No.3 Maumere. Kegiatan ini berlangsung seru dan melelahkan dalam suasana kekeluargaan yang kental.

Ketua Umum OSMARU Tahun Akademik 2009 Universitas Nusa Nipa (UNIPA), Drs. Yoachim Duu, dalam laporannya pada kegiatan pembukaan mengatakan masa orientasi mahasiswa baru (OSMARU) hendaknya dilihat sebagai sebuah kesempatan emas yang harus dimanfaatkan secara efektif dan efisien, singkat namun padat, melelahkan namun kaya makna. OSMARU juga merupakan sebuah kegiatan yang menjengkelkan namun susah untuk ditolak. Karena OSMARU lebih beriorientasi pada apa yang menjadi input, proses dan output selama para mahasiswa/i baru berada di Kampus Unipa.

Dijelaskan Yoachim, pelaksanaan OSMARU ini berdasarkan pada SK No.1082/00.A.NN/R/2009 tentang pelaksanaan OSMARU. Dimana kegiatan pengenalan kampus bagi mahasiswa baru sudah mengalami perubahan paradigma dengan focus pada studi atau kegiatan yang lebih bernuansa akademik. Hal ini dilakukan sesuai dengan motto UNIPA, non scolae sed vitae discimus.

Rektor Universitas Nusa Nipa Maumere, P. DR. Wilhelm Djulei Conterius,SVD.. Dalam sambutannya sebelum membuka kegiatan OSMARU 2009 UNIPA, mengatakan OSMARU merupakan sebuah tradisi yang baik dari dunia kampus bagi mahasiswa baru sebelum memasuki dan mengambil bagian dalam perkuliahan.

“Berkenaan dengan ini, maka mahasiswa baru hendaknya menyadari bahwa kegiatan ini merupakan suatu persiapan dan peneguhan bagi mahasiswa baru sebelum memasuki masa perkuliahan yang sesungguhnya “ jelas Wilhelm Djulei.

Sebagai mahasiswa angkatan ke 5 di Universitas Nusa Nipa, para peserta OSMARU dituntut hal yang sama yaitu menanamkan kemauan, itikad dan kehendak baik untuk terlibat dan mengambil bagian secara sungguh demi menyukseskan pendidikan di Kampus UNIPA.

Kepada para calon mahasiswa UNIPA, juga diharapkan untuk mengambil bagian dalam semua kegiatan belajar mengajar di UNIPA dengan sabar, tekun dan disiplin yang tinggi. Dengan sadar dan tanggung jawab serta bijaksana teristimewa didalam program studi dan dalam bidang ilmu yang akan kamu geluti dan tekuni demi mencapai cita – cita.

Sebagaimana disampaikan Sekertaris Seksi Humas Panitia OSMARU 2009 Universitas Nusa Nipa Maumere, Aleksandro P.Poto, kegiatan OSMARU Tahun Akademik 2009 / 2010 ini diikuti 479 mahasiswa/i baru dan 12 mahasiswa/i lama yang tahun lalu belum mengikuti OSMARU.

Kegiatan OSMARU UNIPA berlangsung selama tiga hari sejak Rabu (09/09/2009) hingga Jumad (11/09/2009). Dengan beberapa kegiatan antara lain Seminar, Pengenalan Kampus, Fakultas dan sistem pendidikan yang ada di UNIPA. Selanjutnya dilakukan kegiatan bhakti sosial dengan mengambil lokasi di lingkungan Kampus Universitas Nusa Nipa, Pasar Kota Baru dan Pusat Perbelanjaan serta pertokoan di Maumere.

Pembukaan OSMARU ditandai dengan pengenaan atribut berupa topi yang terbuat dari koran dan pengenaan papan nama dari gardus, yang secara simbolis dikenakan Rektor UNIPA P. DR. Wilhelm Djulei Conterius,SVD. kepada dua perwakilan mahasiswa baru peserta OSMARU.

