Selamat Datang di Maumere...

SELAMAT BUAT PAKET AN-SAR (YOS ANSAR RERA-P.NONG SUSAR) yang dipercayakan masyarakat Kabupaten Sikka sebagai BUPATI dan WAKIL BUPATI SIKKA 2013-2018..
Pemandangan di Kolisia, Kecamatan Magepanda

Tuesday, 9 October 2012

Dua Bengkel Ludes Terbakar

Kebakaran Lagi Maumere

sisa-sisa puing bengkel
Belum selesai cerita mengenai kebakaran besar yang melanda kawasan Perumnas, warga kota kembali dikejutkan peristiwa serupa. Kali ini si jago merah mengamuk dan meratakan dua bengkel yang terletak di kawasan Beru, Kelurahan Beru, Maumere. Dua bengkel tersebut milik Edu Karmadi dan Ambo yang melayani servis sepeda motor. Kebakaran yang menghebohkan tersebut terjadi malam hari sekitar pukul 22.30 Wita, Senin (8/10). Penyebab kebakaran hingga saat ini masih diselidiki oleh pihak kepolisian Polres Sikka. Menurut Juve, warga sekitar lokasi kebakaran, warga sekitar sempat terkejut ketika tiba-tiba api membumbung langit disertai teriakan orang-orang.. Bersama warga komplek lainnya mereka bahu membahu memadamkan api yang mengamuk. Beberapa warga mengatakan, mobil pemadam kebakaran BPBD Sikka sempat turun kelokasi, namun saat itu bangunan bengkel telah rata. Disekitar lokasi kejadian tersebut, polisi telah memasang garis polisi (police line) untuk kepentingan pnyelidikan.

Edu Karmadi dan Ambo, saat kejadian tidak berada di bengkel karena saat itu bengkel mereka telah tutup. Keduanya telah kembali kerumah masing-masing. Ketika itulah mereka mendengar kabar bahwa bengkel mereka dilahap si jago merah. Saat tiba dilokasi kejadian, api telah menjalar hebat. Apalagi kedua bengkel ini terbuat dari dinding halar (bambu). Berkat bantuan masyarakat, api bisa dipadamkan namun tak mampu menyelamatkan kedua bengkel bersama isinya.
Edu dan Ambo telah diambil keterangan oleh pihak kepolisian Polres Sikka untuk kepentingan penyeldikan. Dari kebakaran yang mengenaskan tersebut, ada sebelas sepada motor yang tinggal rangka. dua compresor juga turut terbakar. Tak ada lagi sisa yang bisa diselamatkan. Kejadin ini merupakan kejadian pertama kebakaran yang melanda bengkel motor.
www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Di Sikka, Sudah 30 Orang Tewas di Jalan Sejak Januari

Sejak bulan Januari hingga September 2012 sudah 30 orang yang tewas di jalan akibat peristiwa kecelakaan lalu-lintas (lakalantas). Penyebabnya bervariasi, termasuk akibat mabuk minuman keras (miras) dan tidak menggunakan helm. Kapolres Sikka, AKBP. Ghiri Prawijaya melalui Kasatlantas Polres Sikka, IPTU. M. Amril Hakim kepada Pos Kupang di Ruang Kerjanya, Kamis (4/10/2012) menjelaskan, lakalantas hingga menimbulkan kematian di Sikka cukup tinggi. Setiap hari dirata-ratakan sekitar 3-4 orang yang meninggal. Hakim merincikan, untuk tahun 2011 korban lakalantas yang meninggal sebanyak 52 orang. Sementara ditahun 2012 ini, baru hingga bulan september sudah 30 orang meninggal.

