Selamat Datang di Maumere...

SELAMAT BUAT PAKET AN-SAR (YOS ANSAR RERA-P.NONG SUSAR) yang dipercayakan masyarakat Kabupaten Sikka sebagai BUPATI dan WAKIL BUPATI SIKKA 2013-2018..
Pemandangan di Kolisia, Kecamatan Magepanda

Thursday, 29 May 2008

Paket TULUS Akan Bebaskan Biaya Pendidikan dan Kesehatan

Paket TULUS menjelang sore tadi tanggal 28 mei 2008 mengadakan rapat akbar di lapangan milik Keuskupan Maumere.Lapangan yang dulunya merupakan bekas asrama Smpk Frater Maumere menjadi saksi bisu berkumpulnya massa sekabupaten Sikka untuk mendengarkan kampanye dari paket yang menjagokan Drs.Ibrahim Agustinus Medah sebagai calon Gubernus NTT dan Drs.Paulus Moa sebagai calon Wakil Gubernus NTT untuk masa bakti 2008-2013.Kedua pasangan ini memasuki kawasan kampenyae sekitar pukul 15.00 dengan iringan konvoi yang menyertai mobil bak terbuka yang membawa paket Tulus.Pasangan tersebut langsung disambut secara adat oleh tetua adat sikka dan tarian-tarian tradisional rakyat Sikka dikawasan depan Gereja Katedral.Massa yang cukup banyak sempat juga mengelu-ngelukan kedua calon pemimpin rakyat NTT tersebut.



Dalam orasi kampanye tersebut,Drs.Paulus Moa yang menjadi juru kampanye pertama menyatakan bahwa mereka berdua telah teruji dan berpengalaman serta matang dalam dunia pemerintahan birokrasi.Bapak Paulus Moa yang menjadi camat saat berumur 24 tahun juga menyatakan bahwa mereka berdua siap membebaskan biaya pendidikan bagi semua masyarakat NTT yang bersekolah.Paket Tulus,lanjut Bapak Moa juga siap menjadikan provinsi Flores berdiri sendiri lepas dari pemerintahan NTT untuk memberikan kemudahan dan efisiensi pelayanan bagi rakyat Flores dan Lembata karena menurut pak Moa yang asli kelahiran tanah Sikka(Bola)seharusnya Flores sudah menjadi Provinsi sendiri sejak tahun 1958 karena wacana itu sebenarnya sudah mengemuka saat itu.

Bapak Medah yang tampil setelah Pak Paulus Moa kembali menegaskan program-program yang akan dilakukan jika terpilih nanti.Dengan slogan mewujudkan masyarakat cerdas,sehat dan kuat ekomomi di era otonomi mereka berdua akan menjalankan 3 program penting jika berkuasa.Yang pertama adalah di bidang Pendidikan yakni membebaskan biaya pendidikan bagi masyarakat NTT,yang kedua membebaskan biaya kesehatan bagi masyarakat dan ketiga akan memberdayakan ekonomi kerakyatan.Khusus untuk program pertama dan kedua,paket Tulus akan mendorong,memotivasi serta memberiakan intensif bagi para bupati untuk membebaskan biaya pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat NTT termasuk di kabupaten Sikka ini.Program ini lanjut Medah bukan omong kosong seperti didengung-dengungkan orang karena dikabupaten Kupang program ini dibawah pemerintahannya sebagai Bupati sudah berjalan dan mereka berdua akan menerapkan bagi masyarakat NTT secara keseluruhan jika dipilih oleh masyarakat. Bapak Medah juga menegaskan bahwa mereka berdua telah secara nyata terbukti bertindak bagi rakyat kabupaten dimana mereka memerintah sebagai bupati dan secara hukum mereka berdua bersih dari kasus korupsi.Jadi untuk apa memilih pemimpin yang belum teruji,lanjut Medah.

Kampanye sore itu berlangsung meriah meski massa yang datang tak sebanyak saat kampanye Pilkada kabupaten Sikka lalu.Apakah masyarakat Sikka telah anti klimaks untuk memeriahkan pemilihan pemimpin NTT kali ini?
Sebelum pulang,Paket Tulus sempat berdialog secara akrab denagn massa pendukungnya diringi nyanyian-nyanyian dan musik gambus yang meriah.

www.inimaumere.blogspot.com
Selengkapnya...

Tuesday, 27 May 2008

KELEMBAGAAN DAERAH DITINJAU DARI SISI KEUANGAN DAERAH

BERBICARA masalah kelembagaan Daerah selalu menarik untuk disimak, karena sejak otonomi Daerah diberlakukan Januari 2001, apalagi dengan dikeluarkan PP Nomor 8 Tahun 2003 Tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah, sudah sering kali terjadi perombakan struktur organisasi, baik menyangkut jumlah, bentuk dan nama Dinas/Instansi.

Hal lainnya yang membuat perubahan (perombakan,red) struktur organisasi ini menjadi menarik adalah karena hal tersebut, akan berpengaruh langsung terhadap posisi/jabatan pegawai yang ada. Perombakan struktur organisasi seharusnya tidak hanya dilihat dari sudut kepentingan jabatan seseorang, tetapi jauh lebih penting adalah untuk kepentingan mendongkrak kinerja pemerintahan daerah, keperluan akan efisiensi, kewenangan, dan penggalian potensi Daerah dalam rangka mewujudkan pelayanan kepada masyarakat yang muaranya untuk mempercepat tercapainya kesejateraan masyarakat.



Jadi yang perlu dipahami baik oleh pegawai yang ada maupun semua komponen masyarakat, bahwa semua lembaga Daerah atau Dinas/lnstansi yang ada adalah milik dan kepentingan semua komponen masyarakat. Gonta ganti struktur organisasi ini sepertinya belum menunjukkan signifikansi terhadap kinerja Pemerintahan Daerah. Untuk level Provinsi, sepertinya sampai saat ini masih terkesan hati-hati untuk melakukan perombakan struktur organisasi,seperti yang diamanatkan oleh PP 8 tersebut. Kehati-hatian Pemerintah Provinsi untuk melakukan perombakan struktur organisasi ini, sepertinya sekarang dinilai cukup beralasan. Kenapa? Belum lagi selesai sosialisasi penerapan PP 8,isu revisi terhadap PP tersebut sudah sangat santer terdengar. Semoga PP yang baru tersebut dapat memberikan pencerahan dan pedoman pembentukan Dinas/Instansi yang agak permanen, sehingga tidak akan membebani Daerah untuk membiayai perobahan struktur organisasi dan dapat meningkatkan kinerja Pemerintah Daerah untuk mewujudkan pelayanan yang berkualitas dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Ditinjau dari sisi keuangan, maka kelembagaan Daerah dapat diklasifikasikan menjadi 3 (tiga) kategori yaitu:pertama,kelembagaan yang diklasifikasikan sebagai Profit Centre(pusat keuntungan).Kelembagaan yang masuk ke kategori ini adalah yang bertugas untuk mencari pendapatan daerah(Profit Motif), dalam artian bukan mencari laba yang sebesar-besarnya dan tidak pula harus mengalami kerugian. Kelembagaan yang termasuk pada kategori ini adalah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), seperti Bank Pembangunan Daerah (BPD),PDAM dan BUMD lainnya.

Bank Pembangunan Daerah diharapkan dapat mem 'back up' pendapatan daerah, untuk itu harus bekerja secara efisien dan efektif. Begitu pula dengan PDAM sebagai salah satu BUMD yang ada. Sebagaimana diamati masih sangat banyak BUMD, terutama PDAM yang setiap tahunnya mendapat suntikan dana dari APBD. Hal ini semestinya tidak terjadi, mana kala PDAM menerapkan sistem manajemen profesional yang selalu bertindak efisien dan efektif, walaupun PDAM, disamping mengejar keuntungan secara finansial, juga dituntut untuk meningkatkan kebutuhan dasar (basic need) masyarakat.

Sebagaimana diketahui bahwa air termasuk salah satu komponen kebutuhan dasar masyarakat. PDAM harus menerapkan prinsip manajemen swasta, tanpa mengenyampingkan prinsip "Social Benefit" (keuntungan sosial), yang salah satunya untuk memenuhi kebutuhan dasar. Sehingga keberadaan BPD dan PDAM akan dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).Dalam jangka waktu tertentu diharapkan tidak lagi mendapatkan subsidi dari Pemda.

Selanjutnya mungkin menjadi pertanyaan kita adalah bagaimana dengan posisi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Fungsi RSUD, sosialnya lebih besar dibandingkan dengan PDAM, karena menyangkut dengan derajat kesehatan, namun bagi daerah yang telah menjadikan RSUD-nya menjadi RSUD swadana, ternyata dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap PAD dan tentunya dapat pula memberikan pelayanan yang lebih besar terhadap masyarakat. Dengan harapan RSUD tidak akan membebani APBD dalam hal subsidi.

Klasifikasi yang kedua: adalah kelembagaan yang masuk pada kategori Revenue Centre (Pusat Penerimaan). Yang termasuk pada kategori ini adalah Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda). Dispenda merupakan ujung tombak pendapatan dalam menggali, mencari dan mengumpulkan penerimaan daerah dari dinas/instansi lainnya, terutama dari Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Dengan demikian untuk menganalisis kelembagaan ini salah satu metode yang sangat sederhana adalah melalui penerapan prinsip efisiensi yaitu dengan membandingkan antara biaya yang dikeluarkan oleh Dispenda dengan pendapatan yang diperoleh.

Biaya disini termasuk biaya rutin kantor, peralatan dan proyek yang ada. Pendapatan adalah pendapatan yang betul-betul menjadi tanggung jawab Dispenda dalam mengelolanya (dalam berbagai penelitian biasanya digunakan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah). Metoda yang lainnya adalah prinsip efektivitas yaitu perbandingan antara realisasi PAD (terutama Pajak Daerah dan Retribusi Daerah) dengan potensi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Perlu dicatat di sini bahwa prinsip efektivitas yang diterapkan selama ini adalah perbandingan antara realisasi PAD dengan target PAD. Hal ini secara teori sangat keliru.

Target PAD dapat dirancang sedemikian rupa, tetapi kalau potensi PAD,betul-betul terukur. Jadi besar kecilnya realisasi PAD sangat tergantung kepada besar kecilnya potensi PAD yang dimiliki.

Bila ditinjau dari sisi manajemen keuangan swasta, maka tugas seorang manejer keuangan adalah bagaimana menyeimbangkan antara Aktiva di sisi kiri, lalu Utang dan Modal di sisi kanan, atau yang dikenal dengan istilah kerennya AUM (Aktiva = Utang + Modal).
Dari tinjauan singkat ini, maka yang dapat dipetik adalah bahwa sebenarnya tugas seorang manejer keuangan baik swasta maupun pemerintah adalah mencari uang (termasuk mencari pinjaman) dan mengeluarkan uang. Kenyataannya di Pemda manejer keuangan ada 2 (dua) orang yaitu Kepala Dispenda yang bertugas mencari uang dan Kepala Biro/Bagian Keuangan bertugas mengeluarkan uang. Secara teori sangat sulit akan tercapai prinsip efisiensi dan skala prioritas pemanfaatan dana. Dengan demikian ide untuk menggabungkan kedua lembaga ini menjadi sebuah Dinas atau Badan, dipandang sangat tepat dan sudah selayaknya didukung oleh semua komponen masyarakat. Dengan adanya penggabungan kedua lembaga ini, misalnya menjadi Badan/Dinas Keuangan Daerah, sehingga pengelolaan keuangan daerah menjadi terpusat dan memudahkan didalam melakukan pengawasan serta dapat mengurangi pemborosan.

Klasifikasi kelembagaan yang ketiga adalah apa yang disebut dengan Expense Centre (pusat biaya). Kelembagaan yang masuk pada klasifikasi inilah yang sangat banyak ragam dan jumlahnya. Kelembagaan yang termasuk kategori ini antara lain: Sekretariat Daerah, Sekretariat DPR, seluruh Badan/kantor yang ada dan hampir seluruh Dinas, kecuali Dispenda. Kelembagaan yang masuk pada klasifikasi yang ketiga ini dibentuk pada dasarnya dengan tujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan menggali potensi daerah. Diakui memang ada sebagian dinas yang menghasilkan PAD, namun jumlahnya tidak terlalu besar, hal ini memang sesuai dengan fungsinya bukan dituntut untuk memberikan kontribusi PAD yang sebesar-besarnya.

Dengan demikian untuk menganalisis kinerja kelembagaan ini, bukan berdasarkan besar kecilnya PAD yang diperoteh, namun banyak aspek yang harus diperhatikan, antara lain tugas pokok dan fungsinya, kewenangannya, alokasi anggaran, kemampuan memberikan pelayanan, ketersediaan sarana, SDM, kemampuan manajerial, disiplin dan motivasi pegawai, serta output yang dihasilkan.

Dengan demikian untuk mencapai efisiensi keuangan daerah, maka untuk membentuk kelembagaan yang termasuk pada klasifikasi Expense Centre ini harus betul-betul berdasarkan pada kajian yang mendalam, terutama dari sisi kewenangan yang dimiliki, potensi daerah dan ketersediaan SDM, sehingga keberadaannya betul-betul bermanfaat, terutama untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan tidak memberatkan keuangan daerah, yang pada gilirannya akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

posting by boim
www.inimaumere.com
disadur dari Yannizar, SE, M.Si (JAMBI EXPRESS)

Selengkapnya...

Monday, 26 May 2008

Sopir Angkutan Mogok

Dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang diumumkan pemerintah, Jumat (23/5/2008) malam, langsung terlihat. Salah satunya adalah mogoknya angkutan kota (angkota).Pada hari Sabtu (24/5/2008), sopir angkota di Maumere dan Kalabahi mogok beroperasi.Mereka menuntut kenaikan tarif angkota menyusul kenaikan BBM.
Di Maumere,Ibu kota Kabupaten Sikka, aksi mogok itu dilakukan puluhan sopir dan kondektur.Mereka mendatangi Dinas Perhubungan (Dishub) dan Organda menuntut kenaikan tarif penumpang angkota.Mereka juga meminta Dishub mengatur operasi ojek untuk tidak masuk ke terminal kota,angkutan pedesaan (angdes) tidak beroperasi di dalam kota. Selain itu, para sopir dan kondektur juga minta ada kenaikan gaji untuk kesejahteraan mereka.



Aksi damai para sopir dan kondektur angkota di Maumere itu dimulai sejak pukul 09.00 Wita. Satu persatu para sopir dan kondektur mendatangi Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Sikka menggunakan angkota masing-masing.
Di Kantor Disbub, wakil para sopir, yakni Petrus Pinanjo, Jainal dan Yan bertemu dengan Kasubdin Lalu Lintas, Farid Ladapase. Kepada Ladapase mereka menyampaikan maksud kedatangan mereka. Mereka meminta Dishub segera mengeluarkan peraturan mengenai tarif penumpang angkota yang baru yang disesuaikan dengan kenaikan harga BBM. Mereka menyarankan, tarif penumpang angkota yang baru itu, bagi orang dewasa Rp 3.000,00 (sebelumnya Rp 2.000,00) dan bagi anak sekolah Rp 2.000,00 (sebelumnya Rp 1.000,00).
Petrus menambahkan, selain kenaikan tarif penumpang angkota, mereka juga meminta pemerintah menertibkan ojek dan angdes.
Setelah menyampaikan aspirasi di Dishub, puluhan sopir itu langsung menuju ke Kantor Organda. Di sana mereka bertemu dengan Ketua Organda Kabupaten Sikka, Drs. Polce Paulus. Kepada Polce, para sopir dan kondektur menyampaikan aspirasi yang sama.
Setelah berdialog dengan Organda, puluhan sopir dan kondektur itu melakukan aksi damai berupa pawai keliling Kota Maumere. Dalam aksinya mereka menyerukan aspirasi atau tuntutan mereka. Aksi itu berlangsung sejak pukul 09.00 Wita hingga pukul 12.30 Wita dan mendapat perhatian masyarakat Kota Maumere dan sekitarnya.

Lima Tuntutan Sopir :
1. Naikkan tarif penumpang
2. Ojek jangan masuk terminal kota
3. Angkutan pedesaan (angdes) jangan masuk kota
4. Naikkan gaji sopir dan kondektur
5. Sebelum ada tarif angkota baru,angkota tidak beroperasi

Sumber:Poskup
Selengkapnya...

Kedatangan Tamu Dari Jakarta...

Bunyi ponsel bernada gong waning berdering dari ponsel saya.Yang telpon Depar salah seorang sahabat dari tim inimaumere juga. Katanya gini,’epae?saya di warnet tapi tutup.Ada sahabat kita dari Jakarta datang dan mau kula babong dgn kita’.Saya balas,’saya lagi mete di perumahan dinas Lembaga Pemasyarakatan,ada tetangga yang meninggal tadi siang.Miu datang poi embaung,depan hotel benggoan 3.’Tak berapa lama mereka datang.Saya menjemput di luar halaman.Kami berjabat tangan erat sekali.Rupanya sahabat dari Jakarta ini sering online di www.inimaumereblogspot.com hampir setiap hari. Depar Tanya,’Boim epae?Saya sudah coba menghubungi dari tadi tapi tak diangkat’.
Ah si Boim,kalo tak diangkat berarti nimu du’e ia hehehe,’coba saja kita cek dirumahnya,'kata saya.


Berangkatlah kami menuju jalan Brai membelah malam hari kota Maumere yang gelap gulita(jangan tanya,kenapa?).Bener saja,si Boim baru saja bangun tidur,matanya merah kelopak matanya menggantung hehehe .Boim menyambut sahabat dari Jakarta tersebut dengan ramah.Kopi abc yang menjadi minuman favorit setiap malam kami bertiga menjadi hidangan pembuka.Dikamar Boim yang bersebelahan dengan ruang kerja yang diisi beberapa komputer terjadilah kula babong sebentar di iringi asap rokok dan musik blues yang keluar dari cabikan si jenius Eric Clapton.Ada ide-ide menarik dari sahabat Jakarta ini yang kalau online di www.inimaumereblogspot.com sering menggunakan nick Suarez.

Ide-ide tersebut berkaitan dengan masa depan www.inimaumereblogspot.com.Ada beberapa usul saran yang bagus dari Suarez yang kami anggap sebagai hal yang menarik untuk pengembangan blog ini kedepan. Suarez yang kalau di Jakarta bekerja di kantor pengecara bapak Petrus Selestinus mengungkapan perasaan senangnya ketika pertama kali menemukan blog ini.Bagi kami hubungan seperti ini bisa menjadi hal yang penting.Banyak ide-ide anak maumere di luar yang bisa membuat kami untuk terus mengembangkan blog ini dengan perasaan bahwa kami tidak berjalan sendiri lagi. Adanya dukungan dari sobat-sobat membuat kami tak ingin melepaskan blog ini stagnan tanpa adanya terobosan-terobosan cemerlang yang membawa blog ini menjadi tempatnya apa saja bagi orang Maumere.Dukungan Suarez adalah dukungan moril yang selanjutnya akan membawa kami tetap selalu mengawal blog ini meski dengan segala keterbatasan yang kami miliki.

Suarez yang untuk sementara berada di Maumere karena ada urusan keluarga telah berencana untuk menemui kami kalau sudah berada di kota Maumere.Kebetulan dia mengantongi nomor ponsel yang kami sertakan diblog ini.Jadi tak ada salahnya dia menghubungi kami meski untuk sekedar bertemu kula babong sana sini.
Setelah duduk sebentar Suarez mengajak kami keluar menikmati dinginya malam hari kota ini.Eh,baru saja gas motor,lampu padam sekota Maumere.Lengkaplah sudah penderitaan orang Maumere(mana BBM naik lagi,beler deh).

Meski jarum jam menunjukan 11 malam dan suasana begitu gelap gulita tapi kota ini tetap saja ramai dengan hilir mudiknya kendaraan,orang-orang yang nongkrong dipinggir jalan dan warung-warung yang masih tetap saja buka di kawasan utama kota meski penerangannya cuma beberapa lilin(tabah sajalah).Suarez yang cukup lama merantau dan baru pulang kembali ke tanah kelahiran rupanya rindu berat dengan minuman moke hehehe(tanya kenapa).Kami pun memesan satu botol moke merah yang harganya Rp 20.000/btl di sebuah sudut kota Maumere.Mhhhh..pasangan moke jelas ikan bakar,wajib! Dikawasan Kabor depan kantor PLN,bau harum ikan bakar menggoda kami.Ikan merah segar yang lumayan bodynya langsung dipesan,seorang gadis asli maumere menyambut kami ramah dan langsung cekatan membungkus pesanan kami.Duit Rp 15 ribu jelas bukan apa-apa jika dibandingkan dengan kerinduan seorang Suarez mencicipi masakan jalanan kampung kelahirannya.

Laju Motor membawa kami ke warnet.Untungnya sesampai di depan warnet lampu listrik menyala.Suarez berteriak kesenangan.
Di dalam warnet kami meneruskan kula babong tadi yang sempat terputus dengan mencicipi moke serta ikan bakar tersebut.Banyak yang kami bicarakan,apa saja yang terjadi diMaumere maupun di Jakarta.Banyak hal yang kami dapat dari Suarez,masukan-masukan dari dia bahkan sampai kula babong tentang isu-isu perpolitikan di tanah kabupaten ini.Setelah sebentar menceburkan diri ke dalam dunia cyber menjelang jam 3 pagi kami pun walong.Suarez berjanji untuk bertemu kami lagi serta mengundang kami kerumahnya dilain waktu.
Pagi hari yang dingin membawa kami menuju ke peraduan.Ternyata kami tak bisa menipu diri kami bahwa kami pun merasa senang bertemu dengan sahabat dari Jakarta.

www.inimaumere.blogspot.com
Selengkapnya...

Saturday, 24 May 2008

Damianus Wera sang tabib asal Maumere, Flores

"Saya bangga dengan Saudara Damianus Wera. Sekolahnya tidak tinggi, sejak kecil berjuang untuk survive. Ketekunannya membawa keberhasilan dan melalui keberhasilannya justru mengangkat harkat orang Flores khususnya dan NTT umumnya."

Prof Dr Philipus Mandiri Hadjon, guru besar hukum tata negara Universitas Airlangga.

Siapa tak kenal Damianus Wera di Surabaya? Orang Flores satu ini [lahir di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, 27 Januari 1960] punya karunia penyembuhan yang sangat langka. Om Dami dikenal sebagai penyembuh alternatif nan unik. Orang geleng-geleng kepala melihat cara dia mengobati pasiennya.


Damianus Wera bukan dokter, buta huruf, tak makan sekolah, tapi buka praktik layaknya dokter profesional. Bahkan, tak sedikit dokter yang datang ke tempat praktik Om Dami karena penyakitnya tidak bisa ditangani tenaga medis konvensional. Jangan terkejut! Damianus Wera cukup menggunakan pisau dapur atau cutter untuk mengoperasi pasiennya.

Saya kebetulan beberapa kali melihat dari dekat Damianus Wera mengoperasi pasien. Tak pakai bius, pasien tidur, lalu... hrrrp: Om Dami membuka bagian tubuh yang dianggap ada benda asingnya. "Ya, seperti ada bisik. Saya langsung tahu di mana saya harus bedah di bagian mana. Bisa perut, dada, leher, punggung, pinggang, kaki," kata Om Dami.

Tak sampai 10 menit operasi kelar. Selesai. Lalu, perban dibuka. Sama sekali tak ada bekas luka. "Rasanya geli-geli gimana gitu," ujar seorang pasien kepada saya beberapa waktu lalu.

Dibantu dua asistennya, operasi superkilat ala Damianus Wera ibarat show yang mencengangkan. Aneh tapi nyata! Beberapa orang bule pun geleng-geleng kepala. Toh, tak sedikit bule--yang rasional, cerdas, modern--itu pun berserah diri menjadi pasien Om Dami. Namanya juga ingin sehat, bukan?

Nah, usai membuka perut pasien, biasanya Om Dami mengeluarkan paku atau benda-benda logam. Artinya, si pasien tadi disantet alias diguna-gunai. Pasien macam ini paling banyak di kediaman Damianus Wera. Dan paling mudah diatasi. "Ini lihat ada paku," kata Om Dami. Wah, kami para pengunjung ngeri tapi juga kagum dengan kehebatan om asal Sikka, Flores, ini.

Usai operasi, pihak keluarga dan pasien sama-sama berdoa mengucap syukur kepada Tuhan. Mudah-mudahan si pasien sehat walafiat, bekerja lagi seperti biasa. Doa sesuai dengan agama masing-masing karena pasien Om Dami ini dari berbagai macam agama, etnis, taraf sosial ekonomi. Tak sedikit pejabat, istri pejabat, selebritas, pun diam-diam datang ke tempatnya Om Dami kalau penyakitnya sangat berat dan gawat.

Apa saja penyakit yang ditangani Damianus Wera, yang bekas petinju juara Indonesia tahun 1980-an? Boleh dikata, hampir semua lah. Menurut Om Dami, ada tiga jenis penyakit yang dikeluhkan para pasiennya sejak buka praktik tahun 1992.

Pertama, penyakit nonmedis atawa gampanya santet atau guna-guna. Hehehe.... Indonesia, khususnya Pulau Jawa, sudah sangat maju dan modern, tapi praktik santet sebetulnya masih sangat banyak. Karena iri pada orang lain, dukun santet bertindak. Cewek ditolak dukun bertindak! Biasanya tubuh korban dirusak dengan paku, lidi, kawat, beling, jarum, silet, benang kusut.

Kedua, penyakit medis seperti jantung koroner, batu ginjal, tumor, kanker, kemandulan, dan penyakit-penyakit dalam lainnya. Biasanya dokter sudah angkat tangan dan pasien sudah kehabisan uang dan harapan. Menurut Om Dami, operasi sangat efektif untuk mengangkat biang penyakit-penyakit ini. Khusus penyakit jantung selain operasi, juga disedot darah melalui selang.

Ketiga, sakit psikologis, misalnya banyak utang, stres, sulit hamil, konflik rumah tangga, hingga sulit jodoh. Om Dami mengingatkan, kunci sehat itu sebenarnya ada di pikiran yang sehat. Kalau kau punya pikiran sehat, tenang, tidak stres, tubuh akan sehat. Sebaliknya, pikiran yang ruwet, penuh beban dan tekanan, justru memicu munculnya penyakit-penyakit dalam tubuh manusia.

"Banyak-banyak berdoa dan bersyukur. Kalau kau Katolik, sempatkan diri ke gereja, ikut misa dan kegiatan-kegiatan paroki. Malu kalau orang Flores malas ke gereja," begitu nasihat Damianus Wera kepada anak-anak muda Flores di Jawa Timur.

Om Dami lahir di Palue, pulau kecil di Laut Flores. Tidak air tawar, budidaya tanaman pun sulit. Tapi Palue memang dikenal luas di NTT sebagai "tempatnya orang pintar", dukun-dukun sakti. Ayahnya, Ware ratu, diakui sebagai orang paling sakti di Pulau Palue. Saking saktinya, Bapa Ware hidup sampai 120 tahun.

Suatu ketika, 1985, Bapa Ware yang sudah meninggal "mendatangi" Om Dami, anaknya. Ini bukan mimpi atau halusinasi, tapi seperti peristiwa nyata. "Bapa datang siang hari dan kami bicara pakai bahasa daerah. Saya bikin kopi dan makan bersama," tutur Om Dami.

Wuih, ceritanya memang rada-rada gak masuk akal, tapi biasa buat orang Palue. Sang Bapa kemudian memberikan gelang kepada Dami. "Bapa juga minta saya beli tiket pesawat jurusan Pontianak, Jakarta, Maumere," kenangnya.

Dami mengantar bapanya sampai di bandara, eh, beliau hilang. "Saya baru sadar kalau bapa sudah tidak ada. Yah, saya kembalikan tiket bapa meskipun dipotong," ujar Om Dami seperti dikutip dalam buku KARUNIA PENYEMBUHAN DAMIANUS WERA. Buku ini ditulis oleh Yosef Tor Tulis, wartawan plus komentator sepakbola di ANTV, yang asal Manggarai, Flores Barat.

Malamnya Dami bermimpi. Ada bisikan bahwa ia akan beroleh karunia penyembuhan. Pagi-pagi ia menemukan sebuah pisau [pisau wasiat namanya] di bawah bantal. Dami yang tinggal di Pontianak pun langsung pulang ke Palue untuk bikin upacara adat setelah beroleh penglihatan serta pisau. Nah, di kampung Om Dami mendapat bisikan: pisau itu untuk mengoperasi orang sakit.

Di Pontianak Damianus Wera mengetes pisau wasiat itu pada seekor kambing. Saat dibedah, kata Dami, ternyata si kambing tetap nyenyak. "Saya yakin benar juga pisau ini," ujar bapa dua anak ini. Dami sempat panik melihat luka-luka yang menganga di tubuh kambing. Dia berdoa sejenak, dan ehmmm luka itu hilang tak berbekas.

Pada 1984 Damianus Wera bekerja sebagai tukang kebun SMA Sugyapranata di Pontianak. Seorang korban santet datang ke Om Dami minta disembuhkan. "Dia mimpi katanya santet itu hanya bisa disembuhkan oleh Damianus Wera," tuturnya.

Maka, mulailah operasi pertama ala Damianus Wera. Orang itu berbaring di tempat tidur. Dami memotong perut pasien perdananya. Darah muncrat. Dami lalu mengeluarkan benda santet. Luka tadi diusap, dibalut perban, lalu dibuka. Ternyata sembuh tanpa bekas sedikit pun.

Mulai 1992 Damianus Wera bolak-balik Pontianak-Jakarta untuk mengobati orang sakit. Kemudian ke Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pada 1992 itu pula Om Dami menetap di Malang, Jawa Timur. Dia pernah mengobati 500 pasien sehari. Sejak 1998 dia buka praktik di Surabaya setelah mendapat izin dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur per 14 Maret 1998.

Nama Damianus Wera semakin terkenal karena diliput media cetak dan televisi. Televisi CNN bahkan mengundangnya ke Amerika Serikat untuk wawancara khusus dan menggelar pengobatan di sana. Om Dami didampingi Desy Anwar, waktu itu wartawan RCTI Jakarta. "Saya praktik operasi di California," ujar pria murah senyum ini.

Makin tenar saja paman kita dari Palue ini. Ia diajak keliling Asia-Pasifik, Belanda, Belgia, Hongkong, Malaysia, Australia, untuk menyembuhkan sesama manusia. Pakai bahasa apa? Wong sekolah dasar saja hanya sampai kelas satu? "Pakai bahasa setempat. Yang omong itu bukan saya, tapi bapa saya. Jadi, saya tidak kesulitan berinteraksi dengan siapa pun," katanya.

Berkat karunia penyembuhan, Damianus Wera sudah bisa hidup makmur. [Om Dami sendiri tak pernah memasang tarif, ongkos bebas ikhlas!] Rumahnya di Surabaya berlantai dua, 1.000 meter lebih. Ada tiga mobil di garasi: mercy, panther, sedan timor. Yang menarik, Om Dami sengaja tidak membuat pagar di rumah mentereng itu. Pintu garasi pun tak ada.

Bagaimana kalau ada pencuri? "Hehehe... Kalau ada yang berani maling pasti lengket terus, tidak bisa ke mana-mana," kata seorang staf Om Dami.

Hingga akhir 2007 Damianus Wera sudah menangani 86.382 pasien. Tahun 2007 saja pasien ada 1.939. Sebanyak 119 operasi, 1.820 non-operasi. Dia bekerja hampir 24 jam tujuh hari sepekan. Operasi paling banyak pada tahun 2003, yakni 311 orang.

"Pasien saya datang dari berbagai suku bangsa, agama, kelas sosial. Di mata saya, mereka semua sama. Ciptaan Tuhan yang sakit dan membutuhkan petolongan. Karena saya dapat anugerah menyembuhkan, ya, saya wajib membantu sesama," kata Om Dami.

Om Dami punya tujuh metode untuk mengatasi penyakit-penyakit pasiennya. Ini perlu dibeberkan karena selama ini masyarakat hanya tahu "metode operasi" yang heboh dan unik itu. Padahal, operasi hanya kira-kira 5-6 persen saja yang dilakukan Om Dami.

1.DOA. Ini dilakukan sebelum dan sesudah pengobatan. Pasien berdoa menurut agamanya.

2.AIR PUTIH. Pasien diminta membawa air putih dalam botol 1,5 liter. Setelah didoakan Om Dami, pasien minum di rumah masing-masing. Kalau mau habis, tambahkan dengan air yang baru.

3.KAPSUL AJAIB. Saya pernah menyaksikan sendiri. Di ruang konsultasi, di atas meja, ada bunga, daun, atau tisu.

Om Dami ambil salah satu lalu berputar-putar di hadapan pasien. Hup! Dalam hitungan detik bunga [yang saya lihat] jadi kapsul/tablet. Pasien diminta minum seperti obat biasa. "Saat saya putar-putar itu saya berdoa," katanya.

4.PIJAT REFLEKSI. Om Dami terlihat seperti memetik gitar di kaki atau bagian tubuh lain pasien. Pasien biasanya menjerit kesakitan karena "disetrum" listrik tegangan tinggi.

5.SUNTIK. Metode ini sudah lama ditinggalkan Om Dami karena pasien jijik. Kenapa? Jarum suntik diperoleh dengan cara muntah. Cairan "obat" pun diperoleh lewat doa-doa tertentu.

6.TELUR AYAM [KAMPUNG] DAN GELAS. Dipegang, diletakkan di atas kepala pasien. Selain mendeteksi penyakit, telur ayam kampung itu juga untuk mengobati penyakit. Om Dami kerap mengambil benda-benda santet seperti jarum, benang, silet, beling, paku lewat telur ayam.

7.OPERASI ATAU BEDAH. Metode ini paling populer karena kerap ditayangkan di media massa, khususnya televisi. Pekan lalu TVONE menyiarkan profil Damianus Wera di acara ANEH TAPI ADA. Operasi atau bedah bisa untuk penyakit medis maupun nonmedis. Metode ini membuat nama Damianus Wera tersebar ke seluruh dunia.

BIODATA

Nama penuh : Damianus Wera Vinsentius
Lahir : Flores, 27 Januari 1960
Pendidikan : Sekolah Dasar kelas satu [tidak tamat]
Bapa/Mama : Ware Ratu/Maria Lanu
Istri : Selvia
Anak kandung : Daniel Don Bosco Ware
Veronika Lanu
Anak angkat : Eka Santiago
Yovita Renata Sobu

Alamat rumah :
Perum YKP Medokan Asri Tengah Blok IO/11 Surabaya
Telepon: 031 872 0365
Alamat praktik: Pondok Candra, Jalan Rambutan Blok D/215 Waru, Sidoarjo


REFERENSI:
Buku karya Yosef Tor Tulis.

Selengkapnya...

Thursday, 22 May 2008

Herlin, Percaya Diri Adalah Kuncinya..

Ia disapa dengan panggilan akrab, Herlin. Sosok jangkung ini dikenal hampir semua warga kota Maumere. Pemilik 'Herlin Salon' dijalan Dr.Wahidin Kota Maumere menceritakan pada kami tentang pahit getirnya membangun kehidupan hingga layak seperti sekarang. Hidup tenang mengelolah salon tata rias dan kecantikan miliknya serta rental play station yang menyatu dengan warnet yang berada di halaman rumahnya, Herlin bercerita pada kami tentang lika dan liku saat menelusuri belantara Jakarta. Katanya, pengelaman ini semoga bisa dijadikan motivasi bagi anak-anak muda sekarang, apa salahnya.

Ia berpandangan bahwa setiap manusia punya cara masing-masing untuk menempuh hidup. Ada yang memulai kariernya dari sudut pendidikan dan ada yang hanya bermodalkan pengalaman. Tapi pemilik murah senyum yang bernama lengkap Fransiskus Yuvensius Herlin punya kunci menggapai hidup dan untuk menentang arus godaan dan cobaan hanyalah bermodalkan "percaya diri".

"Saya sampai tangguh dan mandiri ini, berkat doa Ibu Soay dan Ibu Nafsia Mboi yang kala itu melakukan kunjungan kerja di Maumere mendampingi suami mereka selaku Ketua DPRD NTT dan Gubernur NTT. Dua ibu ini sempat mampir digubuk saya dan sebelum saya sanggul rambut mereka, kedua beliau mengajak kami doa bersama, khusus untuk petualangan hidup saya, karena maklumlah orang seperti kami selalu menjadi cemohan dan olokan publik," ceritanya perlahan.

Anak ke dua dari tujuh bersaudara ini, lahir di Maumere 24 Agustus 1960 dari buah perkawinan Helena Bere (almarhuma) asal Belu dengan Matias Tiu (almarhum) asal Kecamatan Lela, Maumere. Tanpa malu-malu ia menuturkan perjalanan kariernya sampai sekarang memiliki sebuah salon ternama dan terlengkap di Maumere.

"Setelah menamatkan SD dan SMP di Maumere saya berangkat ke kota metropolitan Jakarta ikut kakak saya Drs. Fransiskus Meak Parera. Saya drop out kelas satu SMA 24 Senayan Jakarta. Motivasi awal ikut Kakak, hanya satu tujuan yakni mencari rejeki untuk membiayai mama dan adik-adik. Maklumlah ayah saya beristri dua. Jadi sebagai pengganti tiang rumah tangga saya bertekad untuk merantau," kenang Herlin.

Penyuka busana merah-hitam itu mengisahkan lepas SLTA, dia bercita-cita menjadi penggunting rambut.

"Ini memang bakat alam. Suatu hari pembantu di rumah kakak, ia meminta saya untuk menggunting rambutnya.Padahal saya baru pertama kali pegang alat gunting. Tapi karena rasa percaya diri, maka saya berani menggunting dan hasilnya bagus. Akhirnya menjadi ceritaan tetangga. Dan sejak itu bukan hanya para pembantu, malah ibu-ibu, rumah tangga dan wanita karier di lingkungan itu meminta saya untuk menggunting rambut mereka, " ungkap Herlin.

Dilanjutkan, karena sudah menjadi pembicaraan orang, maka atas anjuran kakaknya Frans Parera, Herlin ikut kursus salon di salon Rudy Hadi Suwarno sampai tamat dari tingkat dasar, andal, even dan negara. Dalam seleksi tiap tingkatan, Herlina selalu keluar sebagai peserta terbaik dengan juara umum dua dari 250 peserta.
“Karena itu Rudy Hadi Suwarno mengangkat saya sebagai asistennya," ungkap Herlin. Saat itu pula Parfi, Persatuan Artis Film Nasional mengadakan seleksi untuk mencari penata rias bagi artis perfilman. Melihat peluang, Herlin mendaftarkan dirinya dan akhirnya keluar sebagai salah satu peserta yang dinyatakan lolos. Dengan bakat yang luar biasa sebagai penata rias tak ayal lagi kehidupan Herlin sangat begitu dekat dan akrab dengan hampir semua kalangan insan perfilman yang bernaung dibawah bendera Parfi. Keluarga alhmarum Dicky Zulkarnaen (salah satu bintang besar era 80-an) pun menganggapnya sebagai anggota keluarga mereka sampai dengan saat ini.

Herlin yang berprinsip tidak mau repot dengan urusan orang, betul-betul naik daun. Setelah kembali ke Maumere, hanya bermodalkan gunting dan sisir dia berani buka usaha tanpa modal. Anehnya banyak peminat termasuk Ibu Soay dan Ibu Nafsia Mboi. Kedua ibu ini memberikan hadiah kepada saya yakni doa. Doa Ibu Soay bagi Herlin adalah modal abadi, hingga sekarang Herlin mampu membuka salon yang terlengkap dengan perabot dan fasilitasnya.

Ketika di goda mengenai segala hartanya akan dihibahkan kepada siapa, seandainya Herlin sudah tua, menurutnya, ia sudah mempersiapkan rumah mewah lengkap dengan perabotnya akan dihibahkan pada keponakan tersayangnya Irma yang kini tinggal di Kupang bersama suami dan anak.
Mengenai penghasilan perbulan, dengan rendah hati Herlin mengakui, tergantung rejeki. "Lumayan, apa lagi banyak orang sudah kenal.Semuanya tergantung kemurahan Tuhan.Saya tidak kecewa apabila terkadang kempis," ujarnya.

Kembali pada dunia waria yang pernah disoroti, khususnya di Maumere, dengan nada lantang Herlin menepis bahwa tidak semua banci seperti itu.
"Itukan orang perorangan. Bagi saya selalu bersyukur pada Tuhan karena dibelakang saya masih ada sesama yang lebih lain dari saya. Terus terang, tidak semua banci seperti itu. Itu karena tidak ada kerja dan kerdil iman" akui Herlin. Herlin yang kalo bicara selalu diiringi gelak tawa berprinsip kalau kita ingin berhasil kuncinya tetap selalu percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki kita, jangan selalu tergantung pada orang lain dan selalu melihat kebawa meski kita telah menjadi ’orang’.
Apapapun yang kita miliki didunia pada akhirnya tak akan kita bawa kelak ketika kita telah di panggil Yang Kuasa.




www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Wednesday, 21 May 2008

Yudisium Program Akta Mengajar di SMKN 1 MAUMERE

Kemarin, tanggal 20 Mei 2008 bertepatan satu abad Hari Kebangkitan Nasional di SMKN1 Maumere berlangsung Yudisium Program Akta Mengajar. Acara yang dimulai pukul 09.00 sampai 12.00 WITA tersebut dihadiri oleh Civitas Akademisi dari Universitas Muhammadyah Gresik yang diwakili oleh Pembantu Rektor III Bapak Drs. Sarwo Edy, M.Pd yang juga Pengelolah Program Akta Mengajar, Koordinator Panitia Pelaksana Program Akta Mangajar di Maumere Bapak Drs. Yoseph Ruben beserta panitia, Komite Sekolah SMKN1 Maumere, para Mahasiswa Program Akta Mengajar yang berjumlah 98 orang sedangkan dari Pemkab Sikka diwakili oleh Kasubdin Pengembangan SDM yaitu Bapak Drs. Stefanus Bajo.



Program Akta Mengajar ini merupakan kerjasama antara Pemkab DATI II Sikka dengan Rektor Universitas Muhammadyah Gresik dan SMKN 1 Maumere dipercaya sebagai Koordinator Pelaksana Program Akta Mengajar di Maumere dengan menyiapkan sarana dan prasarana yang mendukung. Program ini merupakan yang ketiga kali dilaksanakan di SMKN 1 Maumere dan telah meluluskan kurang lebih 350 tenaga guru baru. Peserta-peserta yang ikut dalam program ini berasal dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Timur. Sebagian dari mereka telah menjadi guru namun belum memiliki kualifikasi minimum berupa Akta, adapula calon guru dari sarjana non kependidikan.

Dalam sambutan Bapak Sarwo Edy, menghimbau segala perubahan harus dimulai dari diri sendiri. Bahwa sudah ada niat baik dari para peserta mengikuti program akta mengajar ini, seyogyanya begitu menjadi guru jadilah guru yang baik di lingkungan keluarga dahulu, terbawa ke sekolah dan akan menghasilkan perubahan dalam lingkup yang lebih luas.Ditambahkan pula, profesi guru adalah tulus memberi dengan hati. Ketulusan menjalani profesi guru merupakan modal dasar menjadi guru yang baik juga merupakan benang merah menjadi guru yang profesional.


Disamping itu, Bapak Stefanus Bajo mengatakan di Kabupaten Sikka sendiri masih kekurangan sekitar 800 tenaga pendidik bahkan kondisi sekarang ini sebagian besar dari guru-guru yang telah mengajar belum memiliki kualifikasi minimum dan sertifikasi sesuai dengan jenjang kewenangan mengajar. Oleh karena itu beliau sangat mendukung berlangsungnya program ini mengingat kebutuhan akan tenaga kependidikan dari berbagai disiplin ilmu untuk memenuhi kekurangan tenaga guru di sekolah-sekolah negeri maupun swasta dari berbagai jenjang dan jenis di Kabupaten Sikka masih sangat kurang. Pada kesempatan itu juga, secara simbolis beliau menyerahkan Sertifikat Akta Mengajar kepada 5 (lima) orang peserta.


Di akhir acara, Kepala Sekolah SMKN 1 Maumere selaku Koordinator Panitia Pelaksana Program Akta Mengajar di Maumere menegaskan kembali bahwa kegiatan ini merupakan program kerjasama antara Pemkab Sikka dan Rektor Universitas Muhammadyah Gresik sebagai Perguruan Tinggi khususnya Fakultas Keguruan & Ilmu Kependidikan untuk menyelenggarakan Program Akta Mengajar bagi lulusan Sarjan non Kependidikan, akan meneruskan kerjasama yang telah berlangsung selama ini dan tidak tertutup kemungkinan Program Akta Gelombang IV segera dibuka. Ayo...ayo....ayo... siapa yang tertarik jadi ibu dan bapak guru?

para peserta merayakan kelulusan

posting by boim
www.inimaumere.blogspot.com
Selengkapnya...

 

© 2007 MaUmErE oF FlOrEs | Design by MaUmErE Of FlOrEs







---[[ KeMbAlI kE aTaS ]]---