Selamat Datang di Maumere...

SELAMAT BUAT PAKET AN-SAR (YOS ANSAR RERA-P.NONG SUSAR) yang dipercayakan masyarakat Kabupaten Sikka sebagai BUPATI dan WAKIL BUPATI SIKKA 2013-2018..
Pemandangan di Kolisia, Kecamatan Magepanda

Friday, 19 March 2010

Ule Nale Di Kampung Sikka..


Di Kampung Sikka, Kabupaten Sikka, Flores, NTT, ada sebuah tradisi yang telah lama dijalani oleh masyarakat setempat yakni Ule Nale atau menangkap cacing laut. Tradisi ini begitu melekat erat dengan perayaan Paskah. Tradisi menangkap cacing laut ini begitu meriah karena melibatkan banyak orang. Baik dari Kampung Sikka maupun masyarakat yang datang dari kampung-kampung tetangga. Bahkan ada pula dari Maumere turut berpartisipasi
Ada pantangan yang mesti dijaga saat berda di lokasi. Jika pantangan tersebut dilanggar maka cacing-cacing unik ini tak akan keluar dari laut maupun pori-pori karang.
Yok menuju ke lokasi pencarian cacing,,.,..segera.............
Ribuan orang tumplek ke tengah lokasi perburuan. Bahkan nyala obor yang terang akan menjadi pemandangan spektakuler dari kejauhan.
 Jika kita menggunakan kamera yang bagus, ratusan nyala obor di pantai selatan tempat lokasi berburu akan menjadi bidikan yang mempesona.

Tradisi menangkap cacing laut di Kampung Sikka ini juga tak lepas dari tradisi masyarakat setempat seperti tradisi mencari jodoh dan lain-lain dan tak lepas dari pantangan... Mengapa yang membawa jeruk nipis, wanita hamil, datang bulan dilarang berada dipesisir pantai?
Menurut masyarakat setempat, si cacing laut tak akan muncul kalau salah satu dari ketiga larangan tersebut dilanggar. Jika cacing laut yang sedang melimpah ruah tersebut tiba-tiba menghilang maka patutlah dicurigai bahwa ada pelanggaran atas 3 larangan tersebut diatas, demikian cerita yang kami himpun.

Bagi masyarakat setempat, nale adalah sebuah tradisi peninggalan nenek moyang yang mesti diteruskan. Tradisi menangkap cacing laut ini cuma berlangsung sekali dalam setahun dimana berdekatan dengan perayaan pesta Paskah.

Kata salah satu warga Kampung Sikka, Ule Nale akan diadakan tepat menjelang Paskah, Katanya lagi, sang cacing laut akan muncul di minggu ke-3 menjelang hari raya Paskah. Tidak berubah dari jadwal tersebut. Entah hari raya Paskah jatuh tanggal berapa, bulan berapa nantinya tetap saja si cacing laut ini akan dengan segera muncul kepermukaan di minggu ke-3 menjelang Paskah. Tentu saja keunikan sang cacing tersebut telah berlangsung dari jaman tempo doeloe.

Dulu tradisi ini begitu mengental dengan tradisi sir-siran antar anak muda. Biasanya pada saat panen cacing laut berlangsung, anak-anak muda yang sedang kasmaran ikut-ikutan merayakan tradisi mereka sebagai ajang untuk mencari jodoh.

Sang lelaki akan memercikan air ke sang cewek yang ditaksirnya, begitu sang cewek membalas percikan dengan percikan lagi artinya bahwa sang cewek tersebut telah membalas cinta si pemuda. Ada lagi tradisi mennyiram air keseseorang, entah kecewek atau ke cowok. Seseorang yang boleh menyiram air haruslah terhitung ipar atau ada hubungan saudara lewat pernikahan. Sang cowok atau cewek yang tersiram tak boleh membalas saat itu tapi boleh membalasnya satu tahun kemudian dalam ‘acara’ yang sama (cape deh..hehehe).

Tradisi menyiram air entah ke cewek atau ke cowok tersebut bersamaan dengan tradisi nale tersebut, ya terjadi disaat sedang sibuk-sibuknya berburu cacing, tapi trardisi ini kini perlahan-lahan mulai ditinggalkan, entah kenapa.

Mencari cacing nale tidaklah mudah. Butuh ketelitian, kejelian, kesabaran dan pandai menangkap. Cacing unik ini akan terlihat muncul dari pori-pori atau lubang batu karang. Kadang terlihat ia terhanyut dibawah air.

Untuk menangkap cacing biar terlihat mudah misalnya kita membentuk satu kelompok yang didalamnya terdiri dari 3-4 orang dengan menyisir secara bersamaan. Cacing laut yang memiliki aneka warna ini akan muncul kepermukaan dengan diiringi beberapa tanda atau gejala.

