Halo semua warga maumere dimana saja berada,kini saatnya kita lagu-lagu tanah Maumere dulu.Bagi yang mau silakan klik saja di judul lagunya dan silakan menikmati lagunya,untuk sementara kita berikan enam lagu dulu.Jika ada yang mau lagu lain ditampilkan silakan saja disampaikan biar kita tampilkan lagunya(kalau ada).
oYa,kalo pas didownload cuma muncul indeks text/html bukan file mp3,dibuka saja terus di klik lagi di judul lagunya,langsung jalan..
Ini beberapa lagu yang kami berikan,nantikan berikutnya lagi..
nongami.MP3
koroka'un-fortes.mp3
bako koli-Fortes.mp3
bunga-Fortes.mp3
Ami ata nukak.mp3
ian tena.mp3
Selengkapnya...
Wednesday, 14 May 2008
Download Lagu Asli Maumere...(1)
Diposkan oleh Megu Nora Au di 02:46 0 comments
Label: Download Lagu Nian Tana
Ketawa Gila Sara Maumere....(3)
Tidak menyesal?
Ini sebuah cerita masa lalu ketika bioskop terkenal di Maumere bernama Golden Theater yang berada di tengah kota menjadi tempat hiburan teramai saat itu.Semua orang Maumere waktu itu kalo lagi kasmaran pasti ajak dia pu pacar pigi nonton felem.Nah moat jery yang waktu itu lagi senang-senangnya karena sedang jatuh hati deng du’a mery tidak mau melewatkan kesempatan untuk mengajak belahan jiwanya pigi nonton filem.Apalagi felem yang diputar waktu itu diperani Rano Karno bintang pujaan mo’at jery jadi dia jelas stel rapi abis,wangi sana-sini,jenggot cukur,pokoknya dia harus bisa tampil rapi depan Du’a Mery.
Sedang asik-asiknya nonton felem tiba-tiba te moat Mus masuk tapi dia pake helem besar di dia pu kepala dan langsung duduk depan mo’at jery deng dia pu pacar..Mo’at Jery deng du’a mery heran karena ini orang kok aneh nonton felem pake helem.Jelas saja mo’at jery deng dia pu pacar terganggu nonton felemnya.Mo’at jery jengkel golo apalagi du’a mery juga sudah mulai mengomel karena helem mo’at mus menghalangi dia pu mata.
Karena merasa nonton felemnya terganggu moat jery langsung tegur moat mus.
Moat jery tegur ramah : mo’at,au bisa buka au pu helem ko?.Ami tidak bisa nonton felem nih.
Tapi moat mus cuek saja,mungkin dia tidak dengar.
Mat jery jengkel teriak:WOEEEE moat au buka au pu helem jabak ko..
Moat mus yang kaget langsung toleh kebelakang.
Moat Mus : miu(kalian)tidak menyesal ko?
Mo’at jery dan du’a mery yang lagi panas langsung sambar: tidaaaaaaakkkkkkk……!!
Moat mus : janji tidak menyesal dan tidak teriak-teriak lagi?
Moat jery dan du’a mery balas dengan semangat :Janjiiiiiiiii!! Kau buka sudahhh ko..
Moa’mus : baek saya buka..
Pas mo’at mus buka Du’a mery langsung ajak mo’at jery walong(pulang) soalnya pas moat mus buka rambut mo’at mus yang 3 kali lipat rambutnya ahmad albar langsung tutup mereka dua pu muka.
Mo’at mus sambil tarik rokok kretek: itu, sa su bilang tapi mereka stel jago,rasa sudah..
Du’a mery yang su jengkel langsung sambung sebelum pulang:urus tuh au pu kutu di kepala…
Mo’at mus balas sambil ketawa: walong sai(pulang sudah),pacaran eh lapangan umum poi ..
Hahahahaha
Raja pesta
Sapayang tak kenal moat Seput yang raja dansa di kota maumere?Kalo tidak kenal mungkin dia kurang gaul hehehe..Moat seput dijuluki si kaki lentur karena kehebatan dia berdansa.Pasangan tetap dia dipesta pasti tanta mia..
Suatu hari pas ada pesta,moat seput semangat sekali selain karena ada tanta mia juga semua orang di pesta pasti tunggu dia beraksi.
Pas acara bebas moat seput beraksi,dansa sana sini tak kenal lelah dengan siapa saja.
Pas berdansa sama tanta mia yang su tau mau-maunya dia moat seput tambah semangat.Tanta mia juga tak kalah hebatnya,setiap gerakan moat seput selalu diladeni tanta mia.Saking semangatnya mereka berdua berdansa mereka tidak sadar kalo su berada di luar tenda dekat jalan raya.