Menurut Hakim, hasil pemeriksaan polisi lakalantas yang terjadi diakibatkan beberapa masalah, yakni antara lain lari kendaraan dengan kecepatan tinggi, kurang hati-hati dalam berkendaraan, dan juga melanggar rambu lalu-lintas. Tetapi andil lainnya dalam kejadian lakalantas, Hakim menyebutkan, yakni mabuk saat mengendarai kendaraan dan tidak menggunakan helm.
Hakim menandaskan, Lantas Polres Sikka dalam menyikapi kejadian lakalantas tersebut secara gencar terus melakukan sosialisasi. Polisi, kata Hakim, masuk ke berbagai elemen masyarakat mensosialisasikan peraturan lalu-lintas. "Untuk kelompok sekolah, kita telah masuk ke SD, SMP dan SMA melakukan sosialisasi. Kegiatan ini sampai ke kecamatan dan desa,"ungkap Hakim.
Hakim mengharapkan, agar masyarakat dapat benar-benar mematuhi aturan lalu-lintas agar bisa menekan lakalantas yang dampaknya selalu menimbulkan korban jiwa. (poskupang)



Selengkapnya...

Friday, 5 October 2012

Rumah Terbakar, Pemadam Kebakaran Parkir Manis

Masyarakat Kecewa Terhadap Pelayan Pemadam Kebakaran

Kebakaran kembali terjadi di Kota Maumere. Setelah beberapa bulan lalu beberapa rumah di Desa Nangahure rata tanah akibat si jago merah, kini dua rumah di kawasan Perumnas tepatnya di Gang Melati 2 menjadi korban. Kejadian tersebut terjadi hari Kamis (4/10/12) sekitar pukul 09.00. Belum jelas peletup terjadinya peristiwa yang menyedihkan tersebut. Namun, akibat ganasnya dijago merah, satu buah rumah milik Berty rata tanah dan rumah Daeng Bakir yang persis berada disampingnya ikut hangus terutama bagian belakang lantai dua. Police Line kini dipasang untuk penyelidikan selanjutnya. Kebakaran yang menghebohkan pagi itu membuat warga kota Maumerre berkumpul untuk menyaksikan dari dekat. Sebagian turut membantu dan sebagian cuma menyaksikan. Sayangnya, mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Sikka dan personilnya tidak terlihat dilokasi. Warga geram dan sangat kecewa. Beruntung, bantuan warga Maumere terutama anak-anak sekolah, Polres Sikka dan warga Perumnas didukung mobil tangki air bersih 5 ribu liter milik Toko Harum Melati bahu membahu memadamkan api hingga surut.

Kebakaran ini menjadi catatan buruk bagi BPBD terutama karena instansi pemerintah ini tidak mampu mengerahkan personil mobil pemadam kebakaran ke lokasi. Padahal jarak lokasi kebakaran dan kantor BPBD cuma sekitar 70 meter. Dihalaman kantor tersebut si mobil merah pemadam kebakaran terparkir manis tanpa berbuat apa-apa. Akibatnya warga yang menyaksikan masa bodohnya 'tanggap darurat' geram dan cuma mengumpat. Menurut informasi, alasannya karena tidak tersedia solar.
Dilokasi kebakaran yang berada persis diseberang jalan dari Mesjid Perumnas, anak-anak sekolah secara sukarela berjibaku memadamkan api dan mengeluarkan barang-barang ketempat yang aman. Mereka mendapat suport dari Polres Sikka, warga masyarakat umum dan Perumnas serta mobil tangki. Disekolah dasar yang berada dalam komplek mesjid, anak-anak sekolah panik hingga ada yang menangis ketakutan ketika asap hitam membumbung makin tinggi dan tebal.
Mobil tangki milik HaRUM Melati akhirnya merengsek masuk. Warga membantu menarik selang.
Didalam gang, tepatnya di titik kebakaran, cuma mengandalkan ember dan semangat kerja sama, para sukarelawan dari warga umum bekerja tanpa kenal takut. Meski mereka berada dalam sengatan kobaran api ataupun asap yang menutup pandangan mata.
Kobaran api makin besar membuat barang Barang-barang berharga terus dipindahkan. Bukan hanya dari rumah yang mengalami kebakaran tapi juga rumah-rumah tetangga yang berdekatan jaraknya. Barang-barang tersebut ditempatkan dirumah tetangga lainnya yang dirasa aman. Ada juga dihalaman mesjid dan jalan raya. Sungguh pemandangan yang memilukan. Sedangkan mobil pemadam kebakaran tidak juga menampakkan batang hidungnya.
Api akhirnya perlahan-lahan bisa dipadamkan sekitar pukul 13.00 wita berkat bantuan semua pihak masyarakat. Tersisalh sudah kisah sedih dan pilu. Kini tinggal bagaimana Polres Sikka mengadakan penyelidikan.
Kebakaran ini menjadi pelajaran berharga semua pihak. Terutama agar masyarakat tidak lalai dalam berbagai kegiatan sehingga tidak menimbulkan dampak yang merugikan.
Kebakaran ini juga menjadi pelajaran paling penting bagi semua pasukan Pemadam Kebakaran agar selalu siap dan waspada dalam setiap detik dan waktu. Dalam setiap aktivitas. Jangan lagi jadi penonton yang duduk manis sambil ngemil depan layar tivi. Rakyat butuh tindakan cepat dan segera. Agar mobil pemadam kebakaran yang dibeli dengan uang rakyat benar-benar menjadi urat nadi bencana kebakaran. Jangan sampai terulang lagi!!