“Bau amis yang tajam,sambaran petir atau kilat diudara adalah tanda-tanda kedatangan sang cacing,”ujar beberapa warga di lokasi.

Cacing laut yang diburu ini termasuk sangat unik. Tak seperti cacing lain yang memiliki body yang kenyal cacing laut yang diburu ini memiliki tubuh yang sangat rapuh. Kok bisa?Ya begitulah, tubuh sang cacing laut ini memang sangat rapuh?Jadi saat megangnya juga harus hati-hati agar sang cacing tersebut tak jadi cairan. Solusinya? Bagi yang tak berpengelaman silakan menggunakan sepotong lidi. Dengan menggunakan lidi tadi cukuplah untuk menolong kita-kita yang kurang pengelaman.

Lalu setelah ditangkap, apa selanjutnya yang dilakukan? Jangan takut, cacing ini bisa dimakan dan rasanya sangat gurih dan lezat. Kami telah mencicipinya dan merasakan kenikmatan sendiri. Sungguh...


Kampung Sikka terletak diwilayah selatan Kabupaten Sikka atau berjarak sekitar 24 KM dari Kota Maumere. Kampung ini sangat kental dengan jejak kedatangan Bangsa Portugis kewilayah Kabupaten Sikka dan Flores. Di Kampung Sikka juga berdiri sebuag Gereja kuno peninggalan Portugis dan sebuah Istana Raja Sikka masa lampau yang lebih dikenal sebagai Lepo Gete.

Di Lepo Gete yang kini tidak dirawat sebagai aset wisata, Raja Sikka memerintah Kerajaan Sikka secara turun temurun sebelum akhirnya berpindah ke Kota Maumere di pemerintahan Raja Thomas.

Di Kampung Sikka juga ada sebuah tradisi prosesi menjelang hari raya Paskah. Prosesi ini sungguh unik karena bersinggungan dengan tradisi katolik Portugis. Tradisi yang mirip PROSESI Paskah di Larantuka (Flores Timur) di sebuat Logu Senhor atau menunduk dibawah Salib Tuhan.

Lengkapnya tentang perburuan Cacing Laut tersebut bisa dibaca dengan mengklik disini...








www.inimaumere.com

Selengkapnya...

Wednesday, 17 March 2010

Toko Buku Gramedia Akhirnya Hadir Di Kota Maumere



Harapan masyarakat pecinta buku untuk mendapatkan buku-buku bacaan seperti fiksi, non fiksi, ilmiah maupun edukasi dan akademis di Kota Maumere kini telah terwujud. Gramedia akhirnya memperluas jaringannya ke Kota Maumere. Dengan hadirnya Toko Buku Gramedia, kini Maumere pantas berbangga diri karena menjadi kota kedua di NTT setelah Kupang yang didatangi Gramedia. Dan hari ini tepatnya Selasa (16/03/2010) Toko Buku Gramedia akhirnya beroperasi. Store Manager Gramedia Maumere, Gembong Wicaksono menjelaskan kepada inimaumere.com bahwa Grand Opening Gramedia Maumere tertunda karena menunggu keputusan dari Gramedia Pusat. “Tapi demi konsumen Gramedia Kota Maumere yang telah lama menunggu, hari ini kami beroperasi,”jelasnya. Sedangkan Wakil Bupati Sikka Wera Damianus yang kebetulan ditemui sedang berbelanja di Gramedia mengharapkan akhir pekan ini atau pekan depan Grand Opening Gramedia Maumere segera di luncurkan. Dijadwalkan Gubernur Frans Lebu Raya yang akan meresmikan pembukaan Toko Buku Gramedia Maumere.

Dengan hadirnya Toko Buku Gramedia di Maumere, keinginan warga konsumen buku di Kota Maumere dan Flores umumnya untuk mendapatkan buku-buku berkualitas dari Gramedia kini semakin mudah. Wicaksono juga menjelaskan bahwa Toko Buku Gramedia Maumere untuk sementara menyediakan 12.000 judul buku dan mempekerjakan 50-an pegawai laki-laki dan perempuan. “Semua karyawan Gramedia Maumere diambil dari putera dan puteri daerah Sikka,”jelasnya.

Toko Buku Gramedia Maumere yang terletak di Jalan Kesehatan Kota Maumere memiliki luas 2000 meter persegi dan untuk sementara masih menggunakan lantai satu. Direncanakan dalam beberapa waktu lantai dua Toko Buku Gramedia Maumere sudah bisa beroperasi, demikian Wicaksono.