Hadir pada kesempatan tersebut, Pengurus Yayasan Pendidikan Tinggi UNIPA, Pembantu Rektor, Kepala Biro, Para Dekan, Ketua Program Studi, Para Dosen, Pegawai dan Karyawan/ti serta segenap civitas Universitas Nusa Nipa Maumere. (djo)


FOTO-FOTO KEGIATAN OSMARU














www.inimaumere.com

Selengkapnya...

Friday, 18 September 2009

Kapolri Memastikan Noordin M Top Tewas..

AKHIR PEBURUAN PANJANG GEMBONG TERORIS ASAL MALAYSIA

Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri memasuki ruang konferensi pers di Mabes Polri dengan wajah sumringah. “Allah memberikan yang terbaik di bulan Ramadhan ini. Ini adalah sesuatu yang membanggakan untuk anak-anak saya di lapangan,” katanya.

Kapolri kemudian menjelaskan kronologis penangkapan Noordin. Kepolisian menangkap seseorang bernama Bejo di Solo dan menginterogasinya. Kemudian Bejo memberikan keterangan tentang sebuah rumah di Solo. Rumah inilah yang kemudian dikepung oleh Densus 88.

“Tembak menembak kemudian terjadi hingga subuh, tidak ada wartawan yang diperbolehkan mendekat. Mereka kemudian berhasil dilumpuhkan, alhamdulillah Bagus Budi Pranoto alias Urwah pelaku pengeboman Kedubes Australia dilumpuhkan,” katanya. Menurut Kapolri, Urwah adalah ahli membuat bom.

Kedua, polisi berhasil melumpuhkan Susilo. Susilo adalah orang yang menyewa rumah di Solo. Ketiga adalah Aryo Sudarso alias Aji yang juga DPO yang selama ini sudah disebarkan kepolisian.

Kemudian ada satu orang selamat adalah istri Susilo bernama Munaroh. Saat ini Munaroh di RS Polri Kramat Jati. “Jenazah terakhir, ada 14 titik kesamaan yang bisa dipertanggungjawabkan secara yurudis formal. Identik dengan DPO yang selama 9 tahun dicari. Dia adalah Noordin M. Top,” katanya.

Menurut Kapolri, tes DNA telah berhasil dilakukan, namun hasilnya baru bisa didapat setelah 30 hari. Namun dari pemeriksaan sidik jari, sudah bisa dipastikan salah satu jenazah adalah Noordin.

Sebelumnya, Kapolri datang ke Istana Negara untuk melaporkan hasil penggrebekan di Solo kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Menurut reporter tvOne Paramitha Soemantri di Istana Negara, wartawan sempat mencegat Kapolri di istana untuk memastikan identitas korban yang tewas. “Ketika ditanya apakan Noordin sudah tewas, awalnya Kapolri ingin menyampaikannya di Mabes POLRI saja. Namun akhirnya dia menjawab ‘iya’ hingga tiga kali,” kata Paramita.

Sumber :TV One

www.inimaumere.com

Selengkapnya...

Monday, 14 September 2009

BAHASA DAERAH DI SIKKA TERANCAM PUNAH

Lebih dari dua ratusan bahasa daerah yang ada di Wilayah Indonesia terancam hilang / punah, dan salah satu bahasa yang terncam hilang itu adalah bahasa daerah yang ada di wilayah Kabupaten Sikka. Baik itu bahasa dari etnis Lio, Sikka Krowe, PaluE, Bugis dan Muhang.
Demikian pendapat ini disampaikan Budayawan Sikka, Oscar P Mandalangi, dalam sebuah kegiatan di Maumere belum lama ini.
Terancam hilangnya bahasa daerah yang ada di Kabupaten Sikka lebih disebabkan karena ketidak pedulian kita sebagai orang Sikka untuk menggunakan bahasa daerah, baik di rumah dan lingkungan maupun di sekolah, padahal dengan menggunakan bahasa daerah sehari – hari kita sudah mebudayakan dan memelihara bahasa daerah yang kita miliki.

Hilangnnya bahasa daerah juga akibat masuknya bahasa lain yang membaur penggunaannya dengan bahasa daerah, selain itu lahir gaya bahasa baru alias bahasa gaul dikalangan muda Sikka. Gaya bahasa gaul ini tentunya dihadirkan oleh media, baik internet, HP, Koran dan media lainnya yang secara langsung menyentuh masyarakat muda Maumere.

