Monday, 16 March 2015
Selamat Jalan Papache
Tembang Amang Bano ciptaan Papache dari album Mirchella 2 bikin merinding. Saat melepas kepergian sang seniman menuju tempat terakhir, lengkingan vokal Frenchis Bura membuat mata berkaca-kaca. Begitu pula ketika hymne Suryadikara yang dibawakan siswa/i SMAK Suryadikara Ende meratap ditengah ratusan pelayat. Isak tangis ditengah doa yang mengalir mewarnai pemakaman yang dibasahi rintik hujan.
Akhirnya Jhon Edwin Papache meninggalkan kita semua. Seniman, kamerawan, penulis naskah, fotografer, penyiar dan pembuat filem dokumenter, pencipta, arranger dan penyanyi lagu daerah yang dekat di hati masyarakat Sikka, hari ini, Minggu 15 Maret 2015 benar-benar pergi.
Balutan bendera Kuning putih pada peti yang diusung Alumni Syuriadikara Maumere menjadi saksi terakhir.
Kajang tak mampu menampung semua pelayat. Ratusan orang yang hendak memberikan penghormatan terakhir meluber hingga ke jalan raya. Meski tak mendapatkan tempat, semua mengikuti upacara pemakamna hingga usai yang turut disiarkan langsung oleh Radio Rogate FM ke seluruh Kabupaten Sikka.
Pemakaman yang direncanakan pukul 10.00 wita dgn misa requiem di Katedral St. Yoseph Maumere dimajukan lebih awal pukul 08.00 Wita di rumah duka Misir Selatan, Kelurahan Nangalimang karena kondisi jenazah.
Di antara pelayat ada yang menitikan air mata kala putranya yang masih duduk di kelas 6 SD berjanji akan meneruskan karya sang ayah yang tersimpan dalam studio mini yang brdiri dibelakang rumah.
Saya sendiri terakhir bertemu Om Papache beberapa bulan lalu. Ketika itu dia memperlihatkan sejumlah proyek musik dan video yang sedang digarap dan hampir usai. Pada saaat itu pula dia memberikan saya hadiah sebuah album Terminal 6 yang berjudul " SAWE NAN BA'A".
Ya semua telah berkhir abang, ternyata album tersebut memang menjadi album terakhir beliau di jagat musik daerah Nian Sikka...
Selamat Jalan......Selamat Jalan..SENIMAN!!
(ossrebong)
www.inimaumere.com
Diposkan oleh Megu Nora Au di 00:40 0 comments
Label: Berita , SerBa sErBi..
Papache Memulai Rekaman Bersama Mirchella
Tahun 1995 adalah awal dimana Papache memulai masuk dapur rekaman. Bersama Anto Theysen dan Roy Breckmans ketiganya membentuk Mirchella dan menelurkan album Mirchella I dan Mirchella II. Kebanyakan lagu-lagu tersebut merupakan ciptaan sendiri seperti Heret Inang Lau Seka, Nai One atau lagu-lagu yang didaur ulang dari lagu rakyat misalnya Tina Le (Flotim) dan Jong Bura.
Saat itulah Papache memulai menciptakan lagu tanpa henti. Setiap moment, mantan penyiar Radio Pemerintah Daerah (RPD) Sikka ini mengaktualkannya didalam musik. Tak lupa video clip-nya yg mengandung unsur-unsur jenaka.
Untuk proyek rekaman yang saat itu peralatannya masih minim di Maumere, mereka mesti menyelesaikan di Ende, Untungnya ada rekan yang turut andil ketika itu. Beliau adalah Joe Bogar (Joe Roses) selaku produser yang amat antusias memberikan motivasi dan dukungan.
Proyek rekaman pita kaset tersebut juga menggandeng musisi-musisi muda seperti Jonathan Nathan, Beba, dan Mario Marcello. Tak lupa bintang tamu Frencis Bura.
Cover album yang cukup manis dan bercorak reggae menggunakan model Lucky Reyner menjadi sampul album yang keren. Dan pastinya saat itu mereka telah mencolek pariwisata kita dengan mempromosikan pasir putih Kajuwulu sebagai latar sampul yang indah.
Seetelah Mirchella pudar ketiganya memilih jalan sendiri namun tetap bekerja sama dalam bermusik. Papache kemudian memulai proyek Album Terminal hingga saat terakhirnya. Dari situlah namanya kian dikenal luas selain sifat ramah dan humornya yang tiada habis.