Animo masyarakat saat dibukanya Toko Buku Gramedia Maumere cukup tinggi. Ratusan pegunjung memadati dan silih berganti mendatangi Toko Buku Gramedia sejak pagi. Toko Buku Gramedia Maumere merupakan satu-satunya yang berada di Pulau Flores dan menjadi kebanggaan masyarakat pecinta buku di Flores. Para pengunjung Toko Buku Gramedia Maumere yang rata-rata adalah anak muda mengungkapkan rasa gembiranya saat ditanya tentang kehadiran Toko Buku Gramedia di Kota Maaumere. “Senang sekali, pokoknya i love u pull gramedia karena sudah masuk di Maumere,”Ungkap Adelia, pelajar SMU di Kota Maumere yang datang bersama temannya.
Begitu pula ungkap Gunawan seorang Mahasiswa “Meski masih ada beberapa kekurangan, kami sangat senang karena Gramedia sudah hadir disini.”
Hal senada juga diungkapan oleh beberapa pengunjung yang hadir ditengah-tengah kegembiraan beroperasinya Toko Buku Gramedia.

12.000 judul buku di Toko Buku Gramedia tersebar dalam beberapa kategori mulai dari Komik, Referensi, Bahasa, Anak dan Remaja, Komputer, Hoby, Ketrampilan, Masakan, Kedokteran, Manajemen, Hukum, Sospol, Sejarah, Kristen dan Khatolik, Fengshui, Psikologi, Filsafat, Sastra, Novel, Ilmu Pasti,/Alam dan lain-lain.

Kehadiran Gramedia di Kota Maumere dan Flores ini tak lepas dari peran Frans Seda, salah seorang putera terbaik Sikka yang baru-baru ini telah berpulang ke pangkuan TYME. Salah seorang pendiri Kompas dan Gramedia yang juga adalah Komisaris pada PT.Gramedia Indonesia. Beliaulah yang menjadi tokoh sentral hadirnya Toko Buku Gramedia di Kota Maumere ini sekaligus di tanah leluhurnya.


Wabup Sikka (kiri) & G.Wicaksono(kemeja putih)







www.inimaumere.com


Selengkapnya...

Friday, 12 March 2010

Telkomsel Kartu As Peduli Lingkungan

Bersih-Bersih Pasar Geliting Bareng Telkomsel Kartus As Gratis 1000 SMS


Sebagai wujud kepedulian Telkomsel terhadap masyarakat dan lingkungan di Flores khususnya Kabupaten Sikka, Telkomsel melalui produk Kartu As menyelenggarakan kegiatan bhakti sosial membersihkan Pasar Geliting. Kegiatan ini berlangsung Jum'ad pagi (12/03/2010) diawali dengan acara Fun Drive Kartu As yang diikuti oleh 500 orang peserta yang terdiri dari element masyarakat Maumere, Komunitas Motor CB, Matic dan King, Komunitas Ojek serta Komunitas Outlet Telkomsel yang tersebar di wilayah Kota Maumere dan sekitarnya. Sebelumnya para peserta fun drive berkumpul di Gelora Samador untuk selanjutnya berangkat bersama-sama menuju ke Pasar Geliting. Mengenakan kaos merah bertulis Gratis 1000 SMS 24 Jam ke Semua Operator, ratusan sepeda motor melaju perlahan-lahan meninggalkan Kota Maumere melewati rute Jl. Nong Meak, Jl. Sugi Pranoto, Jl. Cakalang, Jl. Bandeng, Jl. Yos Sudarso, Jl Achmad Yani. Kegiatan Telkomsel Peduli Lingkungan ini diselenggarakan oleh Neibers Event Organizer pimpinan Audy.

Sales & Outlet Operation Sub Branch Maumere, I Wayan Eka Wiryawan yang ditemui disela-sela kegiatan ini mengharapkan agar masyarakat lebih paham pentingnya safety riding saat mengendarai kendaraan di jalan raya demi keselematan diri sendiri dan orang lain. Selain itu melalui kegiatan bhakti sosial membersihkan pasar, mudah-mudahan masyarakat semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan dan membiasakan diri hidup sehat.
“Jadi melalui kegiatan ini ada dua manfaat yang bisa diperoleh sekaligus yaitu membiasakan berhati-hati saat mengendarai kendaraan dan menjaga kebersihan lingkungan,”Ujar Wayan Eka.

Di sela-sela kegiatan juga dilakukan sosialisasi dan edukasi program Promo Kartu As yang terbaru yaitu Kartu As Gratis 1000 SMS ke Semua Operator.
Menurut Wayan Eka, promo ini merupakan salah satu bentuk apresiasi Telkomsel kepada masyarakat dan pelanggan yang telah setia menggunakan produk Telkomsel.
’Tentunya 1.000 SMS gratis yang didapatkan setiap hari ini sangat bermanfaat dalam memberikan penghematan anggaran komunikasi yang sangat signifikan bagi pelanggan Kartu As,” ujarnya.
Untuk semakin mendekatkan diri kepada pelanggan, Telkomsel menyediakan pusat layanan informasi untuk melayani berbagai kebutuhan informasi mengenai produk dan layanan Telkomsel pada saat event berlangsung.