Tinggal Puing2/Foto: Herikzon Sitompul

Mobil Tangki Harum Melati sang penolong (kiri) vs Mobil Pemadam yg diam diparkiran

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Secercah Harapan dari Nelle

Jelang Hari Rabies Sedunia di Maumere, 8-9 Oktober 2012

Kabupaten Sikka ditunjuk sebagai tuan rumah pada peringatan Hari Rabies Sedunia yang berlangsung secara nasional pada tanggal 8 dan 9 Oktober 2012. Tempat pelaksanaan disepakati berlangsung di Kecamatan Nelle, 8 Km dari Kota Maumere. Penunjukan ini menjadi penting karena diketahui, Flores dalam lima belas tahun terakhir ini menjadi daerah potensi musibah rabies dengan menelan korban lebih dari 250 nyawa. Berita terakhir yang dilansir harian lokal menyebutkan virus rabies kembali merenggut 3 korban jiwa di Kabupaten Nagakeo, Flores. Kematian demi kematian yang diakibatkan serangan virus rabies pada hewan peliharaan anjing memantik Flores sebagai pulau dengan kematian paling banyak. Berbagai cara telah dilakukan untuk menghilangkan potensi serangan virus tersebut. Sampai dengan penemuan tertinggi dalam pengetahuan dengan vaksin anti rabies. Vaksin yang mudah penggunaannya namun dalam praktek susah diterapkan karena tabiat masyarakat yang belum bisa menerima anjing mereka divaksin.


"Saya bermimpi, warga se-Flores, juga semakin menghargai nyawanya. Jangan hanya menangis, menyesal, marah marah, setelah kelurganya mati karena rabies. Itupun biasanya hanya berlangsung "hangat hangat tai (maaf) ayam". Tidak lebih dari 1 bulan kembali menjadi pemilik anjing yg tidak bertanggung jawab, diliarkan dan tidak divaksin. Ini perlu sosialisasi terus menerus. Masalahnya sudah 15 tahun?apanya yg masih kurang?," ujar Dokter Asep Purnama, Aktivis anti rabies di Maumere, lewat emailnya kepada inimaumere.com.
Ia berharap dan akan coba mengajak para pengusaha media massa-pers untuk mau "berpartisipasi" dalam upaya awarness bahaya rabies dan upaya pencegahannya. Anggap sebagai CSR (coorporate social responsibility), katanya sang dokter yang telah bertahun-tahun mengabdi di Maumere.
Setitik harapan menyulut kepermukaan dari dataran tinggi Nele, Kabupaten Sikka. Adalah Romo Wilfried, Pastor Paroki Nelle bersama umatnya bangkit melawan rabies dengan vaksinasi serentak. Tercatat, dalam sebulan saja lebih dari 80% anjing diwilayah Nelle berhasil divaksin.
Pendekatan sang pastor paroki yang luar biasa berhasil meruntuhkan mitos bahwa masyarakat tidak mau anjingnya divaksin.
"Keberhasilan Romo Wilfried menjadi secercah harapan dari sebagian besar kita yang sudah hampir putus asa setelah 15 tahun "berjuang" melawan virus rabies," tulis dr. Asep.
Layaknya setitik cahaya terang di lorong gelap 15 tahun. Hal ini diketahui para "petinggi" di jajaran para pejuang rabies di pusat. Dan dengan upaya kerja keras ibu Rita (direktur PPBB), ibu Misriah (kasubdit zoonosis) dan kawan kawan; Maumere dipercaya menjadi tempat penyelengggaraan hari rabies sedunia 2012, tanggal 8-9 oktober di Paroki Nelle.
Semoga, kerja keras semua elemen mampu menghilangkan mitos yang masih melekat ditengah masyarakat. Romo Wilfired telah menunjukan jalan. Tak ada yang tak bisa. Kita percaya, keberhasilan tak luput dari upaya dan kerja keras semua elemen, termasuk para pemimpin kita.
Diperlukan kerja sama para pemimpin se Flores. Semoga saat Pilkada, salah satu janji kampanye setiap bupati se-Flores adalah melindungi rakyatnya dari rabies, bukan janji abstrak mau mensejahterakan rakyatnya.
www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Galeri Festival Seni Budaya Flobamora