Menurut Oscar, Selain bahasa daerah di Kabupaten Sikka, katanya, bahasa daerah daerah lain di NTT juga terancam punah. Untuk itu, katanya, DPRD NTT telah mengajukan usulan kepada pemerintah supaya bahasa daerah di NTT, termasuk bahasa Sikka supaya dipergunakan di sekolah sebagai mata pelajaran muatan lokal (mulok).

"Sejauh ini pemerintah cenderung berupaya mempelajari Bahasa Indonesia secara baik, dengan melupakan bahasa daerah. Padahal bahasa daerah merupakan sebuah budaya dan menjadi bahasa ibu. Sehingga untuk melestarikan bahasa daerah, DPRD NTT telah mengajukan usulan kepada Pemerintah Propinsi NTT agar dijadikan mulok pada jenjang pendidikan sekolah dasar dari kelas satu hingga kelas tiga," tutur Oscar.

Selain mempelajari bahasa daerah dalam muatan lokal, lanjutnya, karya seni daerah di NTT seperti tenun, anyaman, arca serta karya seni budaya lainnya yang ada di NTT dan Sikka khususnya supaya juga patut dilestarikan.

Lantas siapa saja yang berperan untuk mempertahankan bahasa daerah yang ada di Kabupaten Sikka…? Pemerintah ? Sekolah ? Orang tua atau Kita ?

Kita, kita orang Nian Tana inilah yang menjadi kunci untuk bisa menjaga dan melestarikan warisan nenek moyang kita. Kita adalag generasi yang penerus, pewaris Kabupaten Sikka dengan segala isi yang ada didalamnya, termasuk budaya bahasa.

Tanpa bermaksud menganaktirikan Bahasa Indonesia, bahasa daerah harus menjadi bagian terpenting yang harus kita jaga. Dan Bahasa Indonesia, adalah bahasa pemersatu yang dilahirkan karena perbedaan budaya bahasa. Namun bukan berarti kita harus menghilangkan bahasa daerah kita dan lebih menjaga dan memelihara Bahasa Indonesia.

Sebab, suatu saat nanti kita ketika bahasa daerah dan budaya kita hilang maka kita tentu tidak akan bisa menunjukan identitas atau ciri khas budaya kita yang asli. Yang ada hanya sebuah budaya baru yang lahir karena percampuran antara bahasa daerah dan bahasa lainnya.

Informasi yang diperoleh www.inimaumere.com, menyebutkan dari data UNESCO, badan PBB yang mengurusi budaya, dari 6.900 bahasa di dunia, 2.500 diantaranya berada dalam bahaya kepunahan. Tahun 2001 ada 900 bahasa yang terancam hilang. Tahun 2008, ada 199 bahasa di dunia yang dikuasai kurang dari selusin orang, antara lain bahasa Karaim yang hanya digunakan oleh 6 orang di Ukraina, dan bahasa Wichita hanya digunakan 10 orang di negara bagian AS, Oklahoma . Di Indonesia, bahasa Lengilu hanya digunakan oleh 4 orang. India berada di peringkat atas jumlah total bahasa yang terancam punah (196 bahasa), disusul Amerika Serikat 192 dan Indonesia di peringkat ketiga (147 bahasa).

Dr. Gufran Ali Ibrahim, pakar sosiolinguistik dari Universitas Khairun Ternate, dalam Kongres IX Bahasa Indonesia di Jakarta tahun 2008 rata-rata jumlah penutur bahasa-bahasa di dunia hanya berkisar 6.000 orang atau lebih, hanya separuhnya memiliki penutur 6.000 orang atau lebih; dan hanya separuhnya lagi memiliki penutur kurang dari 6.000 orang. Kecenderungan punahnya bahasa terjadi di negara-negara berkembang dan miskin. Sebagian besar dari bahasa yang terancam punah itu merupakan bahasa etnis minoritas terisolasi atau minoritas yang berada dalam wilayah yang memiliki begitu beragam bahasa dan budaya.