Kartu As Gratis 1.000 SMS ke Semua Operator


Dalam upaya memberikan yang terbaik untuk seluruh pelanggan Kartu As, Telkomsel meluncurkan Promo GRATIS 1000 SMS TIAP HARI ke SEMUA OPERATOR dan Promo GRATIS 5 MB Data. Diharapkan dengan peluncuran program ini, para pelanggan Kartu As bisa menerima semakin banyak tawaran menarik yang tentunya didukung oleh jaringan terluas dan kulitas terbaik. Caranya mudah, pelanggan lama tinggal hubungi *100# untuk melakukan perpindahan skema tarif.

Seluruh pelanggan Kartu As baik pelanggan baru maupun lama dapat menikmati promo ini dengan mekanisme sebagai berikut, pelanggan langsung mendapat gratis 1.000 SMS ke semua operator di hari yang sama setelah mengirim SMS berbayar senilai minimum Rp 1.000 ke seluruh operator di Indonesia yang dihitung mulai pukul 00.00-24.00 setiap harinya. SMS berbayar yang dihitung adalah SMS ke seluruh operator lokal di Indonesia. SMS content dan SMS internasional tidak masuk dalam kategori perhitungan SMS berbayar. Periode promo berlaku sampai dengan 30 April 2010.Demikian dikatakan I Wayan Eka Wiryawan,Supervisor Sales & Outlet Operation Sub Branch Maumere

Ditambahkannya, tarif yang berlaku bagi pelanggan yang mengikuti promo Kartu As 1.000 SMS ini adalah tarif nelpon Rp 15/ detik dan tarif SMS Rp 115/ SMS. Tarif ini berlaku ke seluruh operator flat 24 jam.

Lebih lanjut Wayan mengatakan, pelanggan yang ingin keluar dari skema tarif promo ini dan kembali ke skema tarif reguler Kartu As dapat menghubungi *100# di mana perpindahan dapat dilakukan sekali dalam sehari. Setiap keluar dari skema tarif promo ini, pelanggan dikenakan biaya Rp.1000, ujarnya lagi.

Penjelasan mengenai Promo GRATIS 5 MB data ini adalah sebagai berikut:
• Pelanggan langsung mendapat GRATIS 5 MB dan dapat digunakan di seluruh Indonesia setelah melakukan pembelian paket data 5 MB seharga Rp.5000,- yang dapat dibeli dengan menghubungi *363#.

• Promo ini berlaku selama 1 hari pada tanggal pembelian.
• Pelanggan yang mengikuti promo GRATIS 5 MB data tetap dapat menikmati promo Kartu As lainnya, termasuk promo GRATIS 1000 SMS KE SEMUA OPERATOR dan Kartu As Serba Rp 1000,-.


Bagi-bagi kantong sampah


Bersih-Bersih..


Anton, MC-nya

Gratis 1000 sms

Karaoke Bersama

Gratisssssssss


Kuis Libatkan Masyarakat



Wayan Eka





www.inimaumere.com


Selengkapnya...

Tuesday, 9 March 2010

Gong Waning Sikka, Sejarah, Ritual, Pertunjukan dan Dampak Musikalnya

Perubahan Fungsi Musik Gong Waning Terhadap Aspek Musikalnya
oleh : Yohanes Carlos

Sebagian besar seni musik yang hidup dan berkembang di Indonesia merupakan seni tradisi rakyat, dimana penggunaannya selalu berhubungan dengan penyelenggaraan upacara adat atau ritual. Musik Gong Waning misalnya, seni musik ini merupakan seni musik rakyat yang berasal dari Kabupaten Sikka, Flores, dimana penggunaannya selalu berhubungan dengan upacara adat atau ritual.


Instrument ini terdiri dari; 2 buah waning ( semacam kendang Jawa namun, hanya memiliki satu membran ), 5 buah gong (semacam kempul Jawa ) dan satu buah saur ( sepotong bambu yang berukuran ± 1 meter ). Awalnya instrument ini hanya digunakan oleh masyarakat setempat dalam pelaksanaan upacara adat atau ritual seperti, upacara pernikahan, upacara berkebun, dan pembangunan rumah namun, dalam perkembangannya fungsi atau peran musik Gong Waning pun mulai bergeser. Penggunaannya tidak lagi untuk upacara adat semata tapi, sudah mulai memasuki dunia seni pertujukan yang sifatnya untuk hiburan. Dengan adanya perubahan atau pergeseran fungsi musik Gong Waning ini maka, terjadi juga perubahan dalam sisi musikalnya..

