Selamat Datang di Maumere...

SELAMAT BUAT PAKET AN-SAR (YOS ANSAR RERA-P.NONG SUSAR) yang dipercayakan masyarakat Kabupaten Sikka sebagai BUPATI dan WAKIL BUPATI SIKKA 2013-2018..
Pemandangan di Kolisia, Kecamatan Magepanda

Wednesday, 13 October 2010

Demi Gereja St. Thomas Morus, Delon Akan Tampil di Maumere

Konser untuk Pembangunan Gereja Paroki St. Thomas Morus
Untuk kali ketiga, penyanyi berwajah tampan finalis Indonesia Idol, Delon Idol, akan kembali hadir di Kota Maumere. Kedatangan Delon kali ini berkaitan dengan konser amal pengumpulan dana untuk pembangunan Gereja Paroki St. Thomas Morus Maumere. Konser tersebut akan diadakan tanggal 25-26 Oktober 2010. Romo Kobus, Pastor Paroki Gereja St. Thomas Morus menyebutkan tanggal 25 Oktober 2010 Delon akan tampil di Aula Hotel Benggoan 3 dan keesokan harinya Selasa 26 Oktober Delon akan tampil menghibur penggemarnya di Stadion Samador da Cunha Maumere. Delon yang telah mengeluarkan beberapa album lagu kembali ke Maumere atas undangan panitia pembangunan Gereja St. Thomas Morus Maumere. Sampai dengan saat ini, kata Romo Kobus panitia sudah mempersiapkan segala macam hal berkaitan dengan kedatangan Deloan. Tiket pun telah disebarkan. Persiapan teknis lainnya sedang dikerjakan.

Seperti diketahui, Gereja Paroki St. Thomas Morus Maumere rusak parah saat gempa tsunami menghajar Flores tahun 1992. Gereja dengan bangunan lama tersebut akhirnya perlahan-lahan mulai kembali dibangun diatas bekas reruntuhannya. Dengan tabah umat Paroki St. Thomas Morus bersembayang dibangunan gereja yang berdiri sangat sederhana. Tahun 2008 penyanyi jebolan Mamamia Show, Margareth Siagian diundang untuk penggalangan dana dalam konser amal pembangunan Gereja St. Thomas Morus. Konser tersebut menarik ribuan penonton.

Saat ini Gereja St. Thomas Morus masih terus dikerjakan. Bangunan gereja ini cukup luas dan bergaya moderen. Dengan kedatangan Delon, sangat diharapkan dapat mengumpulkan lagi banyak dana guna penyelesaian proses pembangunan gereja.

“Semoga kedatangan Delon kali ini bisa menghibur masyarakat Sikka khususnya warga Maumere dan pecinta Delon dan juga dengan konser tersebut bisa mendapatkan banyak dana untuk pembangunan gereja,” ujar Romo Kobus.

Menurut rencana Delon akan diarak keliling kota melewati jalan protokol setibanya di Maumere, sebelum menggelar konser hari pertama di Aula Hotel Benggoan 3. Konser di aula tersebut akan dipadukan dengan acara berbagi kasih bersama Delon. Tiket untuk konser pertama seharga Rp.250.000, berlaku untuk dua orang dan sudah termasuk makan malam bersama Delon seusai konser.

Sedangkan dimalam kedua, digelar konser di Gelora Samador da Cunha. Panitia memasang harga tiket masuk bervariasi mulai dari Rp. 10.000 hingga Rp.25.000.

Maumere memang sangat berkesan bagi Delon. Banyak cerita yang mungkin pernah singgah di hatinya. Ini untuk kali ketiga penganut khatolik taat ini menggelar konser amal di Kota Maumere.
Sebelumnya Delon pernah hadir dalam gelaran Konser Amal Untuk Penyandang Cacat yang diadakan di Gelora Samador tahun 2008 dan Konser untuk Peringatan HUT STFK Ledalero Maumere 2009.