Kaget karena berada diluar tenda moat seput langsung nyeletuk” eh wina ba’a he’i (aduh sudah diluar nih).Tanta mia yang kaget cuma senyum-senyum meang karena orang2 ditenda tertawa-tawa sambil tepuk tangan melihat semangat mereka dua. Ah dasar raja dansa kerasukan moke hehehe
Anak = bapak
Mo’at pela selama ini jengekel ngeri golo deng nong olus.Tidak jengkel ganupae ko(gimana) kalo setiap hari dia pu jambu air selalu di curi sama olus yang masih duduk di bangku SD itu.
Meski moat pela su taruh mantra kain hitam atau botol kecil isi air mantra di pohon buat kasih takut olus tapi tetap saja buah jambu air kesayangannya selalu ilang di curi olus.Karena su terlalu jengkel moat pela susun rencana untuk tangkap langsung olus.Benar saja pas moat pela lagi mau susun rencana dia lihat olus su berada di atas pohon jambu air.Melihat musuh besarnya ,moat pela langsung teriak:woe olus kau mau turun tidak.
Olus yang kaget diatas pohon karena tertangkap basah langsung sambung: tidakkkk mau te…
Moat pela yang jengkel sambung:kalo kau tidak mau turun saya lapor kau pu bapa
Olus sambil sibuk petik jambu : lapoorr tooo…
Moat pela tetap kasih takut olus : benar hee saya lapor kau pu bapa sekarang
Olus kasih keluar dia pu lidah sambil gingo moat pela dibawa : pigi lapor sudah,saya pu bapa juga ada diatas pohon..
Moat pela yang kaget cari-cari bapaknya olus yang ada diatas pohon.Moat Us yang diatas pohon malu-malu kasih keluar dia pu muka dibalik dedaunan pohon sambil bilang: soryy pela saya cuma antar saya pu anak..
Pela yang jengkel langsung marah-marah genit:Us,au su besar juga bikin malu saja..cepat turun sudah Us,kalo tidak saya lapor kau pu bapa..
Hahahaha
Sok Kenal
Dami adalah sosok pemuda yang sok kenal,siapa saja dimana saja pasti dia selalu pasang aksi kalo dia tuh orangnya memang ramah deng siapa saja.
Suatu hari dia berangkat kuliah di jogja tinggal di rumah kontrakan kakanya yang juga diisi anak satu kontrakan teman-teman dari Kalimantan deng madura.
Pagi itu dami lagi asik maen Zuma di komputer.Supri dan warjo teman satu kontrakan pamit sama dami mau pigi ke laundry mau ambil pakaian yang di titip cuci kemarin.
Supri : mas dami kami berangkat dulu ya..
Dami sambil asik main Zuma : mau kemana mas?
Warjo : mau ke laundry nih
Dami : oke hati-hati ya..
Pas supri dan warjo mau gas motor berangkat tiba-tiba dami keluar dari dalam rumah sambil teriak : mas warjo ,mas supri tunggu..
Warjo dan supri : ada apa mas?
Dami pasang senyum : salam ya mas buat londry,bilang dami salam kenal..
Warjo dan supri : ???? ini anak kerasukan apa ya (dalam hati saja )..iya nanti kami salam deh..
Hahaha rupanya si dami kurang tahu siapa itu laundry (kiriman moat Didi,jogja)
Manggaaaa
Ini juga cerita di rantau tentang anak maumere yang baru kul disana.
Moat Dus baru pertama kali datang di bandung,biasa mau kuliah.Dia tinggal di kost-kostan yang semua orang sibuk deng aktifitasnya masing2.
Siatu hari karena suntuk dan pingin makan buah-buahan,dus pigi pasar yang berada dekat dengan kostnya.Sampai disana dia beli mangga satu kresek(tas plastik)hitam penuh.Sambil bersiul-siul pulang ke kostnya dia melewati perkampungan yang padat.Di sebuah gang yang sempit duduklah ibu-ibu sambil ngobrol cari kutu di gang yang dilewati dus.
Dus : permisi bu…
Ibu yang melihat keramahan dus langsung balas deng bahasa deng bahasa sundanya: manggaaaaa
Dus kaget gete golo,nimu heran kok ibu2 tau dia bawa mangga?masa sih mereka bisa hebat begitu.
Karena penasaran besok dus beli lagi mangga satu kilo lewat gang kemarin lagi
Dus : : permisi bu….
Ibu-ibu : Manggaaaaaaaa…
Wah,dus tambah heran,tidak mungkin ibu-ibu hebat begini,kok mereka bisa tau saya bawa mangga.Dus penasaran hebat golo.
Saking penasaran besoknya dus pigi pasar lagi mau uji ibu-ibu tadi,tapi kali ini dia tidak beli mangga tapi rambutan..Dus pingin tau kehebatan ibu-ibu sunda kali ini.
Dus lewat di gang kemarin lagi,ibu –ibu juga heran ini anak kok tiap hari lewat sini..