Sejarah Gong Waning

Donlod MP3,salah satu ragam GONG WANING.mp3

Musik Gong Waning boleh dikatakan relatif baru untuk ukuran sebuah musik tradisi. Kehadirannya di tengah masyarakat Sikka baru sekitar tahun 1920-an, kemunculannya ini merupakan dampak dari masuknya para pedagang dari Cina, Jawa, dan Bugis, yang pada saat itu membawa alat musik Gong untuk dibarter dengan barang-barang kerajinan dan hasil bumi masyarakat setempat.

Sebelum masuknya instrument Gong ke wilayah Sikka, masyarakat setempat sudah mengenal terlebih dahulu alat musik Lettor. Alat musik ini terbuat dari kayu, yang berbentuk bilahan-bilahan yang disusun yang disusun berjejer (seperti gambang Jawa, namun hanya berjumlah 7 bilah kayu).
Selanjutnya, pada saat instrument Gong masuk ke wilayah Sikka maka, oleh masyarakat setempat instrument Lettor diganti dengan instrument Gong. Alasannya karena, suara yang dihasilkan dari instrument Gong mirip dengan suara yang dihasilkan oleh instrument Lettor, dan instrument Gong dianggap lebih tahan lama atau lebih awet dibanding instrument Lettor. Sejak saat itu, peran instrument Lettor pun mulai diambil alih atau diganti dengan instrument Gong hingga saat ini.

“Gong Waning” untuk Ritual

Dalam budaya masyarakat Sikka, setiap upacara adat yang mereka lakukan merupakan sebuah bentuk doa, harapan, maupun ucapan syukur kepada Yang Maha Kuasa atas segala yang mereka terima. Oleh karena itu, upacara yang mereka lakukan selalu dilengkapi dengan musik dan tari-tarian, yang merupakan simbol atau wujud ungkapan syukur kepada Tuhan.

Dalam pelaksanaan upacara adat, kehadiran atau peran musik Gong Waning yaitu sebagai pengiring tarian karena, di wilayah Sikka musik Gong Waning tidak pernah berdiri sendiri atau disajikan sendiri tanpa unsur tari-tarian. Ini jelas berbeda dengan musik Gamelan Jawa atau Gamelan Bali yang mampu atau bisa disajikan sendiri tanpa harus mengiringi sebuah tarian. Dengan latar belakang budaya seperti ini, maka penyajian musik Gong Waning dan tari-tarian merupakan suatu kemasan yang tidak dapat dipisahkan.

Sebagai musik pengiring tarian, para pemusik bebas menentukan jenis irama yang akan mereka mainkan, kapan akan berganti irama, tanpa harus mengikuti atau memperhatikan para penari. Hal ini disebabkan karena, sajian musik Gong Waning dan tari-tarian tersebut merupakan seni rakyat, dimana tidak ada batasan-batasan atau aturan-aturan yang sifatnya mengikat untuk menentukan pilihan irama yang akan dimainkan maupun kapan saat pergantian iramanya. Dengan demikian, meskipun musik Gong Waning berperan sebagai pengiring tarian namun, para penari yang cendrung mengikuti alunan musiknya bukan sebaliknya.

“Gong Waning” untuk Pertunjukan

Sama halnya dengan perannya dalam upacara adat atau ritual, dalam seni pertunjukan Gong Waning pun berfungsi sebagai pengiring tarian. Namun, untuk seni pertunjukan tidak ada kebebasan lagi bagi para pemusik untuk memainkan Gong Waning. Disini, para pemusik lebih diarahkan atau diatur untuk mengikuti setiap gerakan yang dilakukan oleh para penari. Para penabuh dituntut bisa mengikuti gerakan para penari, kapan harus berganti irama, kapan harus menabuh dengan suara lirih atau keras, semuanya harus mengikuti gerakan yang sudah digarap oleh koreografernya.

Adanya pengaturan pola gerakan dengan pola tabuhan karena, kemasan ini tujuannya bukan untuk ritual tetapi, untuk seni pertunjukan yang sifatnya untuk hiburan. Artinya, yang dinilai adalah aspek keindahan nya, dimana adanya keserasian musik dan gerakan, cara para pemusik maupun penari dalam berkespresi, serta dari sisi kostumnya.

Dampak Musikalnya

Salah-satu aspek yang terkena dampak dari pergeseran fungsi atau peran Gong Waning adalah aspek musikalnya. Seperti yang telah dijelaskan diatas, bahwa untuk upacara ritual para penabuh bebas untuk menentukan jenis irama yang mereka inginkan, namun untuk pertunjukan semuanya mengikuti pola gerakan para penari. Adanya perubahan musikal dalam musik Gong Waning sesungguhnya hanya salah-satu instrument yang berperan penting yaitu ; Waning Inang. Instrument ini lah yang berfungsi untuk memberikan kode peralihan, melakukan penambahan pola-pola tertentu sehingga sesuai dengan gerak tari. Khusus untuk instrument gong, teknik tabuhannya tetap sama atau tetap pada aturan yang sudah ada. Jika ada instrument lain yang ikut membuat pola-pola baru agar sesuai dengan gerak tari, itu adalah instrument Saur.