Gereja Paroki St. Thomas Morus (foto 13 Oktober 2010)


www.inimaumere.com

Selengkapnya...

Monday, 11 October 2010

Penghijauan: Ini Perkara Cara Hidup!

Oleh: Eman J. Embu
Anda pernah pergi ke Pomat? Kalau pada hari-hari ini Anda kesana, jalan menuju kampung itu hamparan gersang, ilalang dipinggir jalan merana, tak ada hutan. Cuaca panas. Pohon-pohon yang biasa bertahan tumbuh dipadang seperti kesambi dan reo, banyak yang sudah ditebang. Komunitas Pomat terletak dipesisir utara Pulau Flores, sekitar 6 Km dari pusat Kota Maumere ke arah barat. Ia adalah bagian dari wilayah administrasi Kecamatan Alok Barat. Pemukiman dengan 33 rumah dan kawasan kebun di daerah perbukitan ini adalah penyanggah daerah pantai yang padat penduduk. Tak adanya hutan, terabaikannya konservasi menciptakan erosi dan banjir yang mengancam anggota komunitas itu sendiri dan juga pemukiman padat di dataran rendah.

Bertani tebas bakar masih terus dilanjutkan warga hingga hari ini. Dilahan-lahan kering, petani menanam tanaman pangan seperti jagung, kacang-kacangan dan padi. Dalam 10 tahun terakhir ini masyarakat mulai menanam tanaman komoditas. “Tanam padi punya ongkos besar, rugi,” demikian Fransiskus Minggus (49), seorang tetua di sana.

Selain itu warga butuh kayu api, tak satupun keluarga yang menggunakan kompor minyak. Jangan tanya tentang kompor gas. Itu barang asing. Walaupun di Pomat hanya ada seorang warga yang membakar batu merah untuk dijual, tetapi di wilayah Kecamatan Alok Barat usaha ini jumlahnya puluhan. Ironisnya, usaha ini memerlukan kayu api dalam jumlah yang sangat banyak. Artinya pepohonan akan ditebang, terus ditebang.

Kisah Pomat adalah juga kisah tentang banyak kampung dipesisir utara Sikka. Masalahnya serius. Didaerah yang kering, pohon-pohon perlu waktu lebih lama untuk tumbuh. Ketika lahan baru dibakar, api sering merambat direrumputan kering. Tak terkendali.

“Hutan harus dilindungi, lingkungan alam harus dikonservasi.” Ini suara yang berseru-seru dipadang gurun. Tapi ada sahutan yang sama kerasnya.
“Bukankah ditanah kering dan dipadang tandus itu ada banyak warga yang perlu makan?”

Mana yang harus didahulukan, menyelamatkan lingkungan atau memenuhi kebutuhan dasar warga hari ini? Orang biasa menyebut hari ini sebagai perdebatan ekologi versus ekonomi. Apapun perdebatannya, lingkungan harus dikonservasi, kebutuhan warga harus dipenuhi. Kompromi kreatif diantara keduanya adalah keharusan.

Nyatanya, penghijauan dan konservasi tanah sudah lama dijalankan. Biaya yang dikeluarkan juga tak sedikit. Apakah ada hasil? “Coba periksa di Kantor Dinas Kehutanan, jangan-jangan akumulasi luas wilayah proyek penghijauan sudah lebih luas dari wilayah kabupaten ini,” kata seorang PPL yang sudah 29 tahun bekerja di Kabupaten Sikka. Ini adalah kata kegaulan dari orang dalam pemerintahan, bukan orang luar.

Tentu omong kosong kalau bilang hasilnya seratus persen nihil. Tetapi yang jelas wiayah Sikka makin tandus. Menagapa? Namanya saja proyek, yang penting dijalankan. Berhasil atau tidak adalah soal nanti. Rakyat dipaksa berpartisipasi pada proyek yang didropkan dari atas. Mereka dianggap sebagai petani-petani bodoh, karenanya orang luar didatangkan sebagai guru. Ini adalah penjungkirbalikan pada prinsip community development (pengembangan masyarakat) bahwa pemerintah atau NGO yang harus berpartisipasi pada proyeknya rakyat, bukan sebaliknya.