Menurut Gufran, ada dua penyebab utama kepunahan bahasa daerah, termasuk didalamnya sastra lisan. Pertama, para orang tua tidak lagi mengajarkan bahasa ibu kepada anak-anak mereka dan tidak lagi menggunakannya di rumah. Kedua, pilihan sebagian masyarakat tidak memakai bahasa ibu dalam komunikasi sehari-hari. Bahasa Indonesia di satu sisi sebagai perekat bangsa, namun disisi lain sebagai salah satu sumber penghancur bahasa daerah.

Faktor berikutnya yang memusnahkan bahasa ibu (dan sastra lisan) adalah "pembangunan". Faktor ini yang menjadi konsen Prof. Chairil. "Praktik pembangunan tidak berkelanjutan yang selama ini menjadi ancaman serius bagi kelangsungan sastra lisan dan kearifan lokal di sejumlah wilayah di Indonesia . Sastra lisan semakin tergerus karena habitat kebudayaannya banyak yang rusak. Cerita-cerita tentang binatang atau kearifan di hutan misalnya, menjadi tidak relevan bagi anak cucu dan sulit dipahami mereka karena hutan banyak yang rusak ditebangi," kata Chairil.

Menurutnya, saat habitat kebudayaan itu rusak maka akibat yang paling serius adalah hilangnya identitas budaya. Bukti dari semakin tergerus sastra lisan, salah satunya adalah semakin sedikitnya penutur sastra lisan atau pedande di Sambas.

Hal memprihatinkan lainnya menurut Prof. Chairil adalah sangat minimnya dokumentasi tradisi/sastra lisan. Lalu apa yang harus kita lakukan agar tradisi lisan ini tidak hilang; agar bahasa ibu tidak punah? Pertama, mulailah ajarkan kata-kata penting dalam bahasa daerah dari ibu atau ayah atau keduanya kepada anak kita. Kedua, ajaklah anak-anak ikut kegiatan budaya, ritual dan sejenisnya. Ketiga, ajaklah anak-anak dalam kegiatan paguyuban yang memakai bahasa ibu. Keempat, ajaklah ke kampung. Kelima, carilah kaset, CD, buku berbahasa daerah.

Ada keuntungan ganda jika anak diajak ikut kegiatan-kegiatan diatas. Pertama, mereka belajar tentang esensi dari kegiatan tersebut dan kedua tentu belajar bahasa. Menarik juga kalau ada gerakan Cinta Bahasa Ibu. Dengan gerakan cinta bahasa ibu ini mungkin akan memperlambat kepunahan bahasa-bahasa ibu [ djo ]

www.inimaumere.com

Selengkapnya...

Friday, 11 September 2009

Kabupaten Sikka dan Kepurbakalaannya..

Kabupaten Sikka dengan ibu kota Maumere terletak di Propinsi Nusa Tenggara Timur. Memiliki luas 1.731,9 km2. Kabupaten Sikka memiliki banyak catatan sejarah dan pra sejarah yang memantik banyak pihak untuk mempelajarinya. Dibawah ini sedikit tentang Kabupaten Sikka dan Kepurbakalaannya.
**
Wilayah Kabupaten Sikka dalam peta sepintas seperti sebuah gagang keris. Foto/gambar simbolik seperti itu langsung membayangkan sesuatu yang keras. Pelukisan ini tentulah sangat merangsang perbedaan pendapat. Namun hal yang tak bisa dibantah ialah sejak dahulu kala Sikka memang penuh dengan pergolakan yang keras, dinamika Sikka yang sangat khas dalam membangun kesatuan dan persatuan.
Dalam berbagai diskusi khusus, sorot krusial, Sikka (Kabupaten Sikka)memiliki kekhasan dalam hal muatan potensi kepurbakalaannya, pergolakan politiknya, bernas kesejarahannya, pernik-pernik seni-budayanya dan dalam hal potensi alam fauna dan flora serta peta kebahariaannya.