Perubahan atau perkembangan musikalitasnya, sejauh ini penulis baru dapat mengindentifikasi menjadi tiga bagian yaitu ;

* Pertama, jika dalam seni ritual perubahan dari satu irama ke irama yang lain tanpa mengunakan kode peralihan maka, dalam pertunjukan digunakan kode peralihan. Ini dilakukan agar para penari tidak melakukan kesalahan saat menari.

* Kedua, untuk menyesuaikan pola gerakan-gerakan dalam tarian yang sudah digarap para pemusik biasanya keluar dari aturan atau pakem yang sudah ada, dan menambahkan pola tabuhan baru, sehingga sesuai dengan gerakan penari.

* Ketiga, para pemusik mulai memperhatikan keras-lirihnya tabuhan, sesuai dengan gerakan yang dilakukan para penari. Ini agak berbeda jika musik Gong Waning dalam upacara ritual, mereka tidak terlalu memperhatikan keras-lirihnya suara musik tersebut.
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Pada dasarnya perubahan atau pergeseran fungsi Gong Waning disebabkan oleh terjadinya perubahan pola hidup masyarakat setempat. Jika dahulunya mereka sering melakukan upacara adat atau ritual maka dengan adanya perkembangan jaman, mereka mulai meninggalkan upacara – upacara adat yang sering mereka lakukan. Hal ini menyebabkan penggunaan instrument Gong Waning pun semakin menurun. Oleh sebab itu, untuk tetap menjaga keberadaan atau eksistensi musik Gong Waning maka, penggunaan instrument tersebut mulai dialihkan ke dunia seni pertunjukan.

Setelah terjadi pergeseran fungsi Gong Waning, musikalitasnya pun mulai mengalami perubahan atau perkembangan. Adanya perubahan atau perkembangan tersebut merupakan salah – satu dampak penyesuaian terhadap pola gerak tari yang telah digarap, dan tuntutan penikmat (yohanes carlos).

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Dulmatin, Jejak Peneror Yang Menakutkan...

Tersangka teroris Dul Matin tewas diterjang peluru pasukan Detasemen Khusus 88/Antiteror Mabes Polri dalam penggerebekan di rumah toko Multiplus Jalam Siliwangi, Pamulang, Tangerang Selatan, sekitar pukul 12.00 WIB (Selasa 09/03/2010. Namun banyak yang membantah kabar kematiannya. Untuk itu Polri sedang melakukan Proses identifikasi Tes DNA untuk membuktikan fakta tersebut.

Siapakah DULMATIN? dibawah ini adalah jejak sang teroris yang merupakan orang penting dalam jaringannya di Asia Tenggara.
Jejak Dulmatin alias Joko Pitono alias Joko Supriyanto sudah terendus sejak 6 Oktober 2002. Bersama Dr. Azahari dan Ali Imran dia datang ke Bali. Pada 12 Oktober 2002, dua bom dahsyat meledak di Paddy's Cafe dan Sari Club. Dalam Bom Bali I Dulmatin bertugas membantu merakit bom, memantau kondisi lapangan, menggambar denah lokasi, serta mencocokkan waktu dan tempat.

Lahir di Desa Petarukan, Pemalang Jawa Tengah, pada 1970, Dulmatin kemudian pergi ke Malaysia pada 1992. Dia kembali ke Pemalang pada 24 November 1995 untuk menikahi Istiadah. Saat itu Dulmatin menggunakan nama Ammar Usman.

Dulmatin sempat mengajar di pesantren Luqmanul Hakiem, Johor, Malaysia. Dulmatin memiliki keahlian merakit firing device, dan rangkaian elektroni yang memicu kerja detonator bom. Dia kemudian pindah ke Filipina dan tinggal bersama dengan Umar Patek di Pawas, di luar Cotabato tempat para anggota Darul Islam dilatih.

Saat bom meledak di Hotel JW Marriot 2003, polisi sempat menemukan jejak Dulmatin bersama Azahari dan Noordin M. Top di Bengkulu. Dia berganti nama menjadi Feri Kurnaiawan dan sering keluyuran di kios fotokopi sekitar Universitas Bengkulu. Pada Januari 2005, pesawat tempur dan helikopter militer Filipina menggempur kawasan Maguindanao, wilayah selatan yang disebut-sebut sebagai tempat persembunyian "teroris", Dulmatin diyakini tewas dalam serangan ini.