Selamat Jalan Papache, Musik dan karyamu akan selalu dikenang.
Selengkapnya...
Proyek rekaman pita kaset tersebut juga menggandeng musisi-musisi muda seperti Jonathan Nathan, Beba, dan Mario Marcello. Tak lupa bintang tamu Frencis Bura.
Cover album yang cukup manis dan bercorak reggae menggunakan model Lucky Reyner menjadi sampul album yang keren. Dan pastinya saat itu mereka telah mencolek pariwisata kita dengan mempromosikan pasir putih Kajuwulu sebagai latar sampul yang indah.
Seetelah Mirchella pudar ketiganya memilih jalan sendiri namun tetap bekerja sama dalam bermusik. Papache kemudian memulai proyek Album Terminal hingga saat terakhirnya. Dari situlah namanya kian dikenal luas selain sifat ramah dan humornya yang tiada habis.
Selamat Jalan Papache, Musik dan karyamu akan selalu dikenang.
www.inimaumere.com
Diposkan oleh Megu Nora Au di 00:30 0 comments
Label: SerBa sErBi..
Duka Flores untuk Papache
Kepergian Papache diratapi sedih sejumlah fansnya. Ratusan orang memberikan ucapan duka cita. Di kamar jenazah RS. TC. Hillers membludak pelayat yang datang. Diantaranya hanya ingin memastikan kebenaran kabar yang mengejutkan Maumere. Iring-iringan sepeda motor dan mobil mengekor panjang saat membawa jenazah ke rumah duka. Kepergian seniman serba bisa yang telah membuat banyak karya di Sikka adalah sebuah kehilangan besar bagi dunia hiburan di Sikka.
Karya Papache dikenal luas dan lirik-liriknya cukup dekat dengan keseharian. Tidaklah heran lagu-lagnya disantap bak kacang goreng. Kepiwaia menulis lirik dan mencipta musik merupakan hasil ototdidak yang tidak pernah dikenal dibangku sekolah.
Alumni SMAK Syuriadikara Ende ini pernah menghebohkan jagat musik NTT setelah lagu Malam Bae meraup popularitas. Nama Papache kian mentereng namun kerendahan hatinya tetap dijaga. Ia terus menulis lagu lewat album berseri Terminal yag menelurkan sejumlah hits terkenal. Sebut saja Cungkil Matahari, Gambus Dombele, Tuhun Taha, Mas Tambah Lombok dan lainnya.
Berangkat dari band Mirchella, Papache kemudian merangkak perlahan menembus blantika musik daerah NTT. Selain bermusik, pria ramah ini merambah dunia kepenyiaran dan broadcast serta pembuatan filem dokumenter. Selain piwai sebagai MC, almarhum juga dikenal sebagai pembuat iklan radio yang handal.
Pria kelahiran 1969 ini dikenal ramah dan murah senyum serta supel dalam bergaul. Tak heran banyak yang mengenalnya secara pribadi. Kepergiannya yang mendadak membuat banyak sahabat dan penggemarnya merasa tidak percaya. Ratapan terdengar. Duka menjalar. Di grup www.inimaumere.com, ratusan orang memberikan komentar berbelasungkawa, Puluhan orang mengupload postingan duka cita.
Papache, Selamat Jalan !
www.inimaumere.com
Diposkan oleh Megu Nora Au di 00:19 0 comments
Label: Berita , SerBa sErBi..
Sunday, 15 March 2015
Pelantun Malam Bae Wafat
Jhon Edwin atau lebih dikenal Papache, penyanyi, pencipta dan arranger yang dikenal luas dengan sejumlah lagu daerah berlirik jenaka, Jumat (13/3/2015) sekitar pukul 09.00 Wita menghembuskan napas terakhir. Almarhum meninggal di RSUD. T.C Hillers Maumere akibat sakit (tekanan darah tinggi). Penggemar berat Gombloh dan Doel Soembang ini dilarikan ke rumah sakit kamis sore dan masuk perawatan di ruang ICU hingga menghembuskan napas terakhirnya jumat pagi.
Papache meninggalkan seorang istri dan dua anak.
Alumni SMAK Syuriadikara Ende ini memulai rekaman sejak tahun 1995. Namanya kian dikenal saat lagu MalaM Bae meledak di NTT.
Nampak dalam foto ketika peti jenazah akan dibawa ke rumah duka. Dari ruang jenazah, sekitar pukul 12.00 wita, ratusan sepeda motor mengiringi sang seniman kembali kerumahnya di Misir Selatan.
