Selamat Datang di Maumere...

SELAMAT BUAT PAKET AN-SAR (YOS ANSAR RERA-P.NONG SUSAR) yang dipercayakan masyarakat Kabupaten Sikka sebagai BUPATI dan WAKIL BUPATI SIKKA 2013-2018..
Pemandangan di Kolisia, Kecamatan Magepanda

Monday, 25 August 2008

Perjalanan Menuju Desa Wodong - Wairterang

Sebuah kisah petualangan bersama mas Aris yang memilih bermalam dan menikmati keheningan serta keindahan pantai Wodong...

Dalam perjalanan, ternyata sopir bus hapal betul rute yang di laluinya,ketika kami bilang, kami mau turun di wodong, dia langsung bilang ” oh,saya tau desa itu, nanti kami turunkan disana”. Saya nggak tau ada berapa ratus kelokan perjalanan larantuka - wodong, rutenya kadang di utara kadang ke selatan, dan tengah malam kami sampai juga di wodong.kami di antar oleh sopir bus sampai ke pintu masuk wodong beach bungalow.

Setelah menyinggahi desa lamalera -di pulau lembata,dalam perjalanan,planning untuk mampir di wodong sudah ada di rencana perjalanan kami.setelah berusaha cari info tempat ini, tak banyak yang bisa kami dapatkan. tujuannya sih pengen nya mendaki gunung Egon, yang tahun 2004 lalu sempat beberapa kali batuk-batuk.

Desa waiterang, banyak orang tidak terlalu tahu tentang desa wisata ini, dalam obrolan santai di Kapal motor penyebrangan Lembata -waywerang - Larantuka, beberapa kali bertanya dimana wodong atau wairterang.

ah, sudahlah, kami pikir ini desa kecil. tidak banyak orang tau. yang kami tahu dari desa ini, sudah dekat untuk mencapai Mount Egon.



Setelah menunggu lebih dari 3 jam di dermaga dan ternyata perjalanan menyeberang Lembata-Larantuka butuh waktu hampir 4 jam, sore hari kami tiba di Larantuka - Flores Timur, dan ada 1 bus yang sudah menunggu penumpang jurusan Maumere.
Larantuka, kota yang boleh saya katakan mirip dengan kota Rio, dengan patung jesus nya tidak terlalu besar, ditepi laut dan di kaki gunung. hanya ada 2 jalan besar di kota ini.

karena penumpangnya sepi, kami sudah 4 kali di ajak keliling gratis alias free city tour kota kecil ini, baru menjelang malam. bus jurusan Larantuka -maumere berangkat juga, duh hampir 3 jam kita di bus ini.

dalam perjalanan, ternyata sopir bus hapal betul rute yang di laluinya,ketika kami bilang, kami mau turun di wodong, dia langsung bilang ” oh,saya tau desa itu”, nanti kami turunkan disana. saya nggak tau ada berapa ratus kelokan perjalanan larantuka - wodong, rutenya kadang diutara kadang ke selatan, dan tengah malam. kami sampai juga di wodong.kami di antar oleh sopir bus sampai ke pintu masuk wodong beach
bungalow.

Gelap, tak lama kemudian datang penjaga bungalow dengan petromaks nya,
tak ada listrik disini, setelah ngobrol - ngobrol ringan di temani teh hangat, di wodong semua bungalow di buat dengan gaya alam. sunyi dan…hening, tiupan angin malam dan bentuk akomodasi nya yang serba alami, begitu mengesankan.

Pagi-pagi saya di ajak snorkeling di depan bungalow, dan ternyata terumbunya lumayan masih bagus. setelah puas dengan snorkel, kami meluangkan waktu dengan istirahat, relaxing dan ketenangan ini yang ditawarkan di sini.