Namun pihak Filipina mengatakan Dulmatin dan Umar Patek tidak termasuk korban penyerangan militer Filipina terhadap kamp Abu Sayyaf di Butilan Marsh, Datu Piang, Provinsi Maguindanao, Filipina Selatan. Pada 31 Maret 2005 Dulmatin dikabarkan telah masuk Indonesia tepatnya di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa Nusa Tenggara Barat.

Nama Dulmatin kembali muncul 2005 saat Bom Bali II meletus. Pemerintah Amerika bahkan siap menebus informasi yang bisa menuntunnya mencokok Dulmatin dengan harga US$ 10 juta (sekitar Rp 100,5 miliar). "(Pemerintah) Amerika sangat ingin mengadili orang-orang ini atas kejahatan mereka," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Sean McCormick. Selain Dulmatin, Washington menghargai Umar Patek senilai US$ 1 juta. Keduanya termasuk dalam daftar tersangka bom Bali I, 12 Oktober 2002.

Keberadaan Dulmatin terus diburu. Pemerintah Filipina pada Juli 2005 mengumumkan telah menyerang persembunyian gerilyawan di sebuah desa yang ditengarai sebagai tempat persembunyian Dulmatin. Istri Dulmatin Istiadah ditangkap di Filipina karena masalah keimigrasian. Pada Januari 2007, Dulmatin dilaporkan terluka dalam baku tembak dengan militer Filipina di selatan Pulau Jolo.

Pejabat militer senior Filipina pada awal 2010 mengatakan Dulmatin ternyata selamat dari bentrokan di Filipina Selatan pada 2008.”Saya percaya informasi dari sumber-sumber bahwa Dulmatin masih di Sulu,” kata Komandan Marinir­
Filipina Mayor Jenderal Juancho Sabban kala itu. Sulu merupakan rangkaian dari pulau-pulau yang ada di Filipina Selatan, sarang kelompok militan Islam (tempointeraktif).
www.inimaumere.com

Selengkapnya...

Friday, 5 March 2010

Perpustakaan Daerah, Nyaman Dengan Koleksi Bacaannya..

Bagi sebagian besar masyarakat, membaca adalah sebuah tuntutan apalagi dijaman serba informasi seperti saat ini. Tak banyak yang mengetahui bahwa di Kota Maumere ini ada perpustakaan daerah yang memiliki banyak koleksi buku bacaan. Begitu juga inimaumere.com yang tak sengaja menemukan gedung baca ini. Cocok dan klop karena buku-buku bacaan yang dicari hampir semua berserakan disini.
Keberadaan Perpustakaan Daerah ini tak banyak diketahui oleh masyarakat umum karena jarang dipublikasikan. Padahal perpustakaan daerah ini memiliki begitu banyak buku bacaan berkualitas dengan koleksi bacaan fiksi dan non fiksi. “Perpustakaan Daerah ini memiliki 9972 koleksi buku bacaan dengan kategori fiksi sebanyak 702 buku dan non fiksi sebanyak 9270 buku,”demikian dikatakan Ibu Hendrika Nuwa, salah seorang staf Pepustakaan Daerah tersebut. Perpustakaan Daerah Kabupaten Sikka mendapatkan sumbangan buku-buku bacaan dari Perpustakaan Nasional serta fasilitas mobil perpustakaan keliling yang direncanakan beroperasi bulan April 2010 mendatang.

Ruangan Perpustakaan Daerah ini sangat tenang. Bunyi musik berirama lembut terdengar mengalun pelan menerobos telinga. Hal ini menambah kenyamanan saat berkutat dengan bacaan. Koleksi buku-buku bacaan disini pun kian waktu kian lengkap. Tak salah, jika perpustakaan ini bisa menjadi tempat untuk menggali informasi lewat bacaan-bacaan berkulitasnya.
Perpustakaan Daerah yang berlokasi didaerah Wairklau Kota Maumere ini biasa beroperasi dari pagi pukul 07.30 sampai dengan sore hari pukul 17.00 Wita tanpa dikenakan biaya sepeserpun untuk membaca. Di buka setiap hari kecuali hari minggu dan hari libur nasional.

Bagi Anda yang gemar meminjam buku, Perpustakaan Daerah ini juga melayani sewa buku secara berkala. Untuk menyewa buku Anda diwajibkan terlebih dahulu mendaftar menjadi Anggota Perpustakaan dengan membayar Rp.12.000 untuk jangka waktu 1 (satu) keanggotaan.
Dengan menjadi anggota hak-hak Anda sebagai pembaca mania menjadi lebih istimewa.