Menurut informasi jenazah penyiar Rogate FM Maumere ini akan dikebumikan di Misir Selatan, Kelurahan Nangalimang (rumah keluarga) pada Minggu (15 Maret 2015). Upacara diawali misa requiem di Gereja Katedral St Yosep pukul 10.00 wita.
www.inimaumere.com
Diposkan oleh Megu Nora Au di 23:33 0 comments
Label: Berita
Friday, 27 February 2015
Dua Kapal Perintis Permudah Transportasi
Masyarakat Kabupaten Sikka dan NTT umumnya kini bisa berpergian antar pulau dengan lebih lancar. Dua buah kapal perintis membuka jalur transportasi dengan pusat Pelabuhan L. Say Maumere. Hal ini pastinya sangat membantu transportasi masyarakat dan barang dari dan ke Pelabuhan L. Say Maumere. Kedua kapal perintis ini melayani hingga Bima di bagian barat dan Atapupu Timor di bagian timur. Yang belum terjangkau adalah Rote, Sabu dan Sumba. Di bawah ini rute kedua kapal tersebut.
- KM. SURYA TERANG ABADI, melayani rute pelayaran: Maumere-Larantuka-Waiwerang-Lewoleba-Balawurng-Balanusa-Kalabahi-Maritaing-Atapupu-Kupang PP.
Info lebih lanjut bisa menghubungi Bpk. Sunaryo di 081236231111 atau PT. Pelnus Seram Jaya Lines Maumere.
-KM. NUANSA ABADI, melayani Rute:
Maumere-PALUE-Maurole-Marapokot-Reo-Labuhan Bajo-BIMA PP.
dan utk mengetahuinya bisa menghubungi Bpk Dheni di 081338083030 atau ke PT. Karunia Utama Asia Timur Maumere.
www.inimaumere.com
Diposkan oleh Megu Nora Au di 12:00 0 comments
Label: Berita
Thursday, 26 February 2015
Pariwisata Bukan Hanya Festival
![]() |
| Salah Satu Obyek Wisata di Kab. Sikka yang belum banyak diketauhi |
Saya tentu saja merasa miris. Begitu banyak potensi di daerah ini namun tidak bisa mensejahterakan rakyatnya. Ada apa ini. Mengapa dunia pariwisata disini seperti tidur tak bangun-bangun?
Baru-baru ini, pemerintahan ini melalui dinas pariwisata melakukan langkah aneh tapi nyata. Dengan bangganya mereka melakukan sesuatu yang menurut saya buang-buang waktu dan biaya. Sebuah festival diadakan dengan biaya tak kecil yakni festival pantai koka. Saya pun di undang untuk mendukung suksesnya kegiatan ini. Tapi saya tegas menolak. Karena menurut saya apa yang dilakukan melalui festival tidak akan membuahkan apapun. Efek jangka panjang buat masyarakat sekitar apa? Efek dominonya apa? Saya menolak karena selama berkelana dari satu obyek ke obyek lain, dengan mata kepala sendiri saya melihat begitu banyak potensi yang terabaikan. Ini tidak adil. Sama sekali tak adil!! Festival pantai koka adalah sesuatu yang dipaksa dijalankan tanpa konsep jelas.
Selain festival pantai koka, sebelumnya dinas pariwisata juga melakukan hal yang sama. Kali ini mereka merambah lautan dan menawarkan kepada masyarakat pesisir, festival lomba dayung. Namun sejumlah masyarakat pesisir kecewa karena mereka tidak tahu. Festival tersebut jauh dari publikasi. Hampir semua warga Maumere tidak mengetahui adanya kegiatan tersebut. Tidak tanggung-tanggung media di Maumere memboikot kegiatan tersebut.
Setelah festival pantai koka, kembali terdengar kabar akan dilaksanakan festival lomba foto bawah laut. Lagi-lagi pengelolahan pariwisata disini cenderung berkonsep jalan pintas ketiimbang pemberdayaan dan pembenahan. Festival ini memang belum diadakan dan belum diketahui kapan dilaksanakan. Namun bagi saya, sekali lagi, ini adalah sebuah konsep aneh tapi nyata.
Beberapa waktu lalu saya bersama saudara saya mencoba melihat isi lautan Teluk Maumere. Kesan pertama adalah bawah lautan kita memiliki potensi yang luar biasa. Selain beraneka biota laut, keindahan terumbu karang juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Namun itu hanya sebagian, karena sebagian besar lainnya rusak. Di dasarnya kami melihat serpihan karang yang tergelatak tak berdaya. Jika festival diadakan tanpa survey yang valid maka festival ini akan berbalik arah mencoreng muka pariwisata kita.