Bibit pohon didistribusi. Sampai atau tidak ke petani tidak penting. Yang penting sudah dibagikan. Tak usah ditanya macam-macam entahkah ditanam atau tidak. Kalau ditanam jangan ditanya tentang perawatan pada tahun-tahun berikutnya; yang penting ramai-ramai menanam. Tak mengherankan kalau kita tak penah tahu, misalnya sesudah 5 tahun, berapa dari 1000 anakan pohon yang ditanam itu tumbuh dan berkembang baik. Makin keren kalau proyek tadi diberitakan di koran, plus foto-foto, apalagi dihalaman pertama. Mungkin judul genitnya kira-kira begini, “Yuk, penghijauan!”

Penghijauan dan tanam menanam seumumnya adalah soal cara hidup (way of life). Ini kata Robert A. De J. Hart dalam Forest Gardening, 1991. Ia bukan sekedar urusan proyek-proyek. Karena itu ia tak bisa dijalankan secara asal-asalan. Mengapa tak dicoba ciptakan hutan pekarangan dan hutan desa sebagai bagian dari suatu cara hidup – bukan proyek – yang diilhami oleh rasa hormat dan syukur atas kebaikan alam?(Kabar Charitas)

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Wednesday, 6 October 2010

Turnamen Tingkat Pelajar SLTA Se-Kabupaten Sikka Resmi di Mulai

Berlangsung dari 6 Oktober 2010 hingga 20 Oktober 2010
Dalam rangka memeriahkan Hari Sumpah Pemuda ke-82, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sikka mengadakan Turnamen Sepak Bola dan Voli Antar Pelajar SLTA se-Kabupaten Sikka. Turnamen yang dibuka oleh Kepala Dinas PPO Kabupaten Sikka Yohanes Rana, 15.00, Rabu (06-10-2010) di Gelora Samador da Cunha ini diikuti 21 sekolah dari tingkat SMA dan SMK. Dihari pembuka, turnamen tersebut dijubeli ratusan pelajar dari berbagai sekolah didua lapangan yang berada ditengah kota yakni Lapangan Samador dan Lapangan Kota Baru Maumere. Pada hari tersebut juga dipertandingkan cabang sepak bola dan voli. Dicabang sepak bola, SMKN (STM) Maumere secara gemilang mengkandaskan SMAK Frater Maumere dengan skor 2 : 0 lewat gol Rivandi 19, 35. Di bola voli putra, SMAN Bola kalah 2:1 atas SMA Rubit,

Sedangkan pertandingan antar SMAK St Mathilda melawan SMA Rolindalu Paga dihentikan sementara karena kericuhan dan protes dari kedua belah pihak terhadap wasit pertandingan.

Dijelaskan oleh Ketua Panitia turnamen Stef Edison bahwa tujuan turnamen adalah untuk mendapatkan bibit-bibit atlet dikalangan pelajar sekaligus persiapan tim pelajar Kabupaten Sikka menghadapi Liga Pelajar SLTA tingkat Propinsi NTT. Kepala Bidang Dinas PPO Sikka tersebut juga mengatakan Liga Pelajar Tingkat SLTA tersebut akan dilaksanakan di Kupang tanggal 29 Novemeber 2010 mendatang.

“Turnamen ini juga bertujuan untuk memupuk “Fair Play” serta menjalin kerja sama dan persahabatan antar pelajar SLTA se-Kabupaten Sikka,” jelas lulusan IKIP PGRI Malang ini.