“Untuk perpanjangan keanggotaan dikenakan biaya Rp. 8200/thn, sedangkan sekali peminjaman maksimal berlaku 3 buku untuk waktu seminggu dengan denda Rp.500 sehari untuk tiap buku jika telah lewat masa peminjaman,”jelas Carla salah seorang pegawai perpustakaan.

Dikatakan Ibu Hendrika, selain memiliki gedung perpustakaan sendiri, Perpustakaan Daerah Kabupaten Sikka yang telah beroperasi sejak 2008 lalu juga melayani anak-anak usia sekolah Taman Kanak-Kanak dan Play Group. “Untuk anak-anak seusia dini lebih banyak ditonjolkan permainan edukatif dan Vcd Edukatif, bermain sambil belajar”tambahnya. Pelayanan untuk anak-anak usia dini ini dilakukan dengan menggunakan sebuah sepeda motor pintar hasil sumbangan dari Solidaritas Istri Kabinet Bersatu (SIKIB) yang diketuai oleh Ibu Ani Yudhoyono. Motor Pintar ini akan melayani anak-anak usia dini ini 2 kali dalam seminggu, jelas Ibu Hendrika.

Yap, bagi yang gemar membaca, pencari tugas atau bahan skripsi, atau apapun tak ada salahnya sekali waktu bermain-main ketempat bacaan ini. Koleksi buku bacaan berkualitas, koleksi koran lokal seperti Flores Pos, Pos Kupang, Suara Flores, Spirit Entete, Fortune dan lain-lain bisa didapat disini, buktikan saja ya..






www.inimaumere.com


Selengkapnya...

Thursday, 4 March 2010

Presiden Prioritaskan Kesuksesan Program Pro-Rakyat

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memprioritaskan penyuksesan program-program pro-rakyat di atas penanganan isu koalisi partai politik yang mendukung pemerintah.
"Bagi saya sendiri, prioritas paling utama adalah menyukseskan program-program pro-rakyat bukan isu lain seperti koalisi partai-partai politik yang mendukung pemerintah," kata Presiden dalam pidato resminya menanggapi keputusan rapat paripurna DPR terkait Bank Century di Istana Merdeka Jakarta, Kamis malam.
Menurut dia, koalisi dibangun dengan niat baik, kesepakatan dan etika sehingga manakala ada permasalahan terhadap kesepakatan dan etika selalu tersedia solusi yang tepat dan terhormat.

"Saat ini tidak ada yang lebih penting dari upaya memastikan bahwa selaku pemilik kedaulatan, rakyat mendapatkan tempat yang utama dalam setiap keputusan, kebijakan, dan langkah tindakan yang saya ambil," katanya seraya menambahkan bahwa semua program pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat harus terus dilakukan.

Kepala Negara menegaskan bahwa pemerintahannya akan terus memegang tanggung jawab serta mencurahkan segala upaya untuk memajukan kehidupan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan rakyat di seluruh tanah air.

"Atas tugas dan amanah yang tidak ringan itu, kami mengharapkan selalu dukungan dan doa dari seluruh rakyat Indonesia. Kami juga mengharapkan kontrol, kritik dan masukan untuk kebaikan kita semua," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Kepala Negara juga meminta semua pihak untuk menjunjung tinggi kehidupan demokrasi dan politik yang beretika dan berbudaya.

"Marilah kita jaga cara-cara beradab dalam berpolitik dan berdemokrasi,...Akhirnya, setelah ini (merujuk pada kasus angket Bank Century--red), marilah kita semua kembali berkonsentrasi untuk memikirkan kebutuhan rakyat yang sesungguhnya," katanya.

Pidato Presiden itu disampaikan setelah pada Rabu malam (3/3), fraksi-fraksi pendukung opsi C memenangkan voting dalam Rapat Paripurna DPR tentang penetapan kesimpulan Panitia Angket Kasus Bank Century, dengan menyatakan telah terjadi pelanggaran pada "bailout" (dana talangan) Bank Century, dalam suatu pemungutan suara secara terbuka dengan dukungan 285 suara (57 persen).

Keunggulan 285 suara tersebut berasal dari Fraksi Partai Golkar 104 suara, Fraksi PDI Perjuangan 90 suara, Fraksi PKS 56 suara, Fraksi PPP 32 suara, Fraksi Gerindra, 25 suara, Fraksi Hanura 17 suara, dan Fraksi PKB satu suara. Beberapa diantara partai tersebut adalah anggota partai koalisi pemerintah.

Opsi C dalam kesimpulan Panitia Angket yakni telah terjadi sejumlah pelanggaran pada pemberian dana talangan ke Bank Century yang diduga merugikan keuangan negara Rp6,7 triliun.(Antara)



Selengkapnya...

 

© 2007 MaUmErE oF FlOrEs | Design by MaUmErE Of FlOrEs







---[[ KeMbAlI kE aTaS ]]---