Bukan itu saja. Sebelumnya, kami melihat adanya upaya sekelompok orang yang sedang melakukan pemboman ikan di perairan teluk maumere. Melihat kami datang mereka pun lantas kabur. Menurut salah satu pemandu bawah laut, pemboman ikan di perairan ini masih marak, termasuk pembiusan ikan yang bisa berakibat fatal pada matinya karang-karang muda.
Lantas apa yang sudah dilakukan oleh instansi terkait? Kok tiba-tiba saja bikin festival? Sudahlah melakukan survey? Sudahlan bermitra dengan instansi lain dalam mencegah pemboman? Sudahkah mendata kerusakan yang ada di dasar laut? Jangan lantas bikin festival jika belum memiliki data yang kuat. Jika festival pun tidak berdampak bagi daerah ini, terkhusus masyarakat setempat untuk apa diadakan? Jangan buang duit untuk hal yang mubazir, mari lakukan pembenahan obyek wisata dulu, baru kita bicara festival!
Mengurus pariwisata memang tidak mudah. Butuh orang-orang hebat yang bekerja dengan hati dan niat tulus..Dunia pariwisata di Sikka saat ini menunggu sentuhan dingin dari tangan yang terberkati. Saya, dalam petualangan di berbagai tempat di Sikka selalu berharap agar potensi-potensi yang tersebar begitu luar biasa suatu saat bisa menjadi andalan kaum warga desa. Merekalah yang pantas mendapatkan itu semua. Mereka telah menjaga potensi itu dari jaman dulu, kita tinggal mengelolahnya menjadi sesuatu yang mendatangkan manfaat.
inimaumere.com selalu siap bekerja sama dan bermitra dengan pemerintah dalam membangun pariwisata daerah ini. Salam sukses selalu. Semoga kedepannya dunia pariwisata Sikka makin maju dan menjadi tujuan para pelancong dunia.(ossrebong)
Baru-baru ini, pemerintahan ini melalui dinas pariwisata melakukan langkah aneh tapi nyata. Dengan bangganya mereka melakukan sesuatu yang menurut saya buang-buang waktu dan biaya. Sebuah festival diadakan dengan biaya tak kecil yakni festival pantai koka. Saya pun di undang untuk mendukung suksesnya kegiatan ini. Tapi saya tegas menolak. Karena menurut saya apa yang dilakukan melalui festival tidak akan membuahkan apapun. Efek jangka panjang buat masyarakat sekitar apa? Efek dominonya apa? Saya menolak karena selama berkelana dari satu obyek ke obyek lain, dengan mata kepala sendiri saya melihat begitu banyak potensi yang terabaikan. Ini tidak adil. Sama sekali tak adil!! Festival pantai koka adalah sesuatu yang dipaksa dijalankan tanpa konsep jelas.
Selain festival pantai koka, sebelumnya dinas pariwisata juga melakukan hal yang sama. Kali ini mereka merambah lautan dan menawarkan kepada masyarakat pesisir, festival lomba dayung. Namun sejumlah masyarakat pesisir kecewa karena mereka tidak tahu. Festival tersebut jauh dari publikasi. Hampir semua warga Maumere tidak mengetahui adanya kegiatan tersebut. Tidak tanggung-tanggung media di Maumere memboikot kegiatan tersebut.
Setelah festival pantai koka, kembali terdengar kabar akan dilaksanakan festival lomba foto bawah laut. Lagi-lagi pengelolahan pariwisata disini cenderung berkonsep jalan pintas ketiimbang pemberdayaan dan pembenahan. Festival ini memang belum diadakan dan belum diketahui kapan dilaksanakan. Namun bagi saya, sekali lagi, ini adalah sebuah konsep aneh tapi nyata.
Beberapa waktu lalu saya bersama saudara saya mencoba melihat isi lautan Teluk Maumere. Kesan pertama adalah bawah lautan kita memiliki potensi yang luar biasa. Selain beraneka biota laut, keindahan terumbu karang juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Namun itu hanya sebagian, karena sebagian besar lainnya rusak. Di dasarnya kami melihat serpihan karang yang tergelatak tak berdaya. Jika festival diadakan tanpa survey yang valid maka festival ini akan berbalik arah mencoreng muka pariwisata kita.
Bukan itu saja. Sebelumnya, kami melihat adanya upaya sekelompok orang yang sedang melakukan pemboman ikan di perairan teluk maumere. Melihat kami datang mereka pun lantas kabur. Menurut salah satu pemandu bawah laut, pemboman ikan di perairan ini masih marak, termasuk pembiusan ikan yang bisa berakibat fatal pada matinya karang-karang muda.
Lantas apa yang sudah dilakukan oleh instansi terkait? Kok tiba-tiba saja bikin festival? Sudahlah melakukan survey? Sudahlan bermitra dengan instansi lain dalam mencegah pemboman? Sudahkah mendata kerusakan yang ada di dasar laut? Jangan lantas bikin festival jika belum memiliki data yang kuat. Jika festival pun tidak berdampak bagi daerah ini, terkhusus masyarakat setempat untuk apa diadakan? Jangan buang duit untuk hal yang mubazir, mari lakukan pembenahan obyek wisata dulu, baru kita bicara festival!
Mengurus pariwisata memang tidak mudah. Butuh orang-orang hebat yang bekerja dengan hati dan niat tulus..Dunia pariwisata di Sikka saat ini menunggu sentuhan dingin dari tangan yang terberkati. Saya, dalam petualangan di berbagai tempat di Sikka selalu berharap agar potensi-potensi yang tersebar begitu luar biasa suatu saat bisa menjadi andalan kaum warga desa. Merekalah yang pantas mendapatkan itu semua. Mereka telah menjaga potensi itu dari jaman dulu, kita tinggal mengelolahnya menjadi sesuatu yang mendatangkan manfaat.
inimaumere.com selalu siap bekerja sama dan bermitra dengan pemerintah dalam membangun pariwisata daerah ini. Salam sukses selalu. Semoga kedepannya dunia pariwisata Sikka makin maju dan menjadi tujuan para pelancong dunia.(ossrebong)
www.inimaumere.com
Diposkan oleh Megu Nora Au di 01:08 0 comments
Label: SerBa sErBi..
Wednesday, 25 February 2015
Tuan Besar di Pantai Kolisia
Jika Anda akan ke Kabupaten Sikka, Anda tak perlu terburu-buru untuk meninggalkan kabupaten ini. Karena Anda akan menyesal setelah kemudian tahu bahwa ternyata di kabupaten ini menyimpan sejuta pesona yang tiada duanya. Ya betol. Saya ingin memastikan bahwa Anda akan merasa puas dan penuh cerita manis. Anda tak perlu risau meski pariwisata disini cenderung tidak ada sentuhan, saya akan membawa Anda sekalian melancong ke tempat-tempat alamiah. Salah satu tempat yang saya rekomendasikan di sini adalah Pantai Kolisia. Yuukkk..
Tempat ini berlokasi di Kecamatan Magepanda. Dari Kota Maumere kira-kira berjarak 10 Km. Jalan beraspal mulus dan memiliki pemandangan indah di sisi kiri kanan.
Untuk mencpai pantai ini, kita hanya perlu berjalan kaki. Kendaraan dipastikan akan susah masuk hingga kawasan pantai. Ada dua alternatip yang bisa menjadi pilihan. Pertama melewati sepanjang aliran sungai Kolsia. Kedua melewati persawahan penduduk.
Kedua jalur ini masing-masing memamerkan lingkungan yang asri dan nyaman. Sangat alamiah dan natural. Anda bisa memilih kedua jalur ini dengan cara, pertama masuk melalui persawahan penduduk dan pulang melewati aliran sungai. Setelah berleha-leha di pantainya, Anda bisa membasuh diri di sungainya yang jernih dan segar.
Pantai Kolisia termasuk salah satu pantai yang belum diketahu khalayak. Ia masih sepi dan hampir tanpa pengunjung meski pun pada hari libur. Di tempat ini berbagai ternak bebas berkeliaran, burung aneka jenis memamerkan suara merdu berseliwern tanpa satupun yang mengganggu. Di tengah semilir angin pantai yang bertiup nikmat kesepiannya seolah menawarkan nuansa berbeda. Jauh dari hingar bingar apapun. Kita bagai tuan besar yang sedang berlibur diatas kemolekan pantai yang privasi.
![]() |
| Sebelum sampai ke Pantai Kolsia |
www.inimaumere.com
Diposkan oleh Megu Nora Au di 23:37 0 comments
Label: Jalan-Jalan