Siapa saja yang memahami sejarah Sikka kiranya mengamini, betapa pentas kepurbakalaan sangat rnenggelitik dalam hal tokoh-tokoh atau figur¬figur purba leluhur Sikka. Betapa dunia kepurbakalaan itu yang setidaknya masih berpantulan hingga Abad XX dan XXI. Figur-figur purba Mo'ang RaE Raja dengan pasangannya Du'a Rubang Sina, dan Mo'ang Sugi Sao dengan Du'a Sikka Go'it (Sikka Du'a Go'it) sungguh menggelitik dalam menelusuri cikal-bakal Sikka.
Atau khususnya keturunan seperti Bata Mo'angJatti Jawa, Mo'ang La'i Igor, dan Mo'ang Bagha Ngang yang dicatat sejarahwan sebagai peletak dasar Kerajaan Sikka).

Begitu juga Mbengu-Paga yang memantulkan khasanah birokrasi Paga-Mbengu sampai saat ini). Figur purba yang sangat menggelitik adalah ata bekor yang adalah dara purba dari Hulu Go'it dan Nalu Pare yang menurunkan Suku Woloblo di Klo'angpopot).

Secara khusus “Blikon Blewut" memuseumkan berbagai fosil artefak tidak hanya dari Sikka tetapi juga dari berbagai daerah di NTT, di Indonesia bahkan di dunia. Selain itu, masih banyak artefak yang tidak ditampung Blikon Blewut seperti "Jong Dobo" di Desa Dobo. Perkara barang-barang purba juga disimpan di Regalia Nita di Nita.


Literatur : 'Pelangi Sikka'

Oscar Mandalagi Parera

www.inimaumere.com



Selengkapnya...

MAUMERE TUAN RUMAH PORDAFTA

Setelah menyelenggarakan dua kali Pordafta, di Kota Larantuka Kabupaten Flores Timur (Flotim) dan Kota Ruteng di Kabupaten Manggarai, untuk kali ketiga penyelenggaraan Pordafta 2009 Kota Maumere Ibukota Kabupaten Sikka akan menjadi tuan rumah ajang olahraga se-daratan Flores dan Lembata.
Pordafta di Kabupaten Sikka terselenggara sejak tanggal 26 September 2009 hingga 02 Oktober 2009, dengan mempertandingkan dua belas cabang olahraga antara lain ; bola kaki, volley, silat, karate, tae kwon do, lari, dan lain sebagainya.

Rencana awalnya Pordafta 2009 Maumere Kabupaten Sikka akan diselenggarakan tanggal 09 hingga 15 September 2009, namun karena pada tanggal tersebut saudara kita beragama Islam masih menjalankan puasa sehingga Pordafta 2009 baru akan dilaksanakan tanggal 26 September hingga 02 Oktober 2009.

Untuk menyukseskan penyelenggaraan Pordafta 2009 di Kabupaten Sikka, Bupati Sikka Drs. Sosimus Mitang dalam sebuah rapat koordinasi di Sekertariat KONI Sikka, belum lama ini. Mengajak seluruh element masyarakat dan berbagai pihak yang ada di Kabupaten Sikka supaya ikut menyukseskan pelaksanaan Pordafta 2009 di Kabupaten Sikka.

“ Saya ajak semua pihak dan seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Sikka supaya ikut serta menyukseskan pelaksanaan Pordafta di Maumere “ ajak Sosimus Mitang.

Pordafta merupakan ajang olahraga yang bertujuan antara lain untuk mempererat tali persaudaraan antara atlet yang ada di Daratan Flores dan Lembata dalam upaya mengembangkan bakat dan kemampuan generasi Nusa Tenggara Timur supaya menjadi lebih mampu dan akan menjadi yang terbaik di bidang olah raga baik di tingkat nasional bahkan hingga tingkat internasional.

Menjelang pelaksanaan Pordafta 2009, Pemerintah Kabupaten Sikka saat ini tengah melakukan persiapan dan rehab berbagai fasilitas olahraga yang akan digunakan sebagai arena olahraga, antara lain Gelora Samador, Lapangan Umum dan beberapa lokasi lainnya serta fasilitas umum yang ada.

