Selamat Datang di Maumere...

SELAMAT BUAT PAKET AN-SAR (YOS ANSAR RERA-P.NONG SUSAR) yang dipercayakan masyarakat Kabupaten Sikka sebagai BUPATI dan WAKIL BUPATI SIKKA 2013-2018..
Pemandangan di Kolisia, Kecamatan Magepanda

Wednesday, 12 August 2009

Semarak Perayaan HUT RI Ke 64 di Maumere

Peringatan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke 64 semarak dirayakan di Kota Maumere, Ibu Kota Kabupaten Sikka. Hal ini bisa di lihat dari berbagai iven yang diselengarakan oleh berbagai kelompok masyarakat dari kalangan bawah sampai atas. Berbagai kantor atau instansi pemerintah turut pula terlibat dalam pesta merayakan peringatan HUT Kemerdekaan yang akan jatuh beberapa hari lagi ini. Diberbagai sudut kota, atribut yang didominasi warna merah dan putih nampak mewarnai suasana perayaan. Para pedagang atribut merah dan putih tak ketinggalan untuk menjajakan dagangan mereka diberbagai tempat bahkan sampai menggunakan trotoar jalan.
Nah hari ini tepatnya tanggal 12 agustus 2009, www.inimaumere.com sempat mengabadikan salah satu moment dalam rangka merayakan sebuah peringatan hari ulang tahun yang paling sakral dalam sejarah perjalanan republik ini.

Berlokasi di jalan Ahmad Yani yang menjadi lokasi kantor Pemda Kabupaten Sikka, sejumlah 38 tim gerak jalan dari berbagai kantor pemerintah dan sekolah – sekolah menengah atas di Kota Maumere ikut terlibat mengikuti perlombaan gerak jalan. 22 tim dari berbagai instansi pemerintah dan 16 tim putera dari sekolah menengah berlomba secara sportif , melintasi jalur sepanjang 10 Km melewati jalan-jalan utama di Kota Maumere. Beberapa hari sebelumnya peserta anak sekolah dari tingkat SD, SMP dan SMU/SMK (tim puteri) telah selesai mengikuti perlombaan ini dengan jalur dan jarak yang berbeda. Juara dari perlombaan gerak jalan ini akan diumumkan saat hari terakhir Pameran Pembangunan Kabupaten Sikka yang sebentar lagi akan diadakan dihalaman eks Kantor DPRD Sikka.

Foto Oleh : Oss & Boim

















WWW.INIMAUMERE.COM
Selengkapnya...

Sunday, 9 August 2009

Fun Soccer Di Taman Kota Maumere..

Seperti tak pernah habisnya masyarakat muda Maumere khususnya, kembali di beri ruang berkreasi untuk menyalurkan talenta sekaligus mempererat jalinanan persahabatan. Dibawah rindangan pepohonan, diantara deru bunyi kerndaraan , ditengah kesibukan aktivitas masyarakat Maumere berakhir pekan anak-anak muda Maumere dengan peluh berkeringat saling berlomba dengan penuh sportivitas untuk memperebutkan yang terbaik dari kompetisi Fun Soccer . Bermusik sambil menyaksikan pertandingan bola atau bermain bola sambil mendengarkan musik secara live kali ini bisa dinikmati oleh peserta dan pengisi acara. Penonton yang datang menyaksikan bahkan terhibur karena memang acara yang disuguhkan terbilang lain dari yang lain. Acara yang lebih bertujuan untuk menghibur masyarakat Kota Maumere ini berlangsung hari sabtu tanggal 8 Agustus 2009 dari jam 10 pagi hingga 5 sore dan semua dinikmati secara gratis.

Event ini disponsori oleh perusahaan rokok DJi Sam Soe dan dipromotori oleh Choin Entertainment serta di didukung sepenuhnya oleh www.inimaumere.com, Radio Sonia Fm Radionya Maumere dan Yamaha Ramayana Maumere.

Dalam event yang mengambil tempat di Taman Kota ( Kopeta) yang berada di tengah pusat Kota Maumere dalam kawasan pertokoan rupanya cukup menyita perhatian masyarakat umum. Lagian acara ini berlangsung di akhir pekan sehingga terbilang ramai dari awal hingga akhir acara.

Terhitung 36 klub bola dari seluruh wilayah Kota Maumere dan sekitarnya yang mengikuti kompetisi sepak bola mini dan berlangsung dari pagi hingga sore hari saat partai final berlangsung. Setiap klub bola menampilkan berbagai atraksi yang menarik penonton, dari kostum yang digunakan hingga cara mereka mengatur strategi. Tentu saja mendapat sambutan yang meriah dari masyarakat yang menyaksikan event ini.
Sepakbola mini adalah kompetisi yang menggunakan lapangan dengan media pasir diatasnya. Ini adalah kompetisi mini. Mini dalam artian dalam jumlah pemain yang hanya lima orang per tim, mini dalam waktu yang cuma 1x10 menit, dan tentu saja mini dalam ukuran lapangan dan gawang.

Sepanjang penyelenggaran event yang dimulai pukul 10.00 Wita ini, keseluruhan acara tidak melulu diisi oleh pertandingan sepakbola. Oshy Lelo dari Choin Entertainment yang bertindak sebagai penyelenggara sudah barang tentu menyisipkan sesi hiburannya berupa live band performance dari komunitas anak band Maumere, dan aneka games seru yang melibatkan semua penonton. Semuanya dikendalikan secara gokil oleh MC paling maut saat ini daratan NTT, Lucky Reyner.
Live Band yang cukup menghibur ini berlangsung tanpa putus dari awal hingga akhir acara. Berbagai aliran musik ikut meramaikan live band performance dari komunitas musik pop rock, rap, komunitas reggae sampai dengan band-band yang tergabung dalam komunitas punk Sikka.

Menurut Oshy Lelo dari Choin Entertainment, acara ini sebenarnya dimaksud untuk menghibur masyarakat. “Event secara umum memang dimaksud untuk memberikan ruang bagi masyarakat muda Maumere untuk berkompetisi secara sportif dan tentu saja bertujuan untuk menghibur masyarakat Kota Maumere yang telah tenggelam dalam rutinitas kerja selama sepekan.”

Sepanjang pegelaran event dengan kompetisi sepak bola mini ini, hiburan dari panggung dengan band-band yang bermain secara live menjadi daya tarik sendiri. Event dengan konsep pegelaran yang cukup menghibur ini sekali lagi mendapat tanggapan positif dari masyarakat umum yang menyaksikan pegelaran ini. Seru dan sangat menghibur.


Eksklusive Photos by Oss
















Info :


Lokasi : Taman Kota (Kopeta) Maumere

Jumlah Peserta Club Sepak Bola Mini : 36
Juara I : Vita Lestari (Hadiah Rp 1.500.000)
Juara II : Rileks (Hadiah Rp 1.000.000)
Juara III : Vardam (Rp 750.000)

Wasit : Joseph JoeKriwil (Sonia FM Maumere)
Wasit Garis : Marthin Smith (Sonia FM Maumere)

Game’s :
Lomba Juggling
Kuis
Pinalti Buta


www.inimaumere.com


Selengkapnya...

Friday, 7 August 2009

Mgr. Cherubim : Jangan Menjadi Orang Upahan

Maumere, Wakil rakyat adalah adalah suatu tugas kegembalaan dan gembala adalah suatu pilihan hidup yang memiliki ciri sikap dan peranan panggilan yang mengikuti Kristus Sang Gembala yang Baik. Seorang gembala yang baik tidak main – main, tidak lagi cenderung kepada pilihan – pilihan yang lain termasuk pilihan menjadi orang upahan.

Demikian pesan ini disampaikan Uskup Maumere, Mgr. Cherubim G. Parera,SVD dalam kotbahnya ketika memimpin Perayaan Ekaristi memperingati Hari Ulang Tahun DPRD Kabupaten Sikka ke 50 di Halaman Kantor DPRD Kabupaten Sikka Jl. El Tari Maumere, Jum ad (31/Juli/2009).

Uskup juga berharap agar, DPRD Sikka kedepan dapat melaksanakan tugas sesuai dengan panggilan dan tugas perutusannya, yang tentunya harus identik dengan karakter seorang Gembala Yang Baik dan jangan sampai luntur menjadi hanya seorang upahan.

Wakil rakyat mestinya mengenal suara dan aspirasi rakyat Sikka, karena suara dan aspirasi rakyat Sikka adalah landasan – imperatif panggilan dan perutusan untuk menjadi gembala yang baik.

“ Karenanya pilihan dan perutusan sebagai gembala yang baik, tentunya mempertegas bahwa anda bukanlah seorang upahan. Untuk saya ajak untuk senantiasa teguh pada iman akan Tuhan” ajak Mgr. Cherubim.

Sementara, Ketua DPRD Sikka AM Keupung dalam sambutannya menyatakan perayaan HUT DPRD Sikka ke 50 merupakan ungkapan syukur yang evaluatuf terhadap kinerja DPRD, terhadap apa yang sudah dikerjakan dan hasil apa yang dicapai untuk peningkatan kesejaterahan rakyat.

Terhadap anggota DPRD yang terpilih untuk masa bhakti 2009 – 2004, Keupung berharap untuk dapat bekerja secara baik dalam melanjutkan estafet legitimasi rakyat di kursi DPRD, sebagai lembaga perwakilan yang memegang kekuasaan legislatif.

“Itu berarti masyarakat berharap agar para anggota DPRD benar – benar menjadi wakil rakyat yang professional dan pro rakyat “ jelas Keupung.

Keupung mengutip ungkapan bijak, Owen D. Young, menempatkan diri dalam posisi orang lain, dapat memahami mereka, membuat seorang mantap menghadapi masa depan. Dijelaskan, bahwa salah satu kiat untuk maju adalah belajar dari berbagai keberhasilan dan kegagalan orang lain, niscaya kita akan memiliki kearifan dalam berpikir, berkata dan mengambil keputusan.

Bupati Sikka Sosimus Mitang dalam sambutannya mengatakan puncak perayaan ulang tahun emas dan peluncuran buku kenangan emas serta semua rangkaian kegiatan, tentunya mengandung nilai sejarah dan motivasi yang tinggi serta menggungah memori ingatan setiap kita dalam mengilas jasa – jasa para pendahulu.

Selain memberi apresiasi, Mitang juga mengajak Lembaga Dewan untuk bersama Pemerintah Kabupaten Sikka dalam membangun Kabupaten Sikka dengan hati nurani dan agar berpikir jernih dalam upaya menyuarakan aspirasi rakyat.

Gubernur NTT Frans Lebu Raya dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten I Setda Nusa Tenggara Timur (NTT), Yosep Aman Mamulak, 50 Tahun usia emas sebuah institusi adalah indicator kasat mata akan kematangan lembaga, kedewasaan institusi dan sarat pengalaman.

“Lima puluh tahun eksistensi lembaga ini dengan berbagai realitas kinerja yang ada memang patut dibanggakan, namun momentum perayaan ini juga membuka ruang reflektif bagi instansi terhormat ini” jelas Gubernur NTT.

Kabupaten Sikka selama ini juga telah menjadi barometer demokrasi, pencetus kreatif, memiliki dinamika, kedewasaan dan kematangan dalam berdemokrasi, bekerja keras, dan kota yang memiliki sarana dan prasarana yang cukup lengkap.

Kabupaten Sikka juga merupakan satu-satunya kabupaten di NTT yang pernah dikunjungi pemimpin tertinggi umat Katolik sedunia, Paus John Paul II tahun 1989 lalu.

Daniel Woda Palle, selaku Tokoh Masyarakat Kabupaten Sikka ketika tampil bicara mengharapkan agar para Anggota DPRD Sikka yang terpilih supaya tampil berani dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat. Beliau juga mengajak agar DPRD Sikka terus belajar dari para pendahulu.

Pada kesempatan tersebut, Dan Palle juga berkisah tentang sejumlah tokoh asal Kabupaten Sikka yang telah berjuang dengan caranya masing – masing untuk membangun Kabupaten Sikka.

Ketua Panitia HUT DPRD Sikka ke 50, Egenius Paseli da Gomez dalam laporannya menjelaskan untuk mengenang 50 Tahun DPRD Kabupaten Sikka, telah diselenggarakan sejumlah kegiatan antara lain : Pertandingan Volli, Seminar Sehari bertema : Menjadi Wakil Rakyat yang Profesional dan Pro Rakyat. Dan pada puncak perayaannya, Jum ad (31/07/2009) terselenggara Perayaan Ekaristi dan peluncuran buku ; Pentas Demokrasi di Panggung Kulababong.

Menurut E.P. da Gomez dalam laporannya, Perayaan Emas ini bukan sekedar untuk membangun sebuah nostalgia, atau sekedar kilas balik sejarah. Tetapi lebih merupakan suatu kehendak yang kuat untuk memberikan pertanggungan jawab kepada Rakyat Kabupaten Sikka.

Hadir pada kesempatan tersebut, Para Mantan Bupati dan Wakil Bupati Sikka, Muspida Sikka, Undangan dari Luar Daerah Kabupaten Sikka seperti dari TTU, Kab. Kupang dan Kota Kupang. Jajaran SKPD Sikka dan undangan lainnya.(Jhon Oriwis)

www.inimaumere.com


Selengkapnya...

Sunday, 2 August 2009

Berwisata Ke Watu Cruz..


Kali ini, WWW.INIMAUMERE.COM mengajak pembaca untuk berwisata lagi. Kemana? Kita  menuju sebuah wilayah selatan Kabupaten Sikka . Bola! Salah satu tempat yang menjadi tanda awal perkembangan sejarah Khatolik di bumi Flores. Bola adalah ibukota Kecamatan Bola, salah satu dari 21 kecamatan di wilayah Kabupaten Sikka. Bola berada persis di pesisir pantai selatan, menghadap ke laut luas bernama Laut Sawu. Secara geografi, Bola memiliki kemiringan 30 derajat dengan dataran yang digambarkan bagai pita meliuki daerah pantai sehingga sering disimbolkan sebagai “ Menjelajahi Bola sesulit menaiki Pohon Kapuk”. Yap, Bola dilukiskan oleh para tokoh adat sebagai pohon kapuk (Pelangi Sikka, 2001).

Nah, di Bola dengan Pantai Bola yang lebih dikenal sebagai Nuba Baluk telah terkenal sejak tahun 1630-an ketika saat itu melintas Pastor Dominicus dan Fransiskus Xaverius di wilayah itu. Bola memang memang mempunyai muatan sejarah yang sangat kaya, khususnya bagaimana Portugis menandai Bola dengan Salib. Bahwa Nuba Baluk sudah menjadi kristiani. Jelas, Salib setinggi 3 meter, ditandai oleh dua misionaris itu di Pantai Bola saat mengkristenkan wilayah Bola di tahun 1630-an. Begitu juga Wair Baluk dan makam Pastor Dominicus di daerah perbukitan yang memiliki nilai historis yang sangat tinggi.
Nah bagaimana sampai Salib itu tertancap di Pantai Bola dan mengapa Bola juga dikenal sebagai Nuba Baluk?

Saatnya sekarang berwisata ke Bola...


Berwisata ke Bola dengan kendaraan roda dua atau empat kita hanya memerlukan waktu sekitar satu jam. Dari Kota Maumere kita akan keluar menuju arah timur. Cuma di butuhkan 5 km dari kota, kita telah sampai dipersimpangan jalan yang berada dalam wilayah Desa Waipare. Kali ini kita akan mengambil jalur kanan. Dari sini kendaraan yang kita tumpang akan melaju mulus menuju pantai selatan, maklum ruas jalan disini termasuk lintasan jalan dengan kategori bagus. Sedikit meliuk mengikuti jalur kelokan sebentar lagi kita akan sampai ke Bola. Selama perjalanan dari Waipare, kita akan melintasi beberapa desa kecil seperti Ili, Wolokoli dan sebagainya. Kita juga akan berada sebentar di ketinggian dan menyaksikan pemandngan pantai utara yang indah dengan pulau-pulau kecil yang menghiasi Laut Flores. Kemudian kita harus melalui jalanan berkelok dan menurun.

Ketika memasuki wilayah Bola yang berada dipesisir pantai kita akan menyaksikan ombak-gelombang yang menggulung, memecah kepantai berlapis-lapis dengan busanya yang memencar, maklum karena kita berada di pantai selatan. Ditengah busa putih dan ombak yang bergelombang itulah berdiri sebuah batu karang dengan salib setinggi 3 meter yang dikenal sebagai Watu Cruz atau Batu Salib. Ya, Portugis menandai Bola dengan Salib. Artinya bahwa Nuba Baluk sudah dibaptis.

Ditengah hamparan samudera, Salib setinggi 3 meter itu terpampang jelas, tertancap di atas batu karang dan dapat disaksikan dari lintasan jalan raya yang berada disekitar pesisir pantai. Masyarakat setempat menghayati dan mengimani bahwa yang datang di tahun 1630 ialah Pastor Dominicus dan Fransiskus Xaverius. Sebelum ke Gala, para pastor itu tiba pertama kali di Doreng (wilayah pesisir pantai selatan yang berdekatan dengan Bola). Di Pantai Doreng para misionaris ini juga menggantung sebuah Salib Besar. Kalau di Doreng hanya menggantungkan tapi di Pantai Bola Salib itu ditancapkan.

Salib tersebut telah mengalami perbaikan beberapa kali. Di tahun 1939 oleh Pastor Yan Roots SVD dengan misa yang meriah, kemudian tahun 1981 oleh masyarakat Nuba Baluk (Bola) sendiri dengan mendapat bantuan dari Bupati Kabupaten Sikka saat itu Drs. Daniel Woda Palle. Tahun 1988 saat Tahun Maria ( berlangsung di Gelora Samador da Cunha Maumere), Pater A Groots SVD ikut memperbaikinya. Di saat penggalian ternyata diketemukan sebuah botol berisi kerta dan sebuah periuk kecil. Sayangnya, kertas itu tak terbaca karena kerusakan saat penggalian.

Dari pantai ini, kami tak lelah memotret dan mengabaikan Salib Besar ini kedalam kamera meski saat itu Pantai Bola dalam keadaan surut. Kebanggan kami juga kebanggaan masyarakat Kabupaten Sikka, bahwa Salib ini masih dirawat dengan baik sebagai bukti nantinya kepada generasi penerus bahwa di tempat ini pula para misonaris Khatolik pernah singgah dan memtari keimanan kepada masyarakat Sikka.
Nah jika menuju ke Bola jangan lupa untuk melihat Salib Besar yang tertancap kokoh di Pantai Bola sebagai tanda bahwa wilayah Bola dan sekitarnyatelah dibaptis.

BALUK

Baluk diambil dari nama seorang pahlawan dari Bola, dia adalah pemberani yang berperang kemana-mana melawan penindasan.
Lihat saja syair dibawah ini saat Dona Agnes da Silva yang memerintah Kerajaan Sikka 1613-1620, mensyairkan Baluk yang terlibat dalam sebuah pertempuran dengan baitan adat ;
Ung Baluk raning, wi neti nora urung, neti nora urung, halo Terong Lamahala. Lobo Lau Terong, atang mole Lamahala, mole Lamahala, brau hala mate golo. Lobo ei Terong, Tau mole Lamahala, Lamahala laeng raning, poi rado laeng pasak”

“Bahwa lasykar dari Bola, Baluk yang gagah berani, telah membumihanguskan Terong serta Lamahala. Kalau tidak bertahan, karena kecut, pasti kalah. Bahwa lasykar baru hanya membidik dengan senjata dan belum menembak”.

Kepahlawanan dan kehebatan Baluk sampai Pantai Bola dimateraikan dengan namanya, bahkan sumur Portugis itu juga diberi nama Wair Baluk ( air Baluk) yang masih di fungsikan sampai sekarang. Wair Baluk itulah yang menyegarkan dan mengharumkan masyarakat Bola dengan syair terkenal :

Blatan Plahar, blatan plahar, Wair Baluk blatan plahar. Mi hure, Mi hure, otang Bola mi hure//
Dinginnya ketawaran air baluk, dapat membuat orang suka minum dan merasa betah.

Saat kami mengambil gambar di sumur tersebut, nampak beberapa masyarakat sedang berkatifitas di lokasi sumur baluk. Sampai dengan sekarang ini Sumur Baluk masih difungsikan dengan baik oleh masyarakat setempat.
Konon, Wair Baluk adalah bekas tancapan tongkat St. Fransiskus Xaverius saat itu.

Foto : Oss & Boim ( www.inimaumere.com)


Watu Cruz di Pantai Bola




Sumur Baluk


Literatur : Buku Pelangi Sikka

Oss & Boim
www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Tolak Pemindahan Komodo Ke Bali..!!

DPRD NTT Tolak Pemindahan Komodo ke Bali

Ketua DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT), Melkianus Adoe, menolak rencana Menteri Kehutanan Indonesia, memindahkan 10 ekor Komodo "Varanus Komodoensis" ke Bali, karena dikhawatirkan bisa menimbulkan konflik horizontal di kalangan masyarakat di NTT.

"Ini sikap lembaga wakil rakyat. Sehingga kalau pihak Menteri Kehutanan tidak meninjau lagi rencana tersebut, bisa jadi akan bermasalah dikemudian hari, karena sudah ada aksi penolakan dari berbagai warga NTT yang berada di luar wilayah ini," katanya.

Penolakan serupa juga dikemukakan Sekretaris Komisi B DPRD NTT, Kornelis Soi. Menurut dia, rencana Menteri Kehutanan untuk memindahkan 10 ekor Komodo ke Bali, dampak politis pariwisatanya tinggi dan cendrung menimbulkan keretakan di kalanganan masyarakat kedua provinsi tersebut.

"Pemindahkan 10 ekor Komodo ke Bali tersebut dilihat sebagai bentuk penjegalan terhadap pembangunan kepariwisataan NTT. Karena pemurnian genetik Komodo dari ancaman kepunahan, bisa dilakukan di wilayah NTT terutama di TNK dan bukan di Taman Safari Indonesia yang berkedudukan di Bali, karena Komodo sangat cocok dengan karakter wilayah NTT khususnya wilayah Manggarai Barat," katanya.

Soi menegaskan, ironis sekali, ketika Komodo masuk dalam kontes pemilihan tujuh keajaiban dunia, sementara Menteri Kehutanan secara sepihak mengeluarkan SK untuk memindahkan 10 ekor Komodo ke Bali.

"Harus diingat, keberadaan Komodo di Pulau Komodo, Kabupaten Manggarai Barat tidak terlepas dari sejarah atau legenda yang telah menjadi kepercayaan masyarakat setempat. Sehingga pemindahakan Komodo tidak boleh dilihat dalam konteks kepentingan," katanya.

Menurut dia Komodo merupakan aset NTT yang sudah mendunia. Dari kunjungan wisatawan, NTT mendapat pemasukan pendapatan daerah.(*)

Di Kutip dari : Kantor Berita Antara

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Sunday, 26 July 2009

Romantisme Cinta Bersama Doddie Latuharhary di Samador Maumere

Siapakah sosok paling romantis pekan ini? Jika saja pertanyaan ini dilontarkan kepada masyarakat baik dari kalangan tua atau muda, laki apa perempuan, jawaban mereka cuma satu,”Cuma Doodie Latuharhary di kita pu hati.” Ini bukanlah cerita gombal tentang cinta seperti dalam dongeng-dongeng romantis ala filem-filem Hollywood, bukan pula seperti dongeng-dongeng menjemukan ala episode sinetron televisi. Sungguh disini, Di Gelora Samador Maumere pesan cinta dalam nada-nada romantis yang merayu-rayu berhasil dirasakan segenap insan yang mengaku pemuja cinta paling romantis di muka bumi. Dari atas panggung, alunan nada-nada cinta terus menerus di lantunkan, tembang tentang cinta terus ditaburkan dalam sebuah kalimat yang cukup untuk mengilustrasikan itu semua,”Doddie datang ke Maumere untuk membawa cinta par sodara samua disini.” Cinta dan cinta itulah Doddie Latuharhary, “Karena apa torang bisa bangun Maumere ini? Itu samua karena cinta, kalo tida ada cinta bisa ancor negara, betul to?” Seperti kebanyakan penyanyi berdarah Ambon lainnya, tema tentang cinta masih menjadi pilihan utama. Dengan cinta itulah Doddie menemui penggemarnya di tanah Flores, menggelar konser untuk yang pertama kali sekaligus memproklamirkan dirinya sebagai artis asal daerah (Maluku) yang memperoleh tempat khusus di hati pecintanya yang jelas bukan orang Maluku.
Sosok manis dengan senyum menawan itu mampu menyedot ribuan pasang mata pecintanya dalam konser menghebohkan yang bertajuk ‘Beta Pung Cinta Cuma Par Ale’ yang berlangsung di Stadion Gelora Samador da Cunha Maumere, Jumat malam 24 Juli 2009. Event ini di promotori oleh Mahameru Entertainment pimpinan Bung Ricky Mane Parera dan didukung sepenuhnya oleh www.inimaumere.com, Radio Sonia Fm Maumere serta di Sposori oleh Wailiti Beach Hotel & Restaurant Maumere, Bilka Komputer, IFA, Fashion, Apotik Tiara, Agung Motor, Stevani Pub Maumere, V-net Maumere, Percetakan Madawat.

Nikmati Liputan Eksklusive di Halaman Ini...

Sejak pukul 7 malam, ratusan penggemar Doddie yang datang dari berbagai wilayah di Kabupaten Sikka dan puluhan penggemarnya dari beberapa daerah di Flores mulai memenuhi Stadion Samador. Pihak kemananan dari Polres Sikka dan pihak panitia penyelengara terlihat bersiap-siap. Konser akbar bertabur cinta segera dimulai. Dari atas pangung pertunjukan, Sang MC terkemuka daratan Flores, Lucky Reyner, mulai memanaskan suasana. Ratusan penggemar terus menerus membanjiri isi stadion. Sudut dan ruang stadion kelihatan mulai padat dipenuhi fans berat Doddie, mereka terus berdatangan, ribuan penggemar Doddie Latuharhary mulai bersiap-siap di area cinta sang idola.

“ Maumere, kalian sudah siap?,”Teriak Lucky berulang-ulang dari atas panggung. Suasana perlahan-lahan mulai terbakar, semua menanti dengan sabar sang idola yang kelihatan tak muncul-muncul dihadapan mereka. Untuk yang pertama kali, musisi lokal Maumere,Valen Vardam bersama duo vokal yang tergabung dalam D’Aloque dipersilakan tampil menghibur para fans Doddie. Penonton tetap bersabar dan kesabaran itu berbuah manis. Doddie n Team terlihat memasuki area Stadion Gelora Samador. Segera, Nyong Ambon ini bersiap tumis-tumis cinta dengan bumbu-bumbu yang begitu manis dari nona-nona Maumere Manise yang mendominasi isi stadion.

Melihat pujaan untuk yang pertama kali, ratusan fans yang berada disekitar are panggung berteriak memanggil-manggil nama idola mereka berulang-ulang. Dengan senyum khasnya, Doddie memberikan kecupan sayang dari kejauhan, menatap mereka dengan cinta dan mulai menembangkan lagu pembuka berjudul Lorosae, sebuah lagu yang bercerita tentang sebuah keriduan akan tanah leluhur yang telah lama ditinggalkan. Bukan sulap bukan sihir, seakan-akan telah terhipnotis semua berteriak tanpa lelah, memanggil-manggil nama Doddie ketika artis asal Ambon yang berencana membuat lagu bertema cinta dalam Bahasa Indonesia berdialek Maumere mulai memanah dengan sebuah hits yang bisa membikin jantung lemah, Seng Usah Lai. “ ....Seng usah, seng usah menangis lai, ini memang katong pung jalan mau bikin apa nona eeee...
Sebuah lagu yang bercerita tentang perpisahan antara dua pasangan cinta akibat kisah cinta jarak jauh (..ehemmm..). Ketika mik disodorkan ke penonton, koor pun membahana memenuhi isi stadion.

Tetap dengan gaya parlente tapi manis, Doddie berdiri dihadapan penonton dan dari atas panggung ia berucap,” Gumang Epang Maumere (selamat malam),”. Terasa lembut dan membanggakan para fansnya. Usai lagu tersebut, dari belakang panggung muncul dua rekan Doddie yakni Stewart dan Justin dan mulai melakukan aksi dance berkolobarasi bareng Doddie. Sambil membawakan lagu berirama ngebeat yang dibarengi balutan petikan gitar dari Bobbie sang artis yang kini berdomisili di Jakarta melakukan aksi dance sambil bernyanyi, aksi yang sangat jarang dilihat oleh para fansnya.

Tak tahan cuma berada diatas pangung, pada lagu berikutnya, Nyong Ambon yang masih menyandang status jomblo alias ‘ aku masih sendiri’ ini mulai melakuan aksi turun panggung. Dengan cinta, Doddie berusaha menghampiri para penggemarnya. Pihak keamanan harus berusaha keras untuk melindunginya dari serbuan fans beratnya. Teriakan histeris para penggemarnya seakan-akan menggambarkan bahwa di Maumere khususnya, sosok Doddie Latuharhary telah mencuri hati semua masyarakat, mengalahkan show artis-artis nasional yang pernah mampir di Samador sebelumnya. Doddie telah punya rumah disini, dihati masyarakat Maumere. ‘”Beta cuma mau bilang, terima kasih Maumere,” ungkap Doddie kepada www.inimaumere.com yang menemuinya usai konser di Hotel Wailiti, tempat mereka beristirahat.

Aksi-aksi Doddie Doddie terus memikat ribuan penggemarnya. Tembang-tembang tentang cinta terus disodorkan oleh artis berkulit hitam manis ini yang pernah tinggal di Belanda. Bahkan ketika lagu hits lainnya berjudul Dingin dinyanyikan, Doddie kembali turun panggung, bernyanyi langsung dihadapan para pecintanya. Aksi kesekian yang seakan tak pernah habis, tak pernah berakhir. “...Harusnya malam ini ale ada di sini, bartaman beta gantikan bantal polo ini, harusnya malam ini ale ada disini,hangatkan beta gantikan malam dingin ini...”
Busyeeett Doddie, Lihat tuh penggemar ale pada histeris nyanyiin lagu Dingin... ( Ale memang pemain inti sudah hahaeeee..).

Di tembang berikutnya Doddie sempat berkoloborasi dengan artis lokal Maumere, Popy dalam lagu ‘Kisah Cinta di SMA’. Bahkan dalam sebuah lagu lainnya Doddie menarik salah satu nona dari kerumunan penonton untuk menghadiahkan penggemar berat ini dalam sebuah kisah romantis diatas panggung. Membuat iri para fans berat dari kalangan nona-nona hehehe.

Beberapa tembang cinta lainnya dinyanyikan pula malam itu. Seperti penyanyi Ambon lainnya, style atau gaya mereka diatas panggung tak jauh berbeda. Tapi Doddie tetap yang terbaik bagi penggemarnya disini. Doddie Latuharhary yang sering show keliling eropa bersama artis-artis nasional asal Ambon lainnya mengaku ia tetap bangga sebagai artis yang menembangkan lagu Indonesia berdialek Ambon. “Beta bangga sebagai penyanyi asal daerah karena musik dan lagu-lagu beta bisa diterima masyarakat Indonesia umumnya,”ungkap Doddie saat kongko bareng di Hotel Wailiti.
Ketika ditanya tentang antusias para penggemar beratnya saat konser di Samador, Doddie mengatakan,”Beta sangat bangga, Beta seng (tidak) parcaya penonton di Maumere meski histeris tetap sopan dan menjaga konser ini berjalan dengan aman hingga akhir. Beta salut.” Berbeda dengan daerah lain saat Doddie menggelar konser serupa, para fansnya kadang-kadang membuat rusuh atau ulah yang mengganggu jalannya konser, demikian Doddie bercerita kepada kami. “Di Maumere Beta temui hal lain dan Beta bangga..” Ujar Doddie sambil tersenyum.

Doddie mengakhiri pergelaran konser bertabur cinta dengan lagu berjudul ‘Sampai Disini’, namun fans beratnya tak beranjak, mereka masih menginginkan idola mereka tak pergi meninggalkan mereka. Doddie mengerti, ia kemudian menghadiahkan tembang berbahasa Inggris berjudul ‘Bring It Home To Me’, sebuah tembang lawas yang menjadi akhir dari pegelaran event ini. “Tuhan memberkati kalian samua.....” teriak Doddie sebelum benar-benar meninggalkan panggung. Ratusan penggemarnya masih tak mengiginkan Doddie pergi, nampak saat mobil yang membawa Doddie n Team dikerubuti fansnya, mereka masih berteriak histeris namun suara fansnya bagai hilang ditelan dinginnya malam, Doddie telah berlalu.

Tercatat 13 lagu dibawakan Doddie Latuharhary dalam konser malam itu. Ketika ditanya apakah ia ingin kembali lagi menggelar konser yang lebih heboh di Maumere? Doddie menjawab,"Kalau Maumere siap Beta pasti kembali.."

Lantas apa jawaban fans beratnya yang didominasi nona-nona manis tentang Doddie?
“Doddie? Hiiiiiiiii.......Saya mau ka........”

Doddie, MAUMERE MASIH MENANTIMU...!!



Eksklusive Photos by Oss

















Aksi Bobbie, memikat..

MC-nya Lucky Reyner






Video by Boim (www.inimaumere.com)







Justin,Dave,Doddie,Bobbie,Stewart

Mahameru EO & Doddie CS




www.inimaumere.com
Selengkapnya...

 

© 2007 MaUmErE oF FlOrEs | Design by MaUmErE Of FlOrEs







---[[ KeMbAlI kE aTaS ]]---