Tarian caci manggarai/ foto: Chris Ladapase
Festival Pariwisata dan Seni Budaya NTT 2012 yang berlangsung di Lapangan Kota Baru Maumere 27-28 September 2012 memang telah berakhir. Banyak manfaat yang bisa diambil dari perhelatan akbar tersebut. Meski cuma singkat, namun menyisakan kerinduan agar pegelaran serupa bisa diadakan lagi di kota ini. Tentunya dengan pembenahan pegelaran yang lebih baik lagi. Dengan promosi kepada publik yang signifikan sehingga masyarakat tahu bahwa kota ini ada kegiatan seni budaya. Jujur saja, pegelaran kemarin jauh dari publikasi. Mengenang kembali dua hari pegelaran, dibawah ini ditampilkan beberapa foto menarik, Bagi yang tak hadir langsung, bisa menyaksikan serangkaian potret yang merupakan karya-karya dari inimaumere.com dan sejumlah fotografer Maumere. yuk kita jalan-jalan;

Galeri:

Sabu (fotografer: yolix riberu)
Alor (foto: inimaumere)
Flotim (Fotografer: Yolix R)
Mabar (Yolix Riberu)
Sumba Barat (Yolix Riberu)
Sikka (inimaumere)
Sumba Barat Daya (Yolix Riberu)
Sumba Barat Daya (inimaumere)
Sumba Timur (Willy Otak Mofer)
TTU (inimaumere)

Selengkapnya...

Sunday, 30 September 2012

Jambore Pariwisata NTT 2012 Berakhir, Belu Juara

Sikka Harapan Tiga

Sikka/Kibolibok
Jambore Pariwisata dan Seni Budaya NTT 2012 yang berlangsung di Maumere berakhir sudah. Secara resmi, penutupan jambore yang berlangsung 27 hingga 28 September oleh Sekda Sikka Valens Sili Tupen dihadapan segelintir penonton. Sekda mewakili Gubernur NTT Frans Lebu Raya yang berhalangan hadir. Sekda Sikka asal Flotim ini membacakan sambutan penutupan gubernur usai penyerahan piala kepada pemenang. Maka, sambutan yang dibaca pun rasanya tak bermakna, karena sebagian besar penonton dan terutama para peserta kontingen dari 18 kabupaten se-NTT telah meninggalkan lokasi jambore.
Untungnya, masih ada segelintir yang bertahan termasuk para fotografer, media, dan beberapa pejabat seperti Kadis Pariwisata NTT, Kadis Pariwisata Sikka G. Rehi dan Ketua DPRD Sikka Rafael Raga. Pada festival seni budaya yang berlagsung dua hari tersebut, Kabupate Belu secara mengejutkan tampil sebagai pemenang. Belu menyingkirkan 17 kabupaten lainnya, minus Kabupaten Ende, Nagakeo dan Sumba Tengah yang tak mengirimkan wakilnya.
Sedangkan tuan rumah Kabupaten Sikka mesti puas berada diurutan paling buncit. Sikka meraih posisi Juara Harapan 3.
Pada penyerahan piala kepada pemenang, Kontingen Sikka tak mengirimkan wakilnya untuk menerima tanda mata juara. Sebagau gantinya, pantia mewakili sang juara harapan 3 tersebut.
Ada apa? Mungkinkah ini sebagai protes terhadap Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sikka? Menurut Indah Pareira, pimpinan Sanggar Kibolibok, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sikka mengirimkan dua sanggar dengan SK resmi. Kedua sanggar tersebut adalah Kibolibok dan Bunga Nukak. Kedua sanggar tersebut sempat membingungkan tiga juri yang diisi Sofya, Florida Da Cunha dan Y.Lasar. Pasalnya, saat Bunga Nukak tampil perdana di panggung, dipanggil MC sebagai pengisi acara bukan peserta, namun kemudian diralat sebagai peserta. Tapi saatKibolibok tampil, juri pun sempat menanyakan, apakah tampil sebagai peserta atau hanya eksebisi. Namun tak ada jawaban atau komfirmasi. Kibolibok pun terus berkreasi diatas panggung sesuai durasi waktu.
Dengan berakhirnya Jambore Pariwisata dan Seni Budaya NTT, maka berakhir sudah hingar bingar di sekitar Lapangan Umum Kota Baru Maumere. Dua hari pertunjukan sudah cukup menghibur orang Maumere. Namun begitu, tak banyak orang Maumere yang mengetahui akan adanya iven sebesar ini. Jelang hari pertunujukan, tak ada promosi mencolok. Kota bahkan jauh dari kesan akan ada iven pariwisata. Maumere sepertinya biasa-biasa saja. Jauh sama sekali dari pemberitaan akan adanya jambore tersebut.
Dengan usai jambore, tak akan lagi kita melihat orang Timor yang berlalu lalang dengan pakian khasnya plus bibir merah karena mengunyah sirih pinang. Tak ada lagi logat dan dialek khas orang Manggarai dan Sumba. Hilang sudah wajah manis Rote Ndao dan Sabu, atau orang Lembata dengan senyum manisnya. Oa dan No Nagi bergaya dengan gaya Lamaholotnya.
Sampai jumpa di Manggarai tahun depan, semoga NTT semakin maju dalam pariwisata, dan generasi mudanya semakin cinta akan peninggalan tradisi leluhurnya.
FLOTIM

ALOR

SABU


MANGGARAI/ Tarian Caci

foto: Yolix Riberu
 inimaumere.com
www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Kapal tenggelam di Palue

ilustrasi
Duka kembali hadir diutara perairan Kabupaten Sikka, Flores NTT. Sebuah kapal motor berpenumpang sekitar 50 orang diberitakan tenggelam hari Jumat (28/9/2012), sekitar pukul 17.00 wita. Dua orang dinyatakan tewas. Menurut informasi kapal tersebut berangkat dari Desa Lidi menuju Desa Maluriwu. Dua korbang yang tewas tersebut yakni Nandes asal Desa Ladolaka dan Lamber warga Desa Tuanggeo. Kedua desa tersebut berada di Kecmatan Palue, Pulau Palue, Kabupaten Sikka. Belum diketahui penyebab pasti tenggelamnya kapal yang baru diujicobakan tersebut. Korban yang selamat langsung dievakuasi untuk mendapat perawatan di puskesmas. Menurut informasi kapal tersebut masih baru dan pelayaran tersebut adalah pelayaran perdana. Sedangkan cuaca dalam kondisi baik.

Musibah yang mengguncang sistem transportasi di perairan Kabupaten Sikka ini seakan mengingatkan kembali tragedi tersebsar dalam sejarah tenggelamnya kapal di Kabupaten Sikka. Tragedi tersebut yakni Saat KM Karya Pinang yang mengangkut 66 penumpang tenggelam dihantam badai diperairan Watumanuk. menewaskan 23 orang dan 9 lainnya hilang hingga kini. Peristiwa yang merenggut mayoritas korban dari wilayah Pogon dan Aibura terjadi tahun 2010. Lantas, sampai kapan bencana demi bencana diperairan Sikka berakhir?(dari berbagai sumber)

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

 

© 2007 MaUmErE oF FlOrEs | Design by MaUmErE Of FlOrEs







---[[ KeMbAlI kE aTaS ]]---