Turnamen yang menyedot ratusan pelajar di hari pertama pembukaan ini akan berlangsung dari tanggal 6 Oktober 2010 sampai 20 Oktober 2010. Setiap pertandingan berlangsung setiap hari dimulai pukul 15-00 hingga 18.00 dan berlangsung di dua lapangan yakni Lapangan Samador da Cunha dan Lapangan Kota Baru Maumere.

Turnamen terbagi dalam dua cabang olah raga yakni sepak bola dan bola voli. Sebanyak 17 tim sepak bola putra akan turut ambil bagian dan sebanyak 12 tim sepak bola putri ikut bersaing.
Di Bola Voli, 20 tim putra dan 16 tim putri akan turut berpartisipasi memeriahkan turnamen.

Meski bertujuan untuk memupuk fair play diantara para siswa namun di pertandingan antara SMAK Mathilda melawan SMA Rolindalu terhenti sementara akibat protes atas keputusan wasit. Akibatnya kedua kubu saling adu argumen yang akhirnya panitia memutuskan menunda pertandingan tersebut.

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Monday, 4 October 2010

SMS GRATIS Online ke Semua Operator

Disaat-saat sedang asyik online tiba-tiba ada sms masuk dan harus dibalas dengan segera, padahal kita pu pulsa sudah habis....huaaaaa, mau keluar malas...Mhhhhhh..Untung saja ada SMS Online Gratis ini...
Silahkan nikmati Fasilitas SMS GRATIS ke semua Operator di Seluruh Indonesia. Mantap kan?!! Seeep kan?? Mhhh hare gene pulsa habis?? Padahal pengen SMS ke temen atau (mungkin) pacar atau selingkuhan hehehe....uppss..sory eee..
nah caranya gimana?? gampang...lanjutkan bacanya ya..
Pertama Ketik Nomor Tujuan Anda, misalnya 085234969xx atau 0812394441xx. Kemudian ketik pesan Anda paling banyak 160 karakter.

Jika lebih maka pesan Anda akan terputus.

Oya PENTING.

Jangan lupa ketik "dari... (nama anda), ini nomor hape temen, balas di nomerku aja". Karena nomor yang keluar di hape tujuan akan bernomor normal seperti biasa (bukan nomor kita/nomor asing). :-)

Oya, disini kita tidak akan bisa untuk menerima balasan SMS. Selamat Mencoba ya, epang gawan alias makasih su mau berkunjung hehee..


Langsung ke TKP..


selamat menikmati :-)

www.inimaumere.com

Selengkapnya...

Friday, 1 October 2010

Putri Indonesia NTT 2010, Freska Gousario Siap Harumkan NTT

Dukung Freska Gousario Melalui Polling SMS

Saat berita ini dinaikan, Freska Gousario Putri Indonesia NTT 2010 telah berada di Jakarta untuk memulai masa karantina. Freska akan dikarantina sampai memasuki Grand Final 8 Oktober 2010 pukul 20.00 WIB yang disiarkan live oleh televisi swasta, Indosiar. Bersama 38 Putri Indonesia lainnya (dari 33 propinsi), Freska akan memperebutkan predikat Putri Indonesia 2010 di Assembly Hall, Jakarta Convention Centre, yang juga akan dihadiri Miss Universe 2010, Ximena Navarette dari Meksiko. Lewat inimaumere.com, Freska mengharapkan doa dan dukungan dari semua masyarakat NTT dimana saja berada agar perjuangannya di Jakarta meraih hasil maksimal.
Dua bulan lalu, setelah terpilih sebagai Putri Indonesia NTT 2010 dengan menyingkirkan 11 finalis lainnya, Freska Gousario melakukan kunjungan ke Kota Maumere. Di kota ini Sang Putri melakukan beberapa kegiatan. Diantaranya mengunjungi Toko Buku Gramedia dan bereuni di almamaternya SMUN I Maumere.


Kepada inimaumere.com Freska menceritakan kenangan saat menjalani studi selama selama 3 tahun di ibu kota Kabupaten Sikka. Di kota ini, ia mengumpulkan beberapa prestasi juga sejuta kebanggaan.