Dus : permisi bu..
Ibu-ibu serempak : Manggaaaaa…
Dus langsung tertawa senang kasih keluar dia pu rambutan pamer didepan ibu-ibu sambil bilang : weeee salah,ini rambutan weeeee
Jelas saja ibu-ibu kaget dan heran melihat tingkah dus yang aneh tersebut..
Duh dus dena meang poi hahaha(kiriman didi di jogja)
Kirim surat
Agus adalah seorang murid Smp di kota maumere yang agak nakal.Suatu hari dia tidak masuk sekolah jadi pas besoknya dia masuk kembali ibu guru yang jengkel karena agus sering bolos langsung tegur dia.
Ibu Guru : Agus,kenapa kau kemarin tir masuk sekolah?
Agus sambil cuek-cuek balas : sakit bu
Ibu Guru Tanya lagi : kenapa kau tidak kirim surat saja agus?
Agus santai saja jawab : weee percuma bu,sa pu surat tdak pernah di balas bu
Ibu Guru : Kurang ajar kau agus,sini maju kedepan,berlutut di situ ya..
Hahah dasar agus..
www.inimaumere.com
Diposkan oleh Megu Nora Au di 01:50 0 comments
Label: Tertawa gila...
Tuesday, 13 May 2008
Sampah, masalah klasik di Maumere
Tim kerja ini mulai melaksanakan tugasnya sejak pukul 04.00 wita dan baru tuntas sekitar pukul 10.00 wita. Selanjutnya limbah rumah tangga dan sampah buangan ini, diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Wai Ri'i, 16 kilometer arah barat utara Kota Maumere.
Seperti yang disaksikan , umumnya satu tim "penyapu" sampah ini terdiri dari tiga hingga tujuh orang. Salah satu tim kerjanya terdiri dari Monte, Damas Cen, Frans, Tonce dan Antonius Yulianus.Lima tenaga Dinas Kebersihan ini, mempunyai peran yang berbeda. Dan, umumnya terdapat dua peran, yakni "penyapuh ranjau sampah" (baca : pembersih) dan pengangkutan. Monte, Frans, Damas Cen dan Tonce berperan sebagai pembersih. Selain membersihkan dan mengangkut sampah yang ada di badan jalan, selokan dan got, mereka juga mengangkut sampah dari bak-bak sampah yang telah disiapkan. Sementara Antonius Yulianus bertugas sebagai pengendara (sopir).Antonius Yulianus menjelaskan, kegiatan pengangkutan sampah ini dilakukan setiap hari kerja. "Kami juga dibagi dalam tiga kelompok yang akan menangani zona bagian masing-masing," kata Antonius.
Tiga zona tersebut, yaitu Bagian Timur meliputi jalan Adisucipto, Bandara Udara Wai Oti, Jalan Jendral Ahmad Yani.
Zona bagian tengah meliputi Pasar Lama Maumere, pasar tingkat, kompleks pertokoan, Kelurahan Kota Uneng, Kelurahan Kampung Kabor, dan terminal atas.Sedangkan bagian barat meliputi sepanjang Jalan El Tari, Perumnas, Kelurahan Madawat , Terminal Madawat, RSUD TC.Hillers Maumere. Antonius dan rekan-rekannya menangani sepanjang ruas jalan.Tim ini mulai melaksanakan tugasnya di Jalan A Yani, depan Toko Gunung Kawi, Toko Nita, Pelabuhan Sadang Bui Maumere, Jalan Tongkol, Jalan Anggrek dan pertigaan Jalan El Tari.
Untuk selanjutnya sampah ini dibuang ke TPA.Sampah-sampah tersebut terdiri dari sak semen, kardus, karung plastic, kaleng-kaleng bekas, dedauan dan ranting pohon, bangkai yang telah membusuk serta berbagai jenis sampah rumah tangga. Sayangnya mereka tidak dilengkapi dengan kelengkapan kerja yang memadai seperti masker, sarung tangan, sepatu dan topi.Tiga orang di antaranya, Damas Cen, Frans dan Tonce mengenakan baju kaos berwarna kuning bertuliskan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota di belakangnya, sedangkan Antonius Yulianus dan Monte mengenakan baju kaos oblong.
Dengan berpakaian seadanya seperti ini, tentunya akan memudahkan mereka terserang penyakit. Antara lain penyakit kulit, ISPA dan penyakit lainnya karena sampah merupakan sumber penyakit.Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Kabupaten Sikka melalui Kepala Tata Usaha, Gatot Muriyanto, saat ditemui , menjelaskan, setiap manusia yang hidup di muka bumi ini pasti ada sampah, setiap hari manusia menghasilkan 2,5 kg sampah. Artinya, tiap hari ada sampah. Sumber sampah biasanya berasal dari rumah tangga, tempat-tempat yang ramai dikunjungi serta pasar.