Untuk itu sudah sepantasnya kita sebagai orang Maumere, supaya ikut menyukseskan pelaksanaan Posdafta di Maumere, dengan menjaga keamanan dan terutama menjadi suporter yang baik perilaku dan tindak tanduk. Ingat tamu adalah raja.

Dan semoga para atlet tuan rumah Pordafta 2009, Maumere Kabupaten Sikka mampu meraih kembali juara umum pada Pordafta pertama di Larantuka Flores Timur. Karena pada Pordafta ke dua di Ruteng Manggarai, Maumere tidak sanggup mempertahankan juara umum.

Dari informasi yang diperoleh inimaumere.com, Pekan Olahraga Daratan Timor (Pordat) 2009 akan digelar di Atambua dan dibuka tanggal 14 Oktober. Dan saat ini Pemerintah Belu sudah mulai melakukan persiapan.

Dan usai menyenggarakan Pordafta dan Pordat, para atlet dari masing – masing kabupaten yang ada di NTT akan bertemu pada laga Pekan Olah raga Daerah (Porda) NTT yang direncanakan akan dilaksanakan di Kupang, Ibu Kota Propinsi NTT. [ djo ]

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Wednesday, 9 September 2009

SAMPAH, JERAWAT PADA WAJAH MAUMERE

Maumere_ Dari dulu sampah masih merupakan masalah bagi Kota Maumere, sampah bak jerawat yang terus tumbuh di wajah seorang gadis yang bernama Maumere. Di kota yang pernah ditapaki Paus Yohanes Paulus II ini, sampah bertebaran dimana – mana.
Ditepi jalan, selokan air, got hingga halaman pekarangan pun penuh dengan sampah. Tiap hari, bulan dan tahun, pemerintah terus berupaya untuk menangani masalah sampah. Namun, usaha pemerintah ini tak membuahkan hasil yang berarti. Keinginan masyarakat agar pemerintah membangun tempat sampah di depan gang dipenuhi pemerintah, tapi tetap saja ada yang memanfaatkan got sebagai tempat peristirahatan terakhir sampah.

Gadis mana yang tak mau merias wajahnya, menghilangkan jerawat dari wajahnya dan menata wajahnya dengan olesan kosmetik yang ada. Tidak dengan Maumere, sampah masih merupakan masalah bagi si Gadis Maumere. Kesadaran masyarakat untuk membersihkan halaman, jalan, got dan saluran air dari sampah masih sangat rendah. Bahkan mungkin nyaris tak ada kesadaran sama sekali, apakah waktu membuang sampah mereka menutup mata ???

Lihat saja di Pusat Perbelanjaan Kota Maumere, para pemilik toko dan kios sama sekali tidak peduli dengan saluran got yang sudah disesaki dengan sampah. Seolah – seolah masalah sampah di wajah Maumere adalah masalah bagi segelintir orang di Kabupaten Sikka.

Siapa lagi yang harus membersihkan sampah dari Kota Debu Maumere ini, kalau bukan kita ?? apa mau kalau Maumere yang dulu pernah di kenal dengan sebutan Kota Debu, akan mendapat “gelar” baru sebagai Kota Sampah. Siapa yang harus malu, kalau bukan kita ???

Yang bikin Maumere berjerawat sebenarnya adalah kita, maka buanglah sampah pada tempatnya, ya ditempat sampah. Disana sampah akan merasa nyaman dan kita akan merasa tenang, tidak terganggu oleh bau yang tidak sedap dan dari pemandangan yang kurang pas.

Sampah di Kota Maumere tidak saja sebagai pengusik, namun lebih dari itu sampah juga menjadi rumah bagi biang penyakit, sarang nyamuk dan penyebab banjir di musim hujan. Walau setiap hari selalu ada orang yang kritis karena sakit diare, malaria dan jenis penyakit lainnya oleh sampah, namun kesadaran masyarakat akan bahaya sampah masih rendah. [djo]




www.inimaumere.com
Selengkapnya...

 

© 2007 MaUmErE oF FlOrEs | Design by MaUmErE Of FlOrEs







---[[ KeMbAlI kE aTaS ]]---