Selamat Datang di Maumere...

SELAMAT BUAT PAKET AN-SAR (YOS ANSAR RERA-P.NONG SUSAR) yang dipercayakan masyarakat Kabupaten Sikka sebagai BUPATI dan WAKIL BUPATI SIKKA 2013-2018..
Pemandangan di Kolisia, Kecamatan Magepanda

Tuesday, 1 July 2008

Konser Amal Margareth Meriah....

Margareth Siagian, peraih Juara II Mamamia Indosiar tahun 2007 mampu menghayutkan ribuan penonton yang datang di Gelora Samador untuk menyaksikan secara langsung konser amal sang dara cantik pujaan para ibu dan ABG ini.
Konser Amal yang mengambil tema Solidaritas Bagi Sesama Untuk Penggalangan Dana Bagi Pembangunan Gereja Paroki St Thomas Morus Maumere berlangsung sangat meriah. Tiket yang dijual dengan harga Rp 5.000 untuk umum dan Rp 100.000 untuk undangan habis terjual. Setiap sudut stadion hampir terisi penuh oleh ribuan penonton yang didominasi oleh ABG dan para ibu. Sejauh mata memandang yang terlihat cuma kepala para penonton. Sangat luar biasa.




Menjelang malam masyarakat telah mendatangi kawasan stadion. Antrian para penonton yang membludak terlihat di setiap loket penjualan karcis dan semua pintu masuk stadion. Sebelumnya, sore hari Margareth diarak keliling kota dengan mobil bak terbuka melintasi jalan-jalan utama di kota Maumere.Margareth juga melakukan sesi tanya jawab dan jumpa fans lewat siaran yang dipancarkan secara langsung oleh radio Sonia FM dan dipandu oleh Lucky Rener.

Konser amal Margareth ‘Mamamia’ ini disponsori oleh PCP (Prima Citra Permai) yang bergerak di bidang usaha furniture dan elektronik dan didukung oleh FIF, Suara Nipa FM dll. Melihat kondisi gereja St Thomas Morus yang masih belum selesai-selesai juga pembangunnya sejak gempa meluluhlantakan Pulau Flores desember 1992, maka patutlah kita berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah sengaja mendatangkan sang bintang untuk mengumpulkan sumbangan dana bagi pembangunan gereja lewat konser amal ini.

Setelah tampilnya para artis lokal lewat Sparky, Reband dan Pelangi serta artis lokal lainnya seperti Yenny Kabupung bersama Game’s Pro, menjelang pukul sembilan lewat, Margareth yang tampil cantik dengan kostum panggung menawan berwarna merah naik keatas panggung dan disambut tepuk tangan membahana serta teriakan histeris para penonton. Dengan MC kawakan Lucky Rener yang mengiringi sang bintang mamamia ini maka kehadiran Margareth di panggung mampu dihidupkan meski suasana malam hari terasa diselimuti hawa dingin.

Tanpa basa-basi Margareth langsung melantunkan lagu pembuka yang diambil dari albumnya sendiri.Lagu yang berjudul ‘Tak Tahan Sepi’ mampu membuat penonton terkesima. Lagu berirama mellow tersebut dibawakan dengan kualitas vocal yang sempurna dan dinyanyikan dengan penuh perasaan.
Ketika Margareth mencoba maju kebibir panggung tak pelak lagi para penonton abg langsung maju menyambut Margareth dengan histeris.Tentu saja security dari pihak panitia langsung maju menutup gerak para penonton muda ini yang mencoba menyalami sang pujaan. Kilatan lampu kamera dari para penoton pun tak ketinggalan menyambut bintang kesayanganya yang selama ini hanya mereka saksikan lewat layar kaca.

Setelah lagu ini dibawakan, Mama Saida yang juga merupakan pujaan para penonton tampil ke panggung. Lucky Rener yang sudah malang melintang sebagai pembawa acara dipentas-pentas lokal langsung menyambut Mama Saida dengan pertanyaan-pertanyaan yang membuat ibu kandung dari Margareth ini harus tersipu-sipu malu.

“Saya grogi berada diatas panggung ini”kata mama Saida terbata-bata.

Mama Saida juga berterima kasih kepada seluruh masyarakat Maumere yang telah hadir menyaksikan konser amal ini. Mama Saida tidak menyangka begitu besar minat masyarakat Maumere untuk datang menyaksikan konser amal dari sang buah hatinya dan ini membuatnya terharu.

Kemudian bersama ibunya, Margareth kembali membuat penonton terkesima degan lagu berikutnya. Lagu yang diambil dari milik penyanyi papan atas Agnes Monica mengalir membahana memenuhi setiap rongga stadion gelora samador. Lagu berjudul ‘matahariku’yang menutut kualitas vocal yang teruji mampu dibawakan oleh Margareth dengan mulus. Berikutnya diteruskan dengan lagu berirama agak sedikit ngerock milik band terkenal Radja. Lagu berjudul ‘Patah Hati’ini langsung memanaskan suasana. Margareth mencoba untuk mendekati penonton yang berada dibawah panggung. Penonton yang memang sudah menunggu kesempatan ini langsung mendekati sang bintang dengan antusias. Namun pihak keamanan panggung langsung pele(menghadang) mereka semua. Meski ada sedikit kekecewaan dari penonton namun semuanya terbayar lunas dengan keramahan Margaret, kemanjaan Margareth yang khas abg serta kecentilannya dia diatas panggung yang membuat suasana terasa lain. Margareth mampu menghanyutkan para penonton.

Setelah lagu ketiga dibawakan, Virgine Dancer tampil diatas panggung menggantikan sementara Margareth yang beristirahat sebentar di ruang tertutup dibelakang panggung.

Kembali Margareth tampil setelah Virgine dancer yang menari-nari sexy. Kali ini tubuh cantik Margaerth berganti kostum. Dengan kostum yang lebih sexy, Margareh bersama Lucky Rener dan Edmond membuka sesi sumbangan spontan bagi pembangun gereja.S umbangan spontan dibuka dengan sumbangan dari Suster Lucia sebesar Rp 5 juta dan dikuti para penyumbang spontan lainnya.

Ada pula sumbangan uang dari anak-anak balita yang yang besarnya rata-rata Rp.50 ribu. Mereka maju keatas panggung dengan lugu sambil membawa uang ditangan mereka dan menyerahkan langsung pada nona Margareth. Margareth pun dengan gaya khas abg-nya langsung menggoda anak-anak kecil. Pokoknya pas sesi sumbangan dengan anak-anak balita lah yang paling seru hehehe

Ada pula anak balita yang menyumbangkan Rosario buat Margareth dan disambut dengan antusias oleh du’a Margareth sambil mencium sang balita tersebut.

Setelah menarik sumbangan,kembali du’a Margareth tampil masih tetap dengan gaya dan suara khasnya. Tercatat ada 6 lagu dibawakan oleh Margaret malam itu. Margareth juga tampil bareng dengan artis lokal seperti pada lagu ‘Ketahuan’punya Matta band bersama Thomas dan Marisa serta pada lagunya Naif ‘Akhirnya Kumenemukanmu’ duet bersama Vincen dari FIF.

Sebelum mengakhiri konsernya Margareth mengajak penonton untuk hari minggu besoknya (29 juni pagi) bersama-sama Margareth misa kedua di Gereja St Thomas Morus.

Sambil berterima kasih buat orang Maumere, Margareth mengakhiri konser amalnya. Epang gawan du’a Margareth yang sudah jauh-jauh datang ke Maumere untuk sesuatu yang mulia,Tuhan memberkatimu nona cantik….

Kapan-kapan datang lagi ya, GBU……

Foto-Foto yang sempat kami ambil..

Antrian depan pintu masuk utama




Tampil cantik diawal lagu..




Mama Saida,Margareth dan Lucky Rener





Virgine Dancer beraksi..



Mencari dana lewat sumbangan spontanitas

.....

mmhhhhh..

Balita ketik he'i tida mau kalah...ikut sumbang..

Si kecil ini kasih kado Rosario buat kaka Margareth..

Duet bersama Vincen dari FIF

Bersama Thomas dan Marisa,luar biasa kompakya..



Keamanan sibuk halau penonton..


'ONE FEEL' Band MOF pengiring MargAreth ..

Masyarakat Padati Samador..



Bos PCP

Antusias..

Antusias..






Posting; oSS ---- fOTO: bOiM
www.inimaumere.com

Selengkapnya...

Download Lagu Asli Maumere/Flores.....(4)

Setelah mendapatkan lagunya mari kita ucapkan terima kasih kepada yang telah menyanyikan dan memproduksi lagu-lagu daerah kita...

Ada lagu Nian Tana juga lagu dari Flores Timur,yang dari bajawa dan ende kan sudah(tapi akan ada lagi).Lagu daerah Manggarai akan hadir juga berikutnya...
Mai sai wue wari,du'a mo'at,oa juga no dari nagi..mai download lagu walong...



Setelah muncul tampilan berikutnya,silakan klik di 'Download Now' tunggu beberapa saat jika keluar tampilan berikutnya lagi,klik lagi di 'Click here to download this file' untuk mendapatkan lagunya.Kapasitas lagu telah kami perkecil untuk mempermudah proses download.

Sikka :

Florasta - Lau Ole.mp3

Florasta - Naruk Tutur.mp3

Rindu Maumere.mp3

gambus do mbele.mp3 Papache


bake sai.mp3 Cruz cs


su terlalu.mp3 Papache


Inang.mp3 Centhus


SIKIT NONGAR.mp3 Fortes


02. Track 2.mp3 Fortes


Flores Timur/Nagi :

ADONARA - Ake Susa Ake Kuran.mp3


Bale Nagi.mp3 Beny Penjaitan

Carolina.mp3

Cinta & Permata.mp3 /versi nagi/Benny Penjaitan

Rindu Nagi.mp3

WOLELE.mp3


BLACK SWEET :

Rintihan Sebuah Hati.mp3

Anggelin.mp3

Hati Yang sedih.mp3

Kau Aku Dan Dia.mp3

Kenangan Masa Remaja.mp3

Nostalgia.mp3


Lagu Portugal ;

Adalberto e Adriano - Xotear.mp3


Alo - Roberto Carlos - Brasileiro.mp3


Gilberto e Gilmar - Com Um Pe Na U.T.I.mp3


Rastaclone - Fuma_a.mp3

Ucapkan terima kasih kepada yang telah menciptakan,menyanyikan dan memproduksikannya...epang gawan golo..

www.inimaumere.blogspot.com
Selengkapnya...

Ketawa Gila Sara Maumere...(4)

Cabut Rambut

Disuatu desa di kota Maumere ada pasangan yang sedang jatuh cinta hebat golo.Nong Tinus deng nona Tina.Mereka dua pu hubungan ternyata diketahui oleh Om Tory,bapanya Nona Tina.Mereka dua dilarang tida bole pacaran lagi.Tentu saja mereka dua bingung ka.

Akhirnya te nona Tina minta di nong Tinus agar putar otak supaya mereka pu pacaran tida diganggu sama om Tory,bapanya Tina.

Tina: Kaka,au cari akal ko biar ita bisa pacaran terus tiap malam minggu.Saya su malas kalo tiap kali pacaran malam minggu au ajak di lapangan umum.Tida enak disana,mana orang ju tiap malam latihan motor tida selsai-selsai juga”.

Tinus: Ade tau ko bapa pu kelemahan.

Tina: Tau ka,kalo bapa tuh ada yg cabut dia pu rambut dikepala langsung du’e nyenyak golo”.

Tinus pikir-pikir akhirnya te dia dapat ide.

Tinus: Begini ade,nanti pas kaka pi di ade pu rumah tiap malam minggu nanti dari samping rumah kaka nyanyi lagu”.

Tina:Haaa?tumben kaka nyanyi,biasanya siul saja fals,kaka nyanyi lagu dangdut ko?”.

Tinus:Hiiiii kau enak saja,tida level ka deng kaka yang ganteng begini,nanti kaka nyanyi lagu daerah poi,judulnya ‘malam bae’ yang ade biasa soka dipesta itu,”malam bae malam bae selamat malam bae, bae tua bae muda selamat malam bae” nah itu tanda kaka su datang”.

Tina:Terus?

Tinus: Nanti ade buka jendela kamar bapa,pertama ade pura-pura cari kutu dibapa pu kepala biar dia agak tidur sedikit,nanti kaka sambung cabut bapa pu rambut biar dia nyenyak golo terus kita bisa pacaran bebas”.

Tina:Ah,kaka memang pintar,tida salah ade dapat kaka”

Minggu Pertama,Tinus babat:Malam bae malam bae…………”

Nona Tina langsung buka jendela kamar Om Tory.Nong tinus masuk langsung cabut2 rambut Om Tory yang tidur-tidur manis.Pasti Om Tory kira nona Tina yang cabut rambutnya,begitu pikir Tinus.

Malam minggu kedua dan ketiga juga sama persis deng malam minggu pertama.
Malam minggu ke empat,Tinus nyanyi santai poi ,”Malam bae malam bae selamat malam bae bae tua bae muda selamat malam bae”.

Kali ini sepi.Nona tina tida buka jendela kamar dia pu bapa.
Tinus heran,bano pae nona Tina,nimu selingkuh pasti ba’a,begitu Tinus pikir.

Tinus nyanyi walong:Malam bae malam bae selamat…………….”

Tiba-tiba te dari dalam kamar terdengar suara Om Tory yang nyaring golo:Tinus,lama-lama saya pu kepala botak,au menegrti tidak..!

Tida taunya Om Tory yang muncul.

Om Tory sambung lagi:Tinus kau lihat bapa pu kepala nih hampir botak gara-gara kau nyanyi lagu malam bae tiap malam minggu”.

Tinus langsung kotir,hilang dikegelapan malam pulang kembali kekomplek nongkrongannya ,biasa dipelabuhan,temani Nelus teman baiknya yang lagi asik pancing ikan seriding di pelabuhan hahahaha.



Naskah Proklamasi

Disebuah Kampung terpencil di Kabupaten Sikka…hiduplah sepasang suami istri; moa’t Kletus dan Du’a Keseng..Demi menyukseskan Program Keluarga Berencana, sejak awal menikah mereka sepakat memiliki 2 anak cukup….
Akhirnya lahirlah Simon dan Petu.

Karena tinggal di daerah terpencil dan jauh dari jangkauan Kesehatan yang layak…kedua anak ini tumbuh dan berkembang dalam suasana kurang Gizi alias Gizi Buruk sampai pada usia sekolah….akibat asupan gizi yang kurang berdampak pada kemampuan berpikir mereka..sehingga mereka terkenal bodoh disekolah mereka….Ibu Tince pun sampai kesulitan mengatasi mereka….Ibu Tince yang sepintas mirip penyanyi R n B Lauren Hill dibikin pusing oleh ulah Simon n Petu ini…
Pada suatu kesempatan di sekolah ibi Tince memberikan pekerjaan rumah alis PR untuk Simon n Petu…
Ibu Tince : Simon…Petu, sekarang ibu kasih PR buat kalian berdua; coba kalian cari tahu
Siapakah yang menandatangani Naskah Proklamasi….besok pagi dikumpulkan….demikian kata bu Tince
Mendengar itu Simon dan Petu pusing golo…..
Setelah pulang sekolah mereka langsung kotir pulang rumah…lempar tas sekolah terus langsung tanya di mereka pu bapa..

Simon: Bapa tau kah siapa yang tanda tangan Naskah Proklamsi
Moat Kletus : Ah….kau Tanya kau pu mama sana,,,,saya tidak tau; kata Moat Kletus
sambil Gulung dia pu tembakau sek andalan…(.lintingan samsu ko)
Simon n Petu bingung…mereka mau Tanya sapa lagi…mereka dua hilang pi main bola dulu..sore pas mereka dua balik ke rumah; moat Kletus su tunggu depan rumah dengan kayu Kukun besar…mereka heran ???????
Moat Kletus : Simon..Petu..sekarang bapa mo Tanya kam dua…Siapa sebenarnya yang tanda tangan Naskah Proklamasi
Moat Kletus ; Simon sekarang kau yang jawab duluan….jawab dengan jujur e….klo tidak bapa hantam kau deng kayu kukun ini..cepat!!!!!!
Simon : Saya tidak tau bapa..benar bapa saya tidak tau..
Mendengar jawaban Simon; moat Kletus langsung ayun itu kayu kukun hantam telak di simon pu pantat..punggung..betis…simon beteriak kesakitan sambil berkata..benar bapa saya tidak tau..saya jujur bapa…ampun bapa..ampun….

Moat Kletus : Petu..sekarang au pu giliran..au harus jujur…jawab dengan jujur; siapa yang tanda tangan naskah proklamasi?

Petu : Benar bapa saya tidak tau bapa..saya sumpah bapa
Moat Kletus : au su liat Simon to…bapa hantam dia karena dia tidak jujur..kau jawab sudah..

Karena ketakutan akhirnya Simon bilang ke moat Kletus dengan gemetar ngeri(takut kukun) kalo sebenarnya yang tanda tangan naskah proklamsi itu dia sendiri….

Moat Kletus :ini anak nih….coba kau bilang dari tadi bae…kau liat simon bapa su pukul benjol baru kau mengaku klo kau yang tanda tangan tangan….

Moat Kletus : Besok pagi kita ke sekolah kasitau bu Tince..klo sebenarnya yang tanda tangan Naskah Proklamasi itu Petu…

Ha…ha….ha..ternyata sekeluarga benar-benar Kurang Gizi..ha..hae.


Tida Masuk Sekolah

Ibu guru Mia tanya kepada Okto yang tida masuk sekolah kemarin.

Ibu Guru Mia:Okto,au kemarin tida masuk sekolah kenapa?jang kau bilang surat tida balas heeee..”

Okto: aduh bu,pas kemarin mau pi sekolah te saya kena hujan.Saya pu baju kan Cuma satu jadi te saya cuci dulu,jadi tida masuk sekolah..”

Ibu Guru Mia : Bae su..

Dua hari kemudian, Okto tida masuk sekolah lagi..

Ibu Guru Mia : Okto,au kenapa juga tida masuk sekolah kemarin..”

Okto : Aduh Bu…kemarin saya su berangkat ke sekolah tapi pas lewat di ibu pu rumah te saya lihat ibu pu baju lagi jemur,saya pikir ah pasti ibu tida masuk sekolah jadi te saya juga tida masuk sekolah ka…

Ibu Gurui Mia : bae su..sekarang au pi berlutut di tiang bender sana..cepat…..!!

hihihihihi....

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Saturday, 28 June 2008

Kaca Polos Untuk Mobil Pejabat

J
anji Bupati Sosimus Mitang dan Wakil Bupati Wera Damianus semasa kampanye calon Bupati dan Wakil Bupati sikka akhirnya terpenuhi juga.Salahsatunya adalah mobil dinas yang digunakan harus berkaca polos alias tidak menggunakan reben.

Ini yang sudah mulai nampak mulai dilakukan oleh Sosimus dan Wera Damianus.Dihari-hari awal kepemimpinanya,mobil dinas yang digunakan diganti dengan kaca polos yang tembus pandang.Keduanya memulai ini dari mobil dinas yang mereka gunakan.

Tidak pelak,mobil dinas yang digunakan pejabat dibawahnya pun tak ikut ketinggalan.Mulai dari mobil dinas sekda,para kepala dinas/kantor/badan dan para camat pun kini ramai-ramai diganti dengan kaca transparan.”jika kami dipercayakan untuk memimpin Kabupaten Sikka,mobil dinas yang kami gunakan nanti diganti dengan kaca polos biar rakyat bisa melihat pemimpinnya,”kata Pak Sosimus saat kampanye.(flores pos)
Selengkapnya...

Thursday, 26 June 2008

Kerajaan Kangae..

Mo'ang A.BoEr Parera dalam manuskripnya semenjak 1910 dan terakhir berdasarkan keterangan Mo'ang Badar pada tanggal 25 Mei 1940 di rumah Mo'ang Gaing di Kampung Blatat,dilatarkan bahwa keturunan Kerajaan Kangae berasal dari Mo'ang Ma Gate Ama Gahar,Bemu Aja (dan saudaranya Mo'ang Raja Bisa Amat).

Mo'ang Bemu Aja menikahi Du'a Gurung Merang. A. BoEr juga menjelaskan kepada Oscar P. Mandalangi bahwa nama lain dari Du'a Gurung Merang lengkapnya Du'a Gurung Merang Plale Poung. Ibunda ini keturunan dari Mo'ang Ria ( ata bekor) yang mendiami Mekeng Detung Wololaru di Ding Bekor. Dan karena keterampilan mencampur warna kain dengan akar serta daun nila/tarum, penduduk setempat menyapa Du'a Plale Poung Den Kale-Ngaeng Tarung. Pergeseran kata kale-ngaeng ini akhirnya melahirkan Kangae.


Leluhur purba Mo'ang Bemu Aja menurunkan Mo'ang Nai, Mo'ang Tigar Riwung, Mo'ang Tega Sasa, dan Mo'ang Ehak Gesuk, dan dari mereka diturunkan dua tokoh terkemuka yakni Mo'ang Bapa dan Mo'ang Goleng, menempati kampung Wolo'luma Nitung Kangae.
Mo'ang Bapa melahirkan Mo'ang Nago dengan putera-puteranya Mo'ang Keu, Mo'ang Wuli dan Mo'ang Mitang. Dari keturunan ini terkenal pula Mo'ang P.Y. Bapa Mekeng dengan putera-puteranya Blasius Bapa Mekeng dan Paulus Bapa Mekang sekarang ini.

Mo'ang Goleng menurunkan Mo'ang Juje dan beliaulah yang melahirkan Mo'ang Nai dan Mo'ang Roa, yang oleh Belanda dan penduduk Nuhang Ular Tana `Lorang disapa menjadi satu yakni Mo'ang Nai Roa.

Keturunan dinasti ini menguasai sebuah wilayah di bagian timur di samping Raja Sikka yang "mencaplok" seluruh wilayah, namun kebesaran dan kekuasaan turun temurun sesuai Wolon(g)-Wolon(g) tak dapat dibendung,sehingga Kangae selamanya tidak mau mengakui hegemoni Kerajaan Sikka terhadapnya semenjak semula,walaupun Kangae juga diberikan mangun lajar pembawa lambang kekuasaan Bala Mangung dari Raja Sikka.

Tertulis bahwa nenek moyang Du'a Gurung Merang Plale Poung, yang datang dari Iling Bekor Mekeng Detung Wololaru ialah mereka yang disapa dengan leluhur Mo'ang Toda, Lanur, Molik, Balik bersama isterinya Du'a Doda Wai Timu Nusur Wai Plale Poung di atas.Du'a Plale Ploung dengan anak-anaknya Mo'ang Sawu Sia Wuli Bewat, membawa bukti alat kebesaran -regalia- ke kampung Kangae yang dikenal dengan Muti Bala Jawa, Bala Langat dan sebuah periuk purba Unu Podo.

Sejarah menuliskan bahwa Mo'ang Nai adalah Raja I Kerajaan Kangae dalam daftar Kolonial Belanda. Ketika kedatangan Portugis yakni guru agama Augustinho da Gama bersama AlexiusAlessu (Raja I Kerajaan Sikka yang memakai gelar raja), tersebutlah bahwa keduanya membawa pula Regalia kerajaan berupa tongkat kerajaan. Mo'ang Alessu membawa serta dua batang tongkat berkepala perak sedangkan Augustinho da Gama menjadi wakil Raja Don Alessu.

Dua tongkat ini, sebuah diserahkan kepada Raja Maujong (Mau Lobo-Jong) dari Nita, dan sebatang lagi kepada Mo'ang Korung da Cunha di Alok Wolokoli sebagai Commendanti Pelabuhan Alok Wolokoli.
Setelah kematian Augustinho da Gama, puteranya Thomas da Gama yang lebih dikenal dengan Thomas Dede Amang (Jarang Paing Nora Lado) tidak bersepakat dan bersahabat dangan Raja Sikka. Beliau berpindah ke Wuring-Bebeng mendiami daerah itu. Ketika berjumpa Mo'ang Goleng di Waipare dalam perjalanan ke Kangae, tongkat emas berlambang domba dan burung merpati itu diserahkan kepada Mo'ang Goleng untuk dijadikan tongkat kerajaan.

Kerajaan Kangae sendiri tak pernah aman. Untuk menenteramkan wilayah kolonial,Belanda kembali memecah belah Kerajaan Sikka untuk kedua kalinya dengan mendirikan Kerajaan Kangae. Mo'ang Nai dilantik menjadi Raja I Kerajaan Kangae dalam daftar kolonial Belanda dengan menyerahkan sebuah Korteverklaring oleh Residentie Timor en Onderhorrigh di Waipare, 9 Desember 1902. Beliau menguasai Napung Pitu Wolong Walu dengan batas dari Wairotang ke Bao Pa'at di sebelah Utara menuju selatan hingga Wolo'luma, Kangae, Nitung, Habi, Wetak, ke utara hingga Bang Arat.

Pada tanggal 30 Juni 1904 pukul 7.30, posthouder mengirim resident dan controleurke Waipare untuk mengganti tongkat perak Kerajaan Kangae dengan tongkat emas, serta penghargaan kepada Raja Mo'ang Nai karena dapat "mengamankan" serangan Nuhu Teka. Pada saat yang sama diangkat pula Daeng Pawindu sebagai Kepala Orang Bugis, Husen Pua Salem sebagai Kepala Kampung Geliting-Wairotang dan Bolong Uwa sebagai Kepala Kampung Waioti.

D. D. Kondi menulis bahwa Raja Mo'ang Nai sebelumnya pada tahun 1903 telah mengikuti perubahan sistem sentralisasi ke desentralisasi oleh Raja Yoseph Nong Meak da Silva dengan pemencaran kekuasaan berdasarkan wilayah/distrik -kapitan- dimana Kangae terdiri atas enam wilayah distrik: Kapitan Wetakara, Kringa, Werang, Wai Gete, dan Hewokloang. Sedangkan Nita terdiri dari 2 wilayah distrik: Kapitan Nita dan Tilang. Kerajaan Sikka meliputi 10 distrik: Sikka, Maumere, Nualolo, Nele, Mbengu, Bu, Megoh, Kolo, Wolokoli, dan Palu'e.

Ketika Raja Sikka Don Yosephus Nong Meak da Silva dipensiunkan Belanda karena tua, diangkat-dilantik Raja Don Thomas Ximenes da Silva oleh Controleur Oranye pada tanggal 21 November 1923 dengan sebuah Besluit Guvernur General Belanda di Betawi No.50/1 Mei/1923.

Pada saat yang sama secara sepihak pada tahun 1923, Kolonial Belanda memberikan pensiun kepada Raja Mo'ang Nai seperti diperbuatnya terhadap Raja Sikka dan Raja Nita sebelumnya. Dan tanpa kompromi seluruh wilayah Kerajaan Kangae diserahkan kepada kesatuan Kerajaan Sikka dibawah Raja Don Thomas Ximenes da Silva. Hal ini berdasar pangumuman Assisten Resident Flores pada tanggal 14 November 1925. H. Mennes, Controleur Maumere kemudian menyatakan wilayah Kerajaan Nita dibubarkan.

Dicuplik dari buku 'Pelangi Sikka'-Michael Beding dan Indah Lestari Beding
www.inimaumere.com

Selengkapnya...

Saturday, 21 June 2008

Ada Pentas Seni Kawula Muda di Barata..

Masyarakat di Kota Maumere malam minggu tanggal 21 Juni 2008 memenuhi parkiran depan Barata, pusat belanja murah yang diresmikan bulan Desember 2007 . Ada apa disana?Sttttttt…ternyata malam minggu ini ada pentas seni bagi para kawula muda kabupaten Sikka. Acara yang berlangsung dari jam 7 malam sampai dengan pukul 10 malam tersebut berlangsung meriah dengan diisi oleh berbagai band di kota Maumere, sanggar tari, dancer dan berberapa hiburan.


Warga kota yang memang haus dengan hiburan semacam ini menjelang malam telah mendatangi Barata dan memenuhi halaman parkiran.Ada yang datang dengan pasangannya,ada yang sekeluarga,ada yang sendiri saja(jomblo nih yeee) ada pula yang datang secara gerombolan dengan masing-masing gengnya.

Menurut Yeni Kabupung yang merupakan salah satu anggota dari tim Games Pro,acara ini dimaksud sebagai wadah untuk menampilkan bakat seni dikalangan anak muda sekabupaten Sikka yang menurutnya kurang diperhatikan di tanah sendiri. Dengan menggandeng beberapa pihak tersebut Yeni berharap semoga kegiatan ini bisa berlangsung terus secara regular di tanah Sikka. Yeni juga berharap agar pihak-pihak yang memiliki otoritas di kabupaten ini agar ikut serta memberi perhatian terhadap bakat seni anak muda Maumere.

Seturut dengan Yeni Kabupung, Inus Florasta yang juga merupakan salah satu tim dari Games Pro mengharapkan pula agar kegiatan postif semacam ini terus di kembangkan sehingga anak muda kabupaten Sikka bisa menyalurkan bakat seni dan kemampuan mereka lewat pentas-pentas seni yang diselengarakan.

Pelangi Band, Nidi band, Plur Band, Delta, Total Alaradalah beberapa band yang mengisi pentas semalam sedangkan sanggar dancer yang ikut serta memeriahkan acara malam tadi adalah Benza Dancer, Kamb’ja Dancer, Virgine Dancer sedangkan tarian Sikka dibawakan oleh sanggar Sora dari Koting dengan rancak dan cukup untuk membius penonton apalagi para penari tersebut masih berusia Sekolah Dasar. Acara pentas seni juga disi oleh hiburan dari Olga Cs yang cukup meriah dengan aksi-aksi kocak yang dibawakan di panggung.

Sempat juga ada Kelvin yang berasal dari Koting yang naik ke panggung untuk membacakan puisi yang menyentuh hati. Oya, Kelvin ini anak berumur 6 tahun yang cacat fisik(buta). Kelvin sempat membuat terharu para penonton dengan puisinya.

Ini foto-foto yang sempat kami abadikan semalam...

Plur Band


Anak SD lewat Sanggar SORA melestarikan Tarian Sikka





Olga cs,menghibur dengan lagu Naif 'bila kumati kau juga mati'



Masyarakat padati parkiran Barata




www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Friday, 20 June 2008

DINAS PENDIDIKAN TIDAK DUKUNG ANAK DIDIK

PRIHATIN PRIHATIN PRIHATIN !! Hanya itu yang bisa kami bilang,mau dibawa kemana masa depan anak bangsa di Kabupaten Sikka? Anggaran untuk yang lain malah keluar dengan deras,ah sudahlah,ini memang potret pendidikan di tanah kita sendiri,meang..itu saja !!Baca berita dibawah ini....

Sikap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sikka yang tidak memberangkatkan sembilan siswa untuk mengikuti Olimpiade MIPA tingkat NTT,dinilai sebagai sikap yang tidak mendukung anak didik di daerah itu dalam meningkatkan kualitas dirinya.

Penilaian ini dilontarkan salah seorang pemerhati masalah pendidikan di Kabupaten Sikka, Vinsensius Asno kepada Flores Pos di Maumere, Kamiss (19/6).
"Dari penjelasan kepala dinas maupun' Kasubdin Dikdasmen, memang terungkap ada salah urus di lembaga itu. Tetapi saya berani mengatakan Dinas Pendidikan Kabupaten Sikka sama sekali tidak mendukung anak didik di daerah ini," kata Asno.


Mestinya, kata dia, tidak perlu ada alasan tidak ada uang untuk memberangkatkan siswa yang ikut olimpiade. Sebab, ditingkat nasional maupun di semua daerah, anggaranpendidikan naik dari tahun ke tahun.Hal ini menjadi ironi bagi dunia pendidikan di Kabupaten Sikka.

"Seharusnya tidak ada kata tidak untuk anggaran pendidikan. Apalagi ini untuk peningkatan mutu pendidikan bagi anak-anak didik. Kita berharap masalah ini tidak akan terulang lagi di masa-masa mendatang,"kata Asno.

Mantan Ketua PMKRI Cabang Sikka ini menambahkan,peristiwa yang menimpa sembilan peserta olimpiade mungkin bagi segelintir orang di Dinas Pendidikan Sikka dianggap masalah sepele, tetapi menjadi preseden buruk bagi para guru, orang tua, dan menurunkan motivasi bagi anak didik. Dia berharap ke depan penempatan staf di Dinas Pendidikan setempat harus dari orang-orang yang memiliki kepedulian terhadap dunia pendidikan, meskipun mereka umumnya berkutat dengan urusan administrasi.

"Betul bahwa para staf di Dinas Pendidikan itu memang tenaga administrasi.Tetapi kalau mereka tidak punya kecintaan terhadap dunia pendidikan, bisa hancur pengelolaan pendidikan di daerah ini. Sebab, bagaimanapun kendali administrasi pendidikan ada di tangan mereka," ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sikka Robert da Silva yang dikonfirmasi sebelumnya mengatakan, ketidakberangkatan sejumlah peserta olimpiade itu memang di luar dugaannya. Sebab,seminggu sebelumnya ia telah mendisposisikan kepada bendahara di kantor itu untuk mengurus keuangan peserta Olimpiade MIPA, termasuk tiket keberangkatan.(FLORES POS)


Selengkapnya...

 

© 2007 MaUmErE oF FlOrEs | Design by MaUmErE Of FlOrEs







---[[ KeMbAlI kE aTaS ]]---