“Sungguh sangat berharga memiliki kesempatan untuk mencintai Maumere seperti kota kelahiran sendiri. Disini saya mendapati guru-guru pendidik yang banyak membantu dan mendukung serta mendorong saya di semua kegiatan sekolah baik di teori maupun praktis. Saya tak dapat melupakan itu semua,” tutur Freska di emailnya kepada inimaumere.com.

Gadis kelahiran Kupang 19 Februari 1988 ini setelah menamatkan sekolah di SLTPK St. Theresia Kupang melanjutkan sekolah menengahnya di SMUN I Maumere di tahun 2003. Tamat 2006 ia meninggalkan Maumere dan melanjutkan kuliahnya di Kupang.

Mahasiswi semester sembilan Universitas Katolik Widya Mandira Kupang yang sedang menyelesaikan skripsinya ini mengalahkan Yunilia Edon yang menjadi runner-up dan Triyanti Ladju yang berada di peringkat ketiga.

“Tidak pernah menyangka bisa menang. Saya sangat bersyukur, ini merupakan anugerah Tuhan terindah buatku," ujar Freska bahagia.

Freska Gousario adalah anak kedua dari dua bersaudara (kakak laki-lakinya, almarhum Krisye Gousario). Terlahir dari pasangan ayah (almarhum ) Kenche Gousario asal Timor Tengah Selatan (TTS) & Mama Tris Amalo asal Rote. Sekarang Freska hanya hidup berdua dengan ibunya yang selalu menjadi teladan, panutan dan kekuatannya menjalani hidup. Ibu Tris Amalo, Mama yang sangat dicintai Freska bekerja sebagai seorang karyawan di sebuah toko bangunan di Kota Kupang.

“Dengan segala bantuan dan pertolongan Tuhan, sehingga melalui orang-orang terdekat, saya pun bisa dikuliahkan hingga saat ini. Berbagai hal saya coba untuk bisa lebih maju dari 'hari ini',“ ujar dara manis yang pernah bekerja sebagai operator warnet, sales, dan beberapa pekerjaan lainnya.

Setelah terpilih, ia menegaskan, siap mempromosikan NTT ke ajang nasional dan internasional. Ada banyak tempat pariwisata, keanekaragaman budaya, dan sumber daya alam NTT yang harus diketahui masyarakat banyak.

Dia juga bertekad akan mengubah citra (image) NTT yang hanya dikenal sebagai provinsi miskin dan memiliki banyak masyarakat yang menderita busung lapar. NTT menurutnya, tidak seburuk citra tersebut. NTT adalah provinsi yang kaya dengan berbagai aneka ragam kerajinan, memiliki banyak tempat wisata nan indah, dan memiliki sumber daya alam yang luar biasa.

Menceritakan kembali kenangan indahnya selama menjadi siswa di SMUN I Maumere, Freska mengakui bahwa kenangan akan kota ini sungguh sulit untuk dilupakan.

“Keramahan penduduknya, keindahan alam, obyek wisata serta adat dan budaya yang sangat kaya dan menarik di Kabupaten Sikka dan Maumere telah meninggalkan sejuta teladan dan kenangan sepanjang hidupku, terima kasih Maumere, epang gawang,” tulis Freska.

Tahun 2008 Dona Kanena da Silva, yang berdarah asli Maumere pernah mewakili Propinsi NTT di ajang Pemilihan Putri Indonesia 2008. Saat itu Puteri Indonesia 2008 dimenangkan oleh Zivanna Letisha Siregar (DKI Jakarta 6). Ia mewakili Indonesia di ajang Miss Universe 2009. Dukungan pada Dona waktu itu sangat minim.