Di tanya soal tempat-tempat yang menjadi prioritas penanganan, Gatot mengatakan, ada beberapa tempat yang menjadi prioritas, antara lain di rumah-rumah yang padat penduduknya, pasar, rumah sakit serta jalan-jalan protokol. Tetapi sebetulnya semuanya ini harus merupakan tanggung jawab.Pihaknya mengharapkan dukungan dari masyarakat, antara lain kesadaran akan bahaya sampah. Untuk itu sudah sepantasnya masyarakat bisa menertibkan sampah dengan mengemasnya dalam karung dan membuang sampah pada tempat-tempat yang telah disediakan.
Hal ini perlu dilakukan, guna mencegah bahaya banjir dan mengurangi resiko tempat sampah sebagai sumber dan sarang penyakit.Dikatakan Gatot, di sisi lain mereka mengalami kendala, pertama, ada sebagian masyarakat yang tidak menyerahkan lahannya menjadi tempat pembuangan sampah sehingga sampah belum bisa terkonsetrasi pada suatu tempat, makanya masih ada sampah-sampah bersilewar di sepanjang jalan dan trotor.Kedua, dengan bermodalkan 66 tenaga kontarak, 9 buah kendaraan roda empat dan 2 buah kendaraan roda tiga kaisar belum cukup untuk penanganan sampah secara maksimal.Dia berharap ada penambahan jumlah tenaga kontrak, biaya operasional dan pengadaan kembali beberapa kendaraan operasinal sehingga penanganan sampah bisa segera diatasi.(spirit)
Diposkan oleh Megu Nora Au di 03:14 0 comments
Label: SerBa sErBi..
Sunday, 11 May 2008
Dalam Kenangan,Drs. Ben Mang Reng Say
Sosok Politisi Profesional Yang Ulet dan Jujur
Diposkan oleh Megu Nora Au di 01:07 0 comments
Label: Profil AtA SiKkA
Tuesday, 29 April 2008
Don Thomas, Keturunan, Pendidikan dan Pengelaman Kerja
Di bawah asuhan dan bimbingan para Pastor Jesuit, DON THOMAS bersekolah dan menamatkan pendidikan di Standaardschool kelas lima di Lela pada tahun 1910. Guru-gurunya ialah D.D. Pareira Kondi dan H. Tengah Fernandez, dengan Kepala Sekolahnya Bruder Vester, SJ, dan Pastor Paroki Lela, P.H. Loy-mans, SJ. Dalam sekolah itu telah nampak tanda-tanda kecerdasannya yang cemerlang (pasti NEM tinggi menurut ukuran sekarang ini). Namun zaman itu tidak memberikan peluang untuk DON THOMAS boleh melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi. Akan tetapi kemudian ternyata bahwa beliau adalah seorang autodidak yang gemilang dan sukses.
Ketika berusia 15 tahun, DON THOMAS dibenum menjadi guru pada sekolah almamatemya di Lela, dan kemudian di Koting. Ketika guru-guru berkelayakan mengajar sudah tiba dari Manado (Minahasa), maka beliau dibebaskan dari jabatan guru, sehingga terpaksa terjun bekerja keras sebagai tukang kayu dan tukang besi pada bengkel Missie di Lela. Profesi ini ternyata kurang diminatinya. Pemuda Thomas lalu pergi bergabung dengan para pemuda sekampung Sikka, berdayung sampan dan perahu ke arah pantai selatan wilayah Tana Ai (Kecamatan Talibura) - Pruda dan Mudeherung - untuk menangkap ikan dan berdagang atau tengkulak berbagai hasil bumi. Pekerjaan ini juga tidak banyak membawa hasil. Beliau kembali ke kampung Sikka dan menganggur saja. Tanpa sepengetahuan Raja Nong Meak, ia mengambil beberapa batang gading di Istana Lepo Gete. Pemuda Thomas lalu berani mengadu nasib, berdagang gading itu ke Bajawa. Raja Nong Meak naik pitam, dan meminta bantuan Posthouder Bajawa untuk menangkap DON THOMAS. Kasus inilah antara lain merupakan pangkal "perebutan kekuasaan" antara DON THOMAS dengan Raja Nong Meak.
Oleh saran D.D. Pareira Kondi, pemuda Thomas bersurat kepada Residen Kupang mengenai silsilah keturunan dinasti Raja Sikka, di mana beliau secara tegas menuntut haknya untuk menjadi Raja Sikka. Residen Kupang memberitahukan perihal adanya surat tersebut kepada Raja Nong Meak, bahwa ada seorang dari keluarga DA SILVA LEPO GETE telah menggugat takhta Kerajaan Sikka berdasarkan hak warisan turun temurun.
Dengan adanya kasus gading dan surat tersebut, Raja Nong Meak terkesima dan penasaran. Maka pada tahun 1912 DON THOMAS diangkat menjadi jurutulis (magang) di Kantor Gezaghebber di Maumere, dengantugas antara lain sebagai penjaga rumah bui (penjara). Pada tahun 1918 beliau diangkat menjadi Mantri Belasting (Urusan Pajak, sekarang Dinas Pendapatan Kabupaten).
Dalam menjalankan pekerjaannya, DON THOMAS terkenal jujur, rajin dan bekerja keras. Ia bersemangat tinggi untuk memberantas perjudian dan kebiasaan masyarakat bersabung ayam. Gayanya menarik, pergaulannya luwes dan keterampilannya meyakinkan, sehingga para pejabat Pemerintahan Kolonial Belanda sangat berkenan dan memberikan perhatian ekstra.
Oleh karena DU'A LISE, putri dan anak pertama Raja Mbako II tidak dapat diangkat menjadi Raja, dan DOMINIKUS, putra kedua meninggal dunia, maka DON THOMAS sebagai putra ketiga, berhak menyandang gelar Putra Mahkota dan memegang tongkat kekuasaan Kerajaan Sikka.
Akan tetapi, ketika ayahandanya meninggal dunia pada tanggal 28 Nopember 1902, DON THOMAS barn berusia lebih dad 7 tahun. Maka tongkat kekuasaan Kerajaan Sikka diserahkan kepada MO'ANG DIDING, saudara sepupu Raja Mbako II. Di luar dugaan, Moang Diding mendadak meninggal dunia pada tanggal 12 Desember 1902, karena terserang penyakit kolera. Putranya ALESU hendak diangkat sebagai penggantinya, namun Posthouder B.L. Kailola sangat berkeberatan, karena usianya barn 16 tahun. Apalagi ALESU sendiri tidak bersedia menjadi raja, karena takut cepat mati, seperti yang dialami Raja Mbako II (memerintah cuma empat tahun) dan ayahnya Moang Diding (hanya 14 hari menjadi raja).
Melalui proses permusyawaratan "DEWAN MO'ANG `LITING PULUH" alias Sepuluh Anggota De-wan Kerajaan, dimufakati keputusan untuk menjadi Raja Sikka adalah YOSEPH NONG MEAK, (putra Mo'ang Sima Anakoda Saleh dan Du'a Kasing da Silva), keponakan Raja Andreas Jati Ximenes da Silva (1871-1898). Menurut garis keturunan atau silsilah Keluarga DA SILVA LEPO GETE, posisi Nong Meak adalah garis keturunan pihak perempuan sehingga tidak berhak untuk memangku jabatan Raja Sikka. Memang, Nong Meak bergelar DA SILVA, karena ayahandanya Mo'ang Sima dalam hukum adat perkawinan berstatus "me deri lepo - Ata da Silva Lepo Gete" (kawin masuk). Dengan demikian, keputusan mengangkat Nong Meak menjadi raja Sikka adalah satu kesepakatan yang tidak menyimpang. Sebagai Regent (Wakil Raja) yang sementara menantikan ahli waris tahkta Kerajaan Sikka yang masih berusia amat sangat muda (Don Thomas), pada tanggal 26 Pebruari 1903 Nong Meak akhirnya dilantik sebagai Raja Sikka. Dengan penobatan dirinya itu, beliau berhak menggunakan Regalia (alat-alat kebesaran Raja-Raja), termasuk hak mengenakan Mahkota Raja (Sangko Bahar) dan Tongkat Kerajaan (Gai Bahar).
YOSEPH NONG MEAK DA SILVA yang ber¬pengalaman sebagai guru, dinobatkan menjadi Raja Sikka yang ke empatbelas pada tanggal 24 Pebruari 1903. Sembari memimpin pemerintahan dengan berbagai upaya pembangunan untuk memajukan kesejahteraan rakyat, beliau juga menyiapkan putranya DON P.P. DINDUS DA SILVA untuk kelak menjadi Raja Sikka. Demi ambisi itu maka sang putranya ini dikirim bersekolah ke Kweekschool di Muntilan, Jawa Tengah. Namun akhirnya kembali sebelum menyelesaikan masa pendidikannya.
Sementara itu DON THOMAS yang berwatak keras dan ambisius, yakin akan haknya atas takhta Kerajaan Sikka. Beliau terus berupaya menerobos wadas ketahanan dalam proses suksesi yang dirancang dan dibangun oleh Raja Nong Meak. Sebagaimana yang telah diuraikan di atas, dengan dukungan moril (rekest) dad D.D. Kondi Pareira, serta Keluarga DA SILVA LEPO GETE sendiri, DON THOMAS bersurat kepada Residen Kupang. Lalu pada tahun 1920, beliau sendiri berangkat ke Batavia (Jakarta) dengan bantuan keuangan (Rp. 300.-??) dari mertuanya, MO'ANG SUBU SADIPUN. Dengan perantaraan P.J. ENGBERS dan P.P. MULLER, dua Pastor Jesuit yang pernah bekerja di Lela, DON THOMAS sempat bertemu dan berbicara dengan Gubernur Jendral Hindia Belanda untuk menghadang posisi Don P.P. Dindus da Silva, putra Raja Nong Meak dalam memperebutkan takhta Kerajaan Sikka itu.
Berdasarkan laporan Controleur A. Oranye, Posthouder Maumere (1920-1922), bahwa DON THOMAS patut menjadi Raja Sikka karena kemampuan dan kewibawaannya, maka alhasilnya, pada tahun 1921 DON THOMAS diserahi tugas sebagai WAKIL RAJA SIKKA dengan Surat Keputusan Residen Timor pada tanggal 6 September 1921, setelah Raja Nong Meak dipensiunkan pada tahun 1920. Dalam kapasitasnya sebagai Wakil Raja Sikka itu, nampak mencuat bakat DON THOMAS sebagai pemimpin.
Pada tanggal 21 Nopember 1923, DON THOMAS dilantik oleh Controleur Oranye menjadi Raja Sikka yang ke-15, berdasarkan Keputusan/Besluit Guvernur Genderal Nomor 50 tanggal 1 Mei 1923. Pada saat yang sama secara sepihak Raja KangaE Mo'ang Nai Juje dipensiunkan Belanda. Upacara penobatan dan pelantikan dilangsungkan secara meriah dan gegap gempita di Kota Maumere. Perayaan ini dihadiri oleh para Pejabat Pemerintahan Kolonial Belanda, Mgr. Arnoldus Vestraelen dan para Pastor, Raja Nai Juje dari KangaE, Raja Don Juan dari Nita, Raja Pensiunan Nong Meak, para Kapitan, pemuka adat, tokoh masyarakat, para guru dan murid serta rakyat.
Dengan demikian berakhirlah sudah sebuah persaingan ketat yang terselubung dalam memperebutkan takhta Kerajaan Sikka. Tongkat kepemimpinan kembali dipegang oleh dinasti yang berhak turun te murun, yaitu Keluarga DA SILVA LEPO GETE, di bawah keperkasaan Raja DON JOSEPHUS THOMAS XIMENES DA SILVA.
Selengkapnya...
Diposkan oleh Megu Nora Au di 22:26 0 comments
Label: SeJaRaH..
Menyimak Kemenangan SODA: Sikka Memilih Pemimpinnya Sendiri
Ditulis oleh anak Maumere, Alexander Yopi Susanto,tinggal di Jakarta Selatan.Epang gawan Mo'at.
eorang Sosimus Mitang pernah terlempar dari jajaran birokrasi Sikka. Sesudah itu, ia bersarang di rumahnya. Tidak banyak yang dilakukannya selama masa peristirahatan itu. Selain menikmati hari-harinya di rumah bersama keluarga. Mengunjungi kampung halamannya. Menyambangi teman-teman yang pernah seprofesi, sejajaran di dinas pemerintahan kabupaten Sikka. Kemudian, bergelut dengan masyarakat seharian di lingkungan, RT/RW, Kecamatan. Tanpa selintas pikir untuk menapaki lagi kursi panas nomor satu di Sikka, setelah gagal pada Pilkada sebelumnya.
Sementara Wera Damianus adalah Asistan pada jajaran birokrat yang dinahkodai incumbent. Seorang praktisi birokrat yang muncul dari Palue, di gugus terluar pulau-pulau Sikka. Sekejab terlintas, pada seorang Wera Damianus, nasib pulau-pulau dari gugus terluar itu “seolah-olah” ada di pundaknya. Pada mereka yang nampaknya “tidak betah” tinggal di Sikka. Selalu bepergian dengan perahu-perahu motor kecil dan mengejar nasibnya di lautan lepas tak berpemilik. Jauh dari Sikka. Jauh pula dari tetek bengek urusan politik dan pemerintahan.
Keduanya tidak masuk dalam bilangan historisitas tokoh kepemimpinan di Sikka. Mereka benar-benar lahir di atas “halar” (tempat tidur dari bilah bambu). Dari kelapa, kakao, cengkeh, jambu mente, jagung, dan minum dari air batang pisang atau sulingan uap panas bumi. Pada musim lapar, mereka mengalami masa-masa makan “ubi hutan”, “ohu”, “hura”, dengan ketergantungannya yang tinggi pada kondisi curah hujan dan peruntungan di masa paceklik. Keduanya tidak bisa menyembunyikan wajah “kekampungannya”, sebelum atau sesudah menjadi pemimpin nomor satu di Sikka.
Koalisi Bersama Membangun Sikka juga bukan berasal dari partai-partai mapan dan berakar di Kabupaten Sikka. Sekurang-kurangnya, partai-partai ini baru saja mencuri startnya pada Pemilu kemarin. Lantas SODA tidak menjadi populer dengan koalisi itu. Jauh dari perhitungan menang. Beda sekali dengan Golkar dan PDIP yang sudah lebih tua, dengan klaim basis pada wilayah demi wilayah di Kabupaten Sikka. Tetapi toh, besar kecilnya partai tidak lantas mempengaruhi arus pemberian suara massa.
Kenyataan ini menjadi fenomenal, SODA dengan koalisi partai gurem itu menunjukkan realitas perpolitikan yang sejatinya hanya tunduk pada satu tuannya, yaitu rakyat. Tergantung pada pilihan rakyat. Runtutnya, kalau dilihat dari kemenangan demi kemenangan dari 12 kecamatan di Sikka. SODA unggul merata pada semua TPS di kecamatan-kecamatan Timur luar dan Barat luar. Ditambah dengan simpatisan yang diberikan oleh kebebasan memilih pada beberapa orang di basis pemilih calon lain dan keberpihakan masyarakat pulau di gugusan terluar, SODA melejit sendirian. Meninggalkan calon lain. Partai mapan. Tradisi kepemimpinan. Dan prediksi kepopularan.
Sejenak kemenangan SODA bisa dirayakan. Seperti baru saja bernapas lega setelah mendaki sebuah ketinggian. Tetapi pada gilirannnya, SODA mesti menuruni lagi ketinggian itu. Untuk lebih tertatih-tatih mendaki ke sebuah bukit yang lain. Karena, di balik suara-suara dukungan tersebut, terbersit harapan besar bahwa pasangan ini mampu mengantar banyak jiwa keluar dari kemelut kehidupan. Di antara kemiskinan, kemerosotan moral dan pendidikan. Pada ambang pesimis kaum tani, nelayan, pedagang. Masalah korupsi, busung lapar, krisis air bersih, dan abrasi pesisir pantai. Dan luka lama sentimen kewilayahan, perang dingin antarsuku, kerajaan, sejarah, swasta dan pemerintah, gereja dan birokrat.
Kalau mau dilihat pada gambaran kemenangan SODA di TPS-TPS, kebanyakan rakyat Sikka memilih SODA karena unggul dalam netralitas keberpihakannya, punya komitmen kuat dengan wajah “kekampungan” pada pembangunan visi pedesaan, dan tentunya punya integritas dalam menjamin kekayaan masyarakat. Lebih tajam, SODA menang karena dalam dirinya terbuka jumpa ruang yang begitu luas antara ketokohan seorang pemimpin dan rakyat yang dipimpinnya. SODA juga simbol kebangkitan masyarakat terlupakan. Yang selama ini berada di luar jangkauan, “sadar atau tidak sadar” tersisih, terbuang, tercerai tanpa sentuhan pembangunan. Bahkan untuk kaum yang minus malum sekalipun, SODA merupakan harapan di tengah ketidakpercayaan massal.
Pada setumpuk masalah, rakyat menemukan SODA. Merasa SODA berada dan berjalan bersama-sama mereka. SODA punya telinga, hati, dan mata untuk rakyatnya. Letak itu pula, rakyat bersatu mengayam sebuah kursi untuk SODA. Mereka lantas mendudukan SODA. Persis di sebuah ketinggian. Apakah penemuan mereka ini lantas hilang lagi di tengah prosesnya? Melupakan lagi? Dengan susah payah harus mendongkakkan kepala, mencari, dan sulit ditemukan?
Basis kemenangan SODA ada pada komunikasi horisontal. Pada kesetaraan dirinya dengan nasib rakyatnya. Sama seperti masa lalu membesarkannya. Karena itu, betapa menyakitkan kalau pada proses selanjutnya, SODA malah mengubah identitas dirinya menjadi sangat vertikal, top down, seperti seorang bapa berjanggut panjang, berwajah garang, pedang di tangan, dan siap menghukum. Yang paling penting dari simpul suara itu adalah, kerelaan untuk turun dari kursi kenyamanannya, dan berinkarnasi bersama rakyatnya. Karena di situlah justru kualitas kepemimpinan SODA. Berhasil memberikan tempat yang luas untuk unek-unek rakyatnya. Lepas dari kepentingan, kekuasaan, dan kekayaan.
Paus Yohanes XXIII ialah pemimpin publik dari sebuah dusun kecil yang miskin. Hati kemiskinannya itu tetap ia pelihara. Sampai pada kursi kepausannya. Melalui hati itu pula ia banyak menghasilkan karya-karya ajaib. Yang mustahil tetapi bisa dilakukan. Mampu melihat perdamaian di tengah kekacauan, visi kesejahteraan di tengah kemiskinan, tajam melihat kepentingan dari keberpihakan, dan konsisten pada pengabdian tanpa mengambil keuntungan. Ia akhirnya berhasil tampil sebagai pemimpin yang dipercayai banyak orang. Menyentuh banyak hati. Tanpa harus menolong secara material.
Pada sebuah sisi, SODA memiliki potensi untuk menjadi pemimpin seperti ini. Berangkat dari sebuah kampung, di sebuah ketertinggalan dan kemiskinan. Untuk sampai pada banyak hati itu, SODA hanya perlu menanggalkan tujuan dirinya. Di kelompok kepentingannya. Pemimpin rakyat tidak memiliki ambisi pribadi. Tidak pula menginginkan sesuatu dari kepemimpinannya. Ia hanya perlu pulang pada kemiskinannya, tanpa berusaha menghapus sejarah dirinya itu. Pada nasib sejumlah orang yang tidak beruntung. Pada perpecahan untuk perdamaian, kesalahan untuk pemaafan, demi membangun damai, dukungan, jaringan, dan perjuangan bersama. Kalau ini diingkari, sebuah kubur sudah digali sejak dari pertama kedudukannya.
Bidang spesialisasi: TI, Writing n Publishing, Advokasi Tanah, Advokasi dan Pemantau Hak Anak. Sekarang tinggal di Jakarta Selatan.
tulisan ini merupakan hak cipta penulis. Barang siapa yang ingin memperbanyak atau meng-copy tulisan-tulisan ini diharapkan mencantumkan nama penulis aslinya. Dilarang keras menjiplak tulisan tanpa mencantumkan referensi!
Wue wari punya artikel tentang niang tanah?kirim ke cherovita@yahoo.co.id
Akan kami postingkan..
Selengkapnya...
Diposkan oleh Megu Nora Au di 21:17 0 comments
Label: ARTIKEL Peduli Sikka..
Friday, 25 April 2008
Ada Indikasi Pelanggaran HAM di NSC
Penegasan ini disampaikan Nurcholis usai melakukan pertemuan bersama karyawan PT Nusa Surya Ciptadana (NSC) Maumere, Selasa (22/4/2008), di Gedung Chandraditya-Maumere. Kedatangan tim Komnas HAM guna mengumpulkan data dan bukti mengenai pelanggaran hak yang menimpa masyarakat yang diduga dilakukan pihak tertentu. Masalah dimaksud akan ditindaklanjuti sesuai hasil temuan.
Tim Komas HAM yang datang ke Maumere, yakni Nurcholis (Sub Pemantauan dan Penyelidikan) dan Rima Purnama, Eko Dahana dan Radjab. Hadir koordinator karyawan, Godi, beserta belasan rekan didampingi pihak Truk-F, Pater Eman Embu, SVD dan Pater Robert Mirsel, SVD.
Kepada tim Komnas HAM, karyawan NSC mengemukakan persoalan yang dihadapi selama bekerja di PT NSC. Sejumlah ketimpangan pelaksanaan peraturan oleh manajemen dicatat Komnas HAM. Bentuk ketidakadilan yang dilakukan manajemen antara lain penerapan aturan dan sanksi yang tidak sesuai aturan ketenagakerjaan.
Nurcholis berjanji akan menindaklanjutinya dengan melakukan pertemuan dengan pihak terkait baik perusahaan maupun pemerintah daerah serta DPRD Sikka.
Pater Robert Mirsel, SVD, mengatakan, mereka bersyukur karena tim Komnas HAM datang ke Sikka untuk memenuhi surat yang dilayangkan karyawan NSC. "Kami harap Komnas HAM bisa menindaklanjuti persoalan karyawan NSC dan segera ada jalan keluar yang tepat," harap Pater Robert.
Kedatangan Komnas HAM ke NTT, khususnya Flores, juga untuk menindaklanjuti sejumlah kasus dugaan pelanggaran HAM yang diadukan masyarakat. Tim Komnas HAM akan berada di Maumere sampai, Jumat (25/4/2008).
Untuk diketahui, puluhan karyawan PT NSC Maumere, Rabu (13/2/2008) hingga Kamis (14/2/2008) 'menyegel' kantor itu. aksi mogok dilakukan karena pimpinan NSC Maumere dinilai tidak adil menerapkan sanksi bagi karyawannya.(poskup)
* Penggusuran tanah milik Margaretha
* Pemecatan karyawan PT NSC Maumere
* Kasus tanah adat Suku Ola Lape-Rate Ule
* Kasus tanah di Manggarai
Diposkan oleh Megu Nora Au di 22:16 0 comments
Label: HukUm dan kRiminal..




