Wodong, berasal dari nama burung yang pernah di jumpai di hutan di kaki gunung egon, katanya telurnya besar dan butuh keburuntungan untuk bisa bertemu dengan burung ini. sama dengan snorkelan ketemu kumpulan ular-ular laut yang berwarna warni, lagi-lagi butuh keberuntungan.


sebelum tsunami menghancurkan pantai di sepanjang desa wairterang yang terjadi ketika gempat Flores 1992 yang di tetaokan sebagai bencana nasional waktu itu, pantai di sepanjang wodong, sangat bagus. kini,biasanya para turis yang umumnya turis asing yang mampir ke wodong,lebih memilih tempat ini sebagai relaxing - tempat beristirahat setelah explore pulau flores. biasanya dari mereka backpacking dari labuan bajo
to Alor atau Timor, dan selalu mampir di wodong atau ingin mendaki Egon, umumnya perjalanan di mulai dari desa ini atau melihat belahan tanah yang ada di pulau babi, sekitar 40 menit dari wodong, tentu harus dengan mencarter perahu.


Kami 2 malam di desa ini, desa yang berjarak sekitar 20 km dari kota maumera berada di kaki gunung egon dan merupakan desa lintasan trans flores penduduknya mayoritas beragama old catholic sangat tenang dan hening.

pemilik wodong beach bungalow, sedikit terheran ketika ada orang indonesia singgah di bungalownya, di buku tamunya tidak ada tamu orang indonesia, umumnya backpacker asal eropa seperti francis, jerman,inggris dan negara eropa lainnya.

alamak, ternyata… kami butuh waktu 3 jam lamanya menunggu bus untuk melajutkan perjalanan ke desa Moni - Ende, tujuan kami berikutnya Taman Nasional Kelimutu yang terkenal itu.

travel tips dari mas Aris:

desa wodong lebih dikenal dengan nama Wairterang, berada sekitar 20 km arah timur Maumere - Larantuka.

akomodasi: terdapat 2-3 akomodasi dengan design bungalow yang bersahabat dengan alam, dan tampa alat listrik.

wodong beach bungalow - Angker mie - flores Froogie rata-rata Rp. 50.000,- incl 3 times Meal

aktiftas: snorkel di sepanjang pantai, Diving di pulau babi, atau
seighseeing desa wairterang. kalau senang dengan vulcano trekking
jangan lewatkan untuk mendaki gunung Egon - active Vulcano.

atau.. males kemana-mana, rileks aja, seminggu kayaknya betah deh.

tranport:

Larantuka - Maumere by bus Rp. 35.000,-


by : Aris


www.inimaumere.com

Selengkapnya...

Saturday, 23 August 2008

Sail Indonesia 2008 Singgahi Kabupaten Sikka

Kabupaten Sikka menjadi tempat persinggahan event akbar Sail Indonesia(Yacht Race) 2008 yang berlangsung dari tanggal 19-22 agustus 2008 dengan Kupang sebagai Entry Port.Dalam event ini diketengahkan berbagai atraksi dan pentas seni budaya yang dikemas bersama dengan kegiatan Table Manner,pertunjukan makanan khas daerah dan pentas seni kerajinan daerah yang disuguhkan bagi tamu kehormatan.Berbagai kegiatan atraktif yang dibaluti panorama alam indah menjadi kenangan bagi peserta Sail Indonesia 2008.

Sail Indonesia 2008 merupakan event wisata bahari terbesar Asia yang diikuti sebanyak 121 kapal(Yacht) dengan kru sebanyak 300 peserta yang berasal dari 15 negara.Event besar ini dijadikan ajang promosi berbagai potensi yang dimiliki Kabupaten Sikka sehingga dapat diketahui oleh wisatawan mancanegara(peserta Sail Indonesia) yang kemudian akan menjadi informasi pariwisata yang bisa disampaikan kepada sesama sahabat,kerabat dan kenalannya dinegara asal masing-masing.

Memang disadari,bahwa keunikan dan kekhasan yang dimiliki oleh daerah ini kurang dikenal secara luas oleh wisatawan,baik domestic maupun wisatawan mancanegara.Hal ini karena keragaman obyek dan daya tarik wisata Kabupaten Sikka ini belum dikemas secara baik melalui dukungan sarana dan prasarana pariwisata,pembuatan event budaya dan wisata tahunan secara permanen dan promosi wisata yang efektif secara luas melalui media promosi.

Untuk Kabupaten Sikka,Sail Indonesia berlangsung dipantai Waiara,17 Km arah timur Kota Maumere(Ibu kota Kabupaten Sikka) dengan rangkaian berbagai acara seperti,Gala Diner,Lomba dayung tradisional,wisata ke obyek wisata Kabupaten Sikka,festival seni budaya Sikka,dan lain-lain.
Hiburan dari musik tradisional Sanggar Bunga Nukak,Tarian Tua Reta Lo’u(Sanggar Bliran Sina),Tarian Hokot Uma( Sanggar Blutuk L.H),Drama Komedi Gila dari Sanggar Benza adalah beberapa acara yang diisi untuk menghibur para tamu.

Sail Indonesia dari tahun ke tahun terus meningkat sejak awal dilaksanakan seperti data berikut :
-Tahun 2001 Darwin - Bali Race sebanyak 9 kapal dari 8 negara

-Tahun 2002 Darwin - Bali Race sebanyak 8 kapal dari 7 negara

- Tahun 2003 Darwin - Bali Race sebanyak 25 kapal dari 8 negara

- Tahun 2003 Darwin - Kupang Rally sebanyak 24 kapal dari 8 negara

- Tahun 2003 Darwin - Bali Race sebanyak 15 kapal dari 10 negara

- Tahun 2004 Darwin - Kupang Rally sebanyak 43 kapal dari 10 negara

-Tahun 2005 Sail Indonesia 2005 sebanyak 70 kapal dari 20 negara
- Tahun 2006 Sail Indonesia 2006 sebanyak 102 kapal dari 20 negara
- Tahun 2007 Sail Indonesia 2007 sebanyak 120 kapal dari 20 negara
- Tahun 2008 Sail Indonesia 2007 sebanyak 121 kapal dari 15 negara


Selain Kabupaten Sikka,Sail Indonesia 2008 juga menyinggahi daerah-daerah lain di Indonesia seperti TTS,Alor,Lembata,Ende,Labuhan Bajo,Kupang yang masuk propinsi NTT dan beberapa daerah di luar NTT seperti NTB,Bali,Karimun Jawa,Kumai,Belitung,Batam,Makasar ,dll.

Dengan adanya Sail Indonesia 2008 ini dapat tercapai tujuan-tujuan promosi wisata seperti yang dinginkan.Misalnya dapat menjalin kerjasama promosi antara kota dan propinsi yang disinggahi oleh peserta Sail Indonesia,bisa meningkatkan akses dan daya tarik obyek wisata alam laut khususnya di Kabupaten Sikka Karena Sail Indonesia merupakan sarana promosi termurah kepada dunia luar karena dapat disampaikan dari mulut ke mulut dan dirasakan dan dinikmati langsung oleh peserta Sail Indonesia.

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Thursday, 21 August 2008

Pernak-Pernik Perayaan HUT Kemerdekaan Di Maumere


Seperti kota-kota lain di seluruh nusantara,di kota Maumere ibu kota Kabupaten Sikka masyarakat juga terlihat ikut aktif ambil bagian dalam perayaan hari ulang tahun (HUT) kemerdekaan Republik Indoneia ke 63 yang jatuh pada tanggal 17 agustus 2008.Diseluruh tanah Kabupaten Sikka atribut-atribut yang didominasi warna merah dan putih menghiasi hampir semua sudut kota Maumere.Dari sebelum tanggal 17 agustus sampai dengan berita ini dinaikan kota Maumere khususnya masih berada dalam suasana perayaan HUT kemerdekaan ini.


Perayaan HUT kemerdekaan ini diisi dengan berbagai lomba,pawai kemerdekaan yang melintasi jalan-jalan utama kota Maumere,pentas seni di tiap kelurahan,lomba gerak jalan atau baris berbaris yang dikuti oleh semua sekolah dari tingkat Sekolah Dasar sampai SMU dan semua instansi pemerintah,pameran pembanguan di lokasi bekas kantor DPRD Kota Baru Kabupaten Sikka dan kegiatan-kegiatan lainnya yang berlangsung sampai dengan tanggal 28 agustus mendatang dan yang lainnya.

Biasanya berbagai lomba yang diadakan di kelurahan atau instansi adalah lomba-lomba yang sudah biasa diadakan khusus untuk HUT kemerdekaan.Seperti lomba karaoke,lomba makan kerupuk,lomba panjat pinang,lari karung,sepak bola antar ibu-ibu,nyanyi tanpa musik atau peragaan busana dari orang tua dan anak-anak.

Semua lomba yang diadakan biasanya selain untuk merayakan HUT kemerdekaan juga untuk lebih mengakrabkan diri diantara warga dalam lingkungan selain sebagai sarana hiburan semata.Kemerdekaan yang diraih para pahlawan kita dimasa lampau harusnya dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia.Namun sampai saat ini banyak juga masyarakat yang merasa bahwa hidup mereka dinegara besar ini belum sebenarnya lepas dari "penjajahan".

Dibawah ini adalah beberapa foto yang sempat kami ambil,meski tidak semua kawasan yang merayakan HUT RI ini kami liput......Merdekaaaa!!!(benarkah demikian?)...

Mulai Dari Jalan Ahmad Yani,Kota Baru



Melewati Jalan Kartini(Depan Kantor Dispenda Maumere)














Melewati Kawasan Pertokoan Kota Maumere











Melewati Jalan Nong Meak, Kel.Kabor Kota Maumere











Melewati Jalan Eltari(Wairklau)Maumere












Warga Kota Maumere Tidak Ketinggalan...

Perayaan HUT RI di beberapa wilayah kota Maumere seperti di Pasar Tingkat(Pasar Maumere/Pasar Baru),Kelurahan Kota Baru atau di halaman Gereja Perumnas,DLL

























www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Bunga-Bunga Peperangan dan Nuhu Teka

Ditanah Sikka tercatat pernah ada perang dari rakyat Sikka melawan kolonial Belanda.Simak sedikit cerita peperangan Teka-Iku melawan sang penjajah.

Kerajaan Sikka begitu sarat dengan perseteruan antarkelompok etnis sikka maupun dengan kolonial penjajah khususnya Belanda. Di zaman paling purba dicatat sejarah bagaimana Bhaga Ngang dengan kiat jitu menghalau orang Hokor. Bagaimana Bhaga Ngang yang sama memaklumkan perang dengan Sisa Hila dari Nita. Bahkan di zaman dua Ratu Dona Inez da Silva, Sikka membantu Solor dengan pahlawannya yang gagah berani Baluk dalam menghalau-mengusir perompak dari Jawa. Da Costa di Paga bersama pasukannya harus mampu mengatasi berbagai gejolak yang dilakukan Tibo Sati Cs. Raja Sikka gara-gara perdagangan candu lalu harus berurusan dengan Bugis-Makasar berikut buntutnya harus berseteru dengan Kerajaan Larantuka.

Lantas tercatat pula tentang Juje Goleng dari Kangae berhadapan dengan Teka yang mermihak Sikka. Pernah pula ada perang lokal juga antara Tebuk dan Nataweru, antara Nataweru dan Wololora karena musim kering yang panjang dan memautkan, meledak perang antar sesama se-Sikka, di tahun 1888.

Secara khusus Perang Beto Blero dari Kringa-Tanah Ai meletus Juni-­Juli 1893. Di Bola juga membara perseteruan dengan 'Iang (Wolokoli) yang dikenal sebagai Nuhu Ahu (Perang Anjing), Februari 1894. Di Nelle, kerajaan Sikka tak kurang harus jumpalitan dengan gerakan dari Bela Maring 'Amat dari Tomu (Nele), Oktober 1898. Begitu juga tahun 1900-an menggelora gerakan pendekar Jawa Uwok dan Nai Roa dari Waigete. Pada putaran yang sama juga berkobar Perang Teka-Iku. Tahun 1911 juga berkobar pemberontakan di Lio dan Nita. Dan masih banyak gejolak-gelora perseteruan-peperangan lainnya. Dari semuanya, Perang Teka-Iku dicatat sebagai yang paling berdarah-membara.

Nuhu Teka (perang Teka-Iku), perang ini begitu membara secara sporadis di wilayah Sikka, bahkan khususnya berhadapan secara frontal dengan Kolonial Belanda. Teka-Iku adalah dwitunggal, dua bersaudara. Tersebut antaranya tanggal 22 September 1880 di bagian timur kerajaan terjadi pertengkaran antara Mo'ang Teka dari Hubing dengan Mo'ang Juje dan Mo'ang Goleng dari Kangae. Raja Mo'ang Jatti harus menyelesaikan perselisihan ini karena Mo'ang Teka sudah mendapat bantuan orang Bugis dan Makasar. Mo'ang Tekka dikalahkan.

Pada waktu Raja Don Philipus memerintah, terjadilah keributan diPasar Nita. Mo'ang Teka dari Hubing melawan Raja Nita karena ditegur mangadakan_sabung,ayam. Larangan yang dibuat Raja Sikka dan Raja Nita oleh Kolonial Belanda.
Kemarahan Mo'ang Teka berkobar karena sebelunmya juga Mo'ang Teka sudah membangkang dan mengajak rakyat untuk jangan membayar pajak empat butir kelapa setiap pohon oleh Raja Sikka Yosephus Nong Meak da Silva (1903-1920).

Karenanya, meletuslah apa yang dikenal sebagai Nuhu Teka, yaitu pemberontakan Teka terhadap raja-raja dan Kolonial Belanda. Dimulai dengan penyerangan ke Baobatung pada tanggal 9 September 1903 (karena mereka tidak berpihak kepada Mo'ang Teka). Kemudian pada tanggal 20 Mei 1904 kampung Koting dan sekitarnya diserang dan dibakar, termasuk Gereja Koting. Raja Don Philipus mempertahanan diri di Tana Dueng Wajong Aur. Dan ketika Raja bermaksud melindungi Gereja Koting dari amukan api, beliau kena tembak. Karena peristiwa inilah kemudian Sang Raja menjalani pengobatan ke Makasar lalu wafat dan dimakamkan di
Makasar.

Karena peperangan Mo'ang Teka dengan raja-raja Sikka, maka nama Mo'ang Teka begitu hitam di mata raja-raja. Pihak Belanda bahkan mengkla­rifikasinya sebagai sebuah pemberontakan. Tetapi bagi rakyat yang merasa sangat dibebani pajak, yang sangat dibela Mo'ang Teka, Mo'ang Teka adalah tokoh hero, pahlawan pembela rakyat.
Secara garis besar, Nuhu Teka dimulai dengan pembakaran Gereja Koting 20 Mei 1904. Belanda turun tangan. Tanggal 27 Mei 1904 Kapal Pelikan dengan Residen Timor, Civiel Gezagheber Larantuka, bersama prajurit diturunkan di Alok Wolokoli dibawah Instruktur Den Besten Kemudian pada tanggal 30 Mei 1904 dengan kapal yang sama darika (Timor) Instruktur Morgenster membawa lagi 26 prajurit dari Atapupu dan Lambunga (Adonara) dengan kelengkapan amunisi 1.100 pelor.

Bersama pasukan gabungan dari Mbuli Nggela, pasukan Sikka, Kangae dan Nita, kolonial Belanda mengadakan penyerangan. Baloele tempat pertahanan Mo'ang Tekka diserang dan dibakar. Berikut Hubing Wolomude dibumihanguskan. Mo'ang Tekka yang bertahan Iling Go ­akhirnya menyerahkan diri pada tanggal 16 Juni 1904, berikut kawan-kawannya.

Pada tanggal 29 Juni 1904 diadakan rapat oleh Controleur Timor dan Posthouder Maumere Kailola, beserta Raja Sikka, Nita, dan Kangae. Keputusan yang diambil Mo'ang Teka dihukum 20 tahun kerja di luar Flores,Mo'ang Pitang 10 tahun, Mo'ang Iku 6 tahun, Mo'ang Hure 6 tahun Mo'ang Lela 6 tahun.

Pada tanggal 30 Juni 1904 pukul 7.00 petang, residen dan controleur bersama seluruh pasukan dan para terhukum "pahlawan masyarakat Sikka, Mo'ang Teka, berlayar dengan Kapal Pelikan dikawal ketat oleh kapal perang Mataram menuju Larantuka kemudian ke Kupang. Di Tanjung Bunga, Mo'ang Lela melompat-menerjunkan dirinya ke laut (tewas di laut). Nuhu Teka berakhir Juni 1904.

Referensi Buku : Pelangi Sikka; B.Michael Beding - Indah Lestari Beding
Selamat Jalan Pahlawan Tanah Sikka........

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Saturday, 16 August 2008

Apel Besar Peringatan Hari Pramuka di Boganatar

Puncak perayaan peringatan hari ulang tahun (HUT) Pramuka yang ke 47 di peringati di lapangan perkemahan Pramuka dan dipimpin oleh Bupati Sikka Drs.Sosimus Mitang selaku pembina upacara. Apel Besar Peringatan Hari Pramuka tanggal 14 agustus 2008 ini diikuti oleh jajaran dalam lingkungan pemerintahan Kabupaten Sikka serta anggota DPRD dan para anggota Pramuka dari tingkat siaga, penggalang dan penegak. Apel berlangsung mulai jam 8 pagi dan berlokasi di desa Boganatar yang dijadikan bumi perkemahan bagi para anggota Pramuka sekecamatan Talibura.


"Pada kesempatan yang berbahagia ini saya minta perhatian terhadap pembinaan mutu anggota Pramuka dalam mewujudkannya sebagai sasaran pembinaan kita, karena hanya dengan itu kita dapat menjadikan anggota Pramuka manusia yang paripurna baik fisik, mental, spiritual dan intelektual. Saya tekankan disini bahwa kualitas manusia tidak diberikan dan tidak dijamin oleh selembar kertas sertifikat/ijasah tetapi harus diperjuangkan secara individual. Karena itu saya minta kepada setiap diri anggota gerakan Pramuka pada semua tingkatan untuk belajar seumur hidup,jadikan disiplin sebagai nafas kehidupan,"demikian antara lain sambutan tertulis Bupati Sikka Sosimus Mitang selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Sikka.


Bupati pun meminta kepada semua camat selaku majelis pembimbing ranting k epala-kepala desa selaku majelis pembimbing desa dan kepala-kepala sekolah selaku majelis pembimbing gugus depan agar menaruh minat dan perhatian terhadap usaha yang telah memiliki organisasi dan sistem pembinaan berjenjang yang strategis. Karena gerakan Pramuka sangat tepat untuk pendidikan luar sekolah, karena itu tidak cukup bila pemahaman hanya konsepsional teoritis tapi juga di tuntut kemampuan pengembangan sistem operasional kegiatan dilapangan.

"Saya berharap setiap tahun anggaran para camat, para kepala desa dan kepala sekolah agar mengusulkan rencana anggaran belanja tahunan kepada pemerintah Kabupaten Sikka khususnya kegiatan Pramuka agar pembinaan dan kegiatan operasional kepramukaan tingkat kecamatan,tingkat desa maupun tingkat gugus depan dapat terlaksana,"demikan harapan Bupati selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Sikka.

Gerakan Pramuka sudah berusia 47 tahun namun sampai dengan saat ini gerakan Pramuka hanya dipayungi dengan keputusan Presiden RI nomor 238 tahun 1961.Hal ini sebagaimana layaknya dirasakan oleh gerakan Pramuka Kwartir Cabang Sikka dalam hal kekurangan fasilitas dan biaya kegiatan.Bantuan biaya saat ini hanya bersifat isidentil dan hanya cukup untuk membiayai kegiatan yang bersifat strategis semata-mata.Sementara tidak ada biaya rutin untuk pengelolaan kegiatan kwatir sebagaimana layaknya dinas/badan instansi lainnya.
"Kita berharap agar Undang-undang gerakan Pramuka segera dikeluarkan dengan demikian gerakan Pramuka nantinya menjadi badan yang mempunyai hak dan kewajiban yang sama dengan dinas dan badan pemerintah lainnya,"kata Bupati Sosimus Mitang.

Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Sikka ini juga mengajak untuk menumbuh kembangkan gerakan Pramuka selama ini.Pendekatan intruksi dari atas misalnya
harus ada gugus depan (gudep). Untuk itu menurut beliau agar pendekatannya perlu diubah yakni kaum muda yang bukan pelajar yang ada dalam suatu masyarakat desa perlu ada suatu gugus depan yang berpangkalan di kantor desa untuk memperoleh kesempatan dalam pembinaan gerakan Pramuka dan dibawah tanggung jawab kepala desa selaku ketua majelis pembimbing desa bersama perangkat desa.

Apel Besar Peringatan Hari Pramuka tanggal 14 agustus 2008 ini berakhir sekitar pukul 10 pagi dan dilanjutkan dengan peninjauan kemah Pramuka oleh Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Sikka yang juga Kepala Daerah Kabupaten Sikka beserta rombongan.Bumi perkemahan Pramuka ini di terletak di belakang SDK 031 Boganatar dan ada sekitar 30 kemah yang berdiri. Setelah meninjau lokasi rombongan pun beristiraat sejenak untuk kemudian meninggalkan desa Boganatar kecamatan Talibura kabupaten Sikka dan kembali ke Maumere.

Peninjauan Lokasi Perkemahan ;










www.inimaumere.com
foto Boim -- Posting OSS
Selengkapnya...

Malam Penuh Martabat di Boganatar

Bupati Sikka Drs Sosimus Mitang dan Wakil Bupati dr.Damianus Wera beserta rombongan dalam jajaran Pemda Kabupaten Sikka setelah mengikuti upacara penyalaan api unggun di beri kesempatan untuk menyaksikan malam pentas seni dan budaya dari warga masyarakat kecamatan Talibura.Adapun malam pentas seni dan budaya ini diadakan di lokasi sekolah SDK(Sekolah Dasar Katolik) 031 Boganatar.Malam Pentas seni budaya adalah salah satu dari beberapa kegiatan di bumi perkemahan Pramuka Boganatar yang diadakan untuk memperingati hari ulang tahun(HUT)Pramuka ke 47 yang jatuh pada tangal 14 agustus.

Bupati Sosimus Mitang dalam sambutannya mengatakan seharusnya kita merasa malu karena kita sudah tidak bisa lagi menyanyi,tidak bisa lagi menari dengan tarian-tarian yang menjadi budaya leluhur kita,tidak bisa lagi bergerak seperti seni yang telah diwariskan oleh para leluhur kita.

"Kita melihat begitu banyak orang menggunakan busana adat daerahnya,harusnya kita merasa malu kalau dalam keseharian kita suatu saat kita tidak lagi memiliki busana adat yang seharusnya kita miliki,"kata bupati.

Bupati mengatakan pula sangat meghargai setiap orang muda yang memiliki prakarsa dan ide untuk memajukan nilai budaya kita.
"Adalah sebuah nilai tambah buat kami orang tua,nilai tambah buat kita yang masih berpikir serta melakukan adat dan budaya dari warisan leluhur kita,"tambah bupati yang berada diatas panggung bersama wakil bupati dr Damianus Wera.

"Ikatlah kain seperti ikatan laki-laki yang diwarikan para leluhur kita,ikatlah sarung wanita seperti benar ikatan wanita Sikka yang sesuai dengan budaya setempat yang diwariskan,"demikian kata Bupati Sosimus Mitang.

Bupati juga menambahkan,"mari kita selalu merasa memilki budaya kita yang beraneka warna,tunjukan bahwa ini budaya asli kita,jangan pinjam dari budaya daerah lain atau propinsi tetangga sehingga ketika orang datang di Boganatar misalnya orang akan merasa inilah budaya Boganatar,inilah warisan leluhur Boganatar."

Bupati bahkan merasa prihatin ketika masyarakat Sikka mulai tinggalkan budaya setempat dan berkreasi dengan menampilkan budaya daerah lain di tanah Sikka ini.
"Ini adalah malam penuh martabat bagi kita semua,"kata Bupati.

Malam penuh martabat ini diisi pula dengan pentas seni dan budaya dari berbagai kelompok seni budaya sekecamatan Talibura seperti penampilan tarian Hegong dari SDK 031 Boganatar juga tarian Wadong Walo,Vokal Grup dari Smpk Sutra Talibura,Vokal Grup(VG) Watuhpuh Tana Hulir,VG TibO Himong,VG Ina Gemu Bunga dari SDK Hitong dan lain sebagainya.
Malam pentas seni dan budaya berakhir dengan tampilnya grup musik kampung dari warga desa Kringa yang meramaikan acara dengan musik-musik khas daerah yang mengiringi acara menari dan joget bersama Bupati,Wakil Bupati dan jajaran lingkungan Pemda Kabupaten Sikka serta warga masyarakat lainnya.



www.inimaumere.com/oss,boim
Selengkapnya...

Friday, 15 August 2008

Bupati Kunjungi Bumi Perkemahan Pramuka di Boganatar..

Bupati Sikka Drs.Sosimus Mitan dan Wakil Bupati Sikka dr.Damianus Wera beserta rombongan dalam jajaran pemerintahan Kabupaten Sikka dan anggota DPRD Sikka tanggal 13 agustus 2008 mengunjungi bumi perkemahan Pramuka di desa Boganatar dalam wilayah kecamatan Talibura(70 Km dari ibukota kabupaten Sikka,Maumere).Kunjungan kerja ini adalah dalam rangka peringatan hari ulang tahun (HUT) Pramuka Indonesia ke 47 yang jatuh pada tanggal 14 agustus 2008.Kegiatan perkemahan Pramuka di desa Boganatar telah berlangsung dari tanggal 11 dan berakhir tanggal 14 agustus 2008 yang pembukaannya dilakukan oleh Camat Talibura Vincentius Liwu .Kegiatan perkemahan Pramuka diikuti oleh anggota Pramuka sekecamatan Talibura dalam naungan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Sikka dengan ketuanya Pius Ola Witing.Bumi perkemahan berada dalam lingkungan Sekolah Dasar Katolik 031 Boganatar,sebuah sekolah yang berdiri tahun 1924.


Selain Kegiatan Perkemahan Pramuka di Boganatar(sebuah desa yang berdekatan dengan wilayah Flores Timur sehingga bahasa yang digunakan adalah bahasa Sikka(dialek Tana Ai)dan bahasa Muhang,Flotim) yang belum terjamah peneragan listrik dilangsungkan pula
berbagai kegiatan seperti TNI Manunggal,pengobatan gratis oleh Dinas Kesehatan,BKKBN dan TNI AD 1601 Sikka serta malam pentas seni budaya dari setiap desa di wilayah Kecamatan Talibura.

Dengan tema "Bersama Kita Membangun Gerakan Pramuka Mulai Dari Desa" kurang lebih pukul 18.30 Witeng,Bupati dan rombongan memasuki lapangan perkemahan Pramuka untuk mengikuti upacara penyalaan api unggun.Bupati Sosimus selaku pembina upacara diberi kehormatan untuk menyalakan api unggun diikuti lagu 'api kita sudah menyala'.Berbagai lagu dari kelompok koor Pramuka ini mengiringi upacara malam penyalaan api unggun.

Kira-kira pukul 7 malam bupati dan rombongan meninggalkan lapangan perkemahan untuk bersantap malam dan selanjutnya menyaksikan pentas seni dan budaya.Bupati dan rombongan bermalam di desa Boganatar yang berhawa dingin untuk selanjutnya tanggal 14 agustus besoknya mengikuti apel akbar yang merupakan puncak acara dari peringatan HUT
Pramuka ke 47.Ikut serta dalam rombongan bupati adalah Thomas Noang anggota DPRD Kabupaten Sikka yang juga merupakan ketua Koalisi Bersama Membangun Sikka.




www.inimaumere.com

Selengkapnya...

 

© 2007 MaUmErE oF FlOrEs | Design by MaUmErE Of FlOrEs







---[[ KeMbAlI kE aTaS ]]---