Kita semua tentunya berharap melalui Freska Gousario, ajang Pemilihan Putri Indonesia 2010 semakin mengharumkan nama NTT. Dukungan untuk Freska Gousario salah satunya bisa melalui polling SMS. Dukungan SMS untuk Freska ini karena panitia Putri Indonesia 2010 akan memilih Putri Kepulauan dan Putri Favorit dengan kriteria polling SMS terbanyak yang akan meraihnya.

***
Para wanita cantik dari bebagai daerah tersebut akan memperebutkan beberapa gelar yaitu, Puteri Indonesia 2010, Puteri Indonesia Lingkungan 2010 (Runner Up I), Puteri Indonesia Pariwisata (Runner Up II), Puteri Indonesia Persahabatan, Puteri Indonesia Berbakat, Puteri Indonesia Favorit dan Puteri Indonesia Kepulauan Favorit (Sumatera, Jawa , Bali NTT NTB, Kalimantan, Sulawesi, Indonesia Timur).

Khusus untuk Puteri Favorit dan Putri Kepulauan diperebutkan melalui poling sms yang sudah bisa dipilih MULAI SEKARANG, dan yang menjadi Putri Indonesia nantinya akan dapat mewakili Indonesia di ajang Miss Universe 2011 nanti.

Dukungan untuk Freska Gousario Putri NTT 2010:

*Putri Favorit 2010, Ketik:

PPI [spasi] NTT


*Puteri Favorite Kepulauan, Ketik:

PPI [spasi] KEP [spasi] NTT

** Kirim ke: 9788

So, Grand Final 8 Oktober 2010 pukul 20.00 WIB, disiarkan live oleh televisi Indosiar

Ayo Dukung Freska..!!

Bergabung di Facebook dukungan

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Hujan Mulai Mengguyur Maumere

Kabupaten Sikka khususnya Kota Maumere dalam satu bulan ini terus diguyur hujan. Hujan yang turun dan membasahi keringnya alam Maumere disyukuri banyak orang tapi juga menghambat kegiatan dan aktifitas masyakat. Turunnya hujan terjadi dalam rentang waktu antara sore dan malam hari. Dengan intensitas waktu 2-3 kali dalam seminggu. Hujan yang turun terjadi tak merata antara gerimis dan lebat. Seperti yang terjadi tadi malam, Kamis, (30/09/2010), hujan yang turun cukup lebat dan disertai dengan angin yang cukup kencang. Hujan yang turun deras tersebut terjadi sekitar 30 menit yang disusul dengan padamnya aliran listrik selama hampir sejam. Usai hujan deras, gerimis tak ketinggalan terus membasahi Maumere. Meski begitu, angin yang cukup kencang tidak menimbulkan hal-hal yang tak diinginkan.

Musim kemarau yang berkepanjangan dalam setahun ini menjadi berkah ketika hujan mulai turun dan menyirami tanah dan padang tandus. Seperti diketahui Kabupaten Sikka memiliki musim kemarau lebih panjang dari musim hujan. Dengan turunnya hujan dengan intensitas tinggi saat ini menghadirkan secerah harapaan. Debu dan panasnya udara sejenak bisa disingkirkan. Petani dan penggarap perkebunan bisa sedikit tertolong.

Tapi sampah pun berserakan dimana-mana. Selokan yang tersumbat akibat sampah yang menghadang arus air terjadi dimana-mana. Maumere memang indentik dengan sampah dan ketika hujan turun, terjadi banjir dibeberapa titik daerah. Sampah pun berserakan dijalan. Pemandangan yang sudah biasa terjadi kala musim hujan hadir.

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Tuesday, 28 September 2010

Hokor Watu Apar, Berperang dalam Tarian

Kampung Hokor terletak di wilayah selatan Kabupaten Sikka, berjarak 39 Km dari Kota Maumere, ibukota Kabupaten Sikka. Pualu Flores. Kampung Hokor berbatasan dengan Kampung Sikka dan Pomat. Sedikit berbeda dengan topografi kampung lain di Sikka, Hokor adalah kampung berbatu, diapit oleh dua buah bukit, Bukit Ilin Lhorat dan Ilin Pigang. Karena itulah Hokor sering mendapat julukan Kampung Watu Apar, kampung berbatu. Daerah berbukit dan berbatu ini memang semula (dahulu kala) merupakan wilayah ‘pengungsian’ orang-orang Hokor, yang lari dan mencari keamanan dari perang antar kampung, tetapi selanjutnya dipilih sebagai tempat menetap (kampung) dengan nama Hokor.
Nama kampung ini (Hokor), bila dicermati secara harfiah maka tidak akan ditemukan arti dan padanannya dalam bahasa Sikka. Diduga nama ini berasal dari kata bahasa Sikka, yakni “hogor” yang berarti bangun. Dugaan lain menyebutkan nama ini berasal dari nama sejenis burung yang bernama “Hokok”, yang pada awal kedatangan awal orang Hokor ketempat itu, burung itu ditemukan dan ditangkap tepat ditengah-tengah kampung itu.

Nenek moyang orang Hokor sebelumnya mendiami wilayah yang sekarang didiami orang-orang Sikka, Kampung Sikka. Diceritakan bahwa karena ulang Mong Baga Giluk bersama orang-orang sekampungnya (mereka yang mendiami Kampung Sikka sekarang) yang menggulingkan tempayan berisi kotoran manusia, orang-orang Hokor terpaksa melarikan diri dan berdiam didaerah yang sekarang dikenal dengan nama Hokor.

Meskipun sudah berada ditempat (Hokor) yang dianggap aman dari haluan musuh, orang-orang Hokor tak pernah luput dari gangguan luar seperti pencurian hasil panen ataupun serangan musuh. Orang-orang Hokor, karena itu, tidak bisa tinggal diam tetapi harus berperang melawan musuh.

Orang-orang Hokor yakin bahwa perang melawan musuh tidak lepas dari restu dan keterlibatan para leluhur. Oleh karena itu, sebelum berperang ritual adat harus dibuat. Selain sebagai tanda hormat kepada leluhur, ritual adat itu dimaksudkan agar para leluhur dilibatkan dalam peperangan. Menurut informasi, perang yang terjadi dahulu antara Hokor dan kampung-kampung sekitarnya selalu dimenangkan oleh orang-orang Hokor. Dengan perang, keberadaan dan indentitas sebagai satu kampung tetap eksis.

Syair berikut menjadi semboyan dan kahe orang-orang Hokor ketika berperang sekaligus menunjukkan bahwa orang-orang Hokor berkampung batu dan selalu menang dalam perang.

Hokor Watu Apar, guman gogo leron tolor, tubu nane rebu, kota nane korak, ponun puan helang ilin, ga ata maten gateng ata moret “

Hokor kampung berbatu, malam runtuh siang terguling, berpagar besi, bertatakan tempurung, asal mula jin dari gunung, melahap yang mati, menantang yang hidup”

Memang sudah lama Hokor sudah tidak terancam lagi oleh gangguan luar, namun kisah tentang perang dan kemenangan orang-orang Hokor ketika melawan musuh luar tidak pernah terlupakan. Selain dikisahkan turun temurun, perang dan kemenangan pun dibentukkan secara artistik menjadi tarian perang khas orang-orang Hokor yang dikenal dengan nama Tarian Bebing.

Ada banyak tarian yang dimiliki oleh orang-orang Hokor seperti Ro’a Mu’u (tarian potong pisang pada saat pernikahan), Tarian Sandang, Togo Pare (tandak untuk luruh padi). Sedangkan yang mengisahkan tentang perang antara orang Hokor dan kampung lain adalah Tarian Bebing. Tarian Bebing menjadi simbol heroisme orang Hokor.

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

 

© 2007 MaUmErE oF FlOrEs | Design by MaUmErE Of FlOrEs







---[[ KeMbAlI kE aTaS ]]---