Selamat Datang di Maumere...

SELAMAT BUAT PAKET AN-SAR (YOS ANSAR RERA-P.NONG SUSAR) yang dipercayakan masyarakat Kabupaten Sikka sebagai BUPATI dan WAKIL BUPATI SIKKA 2013-2018..
Pemandangan di Kolisia, Kecamatan Magepanda

Tuesday, 11 October 2011

Waduh, Tiga Daerah di NTT Endemis Antraks

Tiga daerah di Nusa Tenggara Timur (NTT) berstatus endemis bakteri antraks pada ternak, sehingga perlu mendapat penanganan secara serius. Tiga daerah itu, yakni Sumba, Sabu, dan Flores, kini sedang dalam pengawasan dinas kesehatan setempat guna mengantisipasi bakteri antraks menyerang manusia.
Di Sumba, daerah endemis antraks ialah Kabupaten Sumba Timur dan Sumba Barat yang pernah punya sejarah antraks pada 2006. Antraks juga pernah menyerang ternak di Kabupaten Ende, Sikka, dan Ngada di Pulau Flores pada 2007 yang mengakibatkan sedikitnya 325 orang dirawat karena makan daging ternak yang terinveksi virus antraks.
Terakhir, pada Agustus lalu antraks menyerang ratusan ternak di Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua.

"Di Sabu, kami menemukan 11 warga, termasuk balita, menderita antraks kulit karena mengonsumsi daging ternak kuda yang mati," tutur Kepala Seksi Penanggulangan Keadaan Darurat Kesehatan Dinas Kesehatan NTT dokter Theresia Sarlin Ralo di Kupang, Senin (10/10).

Ia mengatakan, semua penderita antraks kulit di Sabu telah diobati dan sembuh. Namun, tidak menutup kemungkinan kasus antraks terulang lagi. Pasalnya, penyakit itu dapat membentuk spora (bacillus anthracis) dan bertahan dalam tanah selama 25 tahun. Pada musim hujan, spora antraks muncul lagi lewat rumput. "Sehingga rumput yang dimakan ternak bisa saja terkena antraks," katanya.

Menurut Theresia, pihaknya telah melakukan penyuluhan kepada masyarakat untuk tidak makan daging ternak yang mati karena antraks. Ternak yang mati karena terserang antraks memiliki gejala antara lain hidung, telinga, dan kulit binatang tersebut mengeluarkan darah. (mediaindonesia.com)


www.inimaumere.com

Selengkapnya...

Listrik Prabayar Akan Masuk Watu Gong

Jika tidak ada halangan, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Flores Bagian Timur (FBT) di Maumere Tahun 2011 ini melayani listrik prabayar bagi masyarakat di Dusun Watu Gong kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka. Warga Masyarakat Natarweru sudah bertahun-tahun merindukan kehadiran penerangan listrik didesa itu. Menyambut rencana PLN tersebut, warga Dusun Natarweru menyatakan dukungan dan siap membantu PLN menyukseskan listrik pra Bayar masuk Watu Gong.
Kepala Desa (Kades) Watu Gong , Johanes Kasprotano mengatakan hal itu kepada Flores Star di Kampung Watubuku, Desa Watu Gong, Sabtu (8/10/2011) siang.

Kapistrano mengatakan PLN Maumere telah melakukan sosialisasi listrik di Dusun Natarweru dan ditahun ini rencana pemasangaan listrik pra bayar. Ia menjelaskan, tahap pertama akan dibangun jaringan dengan memasang tiang listrik ke pemukiman warga. “Tahun ini kalau listrik sudah masuk, maka masyarakat saya pasti berbangga dan senang. Jika listrik masuk, kami bisa menikmati penerangan di malam hari. Kami memang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih tapi kalau jalan baik air masuk sampai ke kampung-kampung,” tuturnya.

Kepala SDI Natarweru, Elci, kepada FloresStar mengatakan di SDI Natarweru listrik belum masuk kesekolah. Akibatnya pengetikan bahan laporan harus dikerjakan di Kota Maumere. (floresstar/ris)

Selengkapnya...

Penumpang Kapal Bawa Miras Moke Ditahan

Di Makasar dan Balikpapan
Pihak Kepolisian Resor Pelabuhan Makassar menggelar razia cipta kondisi di sekitar Pelabuhan Soekarno Hatta, Minngu (9/10/2011) dini hari. Pada razia tersebut terjaring enam penumpang KM Bukit Siguntang yang membawa minuman keras jenis Moke. Minuman tersebut merupakan minuman khas dari daerah NTT. Tiga dari enam penumpang yang terjaring merupakan mahasiswa perguruan perguruan tinggi di Makassar. Mereka adalah Roylando (21), Fransiskus Rikardus (22) dan Bastian (25). Sedangkan tiga penumpang lainnya adalah Ateriu (47), Bernadus (56) dan Ayu (22). Mereka merupakan warga Mamumere. Dari tangan mereka diamankan 11 botol besar dan 9 botol kecil minuman mineral. Mereka kemudian digiring ke Mapolres Pelabuhan Makassar untuk dimintai keterangannya.

Kepala Satuan Resort Pelabuhan Makassar AKBP Audy AH Manus menjelaskan bahwa keenam penumpang tersebut diamankan dari atas KM Bukit Siguntang asal Maumere tujuan Parepare. Mereka dibekuk setelah diketahui membawa minuman keras khas daerah mereka.

Ia juga menyebutkan bahwa razia tersebut ditujukan untuk menekan tingkat kejahatan yang masuk ke Makassar melalui perairan. Selain itu juga guna mencari DPO (daftar pencarian orang) yang masuk maupun keluar dari Kota Makassar.

115 Liter Moke asal NTT Disita Polisi

Penyelundupan minuman keras tradisional dari Kawasan Timur Indonesia kian marak belakangan ini. Baru saja aparat polisi Pelabuhan Semayang, Kaltim menyita ratusan liter miras jenis moke dari beberapa penumpang kapal asal NTT, Rabu (5/10/2011) siang.

Polisi memergoki Vincensius (26), warga asal Kabupaten Sikka dengan 23 jerigen ukuran lima liter berisi miras di dalamnya. Apesnya, ternyata Vincensius hanya seorang penjemput dari salah satu penumpang kapal yang membawa miras.

"Seperti biasa, razia kami lakukan di ruang kedatangan. Kebetulan, Rabu (5/10/2011), jadwal Kapal Feri Mahkota Nusantara asal Surabaya. Saat itulah kami melihat Vincensius membawa berdus-dus barang. Begitu kami periksa, ternyata berisi miras," kata Kapolres Balikpapan AKBP Sabar Supriyono didampingi Kapolsek Kawasan Pelabuhan Semayang, AKP Suharno.

"Langsung kami amankan. Namun, ia mengaku hanya menjemput seseorang dan membawakan barangnya ke mobil penjemput. Ia mengaku tidak tahu kalau isinya miras," katanya.

Vincensius a terpaksa digelandang ke Polsek Pelabuhan Semayang. Ia dimintai keterangan terkait pemilik miras yang kabur saat dilakukan razia. "Pemilik mirasnya sudah kabur saat dilakukan razia. Rupanya, ia mengetahui barang ilegalnya bakal tercium aparat," ujar Suharno.

Meski demikian, Vincensius hanya dikenakan pembinaan saja dari jajaran Polsek Pelabuhan Semayang. Sedangkan ratusan miras tetap disita aparat untuk kemudian dimusnahkan. (Tribunnews)
www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Saturday, 8 October 2011

ROOM CHATING

Ruang berbagi dan saling berkenalan, nikmati dengan damai :)

Selengkapnya...

Thursday, 29 September 2011

Simulasi Berakhir di Patisomba

Patisomba, sebuah daerah di pesisir pantai utara Kabupaten Sikka, Rabu (28/9/2011) menjadi pusat terakhir simulasi bencana gempa bumi dan tsunami. Dalam Geladi Penanggulangan Bencana Gempa Bumi dan Tsunami yang berlangsung sejak pagi pukul 08.00 wita, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukan berbagai operasi baik darat, laut dan udara terhadap warga pesisir yang menjadi korban bencana. Skenario simulasi ini digambarkan sedemikian rupa. Simulasi dimulai dengan terjadinya bencana gempa. Beberapa saat setelah terjadi gempa, warga melakukan evakuasi mandiri sebelum bantuan dari segala lini mulai berdatangan. Sebuah kapal perang KRI TNI AL, bergerak di Laut Flores dan menurunkan sejumlah personilnya kedarat. Operasi juga menunjukkan masuknya bala bantuan personil dari darat, laut dan udara dengan berbagai macam peralatannya. Simulasi melibatkan tim operasi dari Tagana, Sukarelawan, TNI dan sejumlah unsur bantuan lainnya. Warga lantas dievakuasi.

Operasi diteruskan dengan menolong para korban luka parah dan yang terjepit diantara reruntuhan. Bantuan medis berdatangan, rumah sakit darurat didirikan. Pendataan pengungsi, masuknya peralatan berat dan bantuan logistik menggunakan pesawat hercules yang melepas parasut logistik dari udara. Operasi juga menggunakan helikopter dan sejumlah armada serta laut lainnya.

Dari geladi lapangan ini tergambar kordinasi bantuan ke tengah masyarakat yang terkena dampak bencana. Simulasi yang berjalan ditengah teriknya mentari disaksikan sejumlah masyarakat, Kepala BNPB Dr. Syamsul Maarif, M.Si, Gubernur NTT Frans Lebu Raya, anggota DPR RI dari Komisi VIII, Direkur Tanggap Darurat, Ir.Tri Budiarto,M.Si, Direktur Bantuan Darurat, Brigjen TNI DMP Nainggolan,SIP, Kepala BPBD NTT Tiny Thadeus,SH , Bupati Sikka Sosimus Mitang, Wakil Bupati Sikka Wera Damianus, Kepala BPBD Sikka Z.H.Siku, Dandim Sikka, Kapolres Sikka, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Suhardjono, mahasiswa dari Universitas Pertahanan Jakarta serta tamu undangan lainnya dari Pemerintah Pusat, Pemprov dan Kabupaten Sikka.


Geladi Lapangan yang berlangsung di Patisomba, Rabu (28/9/2011) merupakan puncak kegiatan dari Geladi Penanggulangan Bencana Gempa Bumi dan Tsunami yang dimulai sejak 24 September 2011. Sebagai daerah yang memiliki potensi bencana gempa tsunami, Maumere terpilih menjadi tuan rumah.

Geladi ini dimaksud untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan bagi masyarakat, aparat pemerintah dan non pemerintah pada semua tingkatan khususnya kabupaten dan Propinsi NTT terhadap ancaman gempa tsunami. Terlepas dari segala kekurangan, simulasi nasional ini paling tidak memiliki dampak baik bagi masyarakat yang terlibat.

Maumere dan sejumlah kabupaten lain di Pulau Flores, tanggal 12 Desember 1992 dihajar gempa yang diikuti tsunami. Lebih dari 2000 orang tewas dan pemerintah pusat menyatakan gempa tsunami tesebut sebagai bencana nasional.


foto by: Vicky da Gomez & Fiko Koban
www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Tuesday, 27 September 2011

Gempa, Warga di Evakuasi ke Lapangan Kota Baru

Geladi Nasional Penanggulangan Bencana Gempa dan Tsunami di Maumere

Sejak pukul 09.30 Wita, Selasa (279/2011), Lapangan Umum Kota Baru Maumere serasa ada yang berbeda. Dalam naungan cuaca cerah, ratusan warga dari 9 kelurahan di pesisir pantai di evakuasi kedalam tenda-tenda darurat. Evakuasi dilakukan karena warga terkena dampak bencana gempa tsunami. Bencana ini menelan cukup banyak korban. Sirene meraung kencang memenuhi isi jalan. Pusat evakausi di lapangan umum mendapat perhatian warga sekitar. Sebelumnya dalam Geladi Nasional Penanggulangan Bencana Gempa Bumi dan Tsunami tersebut, diasumsi gempa bumi terjadi sekitar pukul 08.00 Wita. Dilokasi yang terkena gempa warga langsung melakukan evakuasi mandiri, dimana warga yang telah dilatih, setelah bangkit usai gempa dapat menolong korban disekitarnya. Langkah-langkah koordinasi juga dilakukan oleh aparat pemerintah yang membentuk pos komando guna melakukan upaya menolong korban secara tepat. Saat evakuasi mandiri tersebut, warga kemudian berkumpul di titik kumpul dan dilarikan ke tempat pengungsian. Dalam geladi ini, lapangan kota baru menjadi pusat evakuasi.

Warga yang telah dievakuasi ke Lapangan Kota Baru kemudian dilakukan pendataan. Sedang korban terluka langsung mendapat perawatan ekstra dari tim medis. Dinas Sosial Sikka juga melakukan upaya pertolongan. Dapur-dapur umum didirikan untuk membantu warga dalam distribusi makanan. Bantuan logistik terus berdatangan kelokasi evakuasi. Dalam situasi tersebut, sirene terus berbunyi dari tim yang membawa korban bencana. Suasana di Lapangan Umum pun menjadi berbeda. Ditempat itu warga dari 9 kelurahan dan aparat pemerintah terkait, secara langsung mendapatkan pelajaran berharga dalam upaya mewaspadai dan kesigapan dalam situasi gempa tsunami.

Usai simulasi yang berlangsung hinga pukul 11.00, Geladi Nasional Penanggulangan Bencana Gempa Bumi dan Tsunami diteruskan dengan pembacaan Deklarasi Siaga Relawan yang dilanjutkan dengan pemakaian rompi secara simbolis oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional(BNPB) Dr. Syamsul Maarif, M.Si kepada Siaga Relawan. Syamsul juga menyerahkan sertifikat kepada para relawan dan selanjutnya secara simbolis menyerahkan bantuan bibit mangrove dan vaksin anti rabies kepada warga.


Simulasi juga diwarnai dengan aksi anak-anak sekolah dasar dari SDK Maumere II . Bocah-bocah ini didepan para pejabat pusat dan daerah serta warga dan ‘korban bencana’ melakukan aksi demo siaga dengan mendirikan tenda darurat secara cepat. Aksi mereka mendapat sambutan tepuk tangan dan jepretan kamera dari sejumlah media dan beberapa warga yang ingin mengabadikan karya mereka.

Siaga lain dilakukan oleh utusan dari warga tradisional. Salah satunya dengan memperagakan pukulan kentong dari bahan bambu dengan ritme ketukan yang telah diatur. Hal ini dimaksud untuk memberitahu warga sekitar bahwa telah terjadi gempa tsunami. Peragaan kesiagaan untuk memberitahu warga bahwa terjadi gempa tsunami juga dilakukan dengan menggunakan tanduk kerbau. Suara hasil tiupan yang keluar cukup besar dan kencang. Dan ini dilakukan dalam situasi ketika banyak yang berlari dan berteriak. Kode dari tiupan ini akan menarik perhatian warga.


Diakhir acara, para penari dari Kelurahan Tanjung Kota Ende kemudian memperagakan tarian tradisional Lio, Gawi. Dan bersama-sama para pejabat, mahasiswa Universitas Pertahanan Jakarta, tim relawan, dan sejumlah warga mereka turut bergembira dalam irama gawi dan ja’i.

Hadir dalam kegiatan Evakuasi Mandiri ini Kepala BPNB Dr. Syamsul Maarif, M.Si, Direkur Tanggap Darurat, Ir.Tri Budiarto,M.Si, Direktur Bantuan Darurat, Brigjen TNI DMP Nainggolan,SIP, Kepala BPBD NTT Tiny Thadeus,SH , Bupati Sikka Drs. Sosimus Mitang, Wakil Bupati Sikka Wera Damianus,Kepala BPBD Sika Z.H.Siku, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Suhardjono, serta tamu undangan lainnya dari Pemerintah Pusat, Pemprov dan Kabupaten Sikka, Lembaga Internasional, TNI, SAR, Tagana dan sebagainya

Simulasi evakuasi hari selasa ini merupakan rangkaian kegiatan yang sudah dimulai sejak hari Sabtu (24/9/2011). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka yang dikepalai Z.H.Siku menjadi tuan rumah nasional bertempat di Maumere yang difasilitasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Sebelumnya pada hari Senin (26/4/2011) dilakukan kegiatan persiapan dan pelaksanaan geladi posko dan geladi lapangan serta simulasi bencana di 9 kelurahan, yakni Wai Oti, Wailiti, Wairotang, Beru, Kota Baru, Wuring, Kabor, Kota Uneng, Desa Wolomarang.

Seperti diketahui, Maumere dan kabupaten lainnya di Pulau Flores, pernah digoyang gempa dan disapuh tsunami yang merenggut lebih dari 2000 orang meninggal dalam petaka nasional Gempa Flores yang terjadi tanggal 12 Desember 1992.

korban dan tenda dalam simulasi

Gawi bersama diakhir acara

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Sunday, 25 September 2011

Geladi Penanggulangan Bencana Gempa Tsunami di Maumere

Kabupaten Sikka pada 24-28 September menjadi tuan rumah nasional Geladi Penanggulangan Bencana Gempa Bumi dan Tsunami. Kegiatan ini difasilitasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerja sama dengan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka dan BPBD NTT. Geladi penanggulangan bencana ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan bagi masyarakat, aparat pemerintah dan non pemerintah pada semua tingkatan khususnya kabupaten dan Propinsi NTT terhadap ancaman gempa tsunami serta membangun komitmen bersama untuk meningkatkan upaya pengurangan resiko bencana. Geladi yang diikuti BPBD dari sejumlah kabupaten di NTT dimulai Sabtu (24/9/2011) bertempat di aula Hotel Silvia dengan agenda hari pertama Pra Latihan.


Mewakili Kepala BNPB, Direktur Kesiapsiagaan Ir. Bernardus Wisnu Widjaja,M.Sc secara resmi membuka Pra Latihan Geladi Posko Penanggulangan Bencana di aula Hotel Sylvia, Maumere, Flores. Tiga kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (24/9/2011) adalah persiapan yang meliputi perencanaan Evakuasi Mandiri , Geladi Posko dan Geladi Lapangan.

Sejumlah nara sumber BNPB ikut memberikan pemaparan terkait geladi penanggulangan bencana. Kesempatan itu dijelaskan berbagai macam hal tentang ancaman dan bahaya kejadian hingga pengurangan resiko. Selain dibuka sesi tanya jawab, dijelaskan pula hal-hal penting mengenai pedoman komando saat tanggap darurat dilokasi bencana, tata cara pemberian bantuan dan pemenuhan kebutuhan dasar saat darurat bencana.

Sejumlah undangan ikut hadir dalam Pra Latihan ini antara lain Direkur Tanggap Darurat, Ir.Tri Budiarto,M.Si, Direktur Bantuan Darurat, Brigjen TNI DMP Nainggolan, SIP, Kepala BPBD NTT Tiny Thadeus,SH dan Kepala BPBD Sikka Z.H.Siku, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Suhardjono, serta tamu undangan lainnya dari Pemerintah Pusat, Pemprov dan Kabupaten Sikka, Lembaga Internasional, TNI, SAR, Tagana dan sebagainya.

Kesempatan ini diadakan Pra Latihan Geladi Posko (Pos Komando) dan Pra Geladi lapangan. Geladi Posko dimaksud untuk melatih kesigapan mengambil langkah-langkah dan operasi awal yang cepat dan terarah agar tak gagap dalam membantu masyrakat yang sedang dilanda bencana. Geladi Posko ditujukan bagi aparat di lapangan dari perangkat pemerintah desa, kelurahan dan kabupaten serta unsur pemerintah lainnya. Geladi Lapangan dititkberatkan pada kesigapan awal membantu dan menyelamatkan korban dilapangan baik lewat operasi darat, laut dan udara.

***
Ir. Bernardus Wisnu Widjaja,M.Sc yang didampingi Kepala BPBD Sika Ir. Z.H.Siku saat bertemu sejumlah media di Maumere Jumat (23/9/2011) menjelaskan, aktivitas penanggulangan bencana akan ditunjukan oleh BNPB diantaranya melibatkan unsur TNI yang siaga memarkir kapal perang KRI di laut Flores untuk evakuasi ,pemberian bantuan dan operasi darurat. Ia menggambarkan, selain unsur pemerintah dan TNI, aksi Tim SAR juga akan ditunjukan dalam operasi darat, laut dan udara. Termasuk pengerahan helikopter dalam operasi pemberian bantuan, evakuasi korban ke titik aman dan pengerahan ambulans untuk menolong korban usai evakuasi dari helikopter. Dalam simulasi ini pun akan kerahkan rumah sakit lapangan dari Kostrad Divisi II Malang untuk menolong korban evakuasi. Kerja sama dengan dinas sosial daerah juga diaktifkan dalam upaya membantu korban seperti menyiapkan dapur-dapur umum, kendaraan dapur umum dan penampungan pengungsi. Semua akan ditunjukan dalam simulasi tsunami ini hingga pada tahap perbaikan darurat. BNPB juga akan turut bekerja sama dengan pihak Telkom untuk mengatasi masalah komunikasi dalam situasi bencana dengan mengaktifkan jalur telpon selular dalam radius 10 Km.


Kegiatan sosialisasi dan geladi di Kabupaten Sikka akan dilakukan pada 9 kelurahan dan 4 kecamatan yakni Wai Oti, Wailiti, Wairotang, Beru, Kota Baru, Wuring, Kabor, Kota Uneng, Ds Wolomarang serta 4 kecamatan yaituh Alok Timur, Alok Barat, Alok dan Paga.

Penyelenggaraan geladi posko dan geladi lapangan di Maumere, Kabupaten Sikka, NTT merupakan geladi menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami melibatkan kementerian/lembaga termasuk TNI/Polri dan pemangku kepentingan yang meliputi asosiasi pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, organisasi profesi dan pihak swasta, media serta publik yang luas dalam penanggulangan bencana. Kegiatan ini dirangkaikan dengan bakti sosial dalam bentuk pelayanan dan perbaikan lingkungan untuk mengurangi kerentanan bencana.

Dipilihnya Maumere, NTT sebagai tempat latihan Geladi Penanggulangan Bencana kali ini sangat beralasan. Sebab daerah ini termasuk rawan terhadap bencana alam gempa bumi tektonik maupun gempa vulkanik. Seperti diketahui, Pualu Flores pernah dilanda bencana gempa yang diikuti terpaan gelombang tsunami dalam petaka nasional gempa Flores tanggal 12 Desember 1992 yang merenggut nyawa lebih dari 2000 orang.

***
Agenda 26 September 2011 : Pelaksanaan Geladi Posko meliputi Persiapan Pelaksanaan, Pelaksanaan Geladi Posko Move 1, Pelaksanaan Geladi Posko Move 2, Pelaksanaan Geladi Posko Move 3, Pelaksanaan Geladi Posko Move 4, Evaluasi, Deabriefing, Evaluasi Tim AAR/ Obseverser.

Agenda 27 September 2011 : Latihan Masyarakat – Evakuasi Mandiri meliputi Kejadian Gempa Bumi, Masyarakat Melakukan Evakuasi Mandiri, Masyarakat Berkumpul di Titik Kumpul, Masyarakat Dibawa Ke Lapangan Kota Baru, Pendataan Pengungsi dan Pembagian Kosumsi, dan sejumlah kegiatan lainnya.

Agenda 27 September 2011: Malam Syukuran di Wailiti Beach Hotel.

Agenda 28 September 2011 : Pelaksanaan Geladi Lapangan.

foto: Wisnu Wijaya (BNPB) didampingi Kepala BPBD Sika Z.H.Siku

wwwinimaumere.com

Selengkapnya...

 

© 2007 MaUmErE oF FlOrEs | Design by MaUmErE Of FlOrEs







---[[ KeMbAlI kE aTaS